
Kaila masih membujuk Kenzo yang sedari tadi tidak berbicara.
"Ken, maafin aku."
"Hm" sahut Kenzo.
"Mas"
"Hm"
Sementara Andi dan Mariska hanya menyaksikan pertengkaran kedua bosnya.
"Sayang bicara dong"
"... " Wait, sayang. Kaila tadi bilang sayang
"Mas ih ngomong dong" Kaila mulai kesal. Namun Kenzo belum juga berbicara.
Masih nggak mau ngomong, apa Kenzo marah sama aku.
"Papah" ucap Kaila manja dan sensual.
"Uhuk uhuk huk" batuk Andi dan Mariska.
Andi dan Mariska tersedak air liur masing-masing. Nada bicara istri bosnya terdengar menjijikkan bagi mereka.
Sementara Kenzo yang sedang meminum air pun menyemburkan ke samping.
"Mas, kamu nggak apa-apa kan?" Kaila khawatir, langsung saja di usap lembut tangan sang suami.
Nggak apa-apa bagaimana. Jantungku hampir lepas mendengar ucapan dari mulutmu Ail.
"Makanya kalau minum pelan-pelan dong mas, untung kamu nyemprotnya ke sebelah sana. Coba kalau ke aku, gimana coba?"
"Maaf, aku tadi nggak sengaja."
"Aku yang minta maaf Mas,. Udah nuduh kamu sembarangan."
Akhirnya.
"Tapi aku nggak sembarang loh nuduh kamu. Aku kan lihat dengan mataku sendiri."
Ealahdalah, kirain sih bakal lupain, masih aja diungkit.
"Eh iya iya ail, tapi bener loh. Aku nggak berbuat macam-macam. Lagipula aku bukan seperti laki-laki di luaran sana."
"Awas aja yah kalau berani."
Kenzo hanya menggelengkan kepalanya. Istrinya cemburu saja serasa perang, apalagi kalau?oh tidak. Kenzo tidak akan pernah melakukannya.
"Mariska" ucap Kaila.
"Iya Bu"
"Kamu saya terima kerja disini."
"Makasih Bu, sekali lagi saya mohon maaf atas kejadian beberapa menit lalu."
"Iya, tenang saja. Saya lihat kamu wanita baik-baik. Tapi hati-hati saja yah, di kantor ini ada buaya darat." Kaila melirik ke arah Andi.
"Eh ibu ngapain lihat saya begitu Bu." Merasa tak terima, Andi membalas tatapan istri bosnya.
"Berani yah kamu natap istri saya." ucap Kenzo memelototi Andi.
Andi langsung menundukkan kepalanya.
"Errr, Maaf Bu saya kerja sama Ibu mulai kapan yah?" Mariska menatap polos wanita yang diketahuinya adalah bosnya.
"Kamu bukan kerja sama saya, tapi kamu jadi sekertaris suami saja."
"Oh" Mariska hanya manggut-manggut paham.
"Dasar pe'a, dari awal kan udah dijelasin kalau Pak Kenzo bos kamu." Ucap Andi.
__ADS_1
Andi kadang memakai lo gw, kadang juga pake aku kamu. Dasar pria labilan.
"Shutt anak saya sedang tidur, jangan berisik atau kalian akan terima akibatnya." ancam Kenzo.
Andi dan Mariska kompak diam.
"Eh tapi bos, sejak kapan bos punya anak?"
"Apa perlu saya jelasin proses membuatnya sekalian. Agar kamu tidak kepo!"
"Maaf Bos, saya nggak nyangka banget. Soalnya saya lihat anak bos umurnya baru dua minggu, sedangkan Bu Kaila tampak baik-baik saja."
"Apa urusannya dengan kamu. Kalau tidak percaya, lihat saja ada kemiripan kan diantara saya dan anak saya?"
"Bentar" Andi menelisik wajah bayi mungil dalam gendongan Kaila, lalu dirinya melihat wajah bosnya.
"Gimana?" tanya Kenzo.
"Hem, iya sih" Andi masih ragu.
"Nah kan, sekarang apa masalahnya?"
"Tapi kan bos, bayi kan wajahnya susah kalau dilihat mirip sama seseorang."
"Sekali lagi kamu bicara yang tidak-tidak mengenai anak saya, siap-siap kamu saya pecat." ancam Kenzo.
"Maaf bos."
Mariska hanya diam, karena dirinya memang tidak paham.
Kaila yang memang sedang sensitif langsung terisak. Kenzo yang menyadari istrinya sedih langsung menenangkannya.
"Sayang , Jangan nangis yah."
"Hiks hiks gimana aku gak nangis mas. Anak aku disangka bukan anak ku."
"Kenzie juga anak aku ail."
"Lo sih,gara-gara kata-kata lo bu bos jadi nangis, buruan minta maaf." bisik Mariska kepada Andi.
"Iya iya, lagian kan gw cuma heran." bisik Andi pada Mariska.
"Maaf Bu, saya tidak bermaksud menyinggung atau apa Bu, saya minta maaf Bu."
Kaila hanya diam tanpa membalas ucapan maaf asisten suaminya.
"Kalian keluar dulu, oh iya Andi silahkan bawa Mariska ke ruangannya dan beri tahu semua tugasnya." titah Kenzo agar bisa menenangkan istrinya.
Setelah asisten dan sekertaris barunya keluar dari ruangannya. Kenzo mendekati Kaila yang masih menggendong anaknya.
"Hiks hiks hiks"
"Ail, dengerin aku."
"Ucapan Andi jangan kamu pikirkan yah, wajarlah kalau Andi bilang begitu. Andi kan baru lihat baby Kenzie." dihapusnya air mata dari pipi istrinya.
"Iya Mas"
"Apapun akan aku lakukan untuk kalian berdua." di peluknya tubuh sang istri dari samping.
"Bagaimana kalau sekarang kita umumkan kalau kita sudah punya anak." usul Kenzo.
"Boleh Mas. Tapi...... apa tidak berbahaya Mas. Jangan sampai ada yang mencelakai Kenzie." Kaila memandang wajah teduh anaknya yang terlelap di gendongannya.
"Aku rasa karyawan ku tidak berbahaya, selama Kenzie bersama kita semua akan baik-baik saja. Kamu tenang saja." Dibelainya pipi anaknya yang tertidur lelap.
Akhirnya Kaila mengangguk setuju, Kenzo dan Kaila lantas pergi menuju lobi.
Sesampainya di lobi, Kenzo meminta agar sua karyawan kantornya berkumpul.
"Saya mengumpulkan kalian disini karena saya ingin memberitahu bahwa anak saya telah lahir."
Semua berbahagia mendengar kabar bahagia pemimpin perusahaan, tapi ada seseorang yang mendengar dengan senyum liciknya.
__ADS_1
"Wah, selamat Pak Bu. Anaknya laki-laki atau perempuan Pak?" tanya salah satu karyawan.
"Anak kami laki-laki, namanya Kenzie yusuf Wijaya." ucap Kaila bahagia.
"Nama yang indah." sergah yang lain.
Di bali punggung seseorang, ada senyum licik saat melihat Kaila yang menggendong seorang bayi.
Seseorang tersebut pergi meninggalkan kerumunan karyawan yang tengah memberikan ucapan selamat pada kelahiran bosnya.
"Halo, Bos. Kenzo mempunyai seorang anak laki-laki."
"..... "
"Okeh Bos"
"..... "
"Baik Bos"
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang.
"Ehe eh, Bos Andi."
Semoga tidak terdengar.
"Kamu ngapain disini?" Andi merasa heran, karyawan lain mengucapkan selamat, tapi dia malah di dekat toilet dan terlihat mencurigakan.
"Ahhh, saya abis nelpon ibu saya Bos." dalihnya huft berarti pembicaraan ku tidak diketahui.
"Sana balik kerja!"
"Baik Pak." orang tersebut pergi dan bergabung mengucapkan selamat.
"Dia siapa, kok aku gak pernah liat dia saat perekrutan. Dan dia terlihat mencurigakan sekali." ucap Andi.
"Besok harus menyelidiki orang itu."
Di sebuah gedung berdinding putih, dengan kesunyian dan keheningan. Dua orang tersenyum setelah menerima kabar bahwa target sudah dekat.
"Tunggu kehancuran mu Kenzo."
"Hahahahah"
"Kapan kita akan memulai aksi?" tanya sang partner.
"Jangan besok. Biarkan Kenzo menikmati hidup dulu, baru kita serang."
"Okeh,"
Perasaan Kenzo mulai khawatir dan gelisah. Begitupun dengan Kaila. Mereka berdua duduk terdiam dengan pikiran masing-masing.
bayi mungilnya telah terbangun dan sedang menyusu pada sang ibu yang sedang bergelut dengan pikirannya.
Semoga tidak akan terjadi sesuatu.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1