
Sudah dua minggu usia Khenzie, dan rencana hari ini mereka bertiga akan pulang ke Indonesia.
Dikarenakan perusahaan Kenzo di Indonesia mengalami sedikit masalah.
Sejak pulang dari rumah sakit. Kaila sudah mulai menyusui Khenzie, bahkan karena vitamin yang diberikan dokter Clarisa, ASI Kaila sudah lancar layaknya ibu yang baru melahirkan.
Setelah selesai membereskan barang-barang ke koper, Kaila menghampiri suaminya yang tengah menggendong Khenzie.
"Mas, sudah aku packing semua barang-barang kita." Kaila mengambil alih Khenzie dari gendongan Kenzo.
"oh udah ya, ayo ke bandara. Bentar lagi pesawat nya udah mau take." Kenzo membawa dua koper sedangkan Kaila menggendong Khenzie dan membawa tas keperluan Khenzie.
Sebenarnya pekerjaan Kenzo di Singapore sudah selesai, karena sudah satu tahun.
Namun karena usia baby Khenzie baru lahir saat itu. Makanya Kenzo mengurungkan niatnya pulang.
Mereka saat ini sedang dalam pesawat. Dengan Khenzie yang sedang menyusu.
Kenzo yang di hadapan istrinya menutupi dengan kain ke bagian dada Kaila supaya tidak ada yang melihat.
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, pramugari pesawat memberitahu bahwa beberapa menit lagi mereka akan landas di bandara soekarno-hatta.
Khenzie yang sedang terlelap tidur berada dalam dekapan sang ibu. Kenzo menggenggam tangan istrinya mencoba memberi kekuatan. Padahal dirinya tengah tertidur.
Awalnya Kaila takut pulang karena usia Khenzie yang bahkan belum satu bulan, tapi Kenzo sudah berkonsultasi dengan dokter Clarisa.
Dan hal itu diperbolehkan asal bayi jangan sampai masuk angin, dan jangan biarkan telinga bayi berdengung karena suara dari pesawat. Maka dari itu saat akan landas Kaila langsung mendekap baby Khenzie.
Kenzo yang tertidur karena memang sejak akan berangkat ke bandara Kenzo yang mengurus semuanya.
Kaila kasihan melihat suaminya, akhirnya di bangunkan agar tidak terkejut saat sudah landas.
"Mas bangun, sudah sampai."
Kenzo langsung membuka matanya saat mendengar suara istrinya.
"Sudah sampai ya, aduh maaf sayang aku ketiduran. Kamu gak repot kan?"
"Enggak kok Mas, kamu juga pasti capek banget kan." Kaila juga tau kalau suaminya kurang tidur. Terlihat dari kantung mata dan bawah mata suaminya yang agak sedikit hitam.
Pesawat sudah mendarat dan setelah sudah diperbolehkan keluar para penumpang termasuk Kenzo dan Kaila keluar. Tidak lupa dengan bayi mungil di gendongan Kaila.
Setelah menunggu beberapa menit, mobil taxi yang di pesan Kenzo melintas dan membantu Kenzo memasukan kopernya.
__ADS_1
"Ke alamat ini yah pak." kenzo memberikan secarik kertas berisikan alamat rumahnya pada sang supir.
"Siap Pak."
Kaila sibuk dengan tawa Khenzie yang di cium wajahnya oleh Kaila.
"Wah anaknya lucu banget pak bu, umur berapa bayinya Bu?" tanya sang supir melihat penumpangnya dari kaca depan.
"Dua minggu lebih pak." ucap Kaila dengan halus dan sopan.
"Padahal bapak sama ibu kelihatan masih muda loh."
"Umur berapa Pak Bu." imbuh supir taxi.
"25 24 pak." Kenzo yang dari tadi diam sekarang mulai bersuara.
"Saya cuma berpesan pada bapak dan ibu, kalaupun anak adalah hasil kesalahan sebagai orang tua harusnya tidak membuang atau menelantarkan, karena pada kenyataannya bukan salah bayi melainkan orang tua yang hanya senangnya saja, habis senang tidak mau malu."
Kenzo dan Kaila hanya diam mendengarkan petuah supir yang usianya seperti sudah 40an.
"Saya lihat bapak sama ibunya sayang banget sama anaknya, saya do'akan semoga kalian selalu di beri kebahagiaan dan kesehatan, saya sudah merasakan menjadi orang tua. Jadi saya tahu bahwa kalian sangat menyayangi bayi kalian walau tidak ada hubungan dengan bapak dan ibu sekalipun, saya senang melihat kebahagiaan orang lain, apalagi seperti kalian."
Kenzo dan Kaila hanya diam mencerna ucapan supir taxi tersebut.
"Sudah sampai pak bu."
"o oh Oh ini pak uangnya, kembaliannya ambil bapak aja." Kenzo menyodorkan 3 lembar seratus ribu.
"Tidak usah pak, saya bekerja bukan untuk mendapat belas kasihan orang, apalagi tip atau semacamnya." tolak bapak tersebut.
"Tidak pak. Anggap saja ini rejeki bapak. Anggap saja itu dari anak saya."
"Saya terima yah pak, sekali lagi makasih. Semoga kalau bapak atau ibu ketemu saya di jalan dan perlu bantuan, saya siap membantu bapak dan ibu."
"iya Pak, semoga kita bisa bertemu dalam keadaan yang baik." ucap Kaila.
"Saya permisi pak bu." pamitnya, Kenzo dan Kaila mengangguk dan tersenyum atas kepergian mobil taxi dari pekarangan rumahnya.
"Ya udah masuk yuk Ail, kasihan Khenzie kayaknya ngantuk." ajak Kenzo pada Kaila.
Setelah menidurkan Khenzie di tengah kasur, Kenzo menghampiri istrinya yang sedang merapihkan pakaian dari dalam koper.
__ADS_1
"Ail, kamu heran gak sih sama perkataan bapak supir tadi?"
"Heran kenapa mas?"
"Bapak supirnya kayak tau kalau Khenzie bukan anak kandung kita."
Kaila tidak terima kalau dirinya dianggap orang tua angkat oleh siapapun, karena Khenzie baginya adalah anak kandung nya.
"Khenzie anak kita Mas. Bukan anak orang lain! kamu menganggap Khenzie tidak? atau kamu hanya kasihan." ucap Kaila dengan emosi.
"Enggak Ail, enggak. Khenzie anak kita, dan aku bukan karena kasihan. Tapi memang Khenzie ditakdirkan untuk kita rawat dan kita sayangi, ini sudah takdir."
"Lalu kenapa kamu bilang kalau Khenzie bukan anak kita!"
"Bukan gitu Ail. Dengerin dulu makanya. Aku bilang bapak supir taxi tadi kayak ngasih tau kita untuk hati-hati. Bapak taxi tadi memperingati kita agar menjaga Khenzie. Entah apa maksud perkataan bapak tadi. Aku juga tidak paham."
"Khenzie bakal aku jaga Mas. Bahkan dengan nyawa aku sekalipun. Aku gak mau sesuatu yang buruk terjadi pada anak kita Mas, aku gak mau." Kaila mulai terisak.
"Shtttt, semua bakal baik-baik saja Ail. Asal kita selalu bersama menjaga Khenzie. Aku bakal jaga kalian berdua." Kenzo menenangkan istrinya yang menangis, di tariknya tubuh sang istri agar bisa di peluk.
Kenapa perasaan aku khawatir yah, jangan sampai ada yang mengetahui kalau Khenzie bukan anak kandung aku dan Kaila, para pesaing bisnis ku pasti akan mencari tau pewaris ku untuk menghancurkan aku.
Apapun akan aku lakukan untuk kalian berdua, aku tidak sanggup harus kehilangan kalian berdua. Istriku dan anakku.
Kaila tertidur dalam dekapan Kenzo, mendengar suara nafas yang teratur dari istrinya, Kenzo mengangkat tubuh Kaila ke atas ranjang di samping sang anak tertidur.
"Semoga semuanya baik-baik saja, aku tak tahu kehadiran Khenzie sepertinya terancam, mengingat para pesaing ku."
"Aku juga akan menyelidiki kematian mama, karena aku khawatir yang mencelakai mama akan melakukan sesuatu pada Khenzie , aku akan melindungi kalian apapun yang terjadi, kalian prioritas utamaku." dikecupnya kening istrinya dan anaknya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen