Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Keluarga Jaehyun


__ADS_3

Di Kantor


"Bagaimana? apa kamu sudah mencari tau tentang anak dari Pak Suho Alexander?" Tanya Kenzo pada Andi.


Setelah dokter mengatakan kondisi Jaehyun kembali normal, Kenzo pergi menemui asistennya di kantor. Sedangkan istrinya ia suruh pulang ke rumah.


"Dari informasi yang saya dapatkan ya Bos, Anaknya Tuan Suho ini sebenarnya saat itu hendak menuju bandara, tapi ditengah perjalanan yahh seperti yang Bos ketahui mobil taxi yang ditumpangi mengalami kecelakaan." Andi berhenti sejenak.


"Lanjutkan!" titah Kenzo langsung diangguki Andi.


"Pria eh pria apa laki-laki?" bingung Andi menyebut Jaehyun dengan sebutan apa.


"Jaehyun. Namanya Jaehyun." Sahut Kenzo.


"Iya jaehyun, dia ini sudah menikah dan istrinya itu sedang hamil."


"Hamil?" Kenzo menayangkan apa yang Andi katakan.


Andi mengangguk membenarkan.


"Berapa usia kandungan istrinya? hamil muda atau bagaimana?" Tanya Kenzo.


"Yang saya ketahui sihh baru sebulan Bos. Istrinya cakepp tau Bos. Ihhh beruntung banget ya si Jaehyun ini."


Kenzo beranjak dari kursinya dan melangkah pergi meninggalkan Andi di ruangan.


Merasa ditelantarkan Andi berteriak memarahi bosnya yang sudah lenyap di balik pintu.


"Dasar ya nggak tau terimakasih, udah susah-susah nyari info main pergi gitu aja. Untung bos, kalau bukan udah gue bejek-bejek dehh." Maki Andi setelah kepergian bosnya.


Jam 09.30 Malam


Kenzo pergi ke rumah sakit dan menatap pria bernama Jaehyun dari dinding kaca.


Apa yang harus aku lakukan untuk pria itu.


Kenzo terdiam sesaat lalu pergi begitu saja setelah dirinya tau apa yang harus dilakukan.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kenzo menelpon Kaila.


"Waalaikumsalam, kenapa Mas? tumben nelpon aku jam segini."


"Aku cuma mau ngasih tau kalau aku pulangnya nanti malam ail, ada urusan penting yang harus aku selesaikan." Tutur Kenzo tak menjelaskan apa urusannya.


"Memangnya urusan apa Mas? kok pulangnya sampai malam?"


"Urusan Kantor, ada kesalahan dalam kontrak kerja yang aku buat dengan klien." Kenzo tak ingin Kaila terbebani dengan masalah Jaehyun, biarkan Kenzo yang menangani.


"Ouhh gitu yaa, ya udah nggak papa kok. Aku tadi mau masak buat makan malam tapi, karena kamu pulang malam ya udah aku nggak masakin kamu ya Mas."


Kenzo benar-benar bersalah karena membuat istrinya urung memasak.


"Maaf yah sayang gara-gara aku-" Kenzo sangat menyesal, tapi ia harus segera menyelesaikan tujuannya.


"Kok malah minta maaf sih, Nggak usah minta maaf mas. Kamu makan diluar aja ya. Kalau kamu pulang kan nggak ada makanan soalnya aku nggak masak."


"Maaf ya," Ucap Kenzo.


"Nggak papa Mas, eh Mas udah dulu yaa soalnya anak kamu nangis tuhh."


"Iya ya udah aku juga harus pergi ke tempat tujuan. Assalamualaikum Mamah," Terdengar suara tawa Kaila dari telpon.


"Waalaikumsalam Papahnya Kenzie, cepet pulang yaa papah. Hati-hati nyetirnya."


Setelah mengatakan salam Kenzo mengakhiri telepon dengan istrinya.


"Huftt, semoga aja Kaila nggak tau."

__ADS_1


Kenzo menjalankan mobilnya menuju tempat tujuannya malam ini.


Dirasa sudah sampai, Kenzo turun dari mobilnya dan berjalan ke arah rumah yang sudah dihadapannya.


Tok


Tok


Tok


Setelah mengetuk pintu tiga kali Kenzo mendengar suara langkah kaki dari dalam rumah.


Ceklek


Seorang wanita cantik yang tengah menggendong balita laki-laki membukakan pintu. Tampaknya lebih tua dari Kenzo.


"Iya, cari siapa ya?" Ucapnya melihat Kenzo.


Kenzo diam sesaat karena sedikit terpana akan wajah wanita di hadapannya.


Apa mungkin ini istri dari laki-laki bernama Jaehyun? tapi tidak mungkin. Kalau dilihat-lihat wanita ini lebih cocok jadi ibunya Jaehyun.


"Cari siapa ya?" Ulangnya menyadarkan Kenzo.


"Apa benar ini rumah dari Tuan Suho Alexander?" Kenzo berucap normal, lagian Kenzo sudah ada istri ngapain juga lirik-lirik wanita lain.


"Iya benar. Saya sendiri istrinya, ada perlu apa ya dengan suami saya?" Pengakuannya membuat Kenzo terkejut. Kenzo tak mengira istri Tuan Suho masih cantik dan terlihat muda.


Sadar Kenzo sadar, di rumah Kaila nunggu kamu.


"Boleh saya berbicara pada Anda dan suami Anda?"


Wanita itu mengerutkan dahinya heran.


"Em begini Nyonya Suho, saya ingin membicarakan perihal anak Anda." Kenzo mencoba meyakinkan dengan kata-katanya.


Kenzo mengangguk.


"Kita bicarakan ini di dalam. Masuk dulu Nak," Kenzo mengikuti langkah wanita di hadapannya menuju ruang tamu.


"Silahkan duduk Nak, saya akan panggilkan suami saya dulu." Ucapnya lalu naik tangga untuk memanggil suaminya.


Sembari menunggu tuan rumah, Kenzo mengedarkan pandanganya melihat penjuru isi rumah yang saat ini didatanginya.


Besar, mewah, elegan, barang-barang berharga dan mahal terpajang menghiasi setiap sudut ruang tamu. Sepertinya Jaehyun adalah anak dari seorang pengusaha kaya.


Langkah kaki dari tangga mengalihkan kegiatan Kenzo. Seseorang yang ingin ditemuinya akhirnya datang juga.


Pria yang Kenzo duga ayah dari jaehyun menghampiri dirinya dan menjabat tangan Kenzo.


Pantas saja Jaehyun tampan, ayahnya saja tampan berkulit putih, tegas, maskulin dan berkharisma. Wajahnya menjelaskan bahwa ayahnya Jaehyun memiliki keturunan Korea.



"Saya Suho dan ini istri saya Irene, maaf ya sudah membuat Anda menunggu lama." Dijabatnya tangan Kenzo dengan ramah.


"Ah tidak Tuan, saya baru saja datang." Balas Kenzo.


"Mari duduk dan bicara." Ajaknya pada Kenzo.


Kenzo menurut dan mendaratkan bokongnya di sofa empuk berwarna hitam.


Tuan Suho dan istrinya duduk berhadapan dengan Kenzo.


"Saya dengar dari istri saya bahwa Anda menemui saya ingin membicarakan perihal anak saya Jaehyun, apa itu benar?"


"Sebelumnya perkenalkan nama saya Kenzo. Panggil Kenzo saja. Benar Tuan, saya disini untuk membicarakan tentang anak Anda."

__ADS_1


Dapat Kenzo lihat istri dari pria bernama Suho itu menggenggam tangan suaminya. Raut wajahnya terlihat cemas. Ada apa sebenarnya , kenapa mereka terlihat khawatir mendengar nama anaknya di sebut Kenzo.


"Apa anak saya ada hutang dengan Anda? Atau Anda yang ada hutang dengan anak saya?" Sahut Tuan Suho membuat Kenzo dan istrinya sendiri melongo.


"Memang tampang saya seperti rentenir sehingga mengira saya datang kesini karena perihal hutang?" Cetus Kenzo kesal karena ucapan ayah dari pria yang ditolongnya.


"Maaf suami saya memang kadang suka bercanda, jadi mohon jangan sakit hati." Bukan Suho tapi istrinya yang meminta maaf kepada Kenzo.


Irene menatap tajam Suho seakan mengatakan 'jangan macam-macam kamu'



Kenzo sebenarnya tidak sakit hati, tapi ya masa wajah tampan seperti dirinya dikirain rentenir.


"Hahaha, kaget ya masnya, saya cuma bercanda kok mas. Biar masnya nggak canggung gitu." Ucap Tuan Suho tertawa menertawakan ekspresi Kenzo.


Sial, tukang bercanda ternyata nih orang.


Kenzo mendengus mendengarnya.


"Jadi kenapa masnya, eh maaf saya panggil mas aja ya. Saya lebih tua soalnya, haha." suara deheman sang istri membuat Tuan Suho mengubah ekspresi wajah bercandanya menjadi serius.


"Kenapa dengan anak saya Jaehyun. Apa masnya mengetahui sesuatu?" Ucapnya dengan serius.


Kenzo tak mengerti kenapa orang di depannya berbicara seolah anaknya sedang terjadi sesuatu, apa mereka sudah tau kalau anaknya sedang dalam keadaan tidak baik.


Melihat Kenzo bingung lantas Tuan Suho menceritakan apa yang terjadi pada Jaehyun, anaknya.


"Jadi begitu ceritanya. Sampai sekarang kami belum mengetahui di mana keberadaan Jaehyun karena dia tidak ditemukan bersama para korban pesawat lainnya." Dengan tatapan sayu Suho menceritakan semuanya pada Kenzo. Sang istri sudah berkali-kali menghapus air matanya yang berjatuhan.


Dari penjelasan Suho tadi Kenzo mengerti sekarang bahwa benar yang dikatakan asistennya bahwa pria bernama Jaehyun itu hendak menuju Bandara tapi tidak jadi dan malahan mengalami kecelakaan di jalan.


"Saya tau dimana keberadaan anak kalian." Suho dan irene menatap Kenzo tak percaya.


"Be... be... benarkah Anda tau dimana anak saya? Apa.. apa bisa bawa kami padanya?" Irene bertanya pada Kenzo berharap benar yang dikatakannya.


Kenzo mengangguk.


"Saya dengar anak kalian memiliki seorang istri. Apa tidak sebaiknya memberitahunya?"


Suho dan Irene saling pandang.


"Kalau menurut saya terserah kalian, kalian lebih mengerti. Cuma apa tidak sebaiknya jangan memberi tau menantu kalian perihal Jaehyun sebelum keadaan Jaehyun membaik." Saran Kenzo.


Suho diam sebelum angkat bicara. "Apa kondisi Jaehyun parah?" Tanyanya pada Kenzo.


Kenzo mengalihkan pandangannya, "Yahh parah sih tidak tapi cukup serius. Apa tidak sebaiknya hanya kalian dulu yang mengetahui bahwa Jaehyun masih hidup, baru setelah keadaan Jaehyun membaik kalian bisa memberi tahukan pada yang lainnya termasuk istri Jaehyun."


Keduanya nampak berpikir mendengar saran dari pria bernama Kenzo.


"Mih yang dikatakan oleh Kenzo benar. Rosé sedang hamil muda takutnya dia drop kalau mendengar kabar Jaehyun. Kita kan juga nggak tau bagaimana kondisi Jaehyun kan, jadi cukup kita aja yang tau." Bisik Suho pada Irene.


Irene nampak berpikir.


Yang dikatakan Papih bener. Sekarang yang terpenting Jaehyun masih hidup dan jangan membuat Rosé banyak berpikir yang nantinya akan membuat kandungannya lemah.


"Gimana Tuan Nyonya? Apa bisa kalian ikut saya melihat anak kalian. Saya akan membawa kalian dimana anak kalian berada saat ini." Keduanya mengangguk setuju dengan Kenzo.


Mobil Tuan Suho mengikuti mobil Kenzo dari belakang.


Kenzo membawa keduanya di mana Jaehyun berada tepatnya di rumah sakit.


Selang beberapa jam akhirnya sampai di tempat yang ingin Kenzo tunjukkan pada suami-istri itu. Karena memang jarak dari rumah Tuan Suho menuju rumah sakit agak memakan waktu setengah jam.


Tuan Suho dan istrinya menatap bangunan bertuliskan rumah sakit di depannya saat ini.


"Jadi anak saya masih hidup?" Kalimat pertama yang keluar dari Irene saat turun dari mobil.

__ADS_1


Kenzo bisa merasakan perasaan bahagia dari seorang wanita yang mengetahui bahwa anaknya masih hidup. "Mari saya akan mengantarkan kalian ke ruangan Jaehyun." Keduanya lantas mengikuti langkah besar Kenzo menuju tempat anaknya.


__ADS_2