Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Menahan Gairah


__ADS_3

"Kenzie udah boleh pulang hari ini, yeayyyy. Seneng nggak?" bayi mungil yang ditanya hanya merespon dengan tatapan polosnya.


Ceklek


"Udah siap semua?" ujar Kenzo setelah membuka pintu ruangan anaknya.


"Udah. Kamu udah beresin semuanya kan. Barang udah dibawa semua?" Kenzo melangkah ke anak dan istrinya yang tengah bercanda.


"Udah, hayuk pulang." Kaila mengangguk dan menggendong Kenzie.


"Tas nya biar aku aja yang bawa, kamu gendong Kenzie aja." Kenzo mengambil alih tas jinjing berisi perlengkapan bayi Kenzie.


"Kamu beneran udah sembuh kan Mas. Tangan kamu udah nggak sakit lagi?" Kaila bertanya dengan raut khawatir.


Masalahnya Kenzo terkena luka tembak dan hanya beberapa hari di rawat di rumah sakit. Lah manusia strong ini, kena luka tembak cepet sembuhnya, memang aneh satu orang ini. Cuma Kenzo Wijaya seorang.


"Udah. Mau bukti aku bisa gendong kalian berdua sekaligus loh kalau kamu nggak percaya." Kaila tidak percaya suaminya sempat - sempat nya bercanda.


"Udah pulang aja, di rumah sakit lama - lama otak kamu bisa terkontaminasi Mas."


Kaila meninggalkan Kenzo yang masih senyam - senyum melihat respon istrinya.


"Loh loh kok gitu." disusul nya Kaila buang sudah dulu berjalan di depan.


Di dalam mobil hanya ada keheningan. Baik Kenzo maupun Kaila tidak ada yang berbicara.


Kaila yang risih akan situasi saat ini mencoba memulai pembicaraan.


"Mas" panggil Kaila pada suaminya.


"Iya" Kenzo tetap fokus menyetir.


"Papah, ah iya Papah. Mulai sekarang aku janji deh kalau ada Kenzie manggilnya Papah Mamah."


"Iya" Kaila kesal karena Kenzo hanya merespon dengan iya iya iya.


Ahhhaa,kerjain aja yah. Awas kamu mas ups Papah maksudnya.


Kaila senyum - senyum memikirkan aksinya.


"Kenzie haus nggak nak? kasihan anak Mamah belum mimi yah." Kaila mendekatkan jarinya dan meletakkan di mulut mungil Kenzie.


Kenzie langsung mengemut seperti saat meminum asi.


Batin Kaila bersorak karena anaknya saat ini mendukung aksinya.


Kenzo masih fokus menyetir.


"Ouh tututututuu. Anak Mamah haus yah. Mimi yah sayang kasihan haus yah nak." Kaila mulai melonggarkan tali gendongan pada Kenzie.


Kaila dengan sengaja membuka jilbabnya ke atas, memperlihatkan leher putih nan mulus. Berikutnya membuka kancing baju paling atas "Iya sayang kita mimi disini yah, nanti kalau udah di rumah bisa langsung bobok."


Kenzo memang pandangannya fokus ke depan, tapi ia juga bisa melihat apa yang dilakukan istrinya lewat kaca depan.


Matanya melotot saat dua kancing sudah terbuka. Gejolak panas menguasi Kenzo. Ada sesuatu yang ia tahan.


"Aduh anak Mamah nggak sabar banget nih, sabar yah nak. Ini baju Mamah kancingnya banyak jadi susah." ujar Kaila tanpa mempedulikan Kenzo.

__ADS_1


Tiga kancing terbuka, kancing ke empat, ke lima. Oh Kenzo heran mengapa istrinya membuka sampai setengah baju.


Padahal tiga kancing saja sudah bisa menyusui anaknya. sungguh siksaan yang berat bagi Kenzo.


Kenzo fokus menyetir tapi sekilas bisa melirik ke samping.


Kaila kesal karena Kenzo sama sekali tidak terusik. Awas aja kamu mas. Sampai rumah aku pastikan kamu bakal ngehabisin sabun sambil nyanyi Solo.


"Haus nak sabar yah, ini bra Mamah susah dibukanya." Kaila mengatakan dengan keras agar sengaja agar Kenzo mendengar.


Cetthakk


Bunyi pengait bra Kaila yang memang terletak di depan, khusus ibu menyusui.


Kaila mengeluarkan sumber makan bayinya. Kenzie langsung menghisap karena sudah sangat haus.


"Pelan - pelan sayang. Papah nggak minum beginian kok." Kaila sengaja memperjelas ucapannya.


Glekk


Kenzo menelan air liurnya dengan susah payah.


"Iya kan Papah." dengan sengaja Kaila menghadap suaminya.


Tepat saat Kenzo menatap Kaila "I I iya ." dengan cepat Kenzo mengalihkan pandangan ke arah jalanan.


Bisa gaswat ini.


Kamu menyiksa aku ail, harus cepet sampai rumah nih.


Kenzo melirik ke samping, ternyata istrinya tertidur. Tapi kenapa ia disuguhkan pemandangan seperti saat perjalanan pulang.


Kenzo mengumpat dalam hati melihat kulit putih istrinya yang sedikit terlihat.


Sabar Kenzo, kamu harus kuat melihat pemandangan ini. kuatkan iman hamba Ya Allah.


"Huftt" Kenzo menghela nafas dengan kasar.


Sebenarnya tidak tega membangunkan istri serta anaknya, tapi kalau dibiarkan dengan keadaan begini bisa-bisa Kenzo dibuat gila karena menahan hasratnya.


"Ail bangun." Kaila tidak merespon bahkan bayi dalam dekapan istrinya tidak terusik sedikit pun.


"Sayang, bangun sayang. Udah sampai rumah lohh." kedua makhluk yang di bangunkan tak kunjung bangun juga.


"Mamah, mamah Kaila mamahnya Kenzie istrinya Kenzo, bangun sayang." Kaila masih belum bangun juga.


"Aduh susah banget sih dibangunin. Kamu tidur apa pindah dimensi sih." gerutu Kenzo dengan kesal.


Kenzie, ahaa Kenzo punya ide agar Kaila bangun. Kalau nggak bangun ya terpaksa gendong, padahal tulang Kenzo rasanya pegal semua.


Kenzo mulai menjalankan aksinya. Di ciumnya pipi tembem anaknya yang tengah tertidur itu.


Sebelum itu, Kenzo membenarkan baju atas Kaila yang terbuka. catat membenarkan ya, bukan mencari kesempatan ataupun memanfaatkan keadaan.


Kenzo bukan pria seperti itu.


Chup

__ADS_1


chup


chup


chup


chup


Tubuh mungil itu mulai bergerak karena sentuhan di pipinya.


Kenzo berhitung dalam hati.


satu, dua, tiga


Huwaa Huaaaa aaaa oa oa aa


Benar dugaan Kenzo. Tangis anaknya pecah sesaat mata sipitnya terbuka karena ciuman dari sang Ayah.


Kaila terkejut dan bangun karena mendengar tangisan kencang sang anak.


"Utututuuu, sayang kenapa nangis heum. chupchupchup sayang sayang udah yaa." Kaila mencoba menenangkan anaknya dengan menepuk-nepuk pantat bayinya.


"Maaf yah, tadi kamu susah aku bangunin jadinya aku ciumin pipi Kenzie terus Kenzie nangis." ucap Kenzo lalu keluar mobil dan berlari masuk kedalam rumah.


Takut kena amukan istri.


Setelah mendengar penuturan suaminya. Kaila bergegas turun mobil dan menyusul sang suami yang lebih dulu kabur.


"Mas Kenzooooo." teriak Kaila saat memasuki rumah.


Mendengar teriakan membuat anaknya kaget. Kenzie kembali menangis.


"Sayang sayang, maafin Mamah yah. Mamah nggak bentak Kenzie , Mamah nggak marah sama kamu sayang. Maaf yah Mamah udah bikin kamu kaget yah." Kaila berlalu melangkah menuju kamar untuk menidurkan sang anak.


"Awas kamu Mas. Tunggu hukumannya dari aku. hahhahah." batin Kaila bersorak ria memikirkan rencana untuk mengerjai suaminya.


Sedangkan yang dibicarakan tengah mandi dengan tenggorokan gatal.


"Siapa yang ngomongin aku sih. Jadi batuk gini pasti ada yang nyebut nama aku nih." ujar Kenzo bingung dan kembali melanjutkan mandinya.


Kenzo mandi karena tubuhnya panas, panas menahan gejolak. Setelah turun dari mobil saat itu juga Kenzo berlari menuju kamar mandi kamar bawah karena sudah tidak tahan lagi.


Iya, tak tahan karena melihat kulit dan hem itu yang jadi sumber makan anaknya.


So. Lo


Sololololololo


Abis ini Kenzo pasti minta Kaila belanja kebutuhan kamar mandi. Sabunnya habis karena ulah Kenzo. Hahah kasihan banget sih yang belum dapet belaian istri.


.


.


.


...💫Budayakan like dan komen setelah membaca, InsyaAllah berkah...

__ADS_1


__ADS_2