
"Kami berkeliling karena Matteo dan iman ingin melihat rumah sakit, makanya saya ikutin mereka." ujar Rijal mewakili kedua temannya.
Kaila mengangguk paham.
"Terus kenapa nggak bilang ke saya dulu. Saya sama Mariska kan jadi nyariin kalian, dikira hilang eh taunya enggak." Andi menatap ketiganya.
"Saya lupa nama Anda, hehe." ungkap Rijal.
"Kau ni macam mana, dia orang Andi namanya. Yang kakak cantik disebelahnya marimar namanya." ujar Matteo percaya diri.
"Heh, nama saya bukan marimar, tapi Mariska." Mariska berujar dengan kesal.
Matteo hanya menampilkan deret giginya. Sedangkan yang lainnya tertawa menyaksikan.
"Paiman, kamu sedang apa?" Kaila heran melihat pria Jawa itu seperti sedang mencari sesuatu.
Merasa namanya disebut, Paiman berjalan menuju tempat Matteo berdiri.
"Ono opo Bu?"
"Kamu sedang nyari apa?"
"Lee Min Ho." ujar Paiman dengan jujur.
Kaila dan Andi bahkan Mariska mengedarkan pandangannya mencari. Tidak mungkin kan.
"Kamu mengada - ngada, mana ada Lee Min Ho disini." ujar Andi tak percaya.
"Bener saya lihat dia kok bener bener nggak salah." nah ini Paiman bicara menggunakan Indonesia.
"Lhohh kamu bisa berbicara bahasa Indonesia Paiman?" heran Kaila.
"Bisa saya dulu pernah sekolah sampai SMA." terang Paiman.
Tepat saat mereka tengah berbincang di depan ruang rawat Kenzie. Pintu kamar di samping kamar inap Kenzie terbuka.
Kenzo keluar menutup pintu, belum sadar akan adanya orang di sekeliling.
"Lee Min Ho!!!" teriak Paiman saat Kenzo berbalik badan.
"Hah" Kenzo bingung ditatap oleh istrinya dan asisten serta sekretarisnya.
"Jadi yang kamu maksud Lee Min Ho itu suami saya?" Kaila tak habis pikir.
Bagaimana bisa suaminya disamakan dengan Lee Min Ho, gantengan juga Lee Min Ho.
"Iya" Paiman senang bisa menemui pria yang dianggapnya kembaran tampannya.
"Kau ni terlalu halusinasi, beta rasa dia bukan Lee Min Ho yang ada di TV." sela Matteo.
"Ini sebenarnya ada apa? saya nggak paham yang kalian bicarakan. Dan juga kalian bertiga ini siapa?" Kenzo memandang ketiganya dari bawah sampai pucuk rambut kepala.
Asing, dan belum pernah bertemu.
"Ini yang waktu itu aku omongin ke kamu loh Mas, inget nggak?"
__ADS_1
Kenzo mendekat ke Kaila dan berjalan menuju Matteo karena Matteo yang paling dekat dengan Kenzo.
Aduh mamame, muka kinclong kaya artis tipi. Beta jadi Insecure karena muka beta tidak sekinclong dia.
Matteo terkejut bukan main karena Kenzo memelototi dirinya.
"Ampun kakak, beta tidak salah apa-apa, beta tidak tahu menau kakak, ampun." Matteo menangkupkan kedua tangannya memohon.
"Kamu ngapain minta maaf sama saya?. Lagian kamu nggak ada salah sama saya." suara Kenzo menyadarkan aksi Matteo.
Hahaha
Semua yang menyaksikan tertawa melihat kelakuan si timur yang benar-benar lucu.
"Jadi mereka yang nolongin kita waktu itu." tunjuk Kenzo pada Matteo, Paiman dan Rijal yang sudah berjejer.
Kaila mengangguk.
"Saya mengucapkan terimakasih banyak karena kalian telah membantu anak serta istri saya. " Kenzo berucap dengan ikhlas.
"Saya juga bantuin bos, Mariska juga membantu menyelamatkan bos." Andi tak terima dirinya dilupakan.
"Iya. Makasih Andi Mariska." tekan Kenzo di nama Andi.
"Mas, aku udah janji memberikan pekerjaan kepada mereka bertiga kalau mereka membantu aku waktu itu." Kaila memeluk lengan Kenzo mesra.
"Oh jadi ceritanya aku yang harus penuhin janji kamu. Padahal yang buat kesepakatan kan kamu." Kenzo sengaja meledek istrinya.
"Ya kan aku nggak punya apa-apa yang bisa aku berikan ke mereka." Kaila kesal.
"lagian kan kamu yang punya perusahaan. Kamu juga bosnya." Kaila menjauhkan tubuhnya dari Kenzo karena kesal.
Ditariknya pinggang Kaila, dan dipeluk manja.
"Malu Mas." bisik Kaila.
"Ngapain malu dengan orang lain, kita kan udah suami istri." balas Kenzo membuat pipi Kaila blush memerah.
"Jomblo menyingkir." sindir Andi.
"Situ yang jomblo, saya mah singel alias masih bebas." sahut Rijal.
"Sudah sudah jangan berisik. Nanti anak saya bisa terbangun." lerai Kenzo.
Huwaa... oee oaaa aaa..
"Baru juga di omongin, langsung nangis anaknya." Kenzo tak habis pikir anaknya baru dibahas langsung nangis.
Kaila menjauhkan tubuhnya dari Kenzo.
"Aku ke dalem dulu yah, takut Kenzie haus. Aku serius loh Mas minta tolong sama kamu." Kaila menatap Kenzo yang hanya mengangguk.
Kaila masuk ke ruang rawat anaknya.
"Saya akan memberikan kalian pekerjaan di perusahaan saya. Tapi karena saya dengar kalian hanya lulusan SMP , jadi saya hanya bisa menempatkan di security. Bagaimana, kalian mau atau tidak?" Di perusahaan Kenzo memang hanya security yang masih ada lowongan.
__ADS_1
"Tidak papa Pak, yang penting halal." ucap Rijal yang disetujui oleh Paiman.
"Tapi kakak, beta bukan lulusan SMP, beta SMA. Lalu bagaimana dengan beta?" Matteo tidak ingin berpisah dari temannya.
"Kamu sebenarnya pintar, cuma ya sifat dan kelakuan kamu bahaya kalau dijadikan direktur. Jadi kamu saya tempatkan dengan mereka berdua." jelas Kenzo pada Matteo tapi menunjuk Paiman dan Rijal.
"Bilang saja beta juga jadi security. Kenapa harus muter bahasa kakak." kesal Matteo karena Kenzo membuatnya pusing.
"Bos, saya dan Mariska ijin kembali ke kantor. Soalnya kan urusan kantor jadi harus di handle kami berdua." Andi pamit untuk pergi.
"Ya silahkan. Eh sekalian ajak mereka bertiga melihat Kantor. Biar tidak nyasar." gurau Kenzo.
Kenzo melangkah menuju ruang rawat anaknya. Sebelum membuka pintu, Kenzo berujar pada Paiman.
"Oh iya saya lupa. Saya bukan Lee Min Ho yang kamu sebut itu. Paham kan?" Kenzo menatap Paiman serius.
Paiman hanya mengangguk.
"Lagian saya tuh lebih tampan dari Lee Min Ho itu. Oh sudah jelas lahh." setelah berujar begitu Kenzo menghilang dari balik pintu.
Bukan menghilang kayak power ranger, tapi menghilang itu masuk ke dalam kamar rawat anaknya.
"Terlalu pede nih si bos." ujar Andi yang sudah tidak didengar Kenzo.
"Tapi lebih baik daripada kau kakak. Kau tidak tampan." ledek Matteo membuat semuanya tertawa kecuali Andi yang merasa terhina harga dirinya.
"Tuh dengerin, anda tidak tampan. Jadi nggak usah tebar tebar pesona dehh." imbuh Mariska.
"Au ah."
"Sekarang kita ke kantor terus saya akan menunjukkan tempat kerja kalian." perintah Andi lalu berjalan diikuti Mariska dibelakangnya.
"Waiwowoo beta punya kerjaaaaaaa. Mamamaa beta punya kerja." teriak Matteo heboh.
Rijal dan Paiman membekap mulut Matteo dan menariknya menyusul Andi yang sudah berjalan duluan di depan bersama Mariska.
"Si Matteo bener-bener orang timur yah, kelakuan nya sangat hiperaktif banget." Kenzo mendengar teriakan dari luar dan sudah jelas suara Matteo.
Biarpun baru kenal beberapa menit, tapi Kenzo cukup bisa menilai sifat dari sikap Matteo, Rijal dan Paiman.
"Kamu udah penuhin janji kamu kan Mas?" Kaila menggendong anaknya dan berjalan menuju sofa tempat Kenzo beristirahat.
"Janji? kan kamu yang janji. Ngapain aku yang harus penuhin janji kamu." Kenzo sengaja berpura-pura.
"Terus kamu nggak ngasih kerjaan ke mereka bertiga?"
"Mereka kan udah bantuin kita, nyelamatin Kenzie juga." imbuh Kaila duduk di samping Kenzo.
"Bukan-" belum. selesai ngomong, Kaila sudah menyela kalimat Kenzo.
"Bukan apa? iya bukan kamu yang buat janji. Tapi kan aku nggak punya sesuatu yang mereka butuhkan. Mereka butuh pekerjaan. Dan kamu kan punya perusahaan. Makanya aku minta tolong ke kamu. Tapi kalau kamu nggak mau bantuin ya udah." Kaila mengatakannya dengan berapi-api dan kesal.
Kenzo yang peka istrinya sedang kesal mencoba menahan tawanya.
"Kalau kamu ngg-.. "
__ADS_1
Chup
Kaila mematung karena Kenzo secara tiba-tiba mencium bibirnya.