
Kenzo benar-benar tidak paham dengan situasi saat ini. Istrinya tiba-tiba saja marah-marah, nangis. Salah apa dirinya.
"Kamu salah paham Ail. Aku gak nikah lagi. Apa yang bikin kamu menuduh kalau aku menikah lagi." Kenzo mencoba bertanya pada istrinya.
"Kamu pakai jas hitam, dasi kupu-kupu, kemeja putih." jelas Kaila.
"Ya ini sudah biasa." heran Kenzo.
"Bentar Ail. Jangan bilang kamu begini gara-gara nonton tayangan di televisi yang tadi pagi yah." tebak Kenzo.
"Kalau iya kenap? kamu mau mengelak karena ketahuan." ketus Kaila.
"hahahhaha." Kenzo terbahak mengetahui bahwa istrinya cemburu.
"Gak lucu yah." dengus Kaila.
"Kamu salah paham Ail. Disini memang nikahan, tapi bukan aku yang nikah." Jelas Kenzo dengan memegang kedua bahu istrinya.
"Bagaimana mau menikah. Aku kan sudah punya istri cantik." Kenzo mencolek dagu Kaila menggoda.
"Maksudnya mas?" Kaila memiringkan kepalanya.
"Gara-gara sinetron nih,"
"Jadi, aku salah paham? " tanya pada dirinya sendiri.
"e em." Kenzo berusaha sekuat tenaga menahan tawanya.
Seketika wajah Kaila malu, kedua telunjuknya di mainkan layaknya anak kecil, tidak berani melihat sekeliling, hanya menunduk.
Kenzo yang mengetahui sang istri malu, langsung mendekap tubuh sang istri untuk dibawa ke dekapannya.
"Aku malu mas." Kaila menyembunyikan wajahnya ke dada bidang sang suami.
"Hehe, salah kamu main nuduh."
"Sekarang tau sendiri kan akibatnya apa sama kamu." Lanjut Kenzo
"Maaf mas, aku kan panik."
"Aishh, kamu terlalu terbawa suasana ail, anak muda jaman sekarang nyebutnya apa yah laper wafer."
"Baper mas kebawa perasaan."
"Nah iya itu baper. Duh jadi laper nih. "
Kruyuk kruyuk
"Kamu juga laper ail? " Tawa Kenzo pecah mendengar bunyi perut istrinya.
"Enggak kok." Kaila mengelak, dilepasnya pelukan suaminya.
"Udah jujur aja kenapa sih sayang."
"Kamu pasti belum sarapan gara-gara khawatir banget." lanjut Kenzo, Kaila masih diam.
__ADS_1
"Iya kan, udah ngaku aja. " Kenzo mencolek dagu Kaila, sengaja menggoda Kaila di hadapan semua orang.
"Enggak." bela Kaila
"Ah masa sih."
"Mas! " Gertak Kaila.
"Iya iya deh, mau makan gak? kasihan ini yang di dalam perut kamu." tunjuk Kenzo pada perut istrinya.
"Hah? "
"Ini cacing cacing di dalam perut kamu lagi demo massal." Kenzo mendekati Kaila, diusapnya perut rata istrinya.
"O o oh.."
Aku pikir....
Nampak beberapa orang melihatnya dengan tatapan iri, sekaligus kagum.
"Ya sudah kita makan yuk, lumayan nih mumpung gratis awww." jerit Kenzo saat jari-jari istrinya mencubit perutnya.
"Gratisan yah sukanya, kamu malu-maluin tau mas di acara orang."
"Gak papa, asal ganteng kan gak malu-maluin."
"Terserah kamu lah mas. Capek aku sama kamu."
"Ya sudah bentar. Aku bilang dulu yah sama yang punya rumah." Kaila hanya menganggukkan kepalanya.
" Are you okay, Mr. Wijaya ?" tanya mr. alex selalu pemilik rumah sekaligus tekan bisnis Kenzo.
"Oh, sure. This is just a minor Misunderstanding between my wife and me, haha. "
"What's the problem? until your wife comes to you?" tanyanya lagi.
"my wife can't be away from me. " bohong banget yah jawabnya.
"Haha, is your wife pregnant ?"
"... " tidak ada jawaban dari Kenzo.
"I saw that you had Stroked your wife's stomach, so Unfortunately for your future child. "
"Eh n. " Kenzo tidak bisa membalas perkataan mr. Alex, kan malu kalau bilang laper.
"I pray that your future children will be healthy and born safely." doanya pada Kenzo dan keluarga.
"hhh, eh Sorry Mr. Alex, I want to eat first, is it okay?" alihnya pada pembicaraan lain, tak enak kalau harus bilang dirinya lapar bukan karena istrinya mengandung, bisa malu kalau jujur.
"Oh of course Mr. Wijaya, it would be a shame if your wife and children are hungry."
"hahah, once again I congratulate you on your daughter's wedding, sir, I hope you and your family will be happy." Kenzo menjabat tangan mr. Alex dibalas juga oleh mr. Alex dengan anggukan dan senyuman.
" excuse me. "
__ADS_1
"oh ok. "
Setelah itu Kenzo melangkah ke tempat Kaila berdiri.
Berbohong sedikit tidak apa-apa bukan? lagian bapak Alex yang salah kira, kan apa yang dilihat belum tentu ada benarnya.
Huft semoga saja aku segera punya anak, eh mana mungkin punya istri aja belum diapa-apain, mana bisa punya anak.
Bisa lah, adopsi, atau... ish gak ,mana ada selingkuh, seorang Kenzo Wijaya tidak akan pernah selingkuh.
Sepanjang langkahnya pikiran Kenzo terus berkecamuk.
Kaila yang sudah melihat suaminya kembali senang, pasalnya di tempat ini dia tidak mengenal siapapun.
"Maaf lama Ail." ujar Kenzo menghampiri istrinya yang masih terlihat malu.
"iya mas. Gak papa, oh ya mas sebelum makan kita salaman dulu yuks sama pengantinnya," ajak Kaila.
"Ayok," Kenzo menggandeng tangan Kaila. Mereka berjalan menuju panggung menyapa mempelai.
Setelah turun dari panggung, Kenzo menarik tangan Kaila untuk mengikutinya.
"Eh eh mas, kamu mau bawa aku kemana, jangan main tarik."
"Nah. Kta selfie dulu. Biar kalo pulang ke Indonesia bawa buah tangan. Khususnya untuk Andi."
"Buah tangan kok berupa foto, aneh kamu mas, ya sudahlah ayo."
Kaila mengeluarkan HP ny dari tasnya, diarahkannya menghadap dirinya dan Kenzo yang sudah berpose.
"Ihhh, jelek jelek. Gak suka hapus ajalah. Aku gak suka hasilnya."
Kenzo heran pada istrinya, padahal dirinya udah ganteng.
"Kenapa gak suka sayang, aku kurang ganteng atau kurang bagus posenya, aku harus gimana?"
"Gak! kamu bukan kurang ganteng, cuma aku kayak lagi sama pengantin pria, kamu kayak mau nikah."
"eh,... gini sayang, dengerin aku, aku suami kamu, kamu istri aku, kita suami istri, aku bukan suami orang lain,udah gak usah dihapus yah, kamu udah cantik di foto itu, simpen aja."
Akhirnya Kaila menuruti perkataan Kenzo yang membuatnya berdebar.
.
.
.
.
.
****************************************
Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, comen, favorit anda rate.
__ADS_1
dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author ☺