Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Terlalu Panik


__ADS_3

Di atas ranjang rumah sakit nampak sosok mungil yang terlelap dengan selang infus menancap di tangan lembutnya.


Disampingnya ada seorang wanita berjilbab yang terus saja menangisi sosok mungil yang belum sadar.


Digenggam nya tangan kecil itu dengan sesekali mengecupnya dengan lembut.


"Sayang kamu belum makan loh dari kemaren, makan dulu yaa." Kenzo membujuk sang istri yang terus menolak.


"Enggak mas, aku nggak selera makan dengan keadaan Kenzie seperti saat ini." ucap Kaila dengan lirih. Karena dari Kenzie diculik perutnya belum diisi apapun, bahkan saat anaknya sudah ditemukan Kaila masih menolak untuk makan.


Kenzo menghela nafas mendengar kalimat yang sama setiap kali meminta istrinya untuk makan.


Kenzo ikut duduk di sisi kanan ranjang anaknya, berhadapan dengan Kaila yang duduk di samping tubuh mungil anaknya.


"Kamu makan ya. Sedikit aja nggak papa, asal perut kamu ke isi biar nggak sakit. Kalau kamu sakit kamu mau jagain Kenzie gimana ail. Kamu makan yahh." bujuk Kenzo dengan sabar.


Kaila nampak diam berpikir, benar yang diucapkan suaminya. Kalau dirinya sakit siapa yang akan menjaga anaknya.


"Mau yah, dikit aja nggak papa kok, asal diisi dengan makanan." ucap Kenzo yang berhasil di angguki oleh Kaila.


Kenzo tersenyum lalu mengambil piring yang memang sudah ada.


Kenzo menyendok kan nasi ke mulut istrinya yang masih menutup enggan untuk makan.


"Buka mulutnya sayang, dikit aja yah. Tiga sendok aja setelah itu udah." Kaila menatap Kenzo dan akhirnya mau membuka mulutnya menerima suapan dari sang suami.


Kenzo lega istrinya mau makan setelah bujuk rayu dengan susah.


Baru dua sendok menerima suapan dari Kenzo, Kaila sudah enggan menerima suapan dari tangan suaminya.


"Kenapa? baru dua sendok loh ail. Lagi ya biar ada tenaga."


Kaila menggeleng.


"Nggak Mas, udah ya. Aku nggak nafsu makan lagi."


Kenzo menghela nafas mendengarnya. Kalau begini dirinya harus mengalah menghadapi istrinya yang memang keras kepala.


Kenzo menaruh piring dan mengambil gelas berisi air putih, menyodorkan gelas tersebut ke Kaila.


Kaila mengembalikan gelas pada Kenzo.


Kenzo tau istrinya sangat lelah bahkan sampai drop karena terus memikirkan kondisi anaknya.


"Kamu istirahat biar aku yang jagain Kenzie. Please kali ini aja turutin ucapan aku yaa." ucap Kenzo seraya membelai pipi sang istri yang nampak tirus akhir-akhir ini.


Kaila menatap sang suami, Kenzo yang paham arti tatapan Kaila yang menolak ucapannya pun tidak akan goyah.


Istrinya kurang sehat, dirinya hanya ingin istri serta anaknya sehat.


"Kali ini jangan membantah, dalam agama istri akan dosa kalau menentang perintah suaminya."


"Iya Mas." Kaila akhirnya menurut.


Kenzo menuntun Kaila berbaring di sofa yang bisa untuk tidur, karena memang fasilitas seperti kamar sesuai permintaan Kenzo untuk menempatkan anaknya di kelas VVIP paling atas.


"Udah kamu tidur aja, nanti kalau Kenzie sudah sadar aku bangunkan kamu." ujar Kenzo dengan mengecup kening istrinya yang mulai terlelap.


Kenzo beranjak dari sisi istrinya dan memilih menemani putra kecilnya yang masih enggan untuk membuka mata.


"Cepat sadar sayang, Papah nggak kuat kalo liat jagoan Papah sakit. Bangun baby, kasihan Mamah kalo kamu sakit begini." Kenzo menatap sedih melihat anaknya.


Bayi kecilnya sempat menangis dan tak sadarkan diri saat Kenzo membawanya ke rumah sakit. Akibat menghirup obat bius yang diberikan Sasha membuat Kenzie mengalami sesak nafas dan pingsan.


Dokter mengatakan jika Kenzie hampir saja merenggang nyawa jika saja terlambat ditangani.


Untungnya Kenzo tepat waktu membawa anaknya ke rumah sakit. Masalah Sasha Kenzo menyuruh Andi dan Mariska yang mengurusnya, karena Kenzo tidak mau berurusan dengan wanita itu lagi.

__ADS_1


Kenzo mengecup tangan mungil itu dengan lembut.


Sebagai orang tua, Kenzo rela melakukan banyak hal untuk si kecil. Bahkan nyawa sekalipun Kenzo rela tapi semua itu tak bisa ia lakukan karena ini semua kehendak Yang Maha Kuasa.


"Papah sayang Kenzie. Kenzie cepat sembuh biar Mamah nggak sedih." Kenzo menempelkan tangan mungil anaknya di pipi kanannya.


Tiba-tiba sebuah gerakan kecil Kenzo rasakan dari tangan mungil itu.


Kenzo terperanjat kaget, tapi ia tak ingin mengganggu istrinya yang nampak pulas tertidur.


"Sayang, kamu sudah sadar nak. Ini Papah." Kenzo tak henti-hentinya bersyukur melihat anaknya membuka mata.


Karena Kenzo tak ingin menganggu tidur sang istri akhirnya Kenzo menggendong Kenzie dan tangan satunya membawa infus.


Kenzo membuka pintu tanpa suara lalu menutupnya lagi dengan sangat pelan.


Adzan subuh terdengar di indra pendengaran Kaila membuat wanita cantik itu membuka mata.


Kaila mengedarkan pandangannya menuju tempat sang anak terbaring.


Kosong


Kaila panik tidak melihat keberadaan anaknya.


"Hiks hiks Kenzie kamu dimana sayang, Kenzie jangan buat Mamah takut." Kaila panik bukan main mengetahui anaknya tidak ada di kolom meja, takutnya terjatuh tapi ternyata tidak.


Kaila berjalan keluar dari kamar anaknya dengan air mata yang sudah lolos begitu derasnya.


Kaila berjalan dengan menanyakan anaknya pada orang yang ia jumpai. Tapi tidak ada yang melihat keberadaan anaknya.


Kaila panik dirinya tidak tahu lagi harus mencari anaknya dimana lagi. Setelah kejadian penculikan sekarang anaknya hilang.


"Andai andai aja aku nggak tidur Kenzie pasti masih di tempat tidur hiks mungkin hiks Kenzie masih hiks sama aku hiks dimana kamu nak." Kaila terisak dan mengalahkan dirinya sendiri.


Kaila merasa bodoh, gagal serta tak becus menjadi seorang Ibu.


Begitu cerobohnya dirinya.


Tubuh Kaila luruh di atas lantai rumah sakit dengan air mata yang terus saja keluar dari mata yang sudah sembab.


Orang-orang memandang kasihan pada Kaila.


Kaila menjadi pusat perhatian karena tangisannya yang menyedihkan membuat orang-orang sangat iba.


"Hiks hiks Kenzie maafin Mamah nak l, Mamah nggak becus jagain kamu hiks..


hiks... hikss... " bahkan suara Kaila sampai tidak terdengar karena sangat lirih.


Seseorang berjalan ke arah Kaila dengan tatapan bingung dan heran.


Kaila menoleh saat seseorang menyentuh pundaknya.


Tangisannya berhenti saat melihat seseorang yang menatapnya dengan tatapan tidak mengerti.


Kaila berdiri dan langsung menghambur ke pelukan suaminya.


Kenzo yang tak paham dengan situasi saat ini hanya membalas pelukan dari istrinya. Menyalurkan ketenangan dan kehangatan.


Tangis Kaila kembali pecah sesaat sudah berada di pelukan Kenzo.


Kenzo mengernyit bingung mendengar tangisan wanita yang dicintainya.


"Kenapa menangis? apa terjadi sesuatu pada kamu." Kenzo mengusap punggung Kaila dengan lembut.


Kaila menangis sampai baju Kenzo sedikit basah karena air matanya.


Kaila tidak menjawab pertanyaan Kenzo.

__ADS_1


Kaila takut.


Takut untuk mengatakan yang sebenarnya.


Kenzo benar-benar dibuat bingung dengan situasi saat ini.


"Kamu kenapa Ail, Aku nggak akan tau penyebab kamu seperti ini jika kamu tidak menceritakan masalahnya padaku." Kenzo mendongakkan kepala Kaila agar menatapnya.



Kaila menatap Kenzo dengan mata penuh air mata dan ingus yang sudah kemana-mana tanpa Kaila sadari.


Kenzo melepaskan pelukannya dari Kaila.


Kenzo tertawa ngakak melihat keadaan istrinya yang sangat sangat lucu dengan ingus yang meler dan mata memerah.


"Hahahah, kamu, kamu muka kamu gitu amat sih Ail. Ingusan begitu kayak anak kecil, Haahahahha aku gak kuat lihatnya." ucapan Kenzo spontan membuat Kaila mengelap hidungnya.


"Hahaha, kamu kok sampai ingusan begitu sih. Udah emak-emak tapi masih ingusan kaya anak kecil." Kenzo tidak berhenti menertawakan Kaila.


Kaila kesal bukan main. Dipukulnya dada bidang penuh otot itu dengan tangannya.


"Jahat, jahat, jahat, kamu jahat kesel kesel kesel kesel sama kamu."


Semua pasang mata pengunjung rumah sakit melihat Kaila dan Kenzo dengan tatapan heran.


Kenzo yang menyadari tatapan para pengunjung rumah sakit mengarah pada dirinya dan Kaila pun langsung menghentikan ketawanya.


"Hem Hem, maaf semuanya. Istri saya sedang kesal karena tidak diberikan jatah ADUHHH." Kenzo mengaduh sakit karena Kaila meninju perutnya.


"Ini namanya KDRT dalam rumah tangga. Kamu jahat banget sih sama aku." Kenzo berujar dengan nada sedih.


"Dasar, nggak tahu malu. Kelakuan kamu malu-maluin aku." tukas Kaila menatap tajam Kenzo.


Semua orang yang melihat kelakuan suami-istri itu tertawa menyaksikan kelucuan Kenzo yang menggoda istrinya.


Kenzo mendekati istrinya yang nampak kesal.


"Heheh, bercanda kok. Maafin aku yah. Sekarang bilang sama aku kenapa kamu menangis."


Kaila menunduk terdiam.


"Ail. Ada apa, kamu cerita sama aku. Kalau kamu diam begini aku jadi khawatir."


Kaila menatap Kenzo sejenak sebelum kembali menunduk menatap lantai.


"Kenzie hilang Mas." Kaila berucap dengan menutup matanya tak siap menatap Kenzo.


Kenzo diam.


Satu


Dua


Tiga


"Hahhaha, kamu ngomong apaan sih Ail. Hilang bagaimana."


"Hilang Mas. Anak kita nggak ada di tempatnya." ujar Kaila tak percaya dengan respon sang suami.


Kenzo kembali terbahak sampai perutnya sakit.


"Apa maksud kamu sih ail. Kenzie nggak hilang kok. Kenzie tadi sama aku."


Kaila yang sedih menjadi kesal karena ulah suaminya.


Terlalu panik saat mengetahui anaknya tidak ada di tempatnya membuat Kaila tidak bisa berpikir dengan benar. Bahkan tak berpikir bahwa anaknya dibawa sang suami malah dikiranya hilang.

__ADS_1


Setelah itu mereka sholat subuh di mushola rumah sakit sebelum menemui anaknya.


__ADS_2