
Hening.
Sekarang Kenzo dan Kaila tengah duduk berhadapan di dalam ruangan Kenzo. Dengan suasana canggung dan sunyi.
Kenzo berdehem memecahkan suasana diam diantara keduanya.
"Jadi ada perlu apa kamu kemari Kaila? kalau tidak penting silahkan pergi karena aku banyak kerjaan." kata Kenzo membuat Kaila menatapnya. Tenggorokan Kaila seakan mengering, matanya tak siap menatap laki-laki di depannya.
Kenzo menunggu suara yang keluar dari mulut istrinya.
Kenzo hendak berdiri sebelum suara Kaila menahannya dan membuatnya tak jadi berdiri.
"Aku minta maaf." ucap Kaila dengan satu kali tarikan nafas.
Kenzo juga tau tapi mengerjai istrinya sebentar tidak papakan.
"Kamu bilang apa tadi? aku kurang jelas dengernya, bisa ulangi." titah Kenzo masih dengan menampilkan wajah datarnya.
Kaila menggigit bibir bawahnya.
"Bisa ulangi lagi?" ulang Kenzo makin membuat Kaila gugup.
"Aku menyesal hari itu mengatakan itu, aku minta maaf bila perkataan aku membuat perasaan kamu terluka. Aku salah dan aku menyesal telah mengatakan itu. Aku minta maaf Mas, maafin aku dan tolong kembali ke rumah dengan Kenzie juga."
Kenzo diam menunggu reaksi Kaila.
Krik
krik
krik
"Hahahahahaha." tawa Kenzo pecah membuat Kaila kaget dan juga membuat Kenzie yang tengah tertidur menangis sangat kencang karena suara sang Ayah.
Kaila ingin menghampiri anaknya dan memenangkan tapi ia menatap suaminya seakan meminta ijin.
"Nggak papakok, Kenzie pasti juga kangen sama Mamahnya." setelah mendapat ijin dari Kenzo, Kaila mendekat kearah bayinya yang menangis.
Ajaibnya setelah digendong sang Ibu Kenzie langsung berhenti menangis, hanya terdengar suara sesenggukan lirih.
Ikatan batin antara seorang ibu dan anak memang luar biasa.
"Kamu luar biasa Ail. Aku aja susah nenangin Kenzie kalau udah nangis kejer."
Kaila kembali duduk dengan menggendong Kenzie.
"Kalau bayi menangis harus dicek apa dia buang air, haus, atau panas. Kalau lagi tidur tiba-tiba nangis itu karena dia keganggu tidurnya dan kaget, makanya nangis. Lagian kenapa tadi kamu ketawa setelah denger penjelasan aku?" Tanya Kaila.
"Ya nggak nyangka aja kamu menyesali apa yang kamu katakan." Ucap Kenzo lalu terkekeh-kekeh.
__ADS_1
"Jadi kamu kira aku nggak nyesel? kamu kira aku tega pisah sama Kenzie lama-lama. Kamu kira aku wanita jahat kamu ki-"
"Iya sayangku. Cerewet banget sihh istrinya siapa sih ini heum heum." Potong Kenzo berpindah duduk di samping istrinya yang tengah menimang-nimang sang anak.
Keduanya memandangi wajah anaknya yang tengah tertidur setelah menangis kencang.
"Dua hari ini kamu kasih Kenzie makan apa?" Tanya Kaila masih memandangi sang anak.
Kenzo berpikir sejenak, mengingat apa saja yang ia beri pada anaknya dua hari lalu.
"Aku kasih makan bubur bayi yang aku bawa, emm.....terus aku buat bubur sendiri." Kaila hanya mengangguk mendengarnya.
"Terus kalau Kenzie nangis karena haus kamu kasih apa?" Tanya Kaila lagi tapi pandangannya masih menatap sang anak.
Sungguh ia sangat amat rindu buah hatinya.
"Aku nggak kasih susu, kan kasihan kalau di kasih susu formula."
Mendengar hal tersebut membuat Kaila melotot dan menatap tajam suaminya.
"Dua hari kamu nggak kasih Kenzie minum? tega banget kamu Mas, gimana kalau Kenzie sampai dehidrasi." Ucap Kaila panik.
"Ya kan aku nggak punya yang dimiliki perempuan, masa aku susuin Kenzie. Kan nggak mungkin." Ucap Kenzo membela diri.
Kaila mendengus mendengarnya. Kenzo hanya mengangkat bahu acuh.
"Enggak sayang. Aku kasih minum kok tapi air putih, soalnya aku takut kalau kasih susu formula ke Kenzie. Awalnya Kenzie nolak minum airnya tapi, tenang aja Kenzie sempet minum kok walau cuma sedikit."
Melihat anaknya membuat Kaila berpikir bagaimana jika dia terpisah jauh dan sangat lama dengan sang anak. Mungkin dirinya lebih baik mati saja daripada tidak bisa bersama dengan anaknya.
Kenzo bahagia melihat istrinya kembali padanya dan anaknya tidak perlu menjadi korban dari keegoisan orangtuanya.
Dua hari anaknya terpisah darinya membuat Kaila berpikir anaknya pasti sangat haus karena tidak menyusu ASI darinya. Ia pun berinisiatif membuka kancing atas baju gamisnya.
Sontak saja Kenzo berteriak melihat apa yang akan istrinya lakukan. "Ehhh, kamu mau ngapain buka kancing baju!!?" hal tersebut membuat Kaila terkejut dan membuat sang anak kembali terbangun dan menangis.
"Cupcupcucpcup, sayang sayang. Kaget yaa, Kenzie kaget. Sayangnya Mamah kaget ya denger Papah teriak." Kaila dengan cepat membuka kancing bajunya yang sudah sempat terbuka tadi lantas segera memasukkan pucuk *********** pada mulut mungil sang anak.
Mendapat sesuatu yang amat sangat dirindukan membuat Kenzie langsung melahapnya dan berhenti menangis.
Kenzo dibuat melongo melihatnya.
"Tuh gara-gara kamu sih jadi kebangun tidurnya Kenzie." Tuduh Kaila pada Kenzo.
"Lagian tadi aku mau susuin Kenzie soalnya kasihan dua hari belum minum ASI dia pasti haus banget." Imbuh Kaila.
"Ya tapikan jangan tiba-tiba buka, apalagi ini kantor. Kalau ada yang masuk tiba-tiba gimana?" Sahut Kenzo.
"Kalau ada yang masuk tiba-tiba itu tandanya karyawan kamu tidak punya attitude, sopan santun, dan sikap." Sahut Kaila membuat Kenzo kicep.
__ADS_1
Adu mulut keduanya teralihkan dengan pandangan di depannya. Bagaimana tidak, anaknya menyusu dengan sangat kencang dan tangannya terus saja usil memainkan jilbab yang menutupi dada ibunya.
"Aws awhs, Kenzie haus banget yaa, kenceng banget nyusunya aww awaw." Ringis Kaila karena merasakan sedotan kuat dari sang anak.
Glek
Kenzo menelan air liurnya karena tak sengaja jilbab istrinya tersingkap ke atas karena perbuatan sang anak.
"Bos itu ad-eh maaf saya masuk di waktu yang tidak tepat." Ucap Andi karena tiba-tiba masuk ruangan Kenzo dan tak sengaja melihat istri bosnya.
Kenzo melotot menoleh pada asistennya.
"Kalau gitu kenapa masih disini??. Keluar sana hush hush." Usir Kenzo karena tak rela miliknya dilihat oleh orang lain apalagi itu seorang pria.
Andi langsung menutup pintu dan pergi karena takut kena amuk bosnya.
"Gila sihh, bisa-bisa mata gue dicongkel sama si bos." ucapnya dengan mengatur nafasnya.
"Lah ngapain disitu bapak Andi yang sok tampan." ucap Mariska menekankan kalimat terakhirnya.
"Nyawa gue hampir aja melayang gara-gara gak sengaja liat yang diperbuat istri Bos." Adu Andi memegang dadanya.
"Emangnya kenapa?" Ucap Mariska dengan penasaran karena melihat asisten bosnya terlihat seperti baru saja melihat hantu.
"Gue baru aja menyaksikan adegan dewasa dalam ruangan si Bos." kata Andi membuat Mariska memicingkan mata tak percaya.
"Ah yang bener, masa sih? jadi bu Kaila dan pak Kenzo di dalam situ lagi itu?"
Andi menaikkan alis kirinya.
"Eh bukan itu, tadi gue masuk dan liat bu Kaila lagi nyusuin anaknya."
"Untung aja langsung pergi kalau nggak udah pasti nyawa gue melayang di cabut sama bos." lanjut Andi yang berhasil membuat Mariska tertawa mendengarnya.
"Haha, lagian yaa salah sendiri main masuk ruangan tanpa mengetuk pintu dulu. Rasain dehh Hahaha." ucap Mariska berlalu meninggalkan Andi.
"Dasar wanita tepos, bahagia di atas penderitaan orang. Awas aja besok gue bales ngetawain lo." teriak Andi tapi Mariska tak menghiraukan dan terus berjalan menjauh.
Di dalam ruangan Kenzo dan Kaila diam dengan pikiran masing-masing setelah kepergian Andi.
"Tuh kan apa aku bilang. Untung aja nggak keliatan semuanya." Seru Kenzo.
"Iya maaf deh. Ya udah aku pulang aja biar nggak kejadian seperti tadi lagi." sambung Kaila lalu memasukkan *********** kedalam bajunya.
Sedang enak menyusu malah dilepas tiba-tiba membuat Kenzie menangis lagi. "Huwaaaa aaaaa." tangisan sang anak memenuhi ruangan.
Kenzo melihat jam tangannya. Pukul 10.00 siang.
"Udah susuin aja nggak papakok. Aku keluar dulu yah soalnya meeting bentar lagi dimulai." Kenzo pergi tak lupa menutup pintu dari luar.
__ADS_1
"Papah kamu kenapa sih Nak. Aneh sikapnya." Kaila mengajak bicara anaknya yang masih asik menyusu.