Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Baby I'm Jealous


__ADS_3

Sepanjang perjalanan kembali menuju rumah sakit, Kenzo dibuat pusing dengan setiap kata yang terus keluar dari mulut sang istri.


"Sudah di bilang jangan jauh-jauh tapi malahan sampai jauh ke sini." gerutu Kaila.


Saat akan membuka suaranya, Kaila sudah lebih dulu memotong sebelum Kenzo berhasil mengatakannya.


"Sok-sokan tebar pesona lah."


"Kayak ganteng aja, udah punya anak juga. Tua-tua keladi." lanjut Kaila.


Kenzo diam saja, daripada diamuk singa betina yang sedang meraung.


"Pake duduk di sanalah, tau banget yah kalau banyak perempuan cantik di sana."


"Enggak kok, aku tadi cuma mau istirahat aja makanya aku duduk di situ." bela Kenzo tak terima.


"Halah pinter banget ya kalau ngeles." ucap Kaila tanpa melihat Kenzo.


"Ihh bener sayang. Tadi aku tuh duduk disitu aku gak tau kalau bakal ada ibu-ibu yang pada dateng. Suwerr." Kenzo menunjukkan dia jarinya.


"Alessan," desis Kaila.


Kenzo tak habis pikir dengan istrinya, masih saja mengomel padahal sedang di tempat umum.


"Lagian dipegang digelendotin kamu juga nggak menghindar, apa jangan-jangan malah kamu doyan."


"Aku doyannya cuma kamu doang sayang." ucap Kenzo merayu sang istri.


"Nggak usah ngerayu," acuh Kaila tak peduli.


"Dih ngambek yahhh."


"Hmm," jawab Kaila singkat.


"Masa gitu aja ngambek sih, kamu cemburu kan liat yang tadi??hayoo ngaku." goda Kenzo.


Kaila tak menanggapi.


"Masih ngambek nihh." Kenzo tak kehabisan akal.


"Ngapain harus cemburu, lagian aku lebih cantik dari mereka," mendengar penuturan sangat istri membuat Kenzo terkekeh.


"Kata siapa kamu cantik. PD banget kalau cantik." ejek Kenzo sengaja menggoda istrinya.


"Ouhh, jadi aku nggak cantik gitu. Kamu mau ninggalin aku dan nyari wanita yang lebih cantik gitu???"


Nah kan, Kaila bener-bener kesal dan mengambek gara-gara Kenzo sendiri.


Hening.


Kenzo sedang mencari cara agar bisa membuat suasana hati istrinya kembali normal.


Ehmm, tapi apa yaa.


Kenzo berpikir keras sampai tidak menyadari kalau istrinya sudah berjalan jauh didepan mendorong stroller anaknya.


Ehmm, apa beli bunga yaa, ah tidak tidak bunga sudah basi.


Kenzo masih berdiri diam tanpa mempedulikan tatapan orang yang memandang aneh dirinya.


Ahhhaa, aku ajak. Kaila dinner aja sekalian ngerayain kepulangannya Kenzie.


Hehehehe,


PLAKK


Kenzo dikejutkan oleh tepukan dari arah belakang. Membuat pemuda yang tadinya menghayal menoleh kebelakang.

__ADS_1


"Mas mas, perlu saya antar ke rumah sakit jiwa nggak?" tawar seseorang pada Kenzo.


"Astaghfirullah dek saya masih waras yaa, enak aja ngatain saya gila," sewot Kenzo pada seseorang yang menepuk bahunya itu.


Ternyata anak SMA.


"Yaa habisnya mas ketawa sendiri di jalan, kan kaya yang sering berkeliaran di jalan." ujar siswa SMA itu diselingi cengegesan yang berhasil membuat Kenzo mengeram kesal.


Kenzo melihat sekeliling.


Lohhh, bojoku kok yo ngilang neng endi kie.


Aihh, Kenzo terlalu lama merencanakan ide membujuk istrinya malah membuat dirinya dikira gila.


"Nih buat kamu." Kenzo mengeluarkan uang seratus ribuan tiga lembar pada anak laki-laki yang masih cengegesan.


"Buat apaan om?" tanyanya bingung.


"Om! kamu tadi manggil saya om. Plinplan banget sih kamu jadi laki-laki." sudah kesal dikatain gila sekarang ditambah panggilan om dari anak bau kencur di hadapannya.


"Hehe"


"Haha hehe haha, ini uang buat kamu karena menyadarkan saya. Satu pesan dari saya buat kamu." ucap Kenzo serius.


"Apaan om?" anak laki-laki SMA tersebut memandang Kenzo dengan bingung.


Bingung menunggu apa yang akan diucapkan Kenzo.


Satu detik


Dua detik


Tiga detik


tik tok


tik tok


"Om, mau ngomong apaan siii, lama amat," kesal anak laki-laki SMA pada Kenzo.


"Bentar saya lagi mikir ini, saya jadi lupa nihhh. Kamu sihh." omel Kenzo.


"Yeuuu si om masih muda udah pikun aja." sindir si anak laki-laki SMA itu.


Cetakk


Kenzo menjitak kepala anak laki-laki yang lebih muda darinya.


"Enak aja ngatain saya pikun. Nggak cukup apa ngatain saya gila."


"Pesan buat kamu yaa, jangan asal ngatain orang, jangan cepat mengambil kesimpulan, dan jangan plinplan." imbuh Kenzo menepuk bahu anak muda tersebut lalu berjalan menyusul Kaila yang sudah tidak terlihat.


Setelah kepergian Kenzo anak laki-laki tersebut mengerjapkan mata tak percaya.


Dilihatnya kedua tangannya.


Uang


Masih tidak percaya dengan apa yang di tangannya anak laki-laki tersebut mengucek matanya untuk memastikan bahwa dirinya tidak sedang berhalusinasi.


Tapi ternyata dirinya memang sedang tidak bermimpi.


"Alhamdulillah ya Allah, om kakak tadi baik banget." ujarnya tak percaya bertemu orang sebaik Kenzo.


"Aku kaya aku kaya aku kaya yuhuuuuu cilok bakso i'am coming~~ " soraknya bahagia lantas berlari membuat orang yang melihatnya heran.


Ternyata Kenzo tidak hanya memberikan yang 3 lembar pada anak laki-laki yang ditemuinya, melainkan satu juta.

__ADS_1


Jadi saat tadi Kenzo dia diam-diam membuka dompet dan kembali menambahkan jumlah uang yang diberikan kepada anak muda yang ditemuinya itu tanpa diketahui.


Bukan tanpa sebab Kenzo memberikan uang tersebut.


Pasalnya setiap Kenzo ke kantor, Kenzo sering melihat anak muda tadi berjalan menuju sekolahan.


Dari kejauhan Kenzo tersenyum melihat tingkah bar-bar anak yang sedang bersorak bahagia menyerukan kata cilok bakso.


"Uang sejuta buat beli cilok dapet banyak sama gerobaknya. Hahaha."


"Bagusss yaa malah senyam-senyum di sini liatin wanita-wanita sedangkan aku beres-beres barang sendirian."


Tawa Kenzo terhenti karena Kaila datang mendorong stroller dan membawa satu tas kecil dan satu tas agak besar.


"Eh pulang sekarang nih?"


"Nggak. Nanti pas lebaran monyet, ya iyalah sekarang masa taun depan."


Ternyata istrinya masih ngambek. Terbukti dari nada bicaranya yang mengesalkan.


Kenzo mendekati istrinya. Dipeluknya tubuh sangat istri tanpa melihat situasi dan kondisi.


"Masih marah gara-gara yang tadi di deket restoran ya?" Kenzo berbicara dengan nada selembut mungkin.


Tidak ada jawaban dari Kaila.


"Maafin aku ya nggak nurut sama kamu."


Istrinya masih diam tak bergeming.


"Sayang maafin aku. Kamu boleh minta apapun atau hukum aku tapi please jangan diemin aku seperti ini."


Kenzo membalikkan tubuh istrinya agar menghadap ke arahnya.


"Aku harus ngapain supaya kamu maafin aku." bujuk Kenzo dengan tampan menyedihkan.


Kaila menghela nafas panjangnya.


"Janji sama aku jangan kaya tadi pagi lagi. Jangan tebar-tebar pesona nanti wanita di luaran sana kepincut sama kamu."


"Baby i'am jealous." sambung Kaila langsung membenamkan kepala kedalam dada sang suami untuk menyembunyikan pipinya yang tengah merah merona.


Kenzo terkekeh dengan sikap istrinya yang mudah blushing.


"Ihh, jangan ketawa dong."


"Hahah, kamu masih malu sama aku ya. Iya aku janji deh nggak akan ngulang kejadian tadi pagi."


Di usapnya punggung berbalut jilbab, sesekali mencium pucuk kepala sang istri dengan penuh cinta.


"Aaaa"


Kegiatan Kenzo dan Kaila terganggu karena suara sang anak. Keduanya langsung melepas pelukan dan menoleh pada sang anak yang sempat terabaikan.


"Bocil ganggu aja, gak bisa liat yang romantis."


Sontak saja Kaila mencubit perut suaminya.


"Kamu sama anak kok gitu. Sama anak sendiri harus ngalah lah."


"iya in aja dah. Baby juga jealous ya kayak Mamah kalau liat Papah diliatin perempuan lain."


Kenzo mengajak bicara anaknya yang berhasil membuat Kaila memicingkan matanya mendengar kalimat suaminya.


"Ini masih di rumah sakit loh Mas, sampai rumah siap-siap tulang kamu patah." setelah mengatakan hal tersebut Kaila masuk ke dalam mobil yang disupiri mang Dimang.


Disusul Kenzo yang menggendong Kenzie setelah memasukkan stroller ke bagasi mobil.

__ADS_1


__ADS_2