Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Aku Bukan Wanita Matre


__ADS_3

Kehidupan Kenzo dan Kaila semakin hari semakin romantis. Bayi mungil yang mereka anggap anak kini sudah berusia 5 bulan


Kenzo terbangun karena merasakan sebuah tangan mungil mengenai wajahnya.



Ternyata anaknya yang tengah tidur di sampingnya.



Sedikit terkekeh saat melihat anaknya, tidur tanpa baju dan terlihat selimut yang menutupinya di jauhkan dari tubuh mungil itu.


"Hey boy." diciumnya wajah anaknya membuat makhluk mungil itu tertawa.


"Kenapa nggak pake baju heumm. Anak papah kenapa gak pake baju." di bawanya tubuh sang anak ke dalam dekapannya.


Kenzo menciumi wajah sang anak membuat Kenzie tertawa menerima ciuman dari ayahnya.


"Khenzie udah bangun Mas?" Kaila masuk ke kamar setelah menunaikan sholat shubuh.



Kenzo beralih menatap istrinya yang masih mengenakan mukenah.


"Kenzie kenapa nggak di pakein baju Mah, bangun tidur udah telanjang aja nih." Kenzo lantas menggendong anaknya dan berjalan menuju sang istri yang tengah melipat mukenah.


"Tadi ngompol terus aku udah pakein celana eh di pakein baju malah nemplok ke Papah." Kaila mengambil alih Kenzie setelah selesai melipat mukenah.


Memang Kenzo dan Kaila sudah terbiasa memanggil Papah Mamah untuk membiasakan anaknya dari dini.


"Kamu sholat gih, Ntar malah waktu sholat nya habis." Kaila menimang anaknya yang masih terlihat mengangtuk.


"Aku sekalian mandi aja yah terus sholat aja yah." ucap Kenzo.


"Keburu waktu sholatnya habis Papah. Ambil wudhu dulu terus sholat, mandinya setelah sholat aja dulu." kalau istrinya sudah mengeluarkan kata-kata seperti ini Kenzo tidak berani melawan.


"Okey Mamah."


Chup


Kenzo mencuri ciuman di kening Kaila lalu kabur ke kamar mandi.


Kaila bersemu merah atas perlakuan suaminya.


"Terimakasih Ya Allah atas apa yang kau berikan pada hamba, hamba selalu bersyukur atas apa yang sekarang hamba miliki."


Kaila bersyukur karena dipertemukan dengan Kenzo dan menjadi istrinya. Terlebih mereka bertemu bukan di situasi yang baik, tapi bila Allah SWT telah berkehendak kita sebagai umat-Nya tidak bisa mengelak kehendak Yang Kuasa.


Kenzo kembali ke kamar setelah sholat dan sekaligus mandi di kamar mandi kamar lain.


Bibirnya terangkat menyunggingkan senyum melihat dua kesayangannya terlelap.


Kenzo mendekati Kaila yang tengah tertidur di samping sang anak.


"Bangun sayang, udah pagi." Kenzo berbisik tepat di telinga Kaila yang tertidur memeluk anaknya.

__ADS_1



Merasa namanya terpanggil Kaila membuka matanya.


"Udah pagi yah, Maaf Mas aku ketiduran . Kamu udah mau berangkat ke kantor?"


Kaila beranjak mendudukkan dirinya. Mengucek matanya yang masih terasa ngantuk.


Kenzo menyunggingkan senyum.


"Nggak papa kok. Kamu juga capek kan ngurus Kenzie yang lagi aktif." Kenzo memaklumi istrinya yang melakukan semuanya sendiri.


Sempat menyarankan untuk mempekerjakan baby sister tapi istrinya tidak mau jika anaknya di asuh oleh orang lain.


"Kamu pasti lelah kan. Aku sekali lagi nyaranin buat baby sister kamu setuju nggak." Kenzo bertanya dengan hati-hati.


"Enggak mas, aku tetep nggak mau pake jasa baby sister."


"Aku mau lihat pertumbuhan Kenzie secara langsung. Mau kamu bujuk aku seribu kalipun aku tetep nggak mau." imbuh Kaila yang sudah berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan Kenzo.


"Iya. Aku nggak akan bahas baby sister lagi deh. Maaf yahh pagi - pagi udah bikin kamu emosi." sesal Kenzo.


Kaila memeluk Kenzo. Membuat sang empu terlonjak kaget.


"Enggak mas, aku tau kamu peduli sama aku. Kamu nggak mau aku lelah. Tapi ini udah tugas aku sebagai seorang istri dan ibu."


Kenzo membalas pelukan istrinya, di hirup nya aroma sang istri yang bagi Kenzo menenangkan.


"Hemm baunya." Kenzo mengendus-endus kepala Kaila yang tidak berbalut jilbab.


"Bau iler." mendengar ucapan Kenzo membuat Kaila makin mengeratkan pelukannya, membenamkan wajah ke dada berotot suaminya.


"Emang kamu bisa masak?" Kaila ragu akan ucapan suaminya.


"Jangan salah. Gini-gini aku jago masak tau. Kamu mandi dulu, aku ke dapur bikin sarapan okeyy."


Kenzo menuju dapur, meninggalkan Kaila di kamar. Kaila bergegas membangunkan sang anak dan membawanya ke kamar mandi.


Setelah selesai sarapan, Kenzo dan Kaila duduk di depan TV. Mengobrol santai untuk lebih menikmati waktu sejenak.


"Aku penasaran dan baru keinget nanyain sekarang." Kaila mencoba membuka obrolan.


Kenzo yang tengah membaca majalah menolehkan pandangannya pada Kaila.


"Penasaran tentang apa?" ucap Kenzo menyudahi acara membaca majalahnya.


"Perusahaan kamu bukannya udah jatuh ke tangan Andre. Tapi kenapa bisa jadi milik kamu lagi." bukan tanpa sebab Kaila mengatakan ini.


Memang benar bukan kalau semua kekayaan suaminya telah di pindah secara paksa oleh Andre.


"Udah di robek sama Andi surat yang waktu itu aku tanda tangani. Saat di ruangan itu Andi sempat melihat map, dikira sedikit aneh map itu di baca Andi. Setelah mengetahui isi dari map itu Andi langsung merobeknya. Andi juga cerita ke aku kalau di kantor ternyata ada mata-mata Andre." Kenzo sedikit emosi saat mengingat nya.


"ouhhh"


"Kalau perusahaan kamu jatuh ke tangan Andre atau orang lain kamu jadi miskin dong." ucap Kaila.

__ADS_1


Mendengar kalimat yang dikeluarkan istrinya membuat Kenzo menoleh.


"Kamu mau ninggalin aku kalau aku jatuh miskin."


"Ishh, nggak Mas, aku bukan wanita matre. Ya memang sih hidup itu butuh materi. Tapi aku tidak akan meninggalkan suami dalam keadaan apapun."


Ucapan Kaila membuat Kenzo lega.


"Kamu tenang aja, aku bakal kerja keras dan kalau ada yang berani merebut perusahaan aku pastik-.... "


Suara dering telepon menghentikan pembicaraan keduanya.


Kenzo mendapat telepon dari Mariska, sekertaris nya.


"Ada apa Mas?" Kaila yang tengah menyusui mendekati Kenzo menanyakan perihal apa.


"Ada rekan bisnis yang minta ketemu jam makan siang." Kenzo sudah terbiasa dengan pemandangan Kaila yang tengah menyusui.


"Terus masalahnya apa?" Kaila menyudahi acara menyusuinya saat bayinya sudah tertidur lagi.


Meletakkan bayinya ke dalam stroller.


"Nggak ada apa-apa sih, cuma ya aku males aja sama rekan bisnis aku kali ini." jujur Kenzo tidak suka dengan rekan bisnis yang akan ditemuinya.


Mau bilang sejujurnya takut Kaila salah paham, tapi ya sudahlah lebih baik tidak mengatakan perihal yang Kenzo pikirkan.


"Kamu ke kantor mau pakai pakaian begini?" Kaila heran penampilan suaminya bukan seperti mau ke kantor tapi lebih mirip anak remaja.


"Aku cuma ada pertemuan sama klien. Jadi aku pingin ada yang beda aja."


"Memangnya kenapa sama penampilan aku? aku lebih ganteng kan." ucap Kenzo menggoda istrinya.


"Ge er. Udah sana berangkat ngantor kalau Papah nggak kerja nanti beli susunya Kenzie gimana."


"Kan susunya Kenzie nggak beli, kan langsung dari sumbernya." gurau Kenzo membuat Kaila melotot.


"Dasar suami mesum." dercak Kaila.


Kenzo terkekeh mendengar penuturan istrinya.


"Ya udah aku ke kantor dulu yah. Nanti jemput aku di kantor aku Ail." Kenzo berjalan ke arah anaknya yang tengah tertidur di dalam stroller.


"Ngapain ke kantor kamu?" Kaila makin penasaran aja dengan gelagat suaminya.


"Kita kencan. Kencan bawa anak. hehe. Gimana, mau nggak?" Kenzo mendaratkan kecupan ringan di kening anaknya.


"Ya udah nanti tunggu aja yah. Aku juga harus nyiapin barang Kenzie baru bisa ke kantor kamu." Kaila sudah lama tidak mendatangi perusahaan suaminya. Terakhir kali saat usia Kenzie dua Minggu.


"Aku berangkat yah." Kenzo berpamitan.


Seperti biasanya, Kaila akan mencium telapak tangan Kenzo. Kenzo bergantian mencium kening istri serta anaknya.


"Assalamualaikum." Kenzo berjalan ke mobil yang telah disiapkan sopirnya.


"Waalaikumsalam." balas Kaila tersenyum pada Kenzo.

__ADS_1


"Nanti jangan lupa yahhh, Kita kencann!!!" teriak Kenzo dari dalam mobil.


Kaila hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan suaminya.


__ADS_2