Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Masalah Jaehyun Tuntas


__ADS_3

Sesampainya Kaila dan Kenzo di rumah, mereka langsung merebahkan tubuh ke kasur karena memang sangat lelah.


Kenzie diletakkan di tengah-tengah keduanya.


"Anak Papah cepat sembuh ya demamnya biar bisa main lagi sama Papah."


Chup~


Kenzo mencium tangan anaknya sementara Kaila berganti pakaian dan melepas jilbabnya.


Kaila yang masih terjaga tersenyum melihat suaminya yang tengah mengelus kepala Kenzie dengan penuh sayang.


Selesai mengganti pakaian dengan yang lebih santai, Kaila merebahkan tubuh lelahnya di samping Kenzie.


Posisi sang anak ada di tengah Kenzo dan Kaila.


"Mas, jadi kamu pergi ke rumahnya Jaehyun ya?" Tanya Kaila merubah posisinya menjadi miring menghadap Kenzo.


Kenzo melihat istrinya, menggeleng sebagai jawaban membuat Kaila bingung.


"Bukan rumahnya Jaehyun, tapi rumah orang tuanya." Jawab Kenzo dengan santai.


Kaila mencebik kesal. "Ya kan sama aja mas. Itu kan rumah Jaehyun juga." Kata Kaila mencubit lengan Kenzo membuat sang empu mengaduh.


"Sakit sayang, ih sekarang main KDRT ya sama aku." Ucap Kenzo dibuat-buat seolah sakit.


"Lebay tau mas, nyubit doang dibilang KDRT." Sahut Kaila.


Kenzo tertawa lirih takut membangunkan anaknya.


"Asik tau kalau bikin kamu kesel. Bawaannya tuh kamu makin cantik kalau lagi kesel."


Kaila melotot menatap Kenzo.


"Eh eh tuh tuh kan. Kamu makin cantik tau kalau lagi kayak gini. Aura singa kamu keluar, aum aum auuuuum." Kenzo tak bisa menahan tawanya.


Kaila mendengus.


"Dikira manusia serigala ngaum ngaum gitu kayak mau makan mangsa." Ucap Kaila tak terima dengan ejekan suaminya.


"Abisnya kalau kamu kesel atau marah tuh bikin aku pingin ketawa." Kata Kenzo masih diselingi tawa.


"Eh Mas aku jadi keinget sesuatu deh." Kaila mengubah pembicaraan. Ia sungguh penasaran dengan apa yang akan ia tanyakan pada suaminya.


Kenzo berhenti tertawa. Dipandangi intens istrinya yang terlihat serius.


"Keinget soal apa?"


Bukannya menjawab, Kaila malah balik bertanya pada Kenzo. "Aku boleh nanya sesuatu nggak sama kamu?" Mendengarnya Kenzo jadi penasaran dengan apa yang akan ditanyakan oleh Kaila.


"Mau nanya apa ? sok atuh silahkan nyonya Kenzo Wijaya."


Kaila yang semula menatap anaknya kini beralih menatap suaminya.


"Sasha-" Belum sempat Kaila menyelesaikan kalimatnya Kenzo sudah dulu memotong.


"Buat apa kamu nanya-nanya wanita ular itu," Kenzo berusaha menahan emosinya karena masih ingat ada Kenzie yang sudah lelap tertidur di tengah-tengah mereka.


Kaila kaget, apakah sebegitu tak sukanya sang suami dengan wanita bernama Shasa itu.


"Aku cuma pingin tau aja, apa dia masih hidup berkeliaran bebas atau bagaimana?" Kaila menyesal menayangkan masalah ini, tapi ia sungguh ingin tau.


Melihat wajah Kaila yang terlihat ditekuk membuat Kenzo bersalah, tidak seharusnya ia emosi pada istrinya hanya karena menanyakan masalah tersebut.


"Dia mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang dilakukannya. Dia sudah berani melukai anak kita tanpa rasa kasihan. Aku nggak akan pernah biarkan seseorang yang mencelakai kamu atau Kenzie hidup dengan bebas di luaran sana." Kenzo men-jeda ucapannya.


"Sama seperti Andre. Aku tidak bisa melupakan hari dimana dia menyiksa kamu dan Kenzie." Sambung Kenzo.


Kata-kata suaminya membuat Kaila terharu. Suaminya begitu sangat menyayangi dirinya dan Kenzie. Beruntungnya bisa menjadi istri dari pria di hadapannya saat ini.


"Lagian kan itu udah lama. Kenapa kamu baru nanya sekarang? Aku kira kamu udah lupa lohh Ail."


Kaila menoleh pada suaminya yang sudah berbaring menatap langit-langit kamar.


"Ya aku baru keinget sekarang, itu juga karena setelah dari rumah sakit dan lihat Jaehyun makanya aku keinget soal itu."


"Udah masalah itu jangan diinget. Aku nggak mau kamu sama Kenzie ingat kejadian itu." Titah Kenzo yang langsung dijawab anggukan oleh Kaila.


Daripada membuat Kenzo kesal dan emosi, Kaila memilih menanyakan hal lain.


"Kasihan Jaehyun ya Mas. Aku denger-denger istrinya lagi hamil muda, padahal keadaan Jaehyun kan lagi memprihatinkan." Jelas Kaila menatap langit-langit.


Kenzo menoleh ke istrinya membuat orang yang ditetap juga menoleh.


Kaila rasa kalimatnya tidak ada yang salah, kenapa ia ditatap begitu oleh Kenzo.


"Kamu tau dari mana kalau istrinya Jaehyun hamil muda?" Tanya Kenzo.


"Dari Andi." Ucap Kaila jujur.

__ADS_1


Memang Andi sempat bertemu Kaila saat Andi tadi sore mengantarkan berkas yang harus ditandatangani Kenzo. Karena Andi orangnya suka asal bicara jadi apa saja yang bisa dibicarakan pasti ia bicarakan.


"Dasar tukang gosip. Apa aja diumbar-umbar sana-sini." Gerutu Kenzo tapi masih bisa didapatkan dengar Kaila.


"Kamu ngatain aku tukang gosip?" Tanya Kaila tak terima.


"Eh, bukan. Maksud aku itu Andi. Apa aja di sebarin ke orang." Kata Kenzo mulai panik.


Kaila kira Kenzo tengah mengatai dirinya, ternyata asistennya itu. Tapi ya, memang asisten suaminya itu memang begitu ya mau bagaimana lagi.


"Jadi bener kalau istrinya siapa em Jaehyun. Istrinya Jaehyun sedang hamil muda?" Tanya Kaila mengulangi rasa penasarannya.


"Iya"


"Kenapa aku tadi nggak lihat istrinya di rumah sakit?" Seingat Kaila dirinya tidak melihat seorang wanita selain ibunya Jaehyun. Jadi dimana istrinya Jaehyun.


"Aku yang suruh Tuan Suho dan istrinya supaya nggak bilang ke istrinya Jaehyun."


Mendengar hal tersebut membuat Kaila heran atas penjelasan Kenzo. "Kok gitu?" Tanya Kaila seakan tidak terima dengan kalimat Kenzo.


"Ya menurut aku nggak baik kalau istrinya Jaehyun tau kondisi yang sebenarnya. Apalagi dia kan lagi hamil muda, pasti syok." Jelas Kenzo.


Kaila tidak setuju dengan ucapan Kenzo.


"Itu kan menurut kamu Mas. Kalau menurut aku nih yang sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang istri aku mau tau kondisi Jaehyun yang sebenarnya walaupun dalam kondisi seburuk apapun." Kata Kaila.


"Kamu istrinya Jaehyun?" Tanya Kenzo dengan bodohnya.


Kaila menautkan alisnya.


"Hah. Ya bukan lah, kan aku istrinya kamu, bukan istrinya Jaehyun. Gimana sihhh." Kaila kesal.


Bagaimana tidak kesal ditanya dengan pertanyaan yang jelas-jelas Kenzo tau jawabannya.


"Utututu iya iya istrinya aku, jangan ngambek dong istrinya bapak Kenzo yang terhormat." Ledek Kenzo pada Kaila yang nampak sedikit cemberut.


"Apaan sih Mas pakai bapak bapak segala. Geli tau dengernya."


Kenzo tertawa pelan mendengarnya.


"Kamu dulu juga manggil aku gitu kan?."


Kaila menatap Kenzo. "Kapan? kayaknya nggak pernah deh." Kata Kaila mencoba memastikan.


"Masa lupa, waktu kita pertama kali ketemu loh yang di kantor. Dulu kamu sama aku kan pernah tabrakan waktu aku jalan sama Andi. Ingat nggak?" Kenzo mencoba mengingatkan pada kejadian tempo lalu dimana dirinya pertama kali bertemu dengan seorang wanita yang sekarang telah menjadi istrinya.


Kaila terdiam sebentar sebelum senyumnya merekah.


"Lohh kok kamu yang malu? harusnya aku yang malu ke kamu karena sempat salah paham bukannya minta maaf malah aku ngomong kasar ke kamu."


"Ya udahlah Mas, itu juga kejadian udah lama kan. Kita jalani yang sekarang aja."


Kenzo mengangguk karena jujur ia bersyukur dengan apa yang saat ini ia miliki. Keluarga dan kebahagiaan. Rasanya itu sudah cukup bagi Kenzo.


"Jadi gimana nih soal istrinya Jaehyun?" Tanya Kenzo.


"Lhohh kenapa kamu malah nanya ke aku?" Kaila balik nanya ke Kenzo.


"I want to ask your opinion. Semisal aku di posisi Jaehyun dan kamu di posisi istrinya Jaehyun." Kata Kenzo membuat Kaila berpikir.


"Kamu misalnya lagi hamil nih terus aku kecelakaan dan parah ya kondisinya parah seperti Jaehyun lah misal yaa. Kamu sebagai istri bagaimana perasaan kamu?" Sambung Kenzo.


"Kalau aku ada di posisi begitu aku pasti akan sedih dan hancur, apalagi wanita hamil pasti lebih sensitif. Kalau hamil juga pasti lagi butuh semangat, sandaran dan suasana bahagia, bukan malah berita duka."


Kenzo belum puas dengan jawaban istrinya.


"Terus kamu lebih memilih tau atau tidak tentang kondisi suami kamu?" Tanya Kenzo.


"Ya jelas pasti sebagai seorang istri ingin mengetahui keadaan suaminya entah dalam kondisi baik ataupun dalam kondisi terburuk sekalipun."


Kenzo mengangguk, sekarang ia mengerti.


"Kalau kamu jadi keluarga Jaehyun apakah kamu akan memberi tau soal keadaan Jaehyun kepada istrinya?" Tanya Kenzo.


"Aku akan menceritakan yang sebenarnya daripada membohongi dan menutupi yang sebenarnya hanya karena memikirkan kondisi kesehatan karena sedang hamil."


Ucapan Kaila berhasil membuat Kenzo merasa bersalah karena waktu itu telah menyuruh orang tua Jaehyun untuk tidak memberi tau kondisi Jaehyun pada istri Jaehyun.


"Mungkin saja dengan keberadaan istrinya itu Jaehyun bisa segera sadar. Kamu percaya kekuatan cinta kan?" Tanya Kaila.


Kenzo mengangguk mengiyakan.


Semua yang dikatakan istrinya memang benar. Tidak ada seorang istri yang tidak ingin tau keberadaan dan kondisi suaminya.


"Yang kamu katakan benar Ail, dulu aku juga bersabar menunggu kamu mencintai aku. Rasanya sakit saat tau kamu belum terbiasa hidup dengan aku padahal sudah menikah." Lirih Kenzo dengan mata sayu mengingat hari-hari dirinya yang bersabar dan berjuang mendapatkan hati wanita di hadapannya.


Kaila mengusap wajah Kenzo dengan lembut.


"Maaf Mas dulu aku sering bikin kamu sakit hati bikin kamu sedih." Ucap Kaila dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


Kenzo tersenyum dan memegang tangan Kaila yang sedang mengusap pipinya.


"Udah berlalu jangan diingat lagi. Sekarang kan udah berubah, kita hanya perlu bersyukur dengan semua yang telah terjadi pada keluarga kita." Kata Kenzo lalu mengecup telunjuk Kaila.


Kaila terharu mendengarnya. Sungguh tidak bisa dihitung berapa banyak dirinya harus bersyukur mendapatkan suami seperti Kenzo.


"Ya sudah, besok sebelum aku pergi ke kantor aku ke rumah sakit dulu. Membicarakan pada orang tua Jaehyun supaya memberi tau pada menantu mereka."


Kaila senang mendengarnya.


"Eh Kenzie tidur di sini Mah?" Tanya Kenzo melihat Kenzie yang di tengah-tengah dirinya dan Kaila.


"Ntar dipindahin kok Ma- Pah, Papah. Nanti dipindahkan kok, tenang aja." Kaila kelepasan memanggil Kenzo dengan sebutan 'Mas'.


"Sekarang aja, kasihan di sini tempatnya sempit buat bertiga." Sahut Kenzo.


"Helehh, kamu tuh yang kalo tidur suka gerak kesana-kesini." Sindir Kaila.


"Hehehe."


Tapi Kaila tetap mengangkat tubuh Kenzie dan berjalan ke arah box yang terletak di dekat kasur.


Kaila terlebih dahulu mencium dahi anaknya sebelum menaruh tubuh lelap anaknya ke dalam box.


Kaila dikejutkan oleh sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya.


"Ehhh, hush kamu ngagetin aku aja Mas."


"Coba mulai sekarang dibiasakan manggilnya Papah Mamah." Bisik Kenzo tepat ditelinga Kaila membuat sang empu menoleh.


Wajah keduanya sangat dekat, seakan jarak diantara keduanya sudah terkikis. Hembusan nafas satu sama lain saling menyejukkan wajah masing-masing.


Aroma khas Kenzo menyeruak ke indra penciuman Kaila. Hingga Kaila tak sadar jika tangan Kenzo sudah berpindah ke bahunya.



"Gimana nih, mau nggak kalau manggilnya mulai sekarang Papah Mamah." Ulang Kenzo membuat Kaila tersadar dan memalingkan wajahnya dari Kenzo.


Sebisa mungkin Kaila bersikap normal walau sesungguhnya jantung Kaila sedang berdansa ria. Ia lebih memilih memandangi wajah pulas anaknya yang tak terganggu dengan tingkah ayahnya.


"Tapi kan Kenzie sudah tidur mas."


Chup~


Kenzo mengecup bibir ranum istrinya secara tiba-tiba.


"Sudah aku bilang biasakan manggil Papah ke aku, jangan pakai Mas." Tekan Kenzo di kalimatnya.


"Tapi kan kita cuma ber..... "


Belum selesai Kaila berbicara Kenzo kembali mencium istrinya.


Chup~


"Nggak pakai penolakan dan nggak usah banyak tapi, udah dibiasakan biar Kenzie juga belajar nantinya."


Kaila akhirnya mengalah.


"Iya iya, ya sudah ya Papahnya Kenzie. Mamah mau tidurin Kenzie ke box dulu."


Kenzo melepaskan tangannya dari bahu Kaila.


Dengan hati-hati Kaila menaruh anaknya ke dalam box. Ia berbalik dan kaget karena tidak sengaja menubruk dada bidang Kenzo.


Kenzo terkekeh.


"Ihh kamu ngapain di sini sihh ma-.. "


Kenzo langsung meletakkan telunjuknya di bibir Kaila. "Shtttt kan udah dibilang jangan panggil mas, tapi papah." Kata Kenzo pelan agar suaranya tidak menggangu anaknya yang sudah tidur lelap.


"Kenapa sihh? lagian Kenzie juga udah tidur. Sekarang juga cuma kita berdua aja. Lagian udah kebiasaan manggil gitu." Kaila mulai kesal.


"Makanya dibiasakan manggil Papah ke aku biar kamu terbiasa." Ucap Kenzo menarik tubuh Kaila untuk dibawa ke pelukan.


Kaila sempat kaget, tapi tak menolak dan malah membalas dengan melingkarkan tangannya ke leher Kenzo.


"Dibilang susah ya susah! lagian selama ada Kenzie aku juga nggak manggil kamu dengan kata 'mas' ribet amat sihh!" Kekeh Kaila dengan sifat keras kepalanya.


Kenzo meringis mendengarnya. Kaila berkata dengan ngegas pada Kenzo.


Oke Fix ini sih nggak bisa dipaksakan kalau istrinya sudah kekeh begini.


Kaila mencoba melepaskan tubuhnya dari dekapan Kenzo, tapi Kenzo malah makin mengeratkan pelukannya.


"Iya iya, senyaman nya kamu aja. Aku nggak akan maksa lagi. Terserah kamu mau manggil aku 'Mas' tapi kalau ada Kenzie manggilnya Papah - Mamah yaa?" Tukas Kenzo.


Kaila hanya mengangguk.


"Janji loh besok kamu kasih tau orangtuanya Jaehyun untuk memberi kabar ke istrinya." Kata Kaila di dalam dekapan Kenzo.

__ADS_1


"Iya, janji. Ya udah sekarang tidur udah malem." Pungkas Kenzo diangguki Kaila.


Mereka kembali ke ranjang dan memutuskan tidur karena sudah sangat lelah. Besok Kenzo harus bangun pagi karena akan mampir ke rumah sakit sebelum ke kantor.


__ADS_2