Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Alergi


__ADS_3

Pintu ruangan diketuk, Kenzo mempersilahkan masuk.


"Bos." panggil Andi.


Oh, Andi, aku kira...


"Ada apa ndi?" sahut Kenzo


"Utu, ehm. " Andi nampak bimbang mengatakan kalimat yang akan ia ucapkan.


"Iya apa? tida usah bertele-tele. Saya masih banyak kerjaan."


"Klien dari Singapore menelpon,"


"Terus?"


"Itu bos."


Kenzo mengernyitkan dahinya, Andi terlalu lama berbicara.


"Iya apa! to the point aja."


"Klien dari Singapore meminta bos untuk datang langsung ke proyek bos. Selama proyek berjalan harus di Singapore," Ucap Andi takut.


"Oh, itu sih bukan masalah."


"Tapi kan lama bos, setahun kemungkinan proyek besar di Singapore baru selesai, kan lama."


"ya gak papa lah,"


"Ya sudah bos, saya cuma bilang itu saja. Kalau begitu saya balik."


Andi keluar dari ruangan Kenzo, belum semenit Andi menutup pintu, terdengar pintu diketuk kembali.


"Bos," panggil Andi.


"Apalagi Andi!!!" geram Kenzo kesal.


"Itu anu, ada bu bos."


"Suruh masuk!"


"Ah bos saja lah."


"Kamu nyuruh saya? kamu atasan atau bawahan saya."


"Saya pakai atasan bawahan kok bos, pakai baju juga."


"Tidak nyambung."


"Ya sudah, saya pergi ya bos." Andi menutup pintu kembali lalu keluar.


Ada apa Kaila ke kantor.


Kenzo beranjak dari kursi kebesarannya untuk menemui sang istri yang entah kenapa datang ke kantor.


Ceklek.


Kaila tersenyum saat Kenzo membukakan pintu.



"Ada apa ail?"


"Kamu belum sarapan kan mas, aku kesini bawain makanan."


"Belum jam istirahat." ucap Kenzo dingin.


"Aku tungguin deh sampai jam istirahat. Gimana?"


Kenzo nampak berpikir.


"Hem, ya sudah kalau itu mau kamu, masuk dulu sini."


"Makasih mas."


"Nunggunya sambil duduk aja yah."


"Iya mas,"


Kaila duduk di sofa sedangkan Kenzo kembali ke kursi kerjanya, tapi Kaila menghentikan Kenzo dengan menarik lengan Kenzo.


"Ada apa ail?" Kenzo berbalik menatap istrinya heran.


"Makan dulu mas. Kamu kan belum sarapan tadi pagi." Kaila menggiring Kenzo untuk duduk di sofa.


Dibukanya rantang makanan yang ia bawa, di ambilkan sekotak nasi untuk suaminya.

__ADS_1


Kenzo yang pusing, kesal, leleh, sedikit mengangkat bibirnya, tersenyum melihat istrinya yang sangat perhatian.


"Ini mas. Dimakan yah."


"Iya Ail, makasih." Kenzo mulai melahap makanan yang dibawa Kaila.


"Sudah tugas ku sebagai istri mas. Gimana mas, enak nggak?"


Kenzo hanya mengangguk, dan kembali memasukan nasi ke mulutnya.


Setelah Kenzo menghabiskan makanannya, Kaila menyodorkan sebotol air mineral.


"Gimana mas? "


"Masakan kamu enak." puji Kenzo setelah habis melahap bekal dari istrinya.


"Makasih mas, ini minum." Kaila menyodorkan minuman ke suaminya.


"Ini air apa ail? rasanya kok..." Kenzo nampak berpikir dengan air yang diberikan sang istri.


"Ada manis-manis nya." ucap Kaila dan. Kenzo bebarengan.


Kaila dan Kenzo tertawa bersama.


Seneng mas kalau lihat kamu bahagia gini.


"Mas, kamu gak sedih?" Kaila heran dengan suaminya. Baru kehilangan ibunya tapi tidak memperlihatkan kesedihannya.


"Loh sedih kenapa ail?"


"Kan kemaren mama. Maaf mas aku gak bermaksud." Kaila menundukkan kepalanya.


Kenzo yang mengerti perubahan sikap Kaila mendekatinya, di sentuh kedua bahu sang istri.


"Tidak papa Ail, aku sudah ikhlas. Jangan larut dalam kesedihan. Kita harus tetap bangkit dan tersenyum."


"Kalau sedih mama pasti ikut sedih di sana, Makanya harus do'ain yang terbaik buat mama sama ibu." imbuh Kenzo.


"Iya mas, aku akan selalu do'ain mama sama ibu," Kaila mengangkat kepalanya untuk melihat wajah sang suami.


"Mas, " panggil Kaila.


"Iya ail, kenapa?"


"Aku mau ke toilet boleh?"


"ih mas, gak lucu." Kaila mendengus kesal.


"Ya sudah maaf deh. Kalau kamu mau ke toilet kamu tinggal keluar terus ke kiri lurus aja ntar ada tulisan toilet, nah disitu."


"Okey mas "


"Apa perlu aku anterin?"


"Tidak perlu mas. Kamu lanjutin kerjaan kamu aja. Aku bisa sendiri."


Kaila keluar dari ruangan Kenzo, baru beberapa langkah Kaila merasakan perutnya seperti di aduk.


Tepat beberapa meter Andi berjalan menuju Kaila, membawa buah Durian.


"Eh ibu. Bu, mau durian enggak nih. Enak tau bu. Kalau ibu mau saya masih ada dua bu di ruangan saya." Andi menyodorkan durian yang sudah terbelah tepat di depan muka Kaila.


"Tidak usah. Saya tid.. ugh hoekh hoekh, hoekh." perut Kaila serasa di aduk mencium bau buah Durian.


"Koh, ibu kenapa? ibu mual, ibu lagi hamil yah, makanya mual." Panik Andi.


Belum sempat Kaila menjawab, rasa mual kembali datang menghampiri nya.


"Hoekh, hoekh, kamu hoekh tolong hoekh..kamu."


"Iya bu, tolong apa bu. Apa yang bisa saya bantu bu? " Andi panik, dikira orang mual karena hamil.


Kaila sudah tidak kuat menahan lagi, isi dalam perutnya seperti ingin keluar.


Karena sudah tak tahan, Kaila berlari ke toilet.


Andi yang melihat langsung panik, kebetulan bos nya lagi di ruangannya.


"Bos, bos, bos!!!! " Andi membuka pintu dengan keras, Kenzo terlonjak kaget.


"Astaghfirullah Andi. Kebiasaan yah kalau masuk tidak ketuk pintu dan ucap salam, tidak sopan sekali." Kenzo berdiri dari kursinya.


"Ada apa? hal penting apa?, lah kamu ngapain bawa Durian." imbuh Kenzo heran melihat durian.


"Dimakan lah bos."


"Eh iya itu bos, bu bos mual mual bos, terus tadi ke toilet." lanjut Andi.

__ADS_1


"Ya terus, masalahnya apa?"


"Bos kok gitu sih, bu bos kasihan. Mual gitu juga karena debay bos."


"Debay. Maksud nya gimana?" Kenzo bingung.


"Bos yang buat tapi lupa. Bagaimana sih Bos ini." cibir Andi.


"Ya itu bu bos lagi ngalamin yang katanya Marni sicska, eh apa yah? sick sick ngenes, ahh apa yah."


"Morning sickness?"


"Nah iya bos, itu lah."


Mendengar Kaila begitu membuatnya panik. Kenzo langsung lari ke toilet.


Sampai di toilet, Kenzo melihat istrinya lemas.


Di dekatinya Kaila dari belakang, dipijatnya tengkuk sang istri.


Kaila merasakan ada sentuhan hangat di tengkuknya, nyaman.


"Kamu kenapa Ail?" tanya Kenzo saat Kaila sudah memuntahkan isi perutnya.


"Aku tidak kuat kalau mencium bau durian mas, suka begini jadinya." ujar Kaila lemas.


"Alergi yah?" duga Kenzo.


"Sepertinya si iya mas. Soalnya aku juga gak suka durian. Baunya bikin aku gini kalau setiap mencium bau durian."


"Ya sudah gak usah cium durian. Cium bau aku aja, wangi nihh."


"ih mas. Apaan sih, lagi lemes gini malah diajak bercanda."


"Hahhaha, iya iya."


"Keluar yuk, masa di toilet. Tidak baik kalau ber lama-lama di toilet." ucap Kaila.


"okehlah kalau begitu, ayo istriku." Kenzo menggandeng lengan Kaila keluar dari toilet.


Saat keluar dari toilet, Kaila dan Kenzo mencium aroma durian yang sangat menyengat.


Terlihat di meja Andi dan beberapa karyawan karyawati, sedang menikmati buah durian.


Kaila yang mencium aroma durian langsung berbalik menuju toilet.


"Hoekh, hoekh, hoekh. "


"Ail, Kaila," Kenzo mengikuti Kaila ke toilet.


Para karyawan dan karyawati yang menyaksikan hal tersebut menduga-duga yang dilihatnya.


"Eh, Bu Kaila hamil yah?" tanya wanita yang bernametag Wulan.


"Kayaknya iya, mual mual gitu, lagian kan ini pagi kan, pasti morning sickness, " imbuh yg lainnya.


"Menurut saya juga begitu, kan si bos nikah udah dua bulan, pasti udah lah," Giliran Andi yang bersuara.


"Saya juga pernah denger, mendiang Ibu besar pernah mengatakan kalau bu Kaila hamil, " ucap Sisca.


"Duh, pak Kenzo romantis yah, bu Kaila sampai di temenin di toilet. Perhatian banget jadi suami, lelaki idaman." Ucap Susan.


"San, kamu mau pria idaman? kalau kamu mau saya ikhlas kok jadi pria kamu, bahkan saya akan ngikutin kamu kemanapun kamu pergi." ucap Andi dengan entengnya.


Susan dan yang lainnya hanya menatap sebal dan jijik kepada Andi, si playboy tampan.


"Bapak yang ikhlas saya yang enggak. Napak yang mau, saya yang gak mau." kesal Susan.


Semua yang mendengar tertawa mendengar penolakan Susan terhadap Andi.


Andi langsung memasang wajah sedih mendengar penuturan Susan, si wanita bagian humas.


"Eh itu bu Kaila sama pak Kenzo udah keluar dari toilet." seru Andi saat melihat kedua bosnya kelaut dari toilet.


"Kita ucapin selamat yuk atas kehamilan bu Kaila." ucap joko si pria bagian keuangan.


Kenzo dan Kaila heran saat melihat karyawan dan karyawati nya mendekat ke arah mereka, apalagi dengan senyum lebar semua karyawan.


.


.


. ****************************************


Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, comen, favorit anda rate.


dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author ☺

__ADS_1


.


__ADS_2