Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Siapa Dia?


__ADS_3

"Gimana dong Mas? ini kalau aku berdiri Kenzie nangis." Kata Kaila masih menimang anaknya.


"Ya mau gimana lagi, tungguin sampai Kenzie tidur baru kita pulang." Ucap Kenzo tapi masih fokus pada berkas di mejanya.


Kaila mendengus kesal mendengar jawaban suaminya.


Jadi Kaila dan Kenzo masih di kantor, di dalam ruangan Kenzo. Usai sholat dhuhur sampai sekarang sudah memasuki waktu sholat Isya mereka masih di perusahaan.


Bayi itu akan menangis jika Kaila berdiri dari duduknya. Terpaksa Kaila hanya duduk dengan menggendong Kenzie.


Sementara Kenzo hanya duduk diam masih mengurusi kertas-kertas sialan yang membuat dirinya dan dua orang tersayang nya terpaksa menunggu.


"Kamu masih lama nggak Mas? aku udah capek duduk terus nungguin kamu dari tadi." Ucap Kaila dengan kesal pada sang suami.


"Bentar lagi selesai kok. Lagian Kenzie juga belum mau pulang masa kamu udah ngebet pulang." Ucap Kenzo tanpa melihat ekspresi kesal istrinya.


Kaila berdiri dari duduknya, tapi belum juga lima detik tangisan Kenzie sudah keluar.


Kenzo menghentikan aktivitasnya dan menatap istrinya yang tengah menimang-nimang anaknya agar berhenti menangis.


"Bener kan apa yang aku bilang kalau Kenzie belum mau pulang." Ujar Kenzo berdiri lalu berjalan mendekati istri dan anaknya.


"Cup cup cup, sayang jangan nangis dong. Mamah cuma mau berdiri ngelurusin kaki aja." Kata Kaila memberi pengertian pada sang anak, bukannya diam Kenzie malah menangis semakin keras.


Kaila bingung. Tangannya juga sudah mulai pegal.


"Susuin aja, barangkali Kenzie haus makanya gak berhenti nangis." Sahut Kenzo sudah berdiri di samping istrinya.


Kaila menatap Kenzo horor. "Cuma akal-akalan kamu doang kan biar bisa lihat-lihat." Tebak Kaila.


"Hey kamu!"


"Kok bener sih yang kamu omong." Imbuh Kenzo diselingi cekikikan.


"Mesum sekali ya Anda." Ucap Kaila.


"Sama istri sendiri mah gak papa, udah sah kok ya wajar aja. Kalau sama orang lain nah gak boleh." Ucap Kenzo dengan santai.


Saat Kaila akan membalas ucapan suaminya, adzan isya berkumandang menghentikan kalimat yang akan dikeluarkan Kaila.


"Kamu susuin Kenzie biar diem. Aku sholat isya di mushola kantor dulu biar nanti sampai rumah udah sholat." Ucap Kenzo lalu meninggalkan ruangan.


Kaila duduk dan mulai menyusui anaknya. Benar saja tangis sang anak langsung berhenti.


"Nakal ya nakalnya anak Mamah, sengaja banget bikin Papah pergi ya biar bisa mimi cucu." ledek Kaila pada sang anak yang tengah menyusu.


Diledek begitu membuat bayi yang tengah menyusu itu tersenyum.


"Kamu kenapa nangis kalau Mamah berdiri? kan kita harus pulang sayang, soalnya udah malem. Kasihan Papah capek kerja butuh istirahat." Ucap Kaila sembari mengelus pipi anaknya yang tengah menyusu.


Kenzo masuk ruangan setelah kembali dari sholatnya.


Ceklek


"Udah sholatnya Mas?" Tanya Kaila saat melihat suaminya menutup pintu.


"Papah, kan ada Kenzie jangan panggil Mas dong." Ucap Kenzo berjalan menuju tempat anak dan istrinya.


Walau sudah biasa Kenzo berucap kata Mamah tapi Kaila masih saja tersipu setiap kali Kenzo mengingatkannya.


Kenzo melihat jam tangan di pergelangan tangannya.


Jam 08.15 Malam


"Kamu sholat isya dulu biar Kenzie sama aku. Kan sekalian mumpung belum kemalaman." slSuruh Kenzo pada Kaila.


Kaila menaikan alisnya mendengar ucapan Kenzo.


"Gimana mau sholat kalau anak kamu aja masih nyusu gini nih." Kata Kaila yang memang masih menyusui anaknya.


Oh iya, Kenzo lupa kalau anaknya masih menyusu.


"Gimana ya? Tapi ntar malah kemalaman terus jadi males sholat nya." Sahut Kenzo.


"Aku nggak pernah males sholat ya gimanapun keadaannya." Balas Kaila cemberut membuat Kenzo gemas sendiri melihatnya.


"Iya deh yang selalu tepat waktu kalau sholat." Balas Kenzo dengan mata fokus melihat anaknya.


Kenzo mengambil tubuh anaknya dari pangkuan sang istri.


Kaila was-was takut Kenzie menangis.


Kenzo tersenyum pada Kaila karena anaknya tidak menangis.


"Udah sana kamu sholat isya dulu mumpung Kenzie sama aku." Suruh Kenzo yang langsung diangguki Kaila.

__ADS_1


Kaila berdiri tapi Kenzo menghentikannya.


"Khemhem, itu jangan lupa bajunya dikancing dulu baru keluar." Sindir Kenzo mengalihkan pandangan ke arah berlawanan dari Kaila.


Kaila menjadi salah tingkah didepan suaminya sendiri. Setelah membenarkan bajunya, Kaila bergegas meninggalkan ruangan untuk sholat isya sebelum anaknya rewel.


"Dadah Mamah," Ucap Kenzo mengangkat tangan Kenzie seakan melambaikan tangan.


Setelah pintu tertutup Kenzo memandangi wajah tenang anaknya.


"Kamu memang mirip sama saya., nggak heran orang yang melihat kamu mengatakan kalau kamu anak saya."


"Kan Kenzie emang anaknya Papah ya, masa anaknya om Andi, kan gak mungkin banget." Sambung Kenzo terkekeh yang malah membuat Kenzie yang tengah dipangku ikut tertawa.


"Eh ketawa. Emang Kenzie ngerti tadi Papah ngomong apa?" Ledek Kenzo sembari mencium seluruh wajah anaknya yang mengundang tawa karena geli mendapat ciuman dari sang Ayah.


"Hahaha udah ya sayang jangan ketawa malem-malem nanti kamu makin ganteng lohh." Ucap Kenzo agar anaknya berhenti tertawa. Takutnya ada sesuatu yang tak suka karena keberadaan anak kecil di dalam perusahaan malam-malam begini.


Ceklek


Kenzo menoleh ke arah pintu.


Ternyata istrinya sudah kembali setelah sholat isya.


"Kenzie nggak rewel atau nangis kan Ma eh Papah. Kenzie nggak nangis kan Pah?" Tanya Kaila grogi setelah hampir saja mengatakan kata Mas.


"Enggak kok dia anteng aja sama aku. Iya kan Kenzie?" Tanya Kenzo seakan-akan berbicara pada anaknya.


Syukur


Kaila lega mendengarnya.


"Mah udah malem loh ini. Kita pulang sekarang aja yaa?" Kata Kenzo bertanya pada sang istri.


Kenzo menatap Kaila.


"Tenang aja, sekarang Kenzie pasti nggak nangis." Imbuh Kenzo.


Akhirnya Kaila mengangguk.


Kenzo menyerahkan Kenzie pada dekapan istrinya. "Kenzie sama Mamah dulu ya, Papah mau nyetir kan kita mau pulang." Ucap Kenzo sebelum mendaratkan kecupan manis di dahi sang anak.


Kaila tersenyum, "Ya udah pulang yuk entar malah nggak jadi pulang." Sahut Kaila menghentikan interaksi anak dan suaminya.


"Udah kamu gendong Kenzie aja, biar aku yang bawa stroller nya." Tukas Kenzo.


Kaila sih hanya menurut saja, badannya juga sakit semua karena dari siang terus duduk dengan memangku anaknya.


Keadaan perusahaan sudah sepi karena memang sudah jam malam. Bahkan tinggal mobil Kenzo yang masih di parkiran kantor.


Kenzo terlebih dahulu membuka bagasi dan memasukkan stroller sebelum dirinya memasuki bagian kemudi. Kaila duduk di samping Kenzo dengan Kenzie di dekapannya.


"Udah siapkan?" Tanya Kenzo memastikan anak dan istrinya duduk dengan nyaman.


Dirasa sudah nyaman Kenzo menjalankan mobilnya meninggalkan area perusahaan.


Di perjalanan pulang hanya ada keheningan diantara suami-istri yang tengah diam dengan pikiran masing-masing. Sang anak sudah terlelap tenang dalam dekapan hangat ibunya.


Hingga Kenzo bersuara karena melihat sebuah taxi terbalik di trotoar jalan yang dilaluinya.


Kaila heran kenapa suaminya menghentikan mobil padahal perjalanan belum sampai rumah.


"Kenapa berhenti Mas?" Tanya Kaila pelan karena takut membangunkan Kenzie.


"Itu Ail di depan ada mobil taxi kecelakaan." memang lampu jalanan sedang bermasalah dan mati, karena itu Kaila tidak melihatnya.


"Astagfirullah," Ucap Kaila setelah matanya menangkap sebuah mobil taxi yang terbalik di pinggir trotoar.


Keadaan jalanan sepi pada malam ini, tidak ada kendaraan lain yang melintas selain mobil Kenzo.


"Kamu tunggu di sini ya, takut Kenzie masuk angin. Aku cek dulu penumpangnya." Kata Kenzo sebelum keluar dari mobil.


"Hati-hati Mas." Kenzo mengangguk lalu keluar mobil.


Kenzo mulai berjalan ke arah tempat taxi yang memang beberapa langkah dari Kenzo menghentikan mobil. Antisipasi siapa tau ini hanya jebakan para penjahat jalanan. Tapi sepertinya bukan. Saat Kenzo melihat dari balik kaca mobil taxi ia melihat sopir taxi dan penumpangnya tak sadarkan diri dan berlumuran darah.


"Ya ampun!" Seru Kenzo hingga membuat Kaila yang di dalam mobil heran melihat ekspresi suaminya.


Kenzo kembali dan mengetuk jendela disisi Kaila.


Kaila membuka jendela mobil.


"Ada apa Mas? kamu kelihatan kaget gitu?" Tanya Kaila pada Kenzo.


"Ada dua orang didalamnya Ail. Kita bawa ke rumah sakit dulu ya, siapa tau masih bisa diselamatkan." Ujar Kenzo yang langsung diangguki oleh Kaila.

__ADS_1


Kenzo kembali berjalan ke arah taxi yang terbalik dan membuka pintunya.


Agak susah mengeluarkan dua orang dari dalam mobil karena keadaannya terbalik. Kenzo dengan susah payah berhasil membawa sopir lalu orang yang duduk di kursi penumpang keluar dari dalam taxi.


Di gendongnya satu persatu dan dengan bantuan Kaila Kenzo memasukan dua orang korban kecelakaan kedalam mobilnya.


Kenzo kembali masuk mobil dan duduk di ku ra kemudi. Nafasnya ngos-ngosan karena membawa dua orang tadi. Kaila menoleh kebelakang melihat keadaan dua orang yang ternyata pria paruh baya dan satunya lagi pria masih muda.


"Parah Mas, kita harus segera membawa ke rumah sakit." Ujar Kaila panik melihat banyak darah pada dua pria yang dibawa suaminya.


"Iya Ail kita ke rumah sakit dulu ya, kamu tenang. Semua akan baik-baik aja." Kenzo menjalankan mobilnya berbalik arah dari arah rumahnya.


Kaila mendekap Kenzie yang terlelap untuk menghilangkan perasaan trauma mengingat kejadian ibu dan mertuanya.


Sementara Kenzo hanya fokus menyetir.


Setelah beberapa menit menjalankan mobil sampailah mobil yang dikendarai Kenzo di pelataran rumah sakit. Jarak rumah sakit memang tidak terlalu jauh jadi tidak memakan waktu lama untuk sampai.


Kenzo keluar mobil dan meminta suster membawa dua brankar untuk dua orang yang didalam mobilnya.


Kenzo ikut mendorong salah satu brankar ke dalam ruang UGD.


"Maaf untuk saat ini mohon tunggu diluar." ucap suster lalu menutup pintu UGD. Kenzo hanya menurut.


"Semoga nyawa mereka bisa diselamatkan." Ucap Kenzo berharap.


Kenapa ada yang kurang. Ah Kenzo lupa ternyata Kaila tak ikut masuk, berarti istrinya masih didalam mobil bersama anaknya.


"Istri sama anak sendiri bisa-bisanya sampai lupa." Desis Kenzo bergegas melihat anak dan istrinya.


"Ail, kok nggak masuk malahan diem aja." Ujar Kenzo mengagetkan Kaila.


Kaila gemetar tapi Kenzo belum menyadari.


Kenzo menatap aneh istrinya. Kenapa bukannya menjawab pertanyaannya malah diam menatap lurus ke depan.


"Ail," Kenzo menepuk pelan pundak istrinya.


"Enggak kok Mas." Ucap Kaila lirih sampai Kenzo hampir tak mendengar apa yang dikatakan wanita di depannya.


Aneh, batin Kenzo heran.


Dahi Kaila berkeringat membuat Kenzo mengusapnya lembut dengan ibu jarinya.


"Kamu kenapa kok sepertinya tegang? masuk dulu ya kita duduk istirahat, kamu pasti capek kan gendong Kenzie terus." Ucap Kenzo lembut.


Dibukanya pintu mobil dan melepas seat belt istrinya. "Nggak papakan kita tunggu semuanya selesai baru pulang." Ucap Kenzo merangkul pinggang Kaila dan masuk ke rumah sakit.


Kaila diam saja tak menanggapi.


Dokter keluar sesaat Kenzo dan Kaila tiba di depan ruang UGD. "Bagaimana dok keadaan keduanya?" Tanya Kenzo pada dokter yang menangani dua orang yang dibawanya.


Dokter tersebut menggelengkan kepalanya.


"Kondisi sang supir lebih parah daripada penumpang, dan korban juga mempunyai riwayat penyakit jantung. Dengan berat hati saya sampaikan nyawanya tidak bisa tertolong." Ujar sang dokter membuat Kenzo dan Kaila menutup mulut tak percaya.


"Kalau bagaimana dengan pria yang merupakan penumpang dok?" Tanya Kenzo.


"Alhamdulillah dia bisa tertolong karena tidak terlalu parah," Ujar sang dokter membuat Kenzo dan Kaila lega.


"Tapi karena benturan keras pada kepalanya mengakibatkan tak sadarkan diri dan dipastikan pasien mengalami koma." Imbuh sang dokter membuat Kenzo yang tadinya sedikit lega berubah menjadi lemas.


"Apa komanya akan lama dok?" Tanya Kaila.


"Kita tidak bisa memastikan kapan pasien sadar, dalam kondisi koma setiap orang yang mengalami bisa sadar dalam 3 hari, satu minggu, sebulan, setahun bahkan bertahun-tahun. Tidak ada yang tau pastinya." Ucap sang dokter menjelaskan.


Kenzo dan Kaila diam dengan pikirannya masing-masing.


"Kalau begitu saya permisi dulu." Tukas sang dokter meniggalkan dua orang yang masih terdiam.


"Bagaimana ini, bagaimana keluarga. Kita gak tau tentang mereka." Ucap Kaila sayu.


"Siapa dia?" Imbuh Kaila.


Kenzo memandang istrinya yang tengah memandang pintu ruang UGD.


"Yang pasti kita harus mencari tahu keluarga dan memberikan keadaan dia. Siapa tau keluarganya tengah menunggu dirinya." Ucap Kenzo bertekad membantu orang yang ditolongnya.


Kaila terduduk lemas.


"Kamu tenang aja, setelah ngurus jenazah supir taxinya aku akan cari tahu mengenai pria yang sedang koma itu." Tutur Kenzo menenangkan istrinya.


Kenzo tidak tahu bahwa Kaila tengah berusaha menyembunyikan rasa takutnya akan ingatan kejadian ibu dan mertuanya.


Aku teringat kejadian yang menimpa ibu Mas, aku nggak bisa bilang ke kamu. Aku takut.

__ADS_1


__ADS_2