Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Malam Pertama


__ADS_3

Akhirnya setelah berbincang dengan mama dan mertua, Kenzo dan Kaila beranjak pergi menuju kamar yang saat ini menjadi kamar pengantin.


Situasi sedang canggung dan belum ada yang memulai obrolan, hingga akhirnya Kenzo memulai duluan.


"Hem, hem, ekhemm." Dehem Kenzo sengaja meninggikan suaranya.


Kenzo berjalan ke tepi ranjang, lalu mulai duduk, sedangkan Kaila masih berdiri di depan pintu.


"Apa Sih Ken!" Geram Kaila dengan malas.


Kaila mulai berjalan mendekati Kenzo untuk duduk di ranjang, kakinya sudah pegal seharian berdiri.


"Mulai detik ini jangan manggil nama, terus harus pakai aku kamu dan gak usah formal banget." Ucap Kenzo.


"Ya teruss, mau di panggil apa?" Balas Kaila.


"Masa gak tau sih." ucap Kenzo mulai kesal.


"Ya mana aku tau, kan kamu belum ngasih tau." Ucap Kaila polos.


"Panggil sayang kek, honey, sweaty, atau apa lah yang manis gitu loh ail." Jelas Kenzo terkekeh geli.


"Manis, hemm." Kaila mencoba berpikir dengan menaruh jari nya di kepala.


"Ah manis yah, ya udah aku panggil gula aja gimana?" Ucap Kaila lalu tertawa terbahak-bahak.


"Grrrr, ya kali manggil suami sendiri gula, yang bagus dong kayak mas, atau momy dady, papah mamah," goda Kenzo sensual.


"Okeh, mas aja deh, geli kalo manggil momy, belum punya anak juga. Masa muda gini udah di panggil momy, hehe." ucap Kaila.


"Istriku pinter banget sihh." Ucap Kenzo gemas dengan mengusap kepala Kaila.


"Iya dong, siapa dulu coba, Kaila gitu lohh." ucap Kaila menyombong kan diri.


"Gak boleh sombong gak baik, aku aja yang jadi pemilik perusahaan besar yang udah sering keliling ke negara-negara aja gak sombong kok." Ucap Kenzo dengan PD nya.


"itu namanya sombong Mas. " ucap Kaila dengan sengaja menekankan kata terkahir.


"Aku mau kasih sesuatu buat kamu ail. "


"wah mau kasih apa mas." ucap Kaila antusias dan tersenyum malu-malu.


"Bentar, aku ambil dulu."


Kenzo beranjak pergi lalu membuka sebuah lemari besar yang terdapat di pojok depan sebelah ranjang.


"Itu apa mas?" tanya Kaila penasaran, pasalnya kotak bungkus nya besar, ya kira-kira kayak koper lah.


"Di buka aja." pinta Kenzo pada istrinya.


Saat membuka kotak berwarna putih yang kira-kira ukurannya bisa sekoper kecil, street, Kaila menyobek kertas pembungkus dia langsung takjub dengan isinya.

__ADS_1


Sebuah baju gamis dan jilbab, serta mukenah yang menurutnya indah banget.


"Suka gak ail? " tanya Kenzo pasalnya Kaila masih diam tak bersuara saat sudah melihat isi kadonya.


"ail, ail" Kenzo memegang bahu istrinya, lamunan Kaila buyar.


"suka mas, suka, bagus kok." ucap Kaila tersenyum.


"Sekarang kan kamu udah jadi istri aku, aku mau kamu mulai menutup aurat mu dengan mengenakan pakaian yang muslimah serta hijab." ucap Kenzo lembut.


"ehm, mas... " ucap Kaila berhenti.


"Apa kamu belum siap ail, atau kamu gak mau nutupin aurat kamu? " tanya Kenzo, pasalnya Kaila tidak meneruskan ucapannya.


"Aku siap mas, aku mau nutup aurat ku, aku gak mau jadi istri durhaka yang menyeret suaminya masuk neraka karena sikap istrinya." ucap Kaila dengan menundukkan kepalanya.


"Gak usah nunduk ail, aku ini suami kamu lohh, ngapain malu." ucap Kenzo sedikit terkekeh.


"ya udah aku bantu kamu coba hadiah dari aku yah." Ucap Kenzo.


"eh mas, ntar abis aku ganti baju dulu yah, udah gak nyaman pakai baju ini, gerah banget soalnya." ucap Kaila tersenyum.


"Ya udah sana ke kamar mandi, sekalian mandi aja biar gak bau ikan asin." Ucap Kenzo sambil terkikik berjalan keluar.


"Masss Kenzooo, awas kamu mass!" Ucap Kaila kesal tapi tersenyum mengingat kebaikan Kenzo tadi.


Setelah 30 Menit di kamar mandi, setelah mandi Kaila sudah berganti pakaian yang lebih santai dan sudah menghapus make up nya.


Kaila menoleh ke arah suara pintu, ternyata suaminya yang ternyata juga sudah mandi dan berganti pakaian lebih santai.


"Loh mas mandi di mana? " tanya Kaila yang sedang di depan meja rias mengeringkan rambutnya yang basah dengan hair dryer.


"Di kamar mandi." jawab Kenzo sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.


"Kamar mandi bawah." lanjut Kenzo.


Lalu tiba-tiba Kenzo merebut hair dryer dari tangan Kaila secara paksa, membuat Kaila menjerit. Sekarang mereka sudah lupa bahwa tadi akan mencoba hadiah dari Kenzo.


Tanpa mereka sadari di luar kamar mereka, tepat di depan pintu dua orang sedang menguping kegiatan anak dan menantu nya.


"Aww, Ken sakit tauu." teriak Kaila.


"Iye maaf," ucap Kenzo seraya mengeringkan rambutnya .


"Tadi kan bisa tanya ke aku, gak usah main paksakan, bisa pelan pelan, jangan main kasar dongg." Ucap Kaila mulai ngegas.


Lalu Kaila merebut hair dryer dari tangan Kenzo, tapi karena Kenzo kuat hair dryer nya tidak berhasil di rebut Kaila, alhasil mereka tarik menarik.


"Lepasin gak," Teriak Kaila.


"Gak mauu, masih basah nih." ucap Kenzo tak kalah teriak.

__ADS_1


Lalu mereka menarik hair dryer ke kanan, kiri, atas, dan berputar, seperti adegan dansa.


Tiba-tiba hair dryer nya nyangkut di rambut Kaila, membuat Kaila menjerit sakit.


Dua orang yang sedang menguping tersenyum bahagia,mengira anak dan menantu nya sedang mengabulkan keinginan mereka yang ingin menimang cucu.


"Eh mbak, kita ke bawah aja lah yah, udah gak kuat nahan bahagia." Ucap Mama Kenzo.


"Hehe, iya mbak, lagian kita juga tau apa yang selanjutnya terjadi." Ucap Ibu Kaila.


"Mereka sampai teriak-teriak yah, gak tau ada orang lain di rumah ini, hehehee," Ucap Mama Kenzo dengan senyum mengembang.


"Ya sudah lah mbak, kita doakan aja yg terbaik." balas Ibu Kaila.


"Kita balik ke kamar aja yuk mbak, ntar kita ketauan malah gagal." Saran Mama Kenzo.


Mereka pun meninggal kan sejoli yang dikira lagi senang, tidak tau mereka yah kalau di kamar anak dan menantu nya sudah kayak kapal pecah.


"Ahhhh, Kenzooo, awas kamu!"


"Wlee, sini kalau mau kejar aku, emang bisa wlee." tantang Kenzo dengan menjulurkan lidahnya ke arah istrinya yang sudah kesal akibat ulahnya.


Rambut Kaila sudah seperti terkena angin topan, dan juga hair dryer yang masih menempel di kepalanya.


Lalu Kaila berlari mengejar Kenzo yang berada di depannya agak jauh.


"Heyy, sini, sini enak aja yah udah bikin rambut aku kayak gini gak mau tanggung jawab, Heyy!" Kaila berlari mengejar suaminya dengan napas tersenggal.


"Kayak monyet yah rambutnya, Hahaha." Lalu Kenzo berlari dan naik ke atas ranjang.


Kaila tak tinggal diam, dia ikut naik ke atas ranjang agar dapat menangkap suaminya yang sudah tertawa terbahak.


Mereka di atas ranjang kejar-kejaran, yang bahkan jarak sudah dekat tidak membuat Kenzo tertangkap istrinya.


Akhirnya Kaila duduk diam dan tak bicara lagi, Kenzo kira istrinya sudah capek dan kesal sekali dengan nya, dia pun ikut duduk di hadapan Kaila, namun ternyata Kaila malah memukulnya dengan bantal ke muka suaminya.


"Hahahhahahaha, rasain emang enak kena tipu, wleee." Ucap Kaila merasa menang.


"Awas yah aku akan balas kamu ail." Lalu Kenzo mengambil bantal yang lain dan mereka saling pukul memakai bantal di kamar.


Keadaan kamar tampak sangat kacau, dengan bulu-bulu angsa yang berserakan, selimut yang sudah tidak pada tempatnya, meja yang letaknya berubah, ulah siapa lagi kalau bukan pasangan pengantin baru.


Bukannya romantis malah menghancurkan isi kamar yang sudah di hias indah.


Tak di sadari ternyata Kaila tertidur karena mungkin kelelahan setelah tadi bergumal dengan perkelahian, bahkan baru selesai jam 2 petang. Memang mereka kalau ribut bisa kayak macan sama kuda, sama sama kuat.


Kenzo yang menyadari istrinya sudah tertidur pun akhirnya mencoba melepas hair dryer yang belum lepas. Meletakkannya di meja rias, dan membenarkan posisi tidur istrinya yang menurut nya tadi posisi yang gak karuan.


Kaila tertidur dengan kaki di kasur, dan kepala di bawah. Perkelahian tadi membuat Kaila terjungkal. Kenzo tertawa terbahak melihat istrinya jatuh dengan posisi yang tidak keren sama sekali.


Kenzo memindahkan Kaila ke Ranjang dan menyelimuti dengan selimut baru yang ada di lemari, dia juga ikut berbaring di samping Kaila.

__ADS_1


__ADS_2