
Setelah kepergian Kenzo. Kaila menyibukkan diri dengan memasak dan membuat kue untuk kejutan suaminya.
Kegiatannya terhenti saat dirinya mendengar suara tangis anaknya. Di letakannya spatula lalu mematikan kompor.
Sebelum menuju kamar menemui sang anak. Kaila terlebih dahulu mencuci tangannya dan melepas apronnya. Dan bergegas menghampiri anaknya.
Saat pintu kamarnya dibuka, hal pertama yang dilihat Kaila adalah Khenzie yang tengah menangis di dalam box bayinya.
"Baby kenapa heum? kenapa nangis sayang. Mama udah disini, Jadi jangan nangis lagi yah." Kaila menggendong anaknya lalu berjalan keluar kamar.
"Nanti Papah pulang bawa boneka loh. Khenzie pasti suka." ucap Kaila mencoba menenangkan anaknya.
Khenzie masih saja menangis walau sudah digendong ibunya. Bahkan tangisannya makin keras.
"Khenzie kenapa? haus yah mau mimi. Coba mimi dulu yah." Kaila lantas duduk di sofa ruang santai. Disusuinya anak kesayangan itu. Tapi nihil. Khenzie masih saja menangis dan bahkan menolak untuk menerima ASI ibunya.
Kaila nampak heran. Biasanya bayinya itu akan antusias saat dirinya memberi ASI. Tapi kenapa sekarang anaknya menolak.
"Loh. Kenapa nggak mau." heran Kaila saat anaknya menolak ASI nya.
"Khenzie kangen Papah yah?" duga Kaila pada anaknya yang masih menangis.
"Bentar lagi Papah pulang sayang. Sabar yah, nanti kalau Papah pulang Khenzie bisa main sepuasnya sama Papah." Kaila menimang tubuh anaknya agar berhenti menangis.
"Kok makin kenceng nangisnya. Baby kenapa heum. Ada apa sama kamu Nak." Kaila khawatir melihat anaknya yang menangis. Sungguh dirinya juga bingung kenapa anaknya sampai menangis. Seakan anaknya merasa akan ada bahaya.
"Bentar sayang kita tunggu Papah pulang yah. Nanti kalau-... " ucapan Kaila terhenti saat ada yang mengetuk pintu rumahnya.
Tok Tok Tok
"Nah, itu kayaknya Papah." duga Kaila mengira yang mengetuk pintu adalah suaminya, Kenzo.
Kaila berjalan membuka pintu.
"Bukankah Mas Kenzo bilang akan terlambat pula-... " Kaila terkejut. Tiba-tiba saja pandangan Kaila kabur dan semua pandangannya menjadi gelap.
Kalung yang Kaila pakai jatuh ke lantai. Kalung pemberian dari Kenzo tempo hari.
"Bagus.Cepat bawa dia ke mobil. Biar aku yang bawa anaknya." ucap si wanita bertopeng itu.
"Siapp, eh tapi Aku laper tauu. Mampir dulu lah yah Makan gitu di rumahnya Kenzo. mayan gratiss." balas si lelaki dengan bodohnya.
"Gak sempet Beggo. Kita bukan mau minta sumbangan makan. Kita mau menghancurkan kehidupan Kenzo." ucap si wanita dengan berapi-api.
"Ah gak asik lo." cibir si lelaki bertopeng hitam.
__ADS_1
"Udah sana lo ke mobil aja. Gw ada urusan dulu di dalam rumah ini." perintah si wanita.
"Mau ngapain lo? jangan bilang lo mau nginep di rumah mewah ini." ucap si lelaki memicingkan matanya.
"Lo gak perlu tau. Yang jelas sekarang bawa nih wanita siallannn ini. Anaknya biar sama gw dulu." wanita bertopeng itu pergi menggendong Khenzie kedalam rumah. Sedangkan si pria partner nya sudah ke mobil membawa tubuh Kaila yang pingsan.
Wanita bertopeng itu masuk ke area dapur. Diamanti setiap inci rumah Kenzo. Senyum menghina keluar dari bibirnya saat melihat sebuah kue di atas meja.
"Kenzo Kenzo. Akan kubuat hidupmu hancur sehancur-hancurnya."
"Akan kupastikan kau bahkan tak bisa merasakan apa itu kebahagiaan. Bahkan akan kubuat kau menderita."
"Kupastikan kau tidak bisa tersenyum lagi setelah ini." ucapnya jahat.
Khenzie yang tengah digendong menangis keras. Membuat wanita itu kesal.
"Berisiikkk! Dasar bayi setttann." teriaknya kesal pada bayi mungil itu. Khenzie nampak ketakutan, karena baru bertemu orang yang menggendong dirinya.
Bayi hanya bisa menangis, mau bahaya sekalipun. Karena bayi belum bisa berbicara. Hanya menangis keras yang dapat dilakukan. Bahkan teriakpun belum bisa.
Khenzie terus menangis membuat sang wanita kesal bukan main. Diambilnya pisau yang tergeletak di dekat kue bertuliskan Kenzo itu.
"Bagaimana kalau aku menyayat pipi tembem mu ini bayi setannn." dibelainya pipi Khenzie dengan pisau itu.
"Tapi, rasanya tidak asik kalau ibu ayahmu tidak melihatnya secara langsung, hahahha. dasar anak pungut." hina wanita itu pada baby Khenzie yang mulai sesenggukan lelah menangis.
Senyumnya terukir dibalik topengnya. Senyum jahat atas keberhasilan yang akan di capainya.
"Setelah ini akan ku pastikan kau benar-benar kehilangan semua apa yang kau miliki Kenzo Wijaya." ucapnya lalu pergi, sebelum pergi si wanita itu merusak ukiran tulisan diatas kue yang nampak indah itu.
Baby Khenzie sudah tertidur akibat lelah menangis. Si wanita membawa Khenzie ke mobil dan segera pergi.
"Lo lama banget etdahhh, ngapain aja lo disana. Jangan bilang lo kebelet terus numpang ke toilet." ucap pria yang merupakan rekannya. Dia yang menyetir.
"Bacott Lo, Udah ke markas sekarang. Bos pasti senang dengan ini."
"Gw penasaran siapa sih Bos kita?" tanya si pria yang sedang fokus menyetir. Si wanita tak menjawab nya.
Mobil yang membawa Kaila dan Khenzie pergi dari area rumah Kenzo dan entah menuju kemana.
Kenzo di kantor nampak gusar. Entahlah dia juga tak tahu alasannya. Yang jelas sekarang dirinya tengah mengkhawatirkan sesuatu.
Kenzo menunggu meeting , makanya dia belum pulang. Lalu Mariska datang keruangan Kenzo dengan raut takut.
"Ada apa Mar?" Kenzo mencoba setenang mungkin saat melihat sekertaris nya datang.
__ADS_1
"Itu pak. Tuan Andre membatalkan meeting kita." ucap Mariska menunduk takut.
"Apa alasan Tuan Andre membatalkan meeting ini. Bukankah saya sudah setuju dengan meeting ini?" ucap Kenzo agak kesal.
"Saya tidak tahu pak. Tadi sekertaris Tuan Andre berpesan bahwa Tuan Andre tidak jadi datang dan membatalkan meeting nya." ucap Mariska was-was dengan respon atasannya.
Brakkkk
Kenzo meninju meja kerjanya. "Berani sekali membatalkan meeting." Kenzo marah, ya marah sekali. Harusnya dirinya bisa pulang tepat waktu, tapi adanya meeting dia menunda pulangnya.
Dan sekarang meeting dibatalkan secara sepihak begitu saja.
"Apa Andi datang ke Kantor hari ini?" tanya Kenzo setelah tenang. Mariska hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Ya sudah, kamu boleh pulang. Kerjaan sudah selesai." perintah Kenzo. Mariska lantas pergi dari hadapan bosnya.
Kenzo lantas berdiri dan menyambar jasnya di kursi lalu pergi dari ruangan. Saat menuju perkiraan, handphone nya berbunyi. Kenzo segera mengangkat karena ia mengira dari istrinya.
"Andre? ada apa dia menelpon ku. Bukankah meeting dibatalkan." heran Kenzo melihat ternyata bukan dari istrinya.
Kenzo mengangkat nya. "Halo ada apa?" tanya Kenzo lesu.
"Saya cuma mau mengucapkan selamat ulang tahun Tuan Kenzo Wijaya." ucap Andre disebrang.
Kenzo bingung darimana Andre bisa tahu kalau hari ini ia berulang tahun.
"Tunggu kejutan spesial dariku." imbuh Andre lalu langsung mematikan telpon.
Kenzo lantas bergegas masuk mobil. Dia mengebut karena takut apa yang dipikirkan olehnya benar.
Saat suah didepan rumah, Kenzo langsung berlari masuk ke rumah. Dicarinya dua orang yang sangat berharga. Anak dan istrinya tidak ada.
"Kemana kalian Kaila khenzie." ucap Kenzo lemas.
Terlambat. Dirinya terlambat. Apa yang dipikirkan dan dikhawatirkan benar-benar terjadi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like dan komen