Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Tidak Peka


__ADS_3

Silau cahaya membuat seorang gadis yang masih bersedih terbangun dari tidurnya.


Alya mengucek matanya yang terasa berat.


Alya keluar menuju dapur, tenggorokan nya terasa kering.


Ternyata, kaka ipar dan kakak satu-satunya sudah berada di meja makan.


"Sayang, sudah bangun?" tanya Kenzo melihat Alya yang duduk di hadapan nya.


"Ya kaka liat kan aku di sini, itu artinya aku sudah bangun." ketus Alya, Kenzo terkekeh mendengar adiknya berkata ketus.


"Iya kakak tau, kan cuma nanya kamu aja. Sudah bangun apa belum, ternyata kamu sudah bangun yah." Kenzo tersenyum melihat adiknya.


"Apaan sih kak. Nggak jelas banget."


Kaila yang mendengar perbincangan antara suami dan adik ipar nya ikut terkekeh.


Kaila mematikan kompor dan membawa sepiring sup dan di letakan di atas meja. Lalu ikut duduk di samping Kenzo.


"Di makan sayang sarapannya." ucap Kaila pada Alya.


"Iya sayang. Aku makan kok, duh perhatian banget sama suami." ucap Kenzo, Alya yang mendengar hanya memandang malas kakanya.


"Bukan kamu Ken, tapi Alya." Kenzo yang mendengar hanya mendengus kesal.


"Jadi aku gak boleh makan masakan kamu, ya udah aku gak makan." ucap Kenzo pura-pura marah.


"Ih gak gitu, sini aku ambil nasi buat kamu, sekalian mau pakai apa?" Kaila mengambilkan nasi ke piring Kenzo, Kenzo tersenyum.


"Pakai cinta, bisa?" Kenzo sengaja berkata seperti itu. Apakah Kaila akan berkata cinta juga atau bahkan malah menolak terang-terangan bahkan di depan Alya.


Kaila terdiam tidak merespon ucapan suaminya, bahkan dia langsung menaruh piring ke hadapan Kenzo, yang sudah terisi dengan nasi dan sup.


"Alya. Kamu mau kakak ambilin atau mau ambil sendiri?" Kaila memilih mengalihkan pembicaraan pada Alya.


"Aku ambil sendiri aja kak, kan aku punya tangan. Gak kayak kak Ken yg udah besar masih aja kayak anak kecil."


Brakk


Kenzo membanting sendok dan pergi begitu saja tanpa berkata, meninggalkan Kaila dan Alya yang terbengong.


"Kaka cuma aku bilang gitu aja ngambek, kayak anak kecil." Alya mengira kakaknya marah karena ucapannya.


Kaila yang tidak peka tidak mengejar Kenzo.


"Alya, kamu mau tinggal sama kaka? atau kamu mau tinggal di sini?"


"Mama pernah bilang ke aku, kalau aku harus mandiri. "


"Jadi? "Kaila ingin memastikan.


"Aku tinggal di sini aja kak. Kan masih bisa berkunjung ke rumah kakak, lagian aku sendiri juga gak papa kok kak. Aku mau hidup mandiri biar bisa mama bahagia. "

__ADS_1


"Kalau itu mau kamu kaka bakal dukung, Tapi kalau ada apa-apa jangan sungkan yah sama kakak sama kak Ken juga."


"iya kak." Alya tersenyum pada kaka iparnya yang sudah di anggap seperti pengganti mamanya.


Setelah selesai sarapan, Kaila menuju kamar untuk melihat Kenzo, dengan sepiring sarapan untuk suaminya itu.


"Mas," dibukanya pintu kamar, ternyata tidak ada Kenzo, tapi terdengar gemricik air.


oh mandi, aku kira pergi ke mana.


Kaila menaruh piring di atas meja dekat ranjang, lalu dirinya mendudukkan diri di pinggiran ranjang.


Terdengar suara pintu dibuka, Kenzo keluar memakai kimono dengan rambut yang masih basah.


T**ampan


Kaila hendak menawari Kenzo sarapan, tapi terdengar bunyi handphone di atas meja.


Kenzo hanya melewati istrinya tanpa berkata, diangkatnya telpon tersebut.



"... "


"iya saya akan segera kesana, " Kenzo terdengar menahan amarahnya.


".... "


"cerewet, iya dalam 30 menit saya akan sampai ke kantor. "


"... "


Sambungan telepon berakhir, Kenzo meletakkan handphone kembali ke atas meja.


Dirinya lalu menuju lemari untuk berganti pakaian.


Kaila masih memandangi semua yang dilakukan oleh suaminya.


Kenzo berbalik, pandangannya menuju istrinya yang duduk di tepi ranjang.


"Mas, aku kes-... " belum selesai berbicara, Kenzo langsung memotong.


"Aku mau ganti pakaian, tolong kamu pergi dari kamar, aku tidak ingin kamu melihat diriku sedang berganti pakaian." ucap Kenzo datar.


Kaila diam membisu. Niatnya mau menawari sarapan, sekaligus bicara masalah Alya. Tapi sepertinya suaminya sedang terburu-buru.


Lalu ditinggal nya sang suami di kamar, dirinya akan mengemasi barang karena berjaga-jaga Kenzo meminta pulang dari rumah mamanya.


Setelah Kaila pergi, Kenzo menghembuskan nafas dengan kasar.


Rasa Kecewa menyelimutinya, ya kecewa yang saat ini Kenzo rasakan.


Bukan kecewa karena meninggalnya sang mama. Tapi kecewa karena istrinya masih saja belum bisa mencintainya.

__ADS_1


Kenzo turun setelah sudah berpakaian lengkap, hari ini ada sesuatu yang akan dia urus di kantor.



Matanya terlihat agak sembab.


Kaila dan Alya melihat Kenzo turun dari tangga.


Kaila tersenyum pada Kenzo. Namun Kenzo hanya memasang wajah datarnya.



"Loh kakak mau ke kantor?" tanya Alya saat melihat kakaknya sudah rapi.


"hm, "


"Al, hari ini kaka sama Kaila mau kembali ke rumah. "


Kaila terkejut mendengar Kenzo berkata ingin pulang, padahal belum seminggu .


"iya kak, gak papa, aku mau mandiri, lagian aku udah besar."


Kenzo yang mendengar gemas dengan adiknya, di elus kepala adiknya.


Pandangannya beralih pada Kaila.


"Nanti setelah pulang dari kantor, kita langsung pulang," Kenzo berkata datar tanpa melihat Kaila.


"iya mas, "


"Aku berangkat, assalamu'alaikum," lalu Kenzo pergi tanpa mendengar jawaban dari Kaila dan Alya.


"waalaikumsalam, Hati-hati mas. " teriak Kaila.


Setelah kepergian Kenzo, Kaila kembali ke kamar, ternyata piring yang ia bawa tak berkurang, bahkan tak tersentuh sedikitpun.


Kamu belum sarapan mas? , apa aku bawain ke kantor aja yah.


Sementara di kantor, Kenzo terlihat kacau.


Orang yang sudah seperti orang tuanya pergi dan tidak kembali lagi.


Kenzo mencoba ikhlas, karena masih ada adiknya yang harus dijaganya.


.


.


.


. ****************************************


Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, comen, favorit anda rate.

__ADS_1


dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author ☺


__ADS_2