Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Tempat sandaran


__ADS_3

Kenzo terbangun dari tidurnya, di lihatnya sekitar.


Badannya sakit. Ternyata dirinya tidur di sofa, lalu di mana istrinya.


Setelah pemakaman, Kenzo menjadi khawatir pada kondisi sang istri.


"Jangan sampai Kaila depresi , lalu bunuh diri, dan aku menjadi duda, kan belum malam pertama masa audah duda. Lagian masih ganteng gini gak cocok lah jadi duda, duda tampan muda kaya." guman Kenzo.


Kenzo beranjak mencari sang istri, di kamar tidak ada,di kolom meja tidak ada, di toilet juga tidak ada.


"Kamu di mana sih ail, masa di kolom meja juga tidak ada."


Kenzo mencium bau harum dari arah dapur, di lihatnya dapur, ternyata wanitanya sedang memasak.


Salahkah dirinya menyebut Kaila sebagai wanitanya, tidak masalah kan, toh Kaila adalah istrinya sendiri.


Kenzo ingin memeluk Kaila dari belakang, tapi dia takut Kaila risih dengan sikapnya.


Kenzo tidak jadi memeluk Kaila, dia hanya menepuk pundak Kaila pelan.


"Eh, maaf ail aku ngagetin kamu yah."


"Tidak mas."


Kaila lalu mematikan kompor dan dengan tiba-tiba menubruk tubuh Kenzo, memeluknya dengan erat, Kenzo terkejut atas sikap sang istri.


Reflek Kenzo membalas pelukan Kaila, di punggung sang istri untuk menyalurkan kehangatan.


Kenzo merasakan tubuh Kaila bergetar, ternyata Kaila menangis, baju Kenzo terasa basah oleh air mata Kaila.


"Hiks... hiks... mas.... sekarang aku sendirian mas, mama audah pergi." lirih Kaila sesenggukan.


"Kamu tidak sendirian ail, masih ada aku. Aku suami kamu, kamu tidak sendirian ail, kan masih ada aku, suami kamu. Kamu bisa mengandalkan aku." Kenzo terus mengecup pucuk kepala Kaila untuk menenangkannya.


"Aku ikut sedih ail. Jangan menangis lagi. Air mata kamu ini berharga loh, lebih berharga dari harga panci." Sontak saja Kaila melepaskan pelukannya karena ucapan Kenzo.


"Jadi kamu samain aku sama panci, bukannya menghibur malah samain aku sama panci, tega banget." ucap Kaila kesal.


Kenzo tersenyum melihat istrinya yang sudah kembali.


"Hehe ya enggak lah, masa aku nikahin panci cantik." goda Kenzo.

__ADS_1


"ih mas, kesel kesel kesel. "


"Aku seneng lihat kamu yang begini. Jangan sedih lagi, aku tidak suka melihatmu menangis." Ucap Kenzo serius.


Kenzo terkekeh melihat ekspresi kesal sang istri, di tariknya tubuh sang istri agar bisa di peluk.


"Kamu itu istri aku ail, aku suami kamu, jadi aku akan buat kamu bahagia. "


Kaila sangat nyaman mendengar ucapan sang suami, kata-kata yang bisa membuatnya tenang.


Kenzo memegang pipi Kaila, dilihatnya wajah sang istri, Kenzo memajukan dahinya, ditempelkannya dahi sang istri di dahinya.


Kaila bisa merasakan hembusan nafas Kenzo, wangi mint khas tubuh Kenzo yang membuat nya tenang.


Kenzo memajukan wajahnya, Kaila tidak memberontak, toh dia istrinya.


Di ciumnya bibir ranum sang istri.


Kenzo lalu tersadar atas perbuatannya, ia tak ingin membuat Kaila takut atas tindakannya.


Kenzo mengelap bibir sang istri, dibelai pipi Kaila yang terlihat ada bekas air mata.


"Itu bukan salah mas, kita ini suami istri, sudah sewajarnya kan."


"Aku yang belum bisa memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri. Aku minta maaf mas, aku.. " ucapan Kaila langsung terhenti ketika bibir Kenzo sudah menempel di bibir nya.Kenzo melepas pungutan bibir mereka.


"Aku ingin mencium mu dan menjebak kesedihan yang kamu rasakan di bibirku, agar kesedihan mu juga bisa aku rasakan." Kenzo kembali mencium bibir Kaila,


Kaila tidak merespon, Kenzo menghentikan ciumannya. Namun Kaila menarik tengkuk Kenzo dan mulai ******* bibir Kenzo.


Kenzo tak menyia-nyiakan hal ini, di lumatnya bibir sang istri dengan lembut, di masukkan lidahnya ke dalam mulut sang istri agar bisa menjelajah mulut sang istri.


Kaila terengah-engah karena kehabisan oksigen, Kenzo memberi sedikit jeda lalu kembali melanjutkan aksinya.


Lidah keduanya bertautan satu sama lain, tangan Kenzo mulai meraba punggung Kaila.


Saat akan membuka baju yang Kaila kenakan. Aksi Kenzo terhenti akibat Kaila menghentikan apa yang Kenzo lakukan.


"Maaf mas." ucap Kaila lalu pergi meninggalkan Kenzo yang mematung di dapur.


Seperti di tusuk ratusan jarum di dada nya, sakit sekali saat mendengar istrinya sendiri berkata.

__ADS_1


Sudah 3 bulan lebih mereka menikah, namun Kaila masih sama seperti awal hubungan mereka.


Sesak, dada Kenzo sesak mengingat tadi .


Bahkan istrinya tidak mau melakukan kewajiban suami istri.


"Istriku, mungkin engkau tak tahu, bahwa diriku sudah mencintaimu sangat dalam."


Kenzo bisa memaklumi sikap Kaila, mungkin karena Kaila belum mencintai dirinya dan keadaan Kaila sedang sedih.


Tapi jangan buat dirinya merasa seperti orang bodoh. Terkadang Kaila mengatakan belum bisa memenuhi kewajiban sebagai istri.


Saat Kenzo akan melakukan sesuatu pada Kaila, Kaila malah menolak dan menghindar, itu yang membuatnya sedih, apa Kaila belum mencintai dirinya.


Bukankah 3 bulan bersama sudah bisa membuat seseorang memiliki perasaan, apalagi tinggal satu atap.


"Aku berharap engkau juga mencintaiku seperti aku mencintaimu." ucap Kenzo lalu pergi ke ruang kerjanya dengan perasaan yang kacau.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pembaca yang baik adalah yang menghargai karya penulis,


jangan lupa tinggalkan jejak like, komen tinggal klik tanda 👍 gratis kok tidak dipungut biaya.

__ADS_1


__ADS_2