Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Diam


__ADS_3

Setelah sampai di hotel, keduanya langsung masuk ke kamar.


Jam sudah pukul 08.00 malam, padahal acara pernikahan putri Mr. Alex pagi. Kebiasaan orang Indonesia adalah ngaret, alias mengulur waktu.


Sebenarnya setelah mereka keluar dari kediaman Mr. Alex mereka sempat berjalan-jalan di tempat yang mereka lewati.


Flashback on


Kenzo mengendarai mobil dan meninggalkan pekarangan rumah Mr. Alex untuk segera pulang.


Tidak ada pembicaraan di tengah lajunya mobil yang dikemudi Kenzo.


Sampai suara Kaila terdengar di telinga Kenzo, Kenzo masih fokus menyetir, sedangkan istrinya duduk disampingnya.


"Mas? "


"Iya Ail. Ada apa? " balas Kenzo masih fokus menyetir.


"Kapan kita pulang ke Indonesia mas? lama banget loh kita di sini. Memangnya mau sampai kapan?" keluh Kaila.


Kenzo nampak memahami kegundahan istrinya.


"Proyek aku disini sudah selesai, jadi besok pagi kita bisa pulang."


"Beneran mas?" Kaila nampak berbinar mendengar jawaban Kenzo.


"Iya. Memangnya kamu sudah ingin segera pulang ke Indonesia, atau sudah tidak betah tinggal di sini?"


"Bukan mas. Aku cuma kangen aja sama Alya. Lagian kan emang enak di rumah sendiri, di negara sendiri."


"Gimana kalau kita jalan-jalan hari ini, biar ada sedikit momen sebelum kita pulang ke Indonesia."


"Boleh tuh mas. Nanti kalau waktunya sholat kita sholat di masjid yang ada. Terus kalau udah capek pulang deh."


"Pinter nya istriku." Kenzo mengelus kepala Kaila yang terbalut jilbab.


Sampai di tempat tujuan, Kenzo mengajak Kaila untuk berkeliling.


"Suka?" Kenzo menggenggam tangan sang istri dengan mesra.


Kaila hanya mengangguk senang. Kenzo terus mengikuti langkah Kaila yang ingin ke sana-ke mari.


Demi kebahagiaan kamu aku akan turuti semua yang kamu inginkan Kaila.


Sampai di suatu tempat yang terlihat romantis, dimana banyak pasangan yang sedang menjalani kehangatan sebuah hubungan.


Kenzo berencana ingin menyatakan perasaannya terhadap Kaila. Memang terlambat, tapi bukankah tidak ada kata terlambat dalam mencintai seseorang. Toh orang yang dicintai adalah istrinya sendiri.


Ya iyalah istri sendiri, masa istri tetangga.


"Mas. Kamu haus tidak?" Kaila menghentikan langkahnya karena haus dan lelah.


"Mas kalau kamu hau-." Kaila membalikkan badannya karena tidak ada respon dari suaminya.


"Loh mas Kenzo dimana?" bingung Kaila saat tidak menemukan sosok sang suami.


Tiba-tiba Kenzo datang dengan sebuket bunga. Diberikannya kepada sang istri.


Kaila bingung dengan apa yang dilakukan Kenzo, ditempat umum begini diberi bunga oleh seorang pria, ah bahkan pria dihadapannya adalah suaminya. Apa yang salah, bukankah itu hal wajar.

__ADS_1


"Mas kamu ngapain bawa bunga? Kapan belinya aku kok gak tahu?"


"Nanti aja yah tanya masalah bunganya, sekarang momen nya lagi pas."


"Kamu bicara apa sih mas?"


Diberikannya sebuket bunga ditangannya kepada Kaila yang masih bingung.


"Entah kapan aku mulai mencintaimu. Tapi yang jelas aku sudah jatuh cinta pada mu istriku. Bisa bersamamu adalah hal yang aku syukuri. Berada di dekatmu membuat diriku nyaman, walau kita bukan menikah karena cinta. Tapi aku ingin menjalani hidup ku bersama dirimu, membahagiakan mu, menjadi imam mu, menjadi pelindungmu, menjadi bahu untuk bersandar dirimu, menjadi tempat kau menangis dalam dekapan ku. Istriku I love you and will you age with me, my wife."


Kaila hanya mengangguk sebagai jawaban. Kaila tidak tahu harus berkata apa.


Bukankah dosa kalau seorang istri menolak suami, bahkan ini bukan sebuah permintaan melainkan pernyataan cinta.



Kenzo langsung memeluk Kaila erat, menciumnya berkali-kali.


"Mas, malu tahu." ucap Kaila malu dan memilih menyembunyikan wajahnya di dekapan sang suami.


Bukannya mendengarkan ucapan istrinya, Kenzo malah semakin mengeratkan pelukan pada Kaila.


chup, chup, chup


Kenzo terus mencium wajah Kaila yang berubah merah merona karena sangat malu.


"Mas malu." ucap Kaila lagi.


"Bilang dulu kalau kamu juga cinta aku, nanti aku lepasin."


Kaila memang sudah mulai mencintai suaminya, ingat yah mulai bukan benar-benar mencintai ingat Mulai mencintai.


"Jawab dulu sayang?" ulang Kenzo memanggil 'Sayang' pada istrinya.


Kaila hanya mengangguk, Kenzo nampak kecewa.


"Ish mas katanya mau lepasin kalau aku udah bilang, gimana sih." dengus Kaila kesal.


"hahaha, iya iya." Kenzo terkekeh menyembunyikan rasa kecewanya.


Setelah berjam-jam puas jalan-jalan dan membeli barang yang di lihat. Mereka berdua pulang menuju hotel.


Flashback off


Setelah sampai kamar, Kenzo dan Kaila memutuskan untuk sholat isya.


Karena sudah sangat mengantuk keduanya terlelap.


Belum sedetik Kaila merebahkan badannya di atas ranjang, matanya tetap tidak bisa diajak tidur. Sedangkan Kenzo sudah terlelap tenang.


Terimakasih mas, karena kamu suah menjadi suamiku, semoga aku benar-benar bisa mencintaimu, maaf aku belum menjawab.


Dibelainya pipi Kenzo dengan lembut, lalu dikecup dahi suaminya dengan mesra. Kenzo yang merasa ada sentuhan langsung membuka matanya.


Deg.


Pandangan Kaila beradu dengan Kenzo yang telah terbangun.


"Ada apa ail? kok belum tidur. Besok kita kan akan pulang ke Indonesia." ucap Kenzo yang melihat istrinya belum juga tertidur, padahal sudah pukul 10.30 di Singapore.

__ADS_1


Kaila yang kaget langsung menyembunyikan wajahnya dibalik selimut.


Kenzo terkikik melihat tingkah istrinya yang kaget. Dibukanya selimut yang menutupi wajah istrinya.


"Kok malah sembunyi."


Kenzo menarik Kaila sampai wajah Kaila berada di dadanya.


"Enggak papa kok Mas."


"Ail" panggil Kenzo, Kaila sudah membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


"Iya Mas. Ada apa? , apa kamu haus? atau lapar? biar aku masakin?" Kaila sudah akan beranjak dari ranjang, namun Kenzo mencekal tangan Kaila agar tidak pergi.


"Aku lapar akan dirimu, aku haus karena dirimu," entahlah Kenzo sudah tidak tahan lagi .


"Maksud kamu apa sih mas. Aku nggak paham ucapan kamu?" tanya Kaila pada Kenzo yang sudah senyum-senyum.


"Aishhh, kamu itu anak TK atau seorang istri sih Ail!!polos banget." dengus Kenzo kesal pada respon sang istri.


"Aku gak tahu yang kamu maksud mas, enak aja ngatain aku anak TK. Aku sarjana loh mas inget sarjana." Kaila mengerucutkan bibirnya.


Kenzo langsung mengecup bibir ranum sang istri. chup


"Sudah. Tidak usah dijelaskan aku sudah tau kalau kamu lulusan sarjana."


Kaila masih mematung karena kecupan singkat Kenzo di bibirnya.


"Sayang."


"Eh iya mas, kenapa?" Kaila langsung menoleh saat Kenzo memanggilnya 'sayang'.


"Mau makan kamu. Boleh nggak, mumpung kita di luar negeri loh, ya itung-itung bulan madu gratis." Kenzo menaikkan kedua alisnya menunggu jawaban dari Kaila.


Kaila sudah paham dengan apa yang Kenzo ucapkan, sudah kewajiban seorang istri melayani suaminya bukan, kalau tidak akan dosa.


"Boleh kan?" tanya Kenzo dengan memegang tangan Kaila dan dikecupnya lembut.


Walau Kaila masih ragu akan perasaannya pada Kenzo, tapi Kaila mengangguk kan kepalanya.


Alhamdulillah, dapat jatah juga setelah bersabar lama.


Tanpa aba-aba Kenzo langsung mencium bibir Kaila, Kaila awalnya kaget, tapi karena Kenzo melakukannya dengan lembut membuat Kaila perlahan mulai terbuai.


"Berdoa dulu mas. Agar setan tidak ikut dalam kegiatan kita." ucap Kaila pada Kenzo.


Setelah melafalkan doa, Kenzo melepas jilbab yang menutup kepala sang istri. Memang jika Kaila tidur dirinya masih tetap mengenakan jilbab, jilbab yang nyaman dan tanpa peniti.


.


.


.


.


****************************************


Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, comen, favorit anda rate.

__ADS_1


dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author ☺


__ADS_2