
Kenzo mematung mendengar kalimat yang keluar dari mulut Kaila.
Kalimat tersebut membuatnya tidak bisa berpikir. Nafasnya serasa berhenti seketika, pasokan udara seperti macet memenuhi relung hati Kenzo.
Kaila memandang Kenzo yang menangis. Ingin rasanya memeluk dan menenangkan suaminya itu. Tapi saat ini tidak boleh. Kaila harus kuat demi keselamatan Kenzo dan Kenzie.
"Aku sudah menuruti perkataan mu. Sekarang lepaskan anak dan suamiku." Kaila berucap lirih agar Kenzo tidak mendengarnya.
Andre menoleh ke Kaila. "Baiklah." tapi tanpa Kaila sadari dirinya telah terperangkap omongan Andre.
"Lexa! , bawa bayi itu pada ibunya." sesuai perintah Andre Lexa berjalan ke arah Kaila lalu menyerahkan Kenzie pada Kaila dengan sangat kasar.
"Sayang, maafin Mama nak." Kaila mengelus pipi bayi mungilnya yang nampak terlelap karena lelah menangis.
"Sekarang lepaskan Kenzo." ucap Kaila menatap Andre.
"Lepaskan? kau siapa berani memerintahkan. Lagipula aku tidak akan membiarkan Kenzo lepas begitu saja." smirk Andre mendekati Kenzo yang terduduk lemah.
"Apa maksdumuuu!!" Kaila benar-benar tidak habis pikir. Ternyata dirinya dimanfaatkan untuk menghancurkan Kenzo. Betapa bodohhnya dia.
Lexa berbisik pada Kaila." apakah kau tidak ingat aku?"
"Siapa kau. Siapa kalian sebenarnya. Apa mau kalian?" Kaila sungguh tidak ingin beras dalam situasi saat ini.
"Apakah kau benar-benar tidak ingat aku? Baiklah akan aku ingatkan kau." lexa sedikit membungkuk untuk berbisik pada Kaila.
"Aku adalah wanita yang dulu berpapasan dengan mu di halaman Nyonya besar Wijaya. Mendiang ibunya Kenzo." bisik Lexa.
Deg. Kaila mematung seketika. Jadi dia ini semua sudah direncanakan dari awal.
"Apakah kau sudah ingat. Kurasa kau cukup ingat jelas kejadian itu." ucapan Lexa membuat Kaila mengingat kematian mertuanya.
"Ja.. jadi kau yang membunuh mertuaku? kau wanita itu." Kaila menutup mulutnya tak percaya.
"Hahaha. Memang itu aku. Bagaimana menarik bukan."
"Kejammmm.!!" teriak Kaila.
Andre sekarang sudah memukul Kenzo. Kenzo tidak melawan sama sekali. Karena baginya hidupnya sudah tidak ada artinya lagi. Lebih baik mati saja.
"Tidak tidak tidak.... hiks.. hiks... aku.. apa yang telah aku lakukan." Kaila merasa bersalah pada Kenzo.
Kaila melihat Andre yang terus memukul Kenzo. Kenzo tidak melawan sama sekali. Kalau begini suaminya itu akan tewas ditangan Andre. Tidak. Kaila tidak akan memaafkan dirinya jika sesuatu terjadi pada Kenzo.
"Maaf mas." lirih Kaila.
Kenzo bisa mendengar Kaila memanggilnya. Tapi Andre terus memukulnya.
"Maasssssa. Bangun Mas!!!!" teriak Kaila.
"Lawan mereka Mas. Mereka yang telah membunuh Mama Mas hiks... hiks... hiks... Mas.. bangun." Kaila menangis. Kenzie yang berada didepannya ikut terbangun dan menangis.
Duakh.. duakh.. bugh.. bugh..
Andre terus memukuli Kenzo. Samar-samar Kenzo mendengar tangisan anaknya. Ia juga mendengar Kaila berkata bahwa penyebab Mama nya meninggal adalah ulah Andre.
Kenzo mungkin bisa terima kalau dirinya disiksa. Tapi ia tak terima orang-orang tercintanya disakiti. Sudah cukup dirinya menerima perlakuan Andre. Kali ini ia harus melawan dan menyelamatkan istri serta anaknya.
Duakh Bugh Bugh
__ADS_1
Andre memukul Kenzo bertubi-tubi. Kenzo mencoba bangkit dan membalikan keadaan.
Bugh Bugh
Sekarang giliran Kenzo yang memukul Andre.
Bugh
"Ini karena kau membunuh ibuku dengan keji dan dengan cara rendahan." satu pukulan mendarat di wajah Andre.
Bugh
"Ini karena kau menculik anak dan istriku dan menyiksa mereka." satu pukulan mendarat lagi di wajah Andre.
Bugh
"ini karena kau menyentuh istriku dengan tangan kotor mu."
Bugh
"Dan ini karena kau mengancam istriku dan mempengaruhinya."
Bugh Bugh Bugh
Kenzo memukuli Andre sampai Andre babak belur dibuatnya. Tapi Andre hanya tertawa layaknya psychopath.
"Hahahaaa. Kenzo Kenzo."
"Hahaha. Kalaupun aku mati, aku tetap yang akan menang." Andre sengaja membuat Kenzo lebih emosi.
Kenzo sedikit terpancing ucapan Andre.
Kenzo mematung. Benar yang dikatakan Andre. Sekarang dirinya tidak memiliki apapun Istri yang sangat dicintai membencinya. Kenzo tak bisa hidup tanpa Kaila.
Kaila tidak akan membiarkan Kenzo terperangkap dalam rencana Andre. Sudah cukup dirinya ditipu.
"Mass. Jangan dengerin diaa! sadar mas sadar. Andre sengaja Mas." teriak Kaila melihat kearah Kenzo yang terdiam.
Andre berdiri dan mendekati Kenzo yang masih terdiam. "Buat apa kau percaya apa yang dikatakan perempuan itu. Bahkan dia telah mengkhianati pernikahannya sendiri. Dia yang kau sebut istri. Cihh." Andre memberi kode pada Lexa agar mengambil anak Kenzo.
Lexa mengambil paksa Khenzie. bayi itu terbangun dari tidurnya dan menangis kencang.
"Jangan jangan jangan. Lepaskan anakku. Jangan sakiti dia, hiks...hiks.." Kaila mencoba mengambil Kenzie, tapi Lexa mendorong Kaila sehingga tubuh Kaila terjatuh.
Kenzo tersadar. Dia mendengar tangisan anak dan jeritan Kaila.
"Apa yang telah aku lakukan. Aku telah terpengaruh Andre." Kenzo mengusap kasar wajahnya.
Kenzo bangkit mendekati Andre. Bugh. Satu pukulan mengenai rahan keras Andre.
"Cihh. Dasar sampah." Andre mendesis dan membalas pukulan Kenzo.
Kenzo yang memang kehabisan energi kalah dengan Andre. Kenzo terjatuh saat Andre meninju perutnya berkali-kali. Andre bahkan menendang kaki Kenzo dengan sangat keras.
"Hiks... hiks.. cukup!! cukup!! " teriak Kaila tak terima Kenzo yang terus dipukul.
"Hentikan. Aku mohon hentikan. Hiks... hiks.. hentikan. Jangan memukul suamiku hiks... hiks.. hentikan." Kaila bahkan sampai serak karena terus berteriak dan menangis.
Bugh. Bugh. Bugh.
__ADS_1
Andre tak peduli Kaila. Bahkan Kenzo sudah berdarah sekujur tubuhnya. Tapi Andre terus memukul tanpa belas kasihan sedikitpun.
Kenzie ikut menangis. Bahkan semakin kencang. Mungkin bayi itu merasakan apa yang dirasakan Kenzo dan Kaila.
Tak. sesuatu keluar dari saku celana Kenzo.
Pistol
"Bagus sekali yahh. Kau bahkan membawa pistol." Andre mengambil pistol tersebut.
Kenzo masih membuka matanya, tapi tubuhnya seperti remuk akibat pukulan Andre. Kenzo tergeletak setengah sadar.
"Tapi sayang, Kau bahkan tidak bisa menggunakan pistol ini." Andre menyentuh wajah Kenzo dengan pucuk pistol yang sudah diambilnya.
"Jangan bunuh suamiku hiks... hiks.. jangan membunuhnya." Kaila berlinang air mata.
"Suami? ohh sungguh kalian sangat menyentuh perasaan ku." Andre berdiri dan Duaghh. Menendang Kenzo.
"Bagaimana kalau aku membunuh mu saja. Bagaimana?" Andre mengarahkan pelatuk pistol.
Kenzo masih bisa mendengar. Karena Kenzo masih setengah sadar.
Klek
Andre mengarahkan pistol ditangannya ke arah Kaila. Kenzo mencoba bangkit.
Dorrrr
Kaila memejamkan matanya.
Kenapa tidak terjadi sesuatu?
Betapa terkejutnya saat Kaila membuka matanya. Kenzo memeluknya.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku sa.. sa.. sayang." Kenzo ambruk.
"Hiks... hiks.. mas. Bangun mas. Mas hiks... hiks.. " Kaila memeluk tubuh Kenzo yang ambruk karena tembakan di punggungnya.
Andre tersenyum puas. Lexa sebenarnya kasihan. Tapi ia tak bisa berbuat apapun selain menuruti perintah Andre.
"Lexa. Cepat pergi dari tempat ini jangan lupa bawa bayi itu!" Andre lantas menyiram minyak tanah ke sudut ruangan.
"Jangan bawa anakku hiks.. hiks.. aku mohon pada kalian." Kaila meninggalkan Kenzo untuk mengambil Kenzie. Tapi lexa menendangnya.
"ayo Lexa keluar! aku akan membakar tempat ini agar tidak ada jejak." Andre membuang botol minyak tanah dan membuka pintu.
"Angkat tangan!!!" Isntrupsi seseorang mengejutkan Andre dan Lexa.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komen☺☺
maaf bila ada typo🙏 dan lama up
__ADS_1