Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Gagal


__ADS_3

Ini orang kenapa? ngelawak apa emang ngga tahu sih. Jangan sampai dia bikin darahku naik.


"Bapak, ada perlu apa menemui saya?" Tanya Kaila karena heran.


"Jangan panggil saya Bapak. Sebelum nya kenalkan nama saya Kenzo, Kenzo Wijaya." Kenzo mengulurkan tangannya ke depan.


"Maaf Pak bukan muhrim." Menolak jabatan tangan Kenzo dan memilih menangkup kedua tangannya ke dada.


"Oh, iya iya maaf." Wanita ini menjaga kesuciannya sekali.


Menarik


"Tunggu, tadi saya dengar nama belakang anda adalah Wijaya, apa bener pak?" Tanya Kaila memastikan.


"Iya. Memang kenapa dengan nama Saya?" Tanya Kenzo heran.


"Bukannya nama perusahaan ini ? ohhh berarti bapak adalah-" ucapnya mencoba menebak-nebak.


"Iya. Memang betul sesuai dengan yang kamu pikirkan tentang saya," jawab Kenzo dingin.


"Astaghfirullah," respon Kaila tak percaya.


"Kenapa?, dari pertama kita bertemu kamu selalu mengucap istighfar, apa ada yang salah?." Heran Kenzo.


"Tidak pak, saya hanya masih tidak percaya kalau saya menampar bapak tadi." ucap Kaila dengan senyum meremehkan.


"Tak apa Kaila Aisyah Hamish " Kenzo menekankan nama Kaila dengan sengaja.


"Ba.. Bagaimana bapak tahu nama saya" Ucap Kaila gugup.


"Bukankah saya sudah bilang. Saya bukan Bapak kamu, saya punya nama." sungut Kenzo kesal.


"Karena kamu sekertaris saya, tentu saja saya harus mengetahui tentang kamu." imbuh Kenzo Sambil tertawa, Kenzo melangkah maju mendekati Kaila.


"Pak, bapak mau ngapain." Kaila mulai gelisah.


Karena melihat wanita di depannya mulai takut, Kenzo mundur, sebenarnya dia hanya ingin meledek Kaila saja.


"Sebenarnya saya datang mau-" Belum selesai Kenzo berbicara dering ponselnya berbunyi.


Drtttt drtttt


"Halo, iya Ken pasti ke sana kok, tunggu sebentar Ken selesai kan kerjaan dulu."


Ternyata yang menelpon Ken adalah ibunya


"Jangan lama dateng yah ken, kalo telat mama ga ngakuin kamu anak", ancam mamanya Kenzo di seberang telfon.


"Iya mama sayang, emmuachh." balas Kenzo.


Ternyata sedari tadi Kaila mendengar perbincangan Kenzo di telepon.


"Tadi istri bapak yah? " tanya Kaila memastikan.


"Itu tadi-,(melihat jam tangan nya) aduh udah lah ga penting juga , harus pergi sekarang."


Kenzo bergegas pergi dari ruangan Kaila.


"Huh dasar pria arogan, aku kira akan meminta maaf dan mengakui kesalahannya, ternyata." kesal Kaila atas sikap lelaki yang diketahui namanya Kenzo.


Kenzo berlari menuju parkiran karena ibunya sudah mengancamnya.


"Ya Allah (sambil tepok jidat) aku kan tadi mau minta maaf, ko bisa lupa sih." decak Kenzo kesal.


Disisi lain

__ADS_1


Kaila yang masih dikantornya tiba tiba mendapat telfon dari ibunya.


"Assalamualaikum ibu, ada apa bu menelpon Kaila?" ucap Kaila lembut.


"....." balas ibunya dari telfon.


"Memangnya ada apa Bu,apa terjadi sesuatu?" ucap Kaila panik.


"..." Pinta ibunya.


"Memangnya ada apa Bu?" ucap Kaila lagi.


"...." ucap ibu Kaila.


"Hm, baiklah Bu. Kaila akan ke sana, ibu tunggu Kaila yah." ucap Kaila.


"....." ucap ibu Kaila.


"......." ucap ibu Kaila mengakhiri.


"Wa'alaikumussalam bu," balas Kaila.


"Ada apa yah, ibu menyuruh aku datang ke rumah temannya." Kaila masih bingung dengan permintaan ibunya.


Lalu Kaila beranjak pergi karena memang jam kantor sudah usai.


Di rumah besar kediaman nyonya Amalia Wijaya , dua orang wanita tengah asyik mengobrol.


"Kalau anak saya ngga setuju bagaimana mba ?" ucap Bu Aisyah yang tak lain adalah ibu Kaila.


"Aduh ngga usah dipusingkan mba , saya yakin anak mba setuju ,nanti saya akting deh." ucap ibu Kenzo dengan tertawa kecil.


"Tapi bila anak mba yang tak setuju , bagaiman?" ucap ibu Kaila berbalik bertanya pada nyonya Amalia.


"Tenang saja mba. Anakku itu penurut kalau aku yang minta." Nyonya Wijaya tersenyum mengingat putranya sangat penurut.


"Assalamualaikum ma," ucap Kenzo seraya mencium punggung tangan mamanya.


"Wa'alaikumsalam, sayang sini nak!" pinta Nyonya Wijaya agar putranya duduk.


"Ma,Tante ini siapa?" heran Kenzo karena baru pertama kali melihat wanita di dekat ibunya.


"Dia itu ibu Aisyah sayang, temen mamah." jawab nyonya Amalia..


"Ouh" ucap Kenzo.


Seperti tak asing yah dengan nama ibu ini ,aku seperti pernah melihat wajah yang hampir mirip juga ,tapi di mana yah.


"Oya mah, mamah ngapain nyuruh Ken pulang cepat mah?" ucap Ken.


"Sebenernya mamah ingin kamu segera menikah Ken, menikah dengan anak ibu Aisyah." ucap nyonya Amalia berterus terang.


"Haah, menikah? mama ingin menjodohkan aku. Ken udah besar mah, sudah bisa cari sendiri, lagian Ken belum pingin nikah." ucap Kenzo yang menolak keinginan mamanya.


"Ken, kamu itu terlalu sibuk kerja, kamu butuh pendamping yang akan mengurus mu. Lagian mama udah tua. Mama pingin cepat gendong cucu." ucap mama Kenzo.


"Mah, tapi kan Ken-" ucap Ken terpotong.


"Udah, kamu turutin mama atau kamu mau lihat mamah ngga makan seminggu." ancam nyonya Wijaya.


"Mamaa, jangan gitu dong ma." Kenzo paling tidak bisa melihat mamanya sedih.


"Ya udah, makanya kamu nurut dong apa kata mama." ucap mamanya senang.


"Iya mah, Ken nurut deh," Kenzo hanya bisa pasrah.

__ADS_1


"Alhamdulillah, kita bakal besanan mba." ucap mama Kenzo tersenyum bahagia.


Mama tersenyum, akhirnya setelah papa pergi dan setelah Alya pergi ke luar negeri mama tersenyum kembali, aku tak akan membuat senyum mama hilang, akan aku lakukan apapun.


"Iya mba. Saya juga senang mendengar kabar ini." Balas Bu Aisyah.


"Tapi mba, anak mba kemana? Kok belum nyampe juga." Tanya mama Kenzo.


"Sepertinya masih di perjalanan." Jawab Bu Aisyah.


"Lama banget mah, ya udah Ken ke kamar dulu yah, mau mandi ini udah lengket banget mah." Ucap Kenzo mencium kemejanya.


"Ya udah sana, tapi cepetan yah. Kan calon istrimu akan datang." Goda Mamanya.


"Aku mandi lama lamain aja, lagian dia juga belum datang, huh membuat ku menunggu saja." Lirih Kenzo namun bisa didengar mamanya.


"Ken, mama denger loh yah," Ucap mamanya menatap tajam Kenzo.


"Ngga kok ma, Ken cuma bercanda." jawab Ken terkekeh.


"Ya udah. Ken keatas dulu yah mah,Tante Aisyah Ken ke atas dulu yah." ucap Kenzo sopan.


"Iya nak Ken silahkan." balas Bu Aisyah.


"Aduh mba maaf yah jadi nunggu lama, saya telfon anak saya dulu." ucap Bu Aisyah.


"Silakan mba."


Namun belum sempat menelepon, terdengar suara ketokan pintu.


Tok tok


"Itu kayanya yang ditunggu dateng." ucap nyonya Amalia senang.


"Iya kayanya itu Kaila, saya jemput anak saya ya mba." ucap Bu Aisyah berbinar senang.


"Ga usah mba, biar Bik inah aja, bik inah tolong bukakan pintu Bik!" Ucap nyonya Amalia.


"Baik nyah. " ucap bik Inah dengan menunduk ijin pergi.


Lalu pintu pun dibuka dan bik Inah terkesima karena wanita didepan nya cantik, sopan, dan ramah, hanya saja tidak berkerudung.


"Assalamualaikum, maaf Bu, apa di dalam ada ibu saya? " tanya Kaila sopan.


"Wa'alaikumsalam, ada non, tapi maaf sebelumnya non, jangan panggil saya Bu, panggil aja bik Inah, saya pengurus rumah ini non."ucap bik Inah.


"E iya baiklah bik Inah, saya Kaila bik, anak dari Bu Aisyah." tutur Kaila sopan.


"Ya udah non, mari saya antar." ucap bik Inah menuntun Kaila.


"iya bi, makasih." ucap Kaila mengikuti perempuan paruh baya yang merupakan asisten di rumah besar yang di datanginya.


.


.


.


.


.


.


***

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, komen, favorit anda rate.


__ADS_2