Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Suasana Baru


__ADS_3

Hari ini Ken dan Kaila akan pamit untuk pindah ke rumah yang sudah Ken beli beberapa waktu lalu.


Setelah mengemasi barang-barang nya ke dalam koper Kaila dan Ken turun ke bawah dengan membawa dua koper, miliknya dan milik istrinya.


Di ruang tamu sudah ada Alya, mamanya dan ibu mertuanya sedang berbincang-bincang.


"Loh, Kak, mau pindah sekarang juga?" tanya Alya dengan menghentikan makan gerry berselimut taburan kelapa bali.


"Iya, memangnya nunggu lebaran monyet." jawab Kenzo.


"ihhh, mana ada lebaran monyet." kesal Alya.


"Ya nggak ada Makanya kaka bilang masa harus nunggu lebaran monyet, kan gak ada, ihhh gemesss banget sih." balas Kenzo mencubit pipi adiknya.


"ih, sakit tau kak," ucap Alya kesal.


"iya maaf." ucap Kenzo pada adiknya, tidak ingin berdebat dengan adiknya terlalu lama, karena akan memakan waktu.


"Mah, Ken sama Kaila pamit sekarang yah, " pamit Ken pada mamahnya dan mencium punggung tangan mamahnya diikuti oleh Kaila, lalu pamit ke ibu Aisyah.


"Bu, Ken pamit yah bawa Kaila juga." ucap Ken lalu mencium punggung tangan mertuanya.

__ADS_1


"iya Nak, tolong jaga Kaila yah, dia agak memprihatinkan kalau di tinggal sendirian di rumah." ucap Ibu Aisyah.


"ibuuu, Kaila nggak begitu." rengek Kaila.


"hehe, siap Bu. Ken pasti bakal jaga Kaila kok, kan udah jadi istri Ken." ucap Ken melerai.


"Ken, awas aja yah sampai bikin menantu mamah sedih, kamu mama buang ke Arab loh ya." ancam mamanya.


"ish jauh amat mah, anak sendiri kok di buang sih, mama nih yah." balas Kenzo berpura-pura marah.


"hahhaha, kasihan kaka ku ini, haha." ejek Alya pada kakaknya.


"Kamu yahh,, hem udahlah kaka mau pamit. Kamu gak mau peluk kaka mu yang tampan ini?" ucap Kenzo dengan merentangkan tangan ke Alya.


Ken pikir adiknya akan berlari lalu memeluk dirinya, ternyata Alya malah berlari ke arahnya lalu saat sudah selangkah lagi dia berbelok dan memeluk Kaila. Sontak saja membuat Kaila kaget, mama Kenzo dan Bu Aisyah malah tertawa. Sedangkan Ken melongo melihat tingkah adiknya yang sengaja mengerjainya.


"Kakaku sayanggggggggg," ucap Alya keras.


"heh, sejak kapan kakak mu berubah." tanya Ken kesal.


"udah Ken udah, aku juga udah anggep Alya adik aku sendiri kok, kan sekarang aku udah jadi istri kamu." ucap Kaila halus.

__ADS_1


Ken yang mendengar kata 'istri' dari Kaila pun wajah nya langsung berubah merah dan langsung diam.


"Tuh Ken dengerin istri mu." ucap mamanya.


"iya, " ucap Ken pasrah.


Alya masih memeluk Kaila dengan erat, membuat Ken melihat merasa kesal dan ada rasa iri.


"Alya, kamu sekolah yang bener yah, nurut sama mama, jangan bandel, sholat yang rajin. Jangan lupa makan tepat waktu." ucap Kaila panjang, membuat Alya mendongak ke atas melihat wajah kaka iparnya.


"iya kakaku sayang." ucap Alya memanasi Kenzo.


"Dih, nurut amat. Giliran kaka yang bilang gitu gak nurut." ucap Kenzo kesal.


"Terserah aku lah, wleee. " ejek Alya.


"Ya udah Alya, kaka dan Kak Ken pamit pergi yah, kalau kamu mau main ke rumah kaka kan bisa, tinggal minta anterin sopir." ucap Kaila pada Alya.


"iya kak, siapp." ucap Alya yang sudah melepas kan pelukannya.


Lalu Ken dan Kaila pergi meninggalkan rumah mamanya, diantar kan oleh semua orang sampai depan halaman, lalu Ken mengemudi mobilnya meninggalkan rumah besar mamanya.

__ADS_1


Ibu Aisyah juga sudah pulang setelah Ken dan Kaila pergi. Sekarang kediaman Nyonya Wijaya sepi, hanya ada dirinya dan Alya, serta beberapa pembantunya.


Sebenarnya nyonya Wijaya masih ingin anak dan menantunya tinggal lama di kediamannya, tapi juga dia tidak egois pada anaknya yang ingin mandiri membangun rumah tangganya.


__ADS_2