
Setelah kejadian di dapur, Kaila memutuskan untuk pergi ke kamar, kamar yang awalnya di tempati dirinya di rumah ini.
Kaila menghempaskan tubuhnya ke kasur, menumpahkan segala kesedihannya.
"hiks hiks, Ken maafkan aku, maafkan aku yang tidak becus menjadi istri."
"Aku belum memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri," Kaila kembali menangis, apalagi mengingat Kenzo menginginkan hak nya, walau Kenzo tidak mengatakan, tapi Kaila sebagai seorang istri paham.
Karena terlalu lelah, Kaila terlelap dengan keadaan berantakan.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 18.00, adzan maghrib berkumandang.
Kenzo telah mandi menghilangkan kesedihan dan kekecewaan pada dirinya.
Kenzo sabar dengan Kaila. Sebagai seorang suami Kenzo tak ingin memaksakan perasaan Kaila padanya.
Selama ini Kenzo dan Kaila jarang sholat berjamaah. Pernah, cuma itu saat di rumah mamanya.
Saat Kenzo berjalan menuju tempat sholat di sebelah kamar Kaila, Kenzo tak sengaja melihat Kaila dari celah pintu yang tidak tertutup rapat.
Kenzo masuk ke dalam, di lihatnya sang istri yang tertidur dengan keadaan terlentang di atas ranjang.
Tidak tega membangunkan tapi sudah waktunya sholat.
Diusapnya wajah sang istri. Sendu dan sembab, air mata yang kering menempel di wajah mulus sang istri.
"Kaila bangun Kaila." Kenzo menggoyangkan tubuh sang istri pelan.
Kaila menggeliat, samar-samar terlihat wajah sang suami yang berada di sampingnya.
Kenzo membantu Kaila duduk.
Kenzo tersenyum melihat sang istri sudah tersadar penuh.
"Lohh mas kok malah di bawah." Kaila heran dengan Kenzo yang bersimpuh di dekat ranjang.
Kenzo hanya tersenyum menanggapi ucapan sang istri.
"Sudah waktunya sholat Kaila, makanya aku bangunin kamu," ucap Kenzo masih tersenyum pada Kaila.
Kaila yang mendengar suaminya memanggil dirinya 'Kaila' rasanya sedih.
Biasanya Ken memanggil dirinya dengan 'ail' tapi sekarang tidak.
Kaila merasa bahwa Kenzo kecewa atas dirinya , apalagi atas kejadian di dapur.
"Mas, " Kaila menatap Kenzo, tatapan heran atas sikap Kenzo.
"Kamu ambil wudhu , waktu sholat maghrib kan tidak banyak," Kenzo berucap dengan senyum yang dipaksakan.
Kenzo tidak ingin berlama-lama memandang wajah Kaila, karena baginya sedih.
"Aku sholat duluan yah, kamu wudhu dulu, tidak usah mandi udah jam segini."
Kaila yang mendengar ucapan Kenzo sedih, menurut nya Kenzo berubah setelah kejadian di dapur.
Saat Kenzo berdiri dan akan meninggalkan kamar Kaila, Kaila langsung memeluk tubuh Kenzo.
Kenzo berhenti karena tangan Kaila yang memeluk pinggangnya.
"Maaf." lirih Kaila.
__ADS_1
Kenzo masih membeku di tempat.
"Maafin aku. " ulang Kaila.
Kenzo berbalik dan duduk di dekat Kaila, melepas pelukan Kaila lembut.
"Kamu tidak berbuat salah, ngapain minta maaf ke aku."
"Maaf, karena selama ini aku belum bisa menjadi istri yang baik."
"Maaf, karena aku belum menjalankan kewajiban sebagai seorang istri buat kamu, maaf, maaf aku.. "
Kenzo langsung membungkam mulut Kaila dengan bibirnya, membuat Kaila melotot atas tindakan Kenzo.
Kenzo memang berharap hubungan suami istri layaknya keluarga harmonis, tapi juga tidak ingin memaksa.
Kenzo menjauhkan wajahnya dari Kaila, di angkatnya wajah sang istri.
"Kamu sudah melakukan yang terbaik sebagai seorang istri, buktinya aku masih hidup kan sampai sekarang,"
"Kamu kan setiap hari masakin aku terus, itu bukti bahwa kamu sudah menjadi istri yang baik, melayani aku."
Kaila rasanya selalu ingin mendengar suara sang suami, perkataan nya yang selalu membuatnya merasa nyaman.
Kaila langsung memeluk tubuh Kenzo, dirinya tidak akan lagi membuat kecewa sang suami di kemudian hari.
Kenzo membalas pelukan dari Kaila, dibenamkannya wajah sang istri ke dada nya, di gosok lembut rambut Kaila.
"Mulai sekarang aku pingin kamu jadi imam sholat ku mas. "
Kenzo tak merespon ucapan Kaila, namun hatinya senang melihat perubahan sang istri.
"Aku mau kita bareng terus mas. Mulai sekarang aku akan menjadi istri seperti yang kamu inginkan."
"Mas mau jadi imam ku? " tanya Kaila tak yakin.
Masih tidak ada respon dari Kenzo.
"Mas." Kaila mendongakkan kepala agar bisa melihat wajah sang suami.
"Jawab mas, kamu mau kan? "
"Iya ail, aku bakal jadi imam kamu, jadi suami kamu, jadi ayah dari anak-anak kamu."
Seketika Kaila terdiam membeku mendengar Kenzo berkata 'anak'.
Kaila masih belum siap menjadi seorang ibu, karena dirinya takut Kenzo belum mencintai dirinya.
"Ya audah sholat dulu ya, keburu isya, nanti kita malah telat gak keburu." ucap Kenzo membuyarkan pikiran Kaila.
"Iya mas, kamu udah batal kan, wudhu sama aku sekalian." tawar Kaila.
"Ya sudah ayok." Kenzo menggenggam tangan Kaila, Kaila hanya tersenyum melihat tingkah Kenzo yang sudah kembali.
Setelah sholat maghrib, bahkan isya, Kaila pergi ke dapur untuk memanaskan makanan.
Sedangkan Kenzo pergi ke ruang kerjanya.
"Aku tau ail, kamu belum siap untuk jadi ibu kan, tapi kenapa?" tanya Kenzo pada diri sendiri
Kenzo duduk di sofa ruang kerja dengan melihat-lihat foto dirinya dan Kaila saat pernikahan.
__ADS_1
"Aku akan sabar menunggu kamu memiliki perasaan seperti aku memiliki perasaan pada dirimu. "
"Bahkan kalaupun aku memiliki anak tapi bukan anak kandung kita, aku bisa menerimanya, dan mau merawat nya."
Kenzo tertidur di sofa dengan keadaan duduk dan memegang album pernikahannya.
Sementara Kaila sudah selesai memanaskan makanan, bahkan sudah rapi di atas meja.
"Hem, mas Kenzo kemana yah, sudah waktunya makan malam?"
Kaila pun beranjak dari dapur untuk mencari sang suami.
Dilihatnya ke kamar namun tidak ada sosok yang dicarinya.
Akhirnya Kaila memutuskan ke ruang kerja di lantai bawah, terlihat pintu yang sedikit terbuka.
Di bukanya pelan, ternyata benar jika Kenzo ada di ruang kerja.
Kaila melihat suaminya tertidur dengan posisi tidak nyaman, terduduk dengan album di atas dada nya.
Di dekatinya Kenzo, di ambilnya album yang di atas dada Kenzo.
"Mas, bangun mas."
Kenzo terbangun karena mendapat guncangan dari seseorang, ternyata istrinya.
"Kamu ail. "
"Iya mas, bangun dulu mas." ucap Kaila membantu Kenzo bangun.
"Kamu belum makan mas." imbuh Kaila.
"Sekarang jam berapa ail? " tanya Kenzo masih dengan suatu khas bangun tidurnya.
"Jam setengah 9 mas, kamu mau makan atau mau langsung tidur? "
Sebenarnya Kenzo tak selera makan, tapi karena Kaila sudah memasak untuk dirinya, di urungkan niat untuk menolak ajakan makan sang istri.
"Aku makan dulu aja deh."
"Ya sudah kita kebawah mas, keburu dingin lagi makanannya."
Setelah makan malam, Kenzo pergi meninggalkan Kaila yang masih di dapur membersihkan meja makan.
Kenzo sudah mengatakan akan membantu Kaila, tapi di tolak Kaila dengan alasan tugas seorang ibu rumah tangga.
Kenzo sudah terlelap karena terlalu lelah, apalagi seharian tubuhnya terus saja menopang, bahkan menggendong sang istri yang pingsan.
Tengah malam ada orang membuka pintu kamar Kenzo, di dekatinya ranjang.
.
.
.
.
****************************************
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, comen, favorit anda rate.
dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author ☺