Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Salah Paham


__ADS_3

"Maaf tuan, saya memang berbeda dari Anda. Dan saya tidak seperti Anda yang serba kecukupan. Mungkin karena Anda orang kaya makanya Anda begitu sombong, arogan dan memandang sebelah mata orang di sekitar Anda," tegas si wanita mencoba melawan.


"Dan jangan pernah hina ibu saya Tuan, karena ibu saya segalanya, dan ibu saya tentu lebih baik dari Anda!" imbuh si wanita menatap benci Kenzo.


"Oh dan yah, harusnya Tuan yang minta maaf, bukan saya. Karena Andalah yang jalan tidak melihat ke depan. Saya sudah meminta maaf atas kesalahan yang bahkan bukan sepenuhnya salah saya, tapi malah Anda menolak permintaan maaf dari saya." lanjut si wanita menggebu-gebu.


Ia sudah mulai menitikkan air matanya yang sudah lama ia tahan karena dihina, akhirnya si wanita pergi meninggalkan Kenzo yang nampak diam dengan segala pikirannya.


*Apa maksud wanita itu? apa dia tidak merasa bersalah sama sekali. Bahkan setelah menamparku dua kali dia tidak meminta maaf*.


"Andi, apakah benar yang dikatakan wanita tadi barusan?" Tanya Kenzo.


"Bos, maaf bos. Tapi memang bos yang salah, sewaktu bos melihat saya saat itu ada wanita tadi di depan dan bos tidak melihat ke depan." Andi mencoba menjelaskan yang sebenarnya.


"Saya padahal sudah meng-kode loh bos tadi, tapi bos tidak menghiraukan kode dari saya." Imbuh Andi.


"Astaghfirullah, apa yang telah aku lakukan, aku yang salah tapi aku malah menyalahkan orang lain." Gerutu Kenzo mengusap kasar wajahnya.


Pantas saja aku mendapat tamparan darinya.


"Hehe bos, tapi wanita itu cantik juga ya bos, kayanya dia juga baik." Goda Andi.


"Andiiiii kamu yahh." teriak Kenzo marah.


"Cocok sama bos deh, wah jangan-jangan jodoh. Pertemuan bos sama dia mungkin takdir bos." sambil tertawa menggoda Kenzo.


"Andiiiiiiiiii, saya pecat mampus kamu tidak bisa makan lagi." Ancam Kenzo.


"Maaf bos bercanda." Andi memegangi perut menahan sakit karena tertawa.


Kenzo tak menghiraukan tawa Andi, ia malah berjalan ingin mengejar wanita tadi.


"Heh, bos, bos, bos mau kemana bos?" panggil Andi pada atasannya.


Andi bingung dengan bosnya yang pergi dengan langkah cepat.


"Mau minta maaf lakh," ucap Kenzo cuek.


"Bos, apa sebaiknya jangan dulu. Ntar aja bos, bu bos nya aja udah pergi, pasti bu bos juga sibuk bos." saran Andi pada Kenzo.


"Hm, ya sudah lakh, eh tadi kamu bilang apa? menyebut wanita itu Bu Bos." Kenzo menatap tajam Andi.


"Hehe iya Bos" Tersenyum tanpa dosa.


"Yang gaji kamu itu saya ya, bukan dia, lagian disini saya bosnya, mau saya pecat, mau? mau?" Ancam Kenzo.


"Nggak nggak bos, jangan. Maaf deh, padahal bos cocok loh, dia juga cantik bos." Tanpa ragu Andi mengucapkan kalimat konyolnya.


"Andiiii," Tangannya ingin meninju Andi, namun urung mengingat sedang di kantor.

__ADS_1


"Woh, bos sabar bos, karena sesungguhnya kesabaran sebagian dari iman bos." ucap Andi dengan minta ampun pada bosnya.


"Mana ada kesabaran begitu, yang ada tuh kebersihan sebagian dari iman." Kenzo membetulkan ucapan Andi.


"Lah, itu bos maksud saya, bos emang pinter dan beriman deh." Andi mengacungkan jempolnya.


"Heeleh, kamu ini bisa saja kalau membual." Cerca Kenzo.


"Andi, kau cari tahu siapa wanita tadi yah, kenapa dia bisa di kantor saya." Imbuh Kenzo yang memberi perintah pada Asistennya.


"Siap komandan!!" Jawab Andi dengan sikap hormat seperti prajurit.


"Ya sudah, saya mau sholat dhuhur dulu, kamu cari tahu dulu informasi wanita itu baru kamu sholat, setelah itu berikan ke saya!" perintah Kenzo.


"Bos, masa saya ninggalin sholat sih bos." ucap Andi dengan memasang muka memelas.


"Bos katanya kalo pemimpin salah, itu dosa bos." Dengan nada menceramahi atasannya.


"Hadeuh, iya iya Pak ustadz, tapi kamu harus cari informasi nya hari ini." ucap Kenzo lalu berlalu meninggalkan Andi.


"Siap, bos, eh bos bos tunggu bos! jangan ditinggal bos. Kita berjamaah bos, bos bos!!!!!" sadar atasannya telah pergi Andi mencoba mengejar Kenzo.


Namun Kenzo yang berjalan cepat tak menghiraukan ucapan Asistennya.


"Duh bos tega amat sih ninggalin gue sholat sendiri." Gerutu Andi akhirnya lebih memilih mencari info tentang perempuan yang ditabrak bosnya.


Di dalam mushola yang memang sengaja dibuat Kenzo di dalam kantor untuk para karyawan nya.


"Ya Allah, perasaan apakah ini, apa dia jodohku, saat menatap wajahnya jantungku terasa seperti tersengat listrik, tapi mungkin dia salah satu wanita yang kau kirimkan untuk mendampingi hamba, tapi aku telah menyakiti nya," Batin Kenzo dalam hati


"Ya Allah bila memang dia jodohku dekat kan dia pada hamba Ya Allah, karena dia wanita baik, hanya saja pertemuan awal kami yang kurang baik." Doa Kenzo.


"Tapi aku telah menyakitinya ya Allah, semoga ia akan memaafkan ku ya Allah, setelah ini aku akan mencari dia dan meminta maaf, semoga maaf ku diterima, Amin Ya Rabbal ngalamin."


Kenzo memang selalu menjalankan sholat lima waktu , hanya saja dia terlihat kejam dan dingin saja, dia tidak mau banyak wanita yang mengejarnya, lebih baik banyak yang takut.


Setelah sholat dhuhur Kenzo kembali ke ruangan nya.


Tok tok tok


Suara ketokan pintu membuat Kenzo sadar dari diamnya.


"Masuk," Pinta Kenzo


"Hem hush, Hosh," Dengan napas berat Andi mengelap keringat.


"Kau kenapa berkeringat begitu?" tanya Kenzo saat Andi telah berdiri di hadapan nya.


"Huh, saya nyari bos kemana-mana tidak ada, untung saya udah sholat bos." ucapan Andi membuat Kenzo tertawa.

__ADS_1


"Hahahahahhaaha kau ini, saya kan sholatnya duluan, ada apa?" Tanya Kenzo.


"Bos, ternyata yah wanita cantik itu sekertaris bos yang baru bos, ini bos lihat berkas tentang wanita itu." menyerahkan sebuah amplop.


"Kaila Aisyah Hamish, nama yang indah." Tanpa sadar Kenzo tersenyum memandang foto dalam identitas sekertaris barunya.


"Apa bos??, bos tadi bilang apa indah."


"Apa? udahlah saya mau pergi dulu." ucap Kenzo berlalu meninggalkan Andi.


"Bos, kayaknya memang jodoh." ucap Andi.


"Kenapa kamu berasumsi begitu?" Kenzo juga berharap begitu, tapi ya tidak tahu juga.


"Percaya deh sama saya Bos," Andi berkata tanpa ragu.


"Serah kamu lahh, saya mau pergi." Kenzo beranjak berdiri dari kursi kerjanya.


Kenzo meninggalkan Andi di dalam ruangannya dan keluar menuju tempat yang dituju.


"Hem aku harus minta maaf," Batin Kenzo berjalan menuju ruangan sekertaris nya.


Kenzo berjalan menuju ruang sekertaris.


Ceklek


"Hm Kaila, saya ingin berbicara." Kenzo memulai perbincangan.


"Hah, apa yang kau lakukan disini, kalo masuk tuh ketuk pintu ucapkan salam Pak." Dengan nada kesal Kaila berkacak pinggang.


"Oh ya maaf, saya buru buru." ucap Kenzo tersenyum tipis, canggung sekali.


"Apa perlu saya ulangi." imbuh Kenzo.


"Tidak usah Pak," Kaila heran dengan sikap laki-laki yang belum dikenalnya ini.


.


.


.


.


.


.


***

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, komen, favorit anda rate.


__ADS_2