Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Kenzo Tipe Pria Setia


__ADS_3

"Aku nggak mau cerai Mas, aku nggak mau pisah sama kamu, sama Kenzie." ucap Kaila menatap Kenzo dengan mata penuh air mata.


Kenzie


Kenzo jadi ingat anaknya, Kaila juga tersadar telah melupakan bayi di dalam stroller.


"Ah, aku lupa Kenzie juga ada di sini." Kaila mengalihkan pandangannya menuju stroller bayi di samping sofa.


Pantas saja tidak kelihatan, warna stroller nya saja serupa dengan sofa ruangan Kenzo.


"Kamu kok bisa lupa. Itu anak kita loh, kalau ada sesuatu bagaimana." cemas Kenzo lalu melangkah menuju stroller dan mengambil anaknya yang ternyata sudah terbangun.


Kaila menghampiri suami dan anaknya.


"Maafin Mamah sayang, Mamah lupa gara-gara ada yang makan bibir Mamah." ucap Kenzo langsung mendapat tatapan tajam dari Kenzo.


"Kenapa?" sewot Kaila.


"Nggak, ya udah makan ajalah, katanya bawa makan siang buat aku." Kenzo mengalihkan topik.


"Sini Kenzie nya sama aku dulu." Kaila mengulurkan tangan hendak mengambil alih Kenzie, tapi dicegah Kenzo.


"Nggak usah, biar Kenzie sama aku aja. Aku mau banyak waktu sama anak aku."


"Terus makan siang nya gimana, jangan telat makan atau sampai lupa lohh mas."


Kenzo gemas dengan istrinya, beruntung sekali dirinya memiliki istri yang perhatian.


"Ya udah kamu suapin aku, biar aku yang jagain Kenzie."


"Mas ini dikantor ih, kalau ada yang lihat bagaimana." cemas Kaila.


"Ya nggak gimana gimana, kan kamu bukan simpanan aku. Lagian juga semua sudah tau kalau kamu istri aku." setelah mengucapkan itu Kenzo duduk di sofa dengan Kenzie di pangkuannya.


Kaila menghela nafas menghadapi sifat suaminya.


"Ya sudah aku suapin buat kamu." tukas Kaila ikut duduk dan mulai menyuapi Kenzo.


"Aaaa uwaaa aaa ehehehehe" celoteh Kenzie tak jelas.


"Kamu makin berat aja yah sayang, tidur mulu sih bro jadi gendut." ujar Kenzo mencium perut anaknya membuat sang anak tertawa kegelian.


"Mas ih, makan dulu sampai habis baru main sama Kenzie." omel Kaila karena Kenzo malah melupakan makannya.


"Bentaran doang sayang."


"bentar apanya! ini baru dua suap lohh yang masuk."


"Kenzie liat tuh Mamah marahin Papah terus, masa gak boleh main sama kamu." adu Kenzo yang hanya dibalas kedipan dari mata sipit sang anak.


"nggak usah ngadu, nih makan sendiri sampai habis." Kaila meletakkan makanan nya dan mengambil alih Kenzie.


"Iya iya, ngomel mulu sih kayak nenek-nenek aja."


"Apahhhh!" teriak Kaila pada Kenzo.


Kenzo langsung makan dan menghindari tatapan tajam dari Kaila.


"Eh enaknya masakan kamu. Kamu emang pinter deh kalau urusan perut." puji Kenzo pada sang istri.


Kaila langsung tersenyum mendengar pujian dari Kenzo.


"Mam emmmm." oceh Kenzie melihat Kenzo makan.


Kaila menoleh pada anak di pangkuannya.


"Kenapa sayang, Kenzie mau mamam kayak Papah." anaknya merespon menunjuk Papahnya.


"Kenzie mau mamam? nih sayang aaaa aduh." lengan Kenzo dipukul oleh Kaila.


"Kenapa sih Mah." Kenzo melihat istrinya.


"Ya kamu ngawur lah, bayi 5 bulan mau dikasih makan orang dewasa. Kamu mau Kenzie masuk rumah sakit."

__ADS_1


"Ya jangan ngomong gitu lah Mah."


"Ya kamu jangan main samain Kenzie sama kamu lah."


"Ya udah iya aku minta maaf deh. Maafin Papah yah Kenzie." Kenzo jadi tidak selera makan kalau begini.


"Udah, aku mau kasih makan dulu sama Kenzie. Kamu lanjut makan aja." Kaila berdiri dari sofa.


"Aku udah nggak nafsu makan lagi, Udah kenyang kok."


Kaila melihat bekal yang dibawanya.


Kosong.


"Helehh, nggak nafsu tapi makanannya tidak tersisa yaa." cibir Kaila yang hanya dibalas senyuman oleh Kenzo.


"Enak sih." ucap Kenzo lalu meminum botol yang disodorkan Kaila.


Kaila tak membalas ucapan suaminya.


"Mau kemana?" tanyanya ketika melihat sang istri berjalan.


"Ngambil makanan bayi buat Kenzie." balas Kaila setelah mengambil satu bungkus makanan bayi.


Kaila duduk dan menyerahkan anaknya pada sang suami.


"Nggak pakai air hangat." Kenzo tidak melihat istrinya membawa air ataupun botol.


"Loh, iya yah. Kayaknya aku lupa bawa deh."


Kenzo menatap istrinya tak percaya. Bagaimana istrinya yang biasanya selalu teliti bisa lupa membawa keperluan anaknya.


"Terus gimana? ini Kenzie udah laper banget loh kayaknya."


Kaila melihat sang anak yang terus berceloteh 'mammamma'.


"Di kantor kamu bisa buat masak air nggak mas?"


"Iya mas, aku tau dan sudah hafal letak ruangan di perusahaan kamu."


Kenzo terkekeh mendengarnya.


"Ya udah biar aku suruh OB atau Andi."


"Nggak usah mas. Aku nggak mau ngerepotin orang lain. Lagian aku takut menyerahkan urusan anak pada orang lain." tutur Kaila.


"Ya udah aku yang jagain Kenzie. Kamu yang ke dapur."


Kaila mengangguk.


"Kamu jagain Kenzie yaa, Aku cuma mau rebus air doang. Nanti kalau rewel kamu tepuk aja pantatnya tapi jangan kenceng harus lembut."


"iya Mamah, udah sana keburu anak kita kelaparan."


Kaila keluar dari ruangan suaminya dan menuju dapur kantor.


Sementara Kenzo asik menggoda anaknya sampai tertawa.


"Kenzie sayang nggak boleh masukin jari ke mulut. Nanti nggak jadi superhero." Kenzo menarik pelan jari yang dimasukkan ke dalam mulut oleh anaknya.


Karena mengira dilarang oleh Papahnya membuat bayi 5 bulan itu menangis.


"Huwaaa aaaaaaa"


"Sayang jangan nangis yah, Papah cuma nggak mau jari Kenzie kotor nak." bukannya berhenti anaknya malah semakin kencang menangis membuat Kenzo kewalahan.


"Aduh sayang kok makin kenceng sih nangisnya. Don't crying baby Kenzie. Papah nanti dimarahin Mamah kamu." Kenzo akhirnya berdiri dan menimang anaknya dengan tangan kiri menepuk-nepuk pantat sang anak.


Akhirnya setelah beberapa menit Kenzo berhasil membuat sang anak tenang walau masih sesenggukan.


"Nah capek kan kalau nangis. Jangan nangis lagi yaa, ntar jadi jelek." Kenzo kembali duduk karena capek.


Ceklek

__ADS_1


Kaila masuk dengan membawa sekelas air yang masih mengepul.


"Kenzie nggak ngerepotin kamu kan Mas?" Kaila ikut duduk dan menaruh gelas di meja.


Kenzo tersenyum ke arah istrinya.


"Enggak, cuma tadi nangis kenceng tapi udah tenang kok." Kaila yang mendengarnya kaget karena anaknya menangis saat dirinya tak ada.


"Kenapa bisa sampai nangis kenceng Mas?" Kaila mulai mengipasi air dalam gelas agar menjadi hangat. Lalu menuang bubur bayi ke mangkuk yang dibawanya dan air hangat tadi lalu diaduk menjadi satu.


Kenzo memperhatikan istrinya "cuma aku bilang jangan masukin jari, aku lepas jarinya dari mulut, eh malah nangis kenceng." adu Kenzo.


Kaila manggut-manggut mendengarnya.


"Mungkin karena lapar makanya Kenzie masukin jari ke mulut." Kaila mulai menyuapi bubur bayi ke pada anaknya yang dipangkuan sang suami.


"Mmmm" Kenzie melahap dengan sangat gemas.


Kenzo dan Kaila tertawa melihat mulut anaknya yang penuh.


"Aaa a lagi sayang, buka mulutnya. Kenzie mam ya." bujuk Kaila pada Kenzie karena anaknya itu terus bergerak.


"Mam"


Kenzo tersenyum mendengar kata 'mam' dari mulut sang anak.


"Iya mam, Kenzie mam dulu yah. Nanti main sepuasnya deh." bujuk Kaila yang berhasil membuat Kenzie menurut.


Ajaib.


Kenzo tak percaya anaknya langsung menurut saat mendengar kata-kata yang keluar dari sang istri.


Sembari menyuapi anaknya, Kaila membuka percakapan dengan suaminya.


"Kerjaan kamu udah selesai Mas. Kalau masih sibuk diselesaikan aja. Biar Kenzie sama aku."


"No" ucap Kenzo cepat.


"Aku cuma tinggal meneliti dokumen dari klien yang di Mariska. Tapi Mariska nggak balik-balik dari sebelum kamu datang." sambung Kenzo.


Kenzo heran juga, kenapa sekertaris nya tidak kembali, apa iya si Mariska lupa untuk memberi dokumen pada Kenzo.


"ouhh, si Mariska emang udah lama perginya?" Kaila juga ikut penasaran. Entah andi ataupun Mariska tadi tidak terlihat saat dirinya ke dapur.


"Sebelum kamu sampai sini Mariska udah aku suruh ke HRD tapi nggak tau nih nggak balik-balik."


"Aaa a lagi dong sayang, dikit lagi nanti mainnya lanjut. Mam dulu dong buka mulutnya aaaa aaa." Kaila nampak susah menyuapi anaknya yang terus menutup mulutnya.


"Udah Mah, kayaknya Kenzie udah kenyang." Kenzo memang saking sayangnya pada sang anak.


"Ya udahlah." pasrah Kaila.


Anaknya memang lengket dengan suaminya. Sampai kelakuan mereka berdua benar-benar mirip.


"Tapi kamu nggak tergoda kan sama sekertaris Tuan Bobby yang bernama Sasha itu." Kaila takut suaminya akan tergoda dengan Sasha yang mempunyai tubuh sexy dan menarik bagi kaum pria.


Kenzo terkekeh mendengarnya.


"Aku tergoda sama wanita itu? hahha ya nggak lah sayang. Kamu jauh lebih baik dari segi manapun di mataku." Kenzo jelas saja tidak tergoda, karena baginya Kaila adalah yang terbaik dari semua wanita yang dilihatnya.


"Aku tipe setia lagian aku bukan lelaki yang mudah tergoda." tutur Kenzo diakhiri kecupan di kening istrinya.


"Beneran?"


"Iya sayang, Mana mau sih aku dengan wanita yang memperlihatkan tubuhnya. Makanya aku suka kamu yang begini. Cantik, dan menjaga diri. Istriku cuma satu, yaitu kamu." Kaila blushing mendengar suaminya memuji dirinya.


Kebersamaan keduanya terganggu karena suara ribut-ribut dari luar ruangan.


"Itu apa yah Mas, kayaknya ramai banget di luar."


"Aku juga nggak tau ail. Kita lihat aja ke luar, takut ada sesuatu." Kenzo menggendong anaknya dan tangan yang bebas menggandeng tangan sang istri.


Mereka keluar untuk melihat suara ribut-ribut dari luar.

__ADS_1


__ADS_2