
Saat sampai di pekarangan Rumah mamanya. Kenzo langsung turun dari mobil dan berlari ke dalam rumah.
Betapa terkejutnya melihat keadaan rumah. Mamanya telah memucat dengan istrinya yang menangisi sang mama.
"Ail. Apa yang terjadi Ail? kenapa mama bisa sampai begini." Kenzo mendekati tubuh sang mama yang sudah memucat dan sudah tak bernafas lagi.
"Mama mas. Mama, hiks hiks mama. Aku...aku...tadi..hiks." Kaila tidak kuat melanjutkan ucapannya, Kenzo mendekap tubuh Kaila untuk menenangkan.
"Tenang Ail tarik nafas dulu. Coba kamu ceritain apa yang sebenarnya terjadi?" Kenzo bertanya setenang mungkin.
"Aku aku, aku tidak tau apa-apa mas. Saat aku masuk ke rumah keadaan mama udah kayak gini, dan dan hiks hikss.." Kaila kembali terisak. Kenzo melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Kaila.
"Dan kenapa Ail? coba ceritakan semua. Kamu tau apa yang sebenarnya terjadi."
"Bi inah mas. Bi inah lebih mengenaskan dari kondisi mama."
"Dimana bi inah?" Kaila menunjuk ke arah dapur saat Kenzo menanyakan keberadaan bi inah.
Kenzo sangat syok melihat tubuh bi inah yang berlumuran darah.
"Astaghfirullah, innalillahi wa innalillahi roji'un, siapa yang tega melakukan ini." Kenzo menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang terjadi.
"Mas. Kita lapor polisi aja mas. Agar dalang di balik ini semua bisa terungkap. Siapa yang sudah melakukan ini."
"Nanti saja Ail. Kita urus dulu mama sama bik inah dulu."
Kenzo tidak menangis. Tetapi bukan berarti dirinya tidak sedih. Dia hanya menutup kesedihan agar istrinya tidak ikut sedih.
Kaila masih menangis. Bagaimana tidak, setelah kemaren ibunya meninggal karena kecelakaan. Sekarang mertuanya juga pergi.
Yang membuat sedih adalah cara meninggalnya begitu menyakitkan.
Kenzo telah mengabari kerabat, temen dekat dan juga adiknya. Alya langsung di jemput Andi di bandara.
Sampai di rumah, Alya langsung memeluk jenazah mamanya yang sudah terbujur kaku.
"Mamah, mama kenapa ninggalin Alya mah, bagun mah." isaka Alya, Kenzo ikut sedih melihatnya, tapi dirinya harus tegar untuk istri serta adiknya.
Jenazah bik inah sudah di pulangkan ke kampung, anak dan cucu bik inah sudah menerima kematian bik inah dan sama sekali tidak menyalahkan keluarga Wijaya.
Saat di pemakaman Alya terus menangis di atas liang kubur sang mama.
Kaila tak tega melihat adik iparnya sedih, dibawa Alya ke dalam pelukannya.
"Hiks hiks kak. Kenapa mama pergi ninggalin aku kak, hiks.. hiks." Alya menangis dalam pelukan Kaila.
Kenzo berdiri di dekat sang istri yang mencoba menenangkan Alya.
__ADS_1
"Allah lebih sayang dengan mama. Makanya mama di panggil Yang Kuasa." Kaila mengusap punggung Alya untuk memberi kekuatan.
"Tapi kenapa mama gak ajak aku. Kenapa mama ninggalin aku sendirian."
Kenzo yang mendengarnya ikut sedih dipeluknya tubuh istri dan adiknya.
"Shutttt. Kamu tidak boleh ngomong begtu. Masih ada kakak ada kak Kaila juga. Kita bakal jagain kamu." Kenzo memeluk Kaila juga Alya.
"Mas, kita pulang. Kasihan Alya kalau di sini, sudah mau masuk waktu dhuhur." Kaila mengajak kedua orang yang sudah menjadi keluarga nya untuk pulang.
Kenzo menuruti perkataan istrinya, akhirnya mereka sampai rumah mendiang mama Kenzo.
Malam pukul 10 , Alya terus saja menangis. Bahkan setelah mengirim doa untuk mamanya membuat dirinya ingat sosok sang mama.
Kaila yang tidak sengaja melewati kamar adik iparnya tidak sengaja mendengar tangisan sendu sang adik.
Kaila memutuskan untuk melihat sang adik. Ternyata Alya tengah meringkuk di kasur memeluk baju mamanya.
Kaila tidak tega melihat adik nya terus bersedih. Memang begini kehilangan sosok yang berharga. Kehilangan sosok ibu.
Alya sudah tidur karena kelelahan menangis terus. Kaila sempat menenangkan Alya yang terus menangis. Dengan cepat Kaila berhasil membuat Alya tertidur.
Kaila beranjak pergi dari kamar Alya. Kaila akan berbicara dengan Kenzo.
"Mas, istirahat dulu mas. Mas pasti lelah kan seharian ini." Kaila menyuruh Kenzo untuk duduk.
"Aku juga mau nya Alya tinggal sama kita Tapi kita tanya sama Alya dulu."
"iya mas."
Kenzo masih kepikiran bagaimana mamanya bisa meninggal. Sedangkan bik inah malah tewas mengenaskan.
"Ail, menurut kamu siapa yang melakukan ini? Kenapa bik inah lebih parah dibandingkan mama."
Kaila juga berfikir sama dengan apa yang difikirkan oleh Kenzo.
"Kira-kira siapa yang melakukan ini semua. Apa mama ada dendam, tapi tidak mungkin mama punya seseorang yang tidak suka dengan mama." Ujar Kenzo yakin dengan kalimatnya.
"Apa ada pencuri terus karena ketahuan, pencuri itu melakukan ini semua." imbuh Kenzo.
Kaila teringat dengan seorang perempuan yang tidak sengaja ditabraknya.
Karena tidak ada bukti yang kuat, Kaila tidak memberitahu Kenzo perihal wanita bertopi yang dilihatnya. Menurutnya bicara tanpa adanya bukti sama saja dengan memfitnah orang.
"Kenapa mas tidak lapor pihak polisi mas, supaya kasus ini bisa terungkap." usul Kaila.
"Aku tidak mau Alya tau kalau mama meninggal karena di bunuh. Aku takut Alya bakal syok dan kaget."
__ADS_1
"ya sudah kita cari tau bersama. Tapi, beneran mas tidak akan menghubungi pihak kepolisian?" tanya Kaila lagi.
"Iya Ail. Hanya aku kamu sama keluarga bik inah yang tau masalah ini." Kenzo pun pergi meninggalkan Kaila yang masih duduk di kamar mendiang mertuanya.
Kaila ingin memberitahu tentang wanita misterius yang ia lihat, tapi karena Kenzo kelihatan sangat lelah dan masih sedih, Kaila mengurungkan niatnya.
Kaila beranjak pergi dari kamar mertuanya, disusul nya Kenzo yang sudah pergi.
Sementara di sebuah ruangan gelap dua orang sedang tertawa karena berhasil melakukan pekerjaan dengan beres.
"Hahaha. Akhirnya. Akhirnya setelah sekian lama kita menunggu. Kehancuran keluarga Wijaya akan dimulai. Kita berhasil menghabisi orang-orang yang penting." ujar sang lelaki dengan tawa lebarnya.
"Hahah, tinggal sedikit lagi, kehancuran Kenzo akan segera dimulai, hahhaha." kali ini giliran sang wanita yang berbicara.
"Bagaimana kamu membunuh mama si baji-ngan itu, tragis atau nangis?"
"Dikira drama suara hati istri nangis nangis Ya tragis lah. Besok saja akan aku ceritakan, aku leleh seharian ini. "
"Ya terserah lah, aku mau merayakan atas awal kehancuran Kenzo baji-ngan, karena sebentar lagi Kenzo akan hancur dan akan jatuh miskin tanpa harta dan orang terkasih di dekatnya." ucap sang pria.
"Serah deh serah. Mau tidur terus mimpi indah, ahahahaha. "
"Apa iya setelah membunuh orang bisa mimpi indah, awas ada mamanya Kenzo jadi mbak kutil loh." sang pria berujar dengan menakut-nakuti wanita yang akan tidur.
"Mana ada mbak kutil, yang ada kunti, KUNTI, K-U-N-T-I-L-A-N-A-K, kuntilanak bukan kutil kutil apa lah itu." ucap sang wanita.
"Haha, tau juga yah sama saudara sendiri, hahaha, awas looh . "
"Bodo ah, mau tidur, sana pergi, dan satu lagi. Jangan sampai bocor atau bahkan sampai ada orang tahu mengenai hal ini. "
"okeh-okeh, rahasia ini akan aman bersama diriku. Tenang saja."
.
.
.
.****************************************
Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, comen, favorit anda rate.
dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author ☺
.
Jangan lupa dukungannya dengan like, rate, komen semuanya dehh
__ADS_1