
Kenzo membawa anaknya jalan-jalan dengan santai guna menikmati udara segar di pagi hari.
Setiap pengunjung rumah sakit yang melihat atau berpapasan dengan Kenzo dibuat terpesona oleh ketampanan Kenzo.
Tak jarang juga segerombolan perempuan yang akan ke restoran mendadak menghentikan arah tujuannya, hanya karena ingin melihat Kenzo.
Kenzo melepas kacamatanya dan memakainya kembali.
Sontak hal tersebut membuat semua pasang mata wanita yang menyaksikan menjerit-jerit karena kadar ketampanan Kenzo yang luar biasa.
Tidak hanga perempuan muda bahkan ibu-ibu saja yang melihat Kenzo tidak mengedipkan matanya karena saking terpesona.
Kenzo terus berjalan mendorong stroller anaknya dengan santai.
Senyumnya tidak pernah luntur dari wajah tampannya.
Orang mungkin mengira Kenzo tersenyum karena tebar pesona. Bukan tanpa sebab Kenzo mengumbar senyumnya. Kenzo tersenyum karena hari ini ia bahagia anaknya telah sadar dan bisa dibawa pulang.
"Papah senang sekali Kenzie sudah bisa pulang hari ini." Kenzo mengajak anaknya berbicara untuk merangsang indra pendengaran sang anak akan suara Papahnya.
Kenzo berhenti berjalan, " Kita berhenti dulu yaaa, kalau jalan lagi ntar kejauhan. Terus Mamah kamu marah ke Papah." ucap Kenzo diselingi kekehen.
Kenzo duduk di salah satu kursi di pinggir jalan di dekat restoran.
"Nah, sekarang liat Papah. Ciluk bwaa Kenzie cilukk bwaa." gurau Kenzo pada sang anak yang sudah menghadap ke arahnya.
Kenzo membuat atensi pengunjung restoran yang tengah duduk di dalam restoran menjerit histeris.
"MasyaAllah sungguh besar keagungan Allah SWT. Menciptakan lelaki tampan seperti itu." ucap wanita dari balik kaca.
Pengunjung lain ikut memandang Kenzo dari balik kaca transparan. Bahkan ada yang menempel tepat di belakang Kenzo.
"Nikmat mana yang kau dusta kan. Pria tampan idaman kaum perempuan." serunya melihat Kenzo dari balik punggungnya.
Melihat hal tersebut membuat ibu-ibu tak mau kalah. Para kumpulan ibu sosialita bahkan beramai-ramai mendekat di balik dinding kaca agar bisa lebih dekat memandangi sosok tampan yang sedang hebohkan dibicarakan.
"Ih jeng liat deh. Brondong ganteng ih. Kayaknya juga mapan."
"Ay maulah kalau jadi istrinya dia. Badannya bagus pastilah roti sobeknya keren uhhhh."
"Tapi pria itu bawa anak jeng's, eke sih no no kalau jadi madu or pelakor." timpal ibu-ibu dengan gaya manjanya.
"Ehhh, siapa tau duda jeng. Kan kita gak tau, lagian si handsome juga jalan-jalan cuma sama anaknya. Pasti dudot lahh." ujar ibu dengan gaya centilnya.
"Dudot apaan jeng?" heran ibu-ibu yang mendengar kata ' Dudot'.
"Dudot, Duda hot loh jeng jeng semua. Liat deh, udah ganteng, tinggi, putih, mulus, badan kekar, sayang anak, dan pasti mapan." jelas si ibu centil yang matanya tak lepas dari Kenzo.
Kenzo yang menyadari suasana mulai tidak kondusif ingin segera pergi dari sana. Tapi tiba-tiba saja ada beberapa anak SMA yang mendekati Kenzo.
Sekitar lima anak perempuan berseragam SMA yang sudah mengelilingi Kenzo.
"Ihh dedeknya lucu banget, namanya siapa kak?" tanya siswa bernametag Riri. Tangannya tak luput mejawil pipi Kenzie.
__ADS_1
"Panggil aja Kenzie." jawab Kenzo mencoba tersenyum.
Sontak saja senyuman Kenzo membuat meleleh para anak bau kencur itu.
"Aduh kak senyum kakak kok bikin kita tersepona lebih dalam." seru yang lain.
"Terpesona beggoo!!" sambung gadis lainnya.
Kenzo hanya geleng-geleng mendengar kalimat yang gadis tersebut lontarkan.
"Maaf yaa, tolong berbicara yang sopan dan dijaga. Anak saya masih kecil." mendengar kata 'anak' keluar dari mulut pria di hadapannya membuat kelima gadis SMA memicingkan matanya terkejut.
"A, a.. a.. anak." ucap salah satu diantara ke lima nya dengan tak percaya.
Kenzo mengangguk mengiyakan.
Seketika wajah kelima gadis SMA tersebut berubah masam mendengar kenyataan dari Kenzo.
"Ya ya ya udah kak kita pergi dulu yaa. Dadah dedek Kenzie." kelimanya langsung pergi dari hadapan Kenzo setelah mengucapkan kata pamit.
Sungguh malang nian nasibmu nak.
Kelimanya memilih pergi karena tak sesuai prinsip dan visi misi geng mereka. Bagi mereka duda bukanlah jalan ninja kelimanya. Apalagi menyukai yang sudah punya pasangan.
"Untung ada kamu Kenzie. Coba kalau Papah bilang kamu adik Papah, pasti sudah banyak yang ngantri ke Papah."
Sedang asik-asiknya bercanda dengan anaknya, Kenzo dikejutkan oleh segerombolan ibu-ibu dengan dandanan yang berlebih.
"Hallo Mas, namanya siapa kalau boleh tau." ucap si ibu dengan mencolek lengan Kenzo dan mengedipkan mata kirinya ke arah Kenzo.
"Ihh kok diem sih ditanya."
Kenzo memaksakan senyumnya, " nama saya sapri Bu." ucap Kenzo berbohong.
"Massa sih sapri. Ganteng gini namanya kok ndeso." sambung teman ibu yang berdiri menempel pada tubuh Kenzo.
Kenzo malas meladeni ocehan ibu-ibu yang menempel padanya.
"Wah anaknya ganteng yah, persis bapaknya tampan." celetuk salah satu ibu mencubit pipi Kenzie.
Kenzo melotot karena tangan ibu itu berani menyentuh anaknya tidak hanya sesekali.
Ingin marah tapi Kenzo sedang tidak ingin berdebat dan mengeluarkan emosinya di pagi hari. Soalnya bisa cepat tua kalau marah-marah.
Sabar Kenzo sabar, orang sabar tambah tampan.
"Mas kalau boleh tau istrinya di mana? kok sendirian aja." goda ibu berbaju merah.
Kenzo tak menjawab.
"Ihh ditanya kok diem aja sih mas."
"Oh Ibu nanya saya yah," acuh Kenzo yang berhasil membuat ibu tersebut mencebik kesal.
"Mas mas, istrinya sudah meninggal yah, saya ikut sedih mas. Kalau mau saya siap jadi istri sekaligus ibu dari anak mas."
__ADS_1
Kenzo melotot tak percaya dengan apa yang ibu tersebut katakan.
Sejak kapan istrinya meninggal, lagian Kenzo jiga tidak bilang kalau dirinya itu duda. Dasar ibu-ibu genit.
...Enak aja ngatain Kaila meninggal, jadi orang kok suka banget ngambil kesimpulan sendiri....
Kenzo hanya bergumam dalam hati tak berniat menyanggah atau menyalahkan ucapan para ibu-ibu.
Hal tersebut membuat para ibu-ibu semakin gencar mendekati dan menggoda Kenzo.
"Ih berarti benar kalau masnya duda yah. Mau nikah lagi nggak Mas."
"Saya mau kok kalau masnya ngajak nikah saya. Dengan senang hati dan lapang dada saya siap Mas."
Kenzo berekspresi datar mendengarnya.
Tidak jauh dari tempat Kenzo ada seseorang yang tengah mengepalkan tangannya dengan raut wajah kesal melihat pemandangan di depan matanya.
"Aduhhh anaknya lucu banget, bapaknya ganteng. Cocoklah kalau saya yang jadi ibunya, iya nggak mas." genit si ibu bergelayut manja pada lengan Kenzo.
"Ihh apaan, orang saya yang cocok kok. Saya masih cantik masih seger." ucap Ibu lainnya.
"Kalian nggak ada apa-apanya sama saya. Saya lebih bisa mengimbangi mas tampan di ranjang." sahut yang lainnya tak mau kalah.
Kenzo sampai pusing mendengar perdebatan para ibu-ibu yang memperebutkan dirinya.
Seseorang berjalan mendekati tempat Kenzo yang tengah dikerubuti ibu-ibu.
"Maaf, ini ada apa yah. Kok ribut-ribut begini." ucapnya dengan senyum merekah yang berhasil membuat Kenzo gelagapan.
"Kaila," lirih Kenzo tak percaya.
Kaila menatap tajam Kenzo. Ditatap seperti itu oleh istrinya membuat Kenzo mlempem seperti krupuk tersiram air panas.
"Maaf, mbaknya siapa yaa, kok main nimbrung aja. Ouhh atau jangan-jangan mbaknya juga naksir kan sama mas ini." tuduh si ibu yang tangannya masih bergelayut di lengan Kenzo.
Melihat kelakuan ibu di hadapannya yang berani menyentuh suaminya membuat Kaila seperti terbakar sengatan matahari yang sangat panas.
Yang lebih menyebalkan lagi adalah suaminya tidak mencoba menjauh dari segerombolan ibu-ibu genit.
"Maaf ya, saya sudah punya suami. Lagian saya yakin ibu-ibu di sini juga sudah menikah dan masih punya suami kan." ucap Kaila sedikit menyinggung.
"Nggak usah sok tau deh. Hidup buat senang senang." balas si ibu baju merah tak mau kalah dari Kaila.
Kenzo hanya diam tak ingin ikut campur.
"Hidup tidak hanya untuk senang-senang ibu-ibu, aduhhhh udah berumur tapi kelakuannya kayak abg, pikiran kayak anak kecil." ujar Kaila diselingi tawa meremehkan.
"Mbok'ya punya akal digunain." ucap Kaila penuh sarkasme.
Mendengar istrinya sudah berkata begini Kenzo langsung berdiri untuk menengahi.
"Maaf yah ibu-ibu. Ini istri saya. Saya permisi dulu." Kenzo lalu menarik tangan Kaila dan tangan sebelahnya mendorong stroller anaknya.
Ibu-ibu yang mendengar diam seketika saat Kenzo mengakui bahwa wanita yang menegur mereka adalah istrinya.
__ADS_1