
Sudah setengah tahun pasangan suami istri hidup di Singapore. Hari-hari keduanya dijalani seperti biasa.Hubungan keduanya bahkan ada kemajuan.
Kaila sudah terbiasa dengan sikap Kenzo yang mencium nya, bersikap romantis, memberi bunga, membelikan baju dan perhiasan, layaknya pasangan yang sedang dimabuk cinta.
Sudah 6 bulan di Singapore tapi Kenzo tidak pernah mengajak Kaila keluar hotel. Keluar hanya ke restoran hotel, itu pun hanya untuk makan.
Kaila Kesal menghadapi sikap Kenzo yang sibuk. Akhir-akhir ini Kenzo memang sibuk, berangkat pagi, pulang malam.
Seperti saat ini, Kenzo hanya terkekeh mendengar keluhan dan rengekan Andi di handphone.
"Bos, kapan pulang?"
"6 bulan lagi kenapa?"
"pulang bos, kewalahan nih nggak ada sekretaris lagi."
"hehe, sabar Andi ganteng."
"bos baru tahu kalau saya ganteng, saya kan seperti mirip Chanyeol member idol grup Korea itu."
"Pede gila kamu yah. Tunggu beberapa bulan lagi saya akan pulang,"
"nah bagus,"
"makanya sana kerja. Saya mau ketemu klien, biar cepat bisa pulang."
"okeh. Kalau begitu saya bos yang tutup yah, saya gak tega nutup telpon bos, assalamu'alaikum bos."
tut tut tut
"Walaikumsalam ."
"Bilang suruh tutup. Malah sendirinya yang nutup, dasar." cibir Kenzo.
"ada apa sih mas?" Kaila menghampiri Kenzo yang berbicara sendiri.
"ini si Andi. Nyuruh pulang cepat, tadi minta aku yang matiin telpon. Eh malah dia yang matiin, kan Hhhhh."
"Sabar mas. Andi kan memang begitu, suka bikin greget orang."
"oh ya mas, kamu telpon alya gak kalau kita bakal pulang agak lama." lanjut Kaila.
"Sudah. Aku bilang kalau kita masih beberapa bulan di Singapore," Kenzo merapikan pakaiannya.
"Mas mau kemana? Kok kelihatan rapi banget." heran Kaila saat melihat suaminya rapi dengan jas hitam, kemeja putih, dasi kupu-kupu.
Kaila berjalan ke arah sofa, tiba-tiba dirinya ingin menonton sinetron yang ada soundtrack lagunya dari penyanyi Rose.
Kenzo mendekati Kaila yang kelihatan mencari salah satu stasiun di televisi.
"Aku mau ada acara. Acara temen sih, mau ikut tidak ail?" Kenzo duduk di samping istrinya yang tengah mencari saluran televisi.
Kaila tidak terlalu mempedulikan ucapan Kenzo.
"Tidak mas, kamu saja." ucap Kaila tanpa melihat atau melirik Kenzo.
"Aku mau ke acara nya... " ucapan Kenzo langsung dipotong oleh Kaila.
"Iya iya, udah sana nanti malah kamu terlambat lagi mas." ucap Kaila masih fokus dengan televisi.
Padahal Kenzo ingin bilang bahwa dirinya akan menghadiri pernikahan anak dari rekan bisnisnya. Ingin datang bersama istrinya, tapi Kaila tidak mau ikut.
"Ya sudah. Aku berangkat, jangan nyesel yah nggak ikut. Kamu baik-baik di hotel, kalau ada perlu telpon langsung."
Tidak ada respon dari Kaila, Kenzo langsung berlalu pergi, kesal sekali diabaikan oleh istri gara-gara televisi.
Kaila masih fokus mencari-cari stasiun televisi yang menayangkan suara hati istri.
"Ah, ketemu juga." seru Kaila saat sudah menemukan sinetron yang dicarinya.
Kaila fokus menonton layar televisi dengan mata yang mulai memerah. Saking menghayati, Kaila sampai mengeluarkan air mata.
Setiap ada adegan yang menceritakan tentang lelaki yang bersuami, tapi menikah lagi. Kaila selalu mengumpat dan marah, bahkan menangis.
__ADS_1
"Jahat banget suaminya. Nikah lagi gak bilang ke istrinya, udah gitu main tinggal istri yang lagi hamil !"
"Huu dasar dasar pelakor!!, perusak rumah tangga orang." teriaknya kesal
"Bilangnya pergi, pulangnya malah bawa wanita lain !"
Ku menangis~
membayangkan~
Betapa kejamnya......Dirimuuuu.... Kauuuuu
"Aku gak bisa bayangin mas Kenzo nikah lagi, gak kuat. Bayangin aja gak kuat apalagi menjalaninya." monolog Kaila mengingat dirinya ditinggal Kenzo.
"Cih, baju pengantin nya sama kayak punyanya mas- astaghfirullah.."
"Mas Kenzo tadi..."
"Jangan-jangan mas Kenzo mau nikah lagi, mau poligami. Makanya akhir-akhir ini sering pulang malem."
"Aku coba telpon aja." Kaila mulai menelpon nomer telpon sang suami.
"ihh kok gak diangkat." Kaila mulai mondar mandir ke sana kesini.
"Aku coba lagi." Kaila mulai takut, takut Kenzo menikah lagi.
"Mas kamu kemana sih. Kok gak angkat angkat, kemana kamu." Kaila gelisah karena Kenzo tidak mengangkat telponnya.
Akhirnya telpon terakhir diangkat.
"Mas, kamu kemana, kamu dimana, bilang mas kamu dimana?" desak Kaila.
"S**abar ail, satu satu dong, sampai lupa gak ucapin salam lagi."
"Udah mas kamu dimana, bilang sama aku apa susahnya sih." ucap Kaila setengah kesal.
"A**ku lagi di rumah rekan bisnis aku, kamu keliatan khaw -...."
"Iya iya." pasrah Kenzo
clunting...
Tututututttt.
Sambungan di putuskan sepihak oleh Kaila.
Kaila langsung ke kamar ganti baju. Setelah selesai dengan semua nya, dia langsung keluar kamar hotel tanpa mematikan TV.
Kaila menghentikan mobil taxi yang melintas di depan hotel.
"Sir, please go to xxx."
"oke madam."
Kaila langsung keluar mobil setelah membayar ongkosnya.
Kaila berjalan masuk gedung dengan langkah tergesa-gesa.
oh jadi kamu mau nikah lagi disini mas.Jahat kamu yah mas, sudah berani menduakan aku.
Terlihat beberapa orang memandang Kaila dengan tatapan aneh, karena penampilan Kaila yang memakai pakaian muslim.
Kaila berjalan mencari-cari sosok lelaki yang dicarinya.
Dimana kamu mas, aku bakal minta cerai ke kamu kalau sampai berani nikah lagi.
Kaila terus mencari Kenzo sampai matanya tertuju pada sosok yang dicarinya. Terlihat Kenzo sedang berbicara dengan beberapa orang asing.
Didatanginya Kenzo dengan raut wajah marah.
"Mas !" teriak Kaila, Kenzo langsung menoleh dan mendapati istrinya.
Kenzo terkejut dengan kehadiran istrinya, beberapa orang juga terkejut melihat seorang perempuan berteriak mengucapkan kata yang tak dimengerti mereka. Beberapa orang memandangnya bingung.
__ADS_1
"Loh, ail kamu disini. Ngapain ?" tanya Kenzo heran saat Kaila sudah dihadapannya.
"oh jadi kamu larang aku kesini. Begitu mau kamu kan Mas !" teriak Kaila.
"Kamu bicara apa sih Ail ?" heran Kenzo.
"Udah kamu jujur aja mas?" desak Kaila, matanya bahkan sudah memerah.
"Jujur apa sih Ail ?"
Plakkk
Kaila menampar pipi Kenzo dihadapan semua orang. Kenzo terkejut bukan main atas sikap istrinya.
"hiks hiks kamu bohong sama aku mas, jahat jahat kamu jahat." Kaila meninggikan nada bicaranya, bahkan air matanya sudah membasahi kedua pipinya.
Kenzo mulai panik melihat istrinya mulai terisak, dipeluknya tubuh sang istri yang sudah bergetar.
"Gak usah peluk aku, aku gak sudi dipeluk kamu. Kamu jahat ! " Kaila mendorong tubuh Kenzo yang mencoba memeluknya.
Kenzo tak tahu apa yang membuat istrinya sampai begini, bahkan sampai menangis di hadapan semua orang.
"What's wrong Mr. Wijaya?" tanya tuan Alex selaku tuan rumah.
"oh, don't worry Mr. Alex, this is a little problem." jelas Kenzo mencoba tenang.
"Who is the women?" penasarannya.
"This is my wife, Kaila Aisyah." ucap Kenzo memperkenalkan Kaila
Para tamu heran dengan kedua orang yang dilihatnya.
"Kenapa Ail? Kaila kamu baik-baik saja. Apa aku ada salah sama kamu."
"Aku benci kamu mas, kamu tega yah melakukan ini semua."
"Kamu ngomong apa sih ail, coba kamu jelasin ke aku." Kenzo tak tahu menahu apa salahnya.
"Kamu mau nikah lagi kan. Kamu tega yah menduakan aku mas." tuduh Kaila.
"Kamu kok bisa ngomong begini ke aku? aku tidak ada niatan nikah lagi. Karena bagiku cuma kamu istri aku."
"Bohong!!! kamu bohong. Mana perempuan yang kamu nikahin? MANA? hiks hiks, JAHAT JAHAT JAHAT!!" jerit Kaila dihadapan Kenzo.
"Kamu salah paham Ail. Aku gak nikah lagi, apa sih yang bikin kamu menuduh aku ingin nikah lagi." Kenzo mencoba bertanya.
"Kamu pakai jas hitam, dasi kupu-kupu, kemeja putih." jelas Kaila.
"Kan ini sudah biasa aku pakai pakaian begini, kamu kok aneh." heran Kenzo.
"Bentar Ail. Jangan bilang kamu begini gara-gara nonton tayangan di televisi yang tadi pagi yah." lanjut Kenzo.
"Kalau iya kenapa? kamu mau mengelak karena ketahuan." ketus Kaila.
"hahahhaha." Kenzo terbahak mengetahui bahwa istrinya cemburu.
"Gak lucu yah." dengus Kaila.
.
.
.
.
.
****************************************
Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, comen, favorit anda rate.
dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author ☺
__ADS_1