
Kenzo sudah tidak sabar untuk pulang. Tapi tumpukan berkas menyibukkan dirinya di kantor.
Bahkan dirinya tidak sempat makan siang karena ingin segera menyelesaikan segala urusannya di kantor sebelum jam 8 malam.
"Sebenarnya Hari ini adalah hari apa? kenapa Kaila menyuruh ku untuk cepat pulang."
"Oh astagfirullah. Sekarang ulang tahun ku. Aku kok bisa lupa sihhh."
"Aku harus cepat menyelesaikan ini dan segera pulang."
"Aku sudah tidak sabar lagi, Kira-kira apa yang akan Kaila berikan yah."
Kenzo tersadar saat ada suara ketukan pintu.
Tok tok tok
"Masuk saja." pinta Kenzo dari dalam.
"Selamat siang Bos." sapa Mariska.
"Kamu Mar. Saya kira Andi." ucap Kenzo masih fokus dengan berkasnya.
"Ada apa Mar?" imbuh Kenzo.
"Saya hanya mengingatkan Bos. Kalau nanti ada meeting Bos dengan Pak Andre."
Kenzo menghentikan gerakan tangannya. Mariska tidak berani melihat bosnya. Kenzo terlihat marah setelah Mariska berbicara.
"Bukankah Saya sudah tidak ada urusan lagi degan Tuan Andre. Tapi kenapa ada meeting mendadak." kesal Kenzo.
"Pak Andre ingin bertemu dengan anda Bos. Saya sudah bilang kalau anda sudah ada acara. Tapi Pak Andre ngotot Pak, dan Saya tidak berani." ucap Mariska takut.
Kenzo menghela nafas kasar menghadapi Tuan Andre yang merupakan rekan bisnis nya. Tapi juga merupakan salah satu musuh terbesar Kenzo. "Huft,,,, jam berapa meeting dengan Tuan Andre?" Kenzo memakai jasnya dan beranjak berdiri.
"Pukul 7.30 malam Bos."
"Apahhh!!!!" teriak Kenzo.
Mariska terkejut dengan perubahan sikap Kenzo. Beberapa bulan bekerja dengan Bosnya, Mariska belum pernah melihat Bosnya semarah ini.
Kenzo melihat jam tangannya. Pukul 07.00 malam.
Perasaanku tidak enak. Tunggu aku pulang Ail. Semoga Khenzie sama kamu baik-baik saja.
"Ya sudah siapkan semua keperluan saya untuk meeting!"
"Baik Bos." Mariska berlalu pergi dari ruangan atasannya.
"Kenapa Andre tiba-tiba mau meeting. Bukankah dia menolak bekerjasama denganku."
"Aku tidak bisa percaya pada orang licik seperti Andre."
"Ini Andi kemana sih. Dari pagi tidak kelihatan di kantor." heran Kenzo pada asistennya.
"Andi bodo amat. Saya tak peduli."
__ADS_1
"Oh iya harus beri tahu Kaila. Kalau aku pulang nya agak terlambat." Kenzo lantas mengeluarkan ponselnya dan menelpon istrinya.
"Assalamualaikum Mas. Ada apa? tumben nelpon aku." ucap Kaila di sebrang telpon.
"Waalaikumsalam Ail. Ail kamu baik-baik aja kan sama Khenzie?" ucap Kenzo dengan khawatir.
"Iya Mas, aku sama Khenzie baik-baik aja. Kamu kedengaran khawatir banget Mas. Apa terjadi sesuatu?" tanya Kaila dengan terkekeh.
"Perasaan aku tidak enak Ail." ucap Kenzo sendu.
"Hehehe.Kamu tenang aja Mas. Aku bakalan jagain Khenzie. InsyaAllah kami bakal. baik-baik aja Mas."
"Aku sepertinya bakal telat pulang Ail. Tapi setelah ini aku akan pulang sebentar untuk mengambil berkas." ucap Kenzo semangat.
"Iya Mas, Tidak papa. Aku tunggu kamu di rumah Papah." ucap Kaila terkikik.
Kenzo tersenyum mendengarnya. "Ya sudah aku tutup dulu yah. Assalamualaikum Mamah Kaila." Kenzo menutup telpon dan bergegas menuju parkiran. Ada berkas yang tertinggal di rumah.
"Waalaikumsalam Papahnya Khenzie." balas Kaila tersenyum.
Kaila bergegas membersihkan rumahnya. Sementara anaknya sedang bermain di box bayinya.
"Eh anak mamah udah bangun." Kaila mengangkat tubuh anaknya yang sudah terbangun.
"Uh, beratnya anak mamah." diciumnya wajah Khenzie. Membuat bayi manis itu tertawa.
"Khenzie suka yah sama boneka pemberian papah." Kaila tersenyum melihat anaknya yang terus memegang boneka yang Kenzo beli minggu lalu.
"Salam dulu Mas kalau masuk rumah. Ngagetin aja tau." dengus Kaila. Sementara Kenzo hanya menampilkan giginya.
"Mas kok pulang? bukannya pulang terlambat karena ada rapat yah?" Kaila mendekati Kenzo.
"Kalau ada Khenzie jangan manggil Mas dong. Biasakan manggil Mamah Papah." ucap Kenzo mencium gemas pipi anaknya.
"Maafin Mamah Papahnya Khenzie." Kaila tersenyum melihat interaksi suami dan anaknya.
"Tolong ambilkan dokumen aku dong Mah. Aku mau main dulu sama Kenzie boleh yah Mamah cantiknya Khenzie." ujar Kenzo menggendong anaknya yang terlihat rindu berat dengan sang papa.
"Iya tunggu dulu yah. Kamu jagain Khenzie aku ambil dokumen kamu. Di ruang kerja kamu kan?"
"Iya, cepetan yah Mamah. Biar bisa pulang cepat." ucap Kenzo tersenyum.
Kaila meninggalkan Kenzo dan Khenzie di depan televisi.
"Anak papah tidur sih." Kenzo melihat anaknya yang sudah tertidur pulas.
Dipakaikan topi biru untuk sang anak agar tidak kedinginan. Karena cuaca sedang mendung.
"Lucunya anak papah." gemas Kenzo pada anaknya yang tertidur memegang boneka kelinci pemberiannya.
"Khenzie suka yah sama boneka dari Papah. Kenceng banget megangnya."
__ADS_1
"Nanti kalo Papah pulang dari kantor. Papah bawain Khenzie boneka kelinci yang besar pasti suka." ucap Kenzo mengingat hal bahagia beberapa jam yang akan datang.
Terlihat Kaila turun dari tangga dengan membawa dokumen ditangannya. Kenzo yang melihat tersenyum. Sedangkan Kaila merasa aneh. Dari saat pulang tadi suaminya selalu tersenyum bahagia.
Apa jangan-jangan Mas Kenzo sudah ingat kalau hari ini dia ulang tahun.
"Ada apa Ail? tanya Kenzo melihat istrinya yang sudah sampai di hadapannya.
"Tidak ada apa-apa Mas. Loh lagi mendung begini kamu kok lepas jas kamu?" Kaila berjalan ke samping Kenzo.
"Gerah Ail. Lagian biar Khenzie hangat juga. Aku rasanya tidak ingin pisah dari kalian." lirih Kenzo. Takut membuat anaknya bangun. Bayi imut itu sudah nyaman dalam dekapan sang ayah.
"Kita kan nggak kemana-mana Mas. Kamu selesaikan urusan kantor terus pulang yah. Aku sama Khenzie akan menunggu kamu Papah. Semangat kerjanya." ucap Kaila mengambilkan jas Kenzo di kursi.
Kenzo lantas memindahkan anaknya agar tertidur di kasur.
Diambilnya jas dari istrinya lalu dibantu Kaila memakainya. "Terimakasih Mamah." ucap Kenzo mengecup kening Kaila.
Kaila bahagia. Dan hari ini dia berjanji akan berterus-terang pada suaminya.
Chup
"Papah kerja ya Nak. Baik-baik dirumahnya sama Mamah. Okeyy." Kenzo membelai lembut pipi gembul Khenzie.
"Okey Papah." balas Kaila menirukan suara anak kecil. Kenzo yang mendengarnya gemas sendiri.
"Ail.Kamu tidak apa-apa aku tinggal di rumah sama Khenzie." ucap Kenzo sedikit khawatir.
"Kan biasanya juga iya Mas. Kamu kenapa Mas. Apa ada sesuatu?" Kaila mengelus lengan Kenzo untuk memberi ketenangan pada suaminya yang nampak gusar .
"Aku punya firasat Ail." terang Kenzo
"Kamu jangan takut Mas, Aku bakal jagain Khenzie apapun yang terjadi. Jadi kamu selesaikan meeting nya terus pulang cepat yah. Kami menunggumu Papah." Kaila tersenyum memberi semangat untuk Kenzo.
"Aku tinggal yah. Aku usahain pulang cepet pokoknya. Assalamualaikum." pamit Kenzo.
"Waalaikumsalam. Jangan khawatir sama aku sama Khenzie Mas. Kami bakal tunggu kamu pulang." ucap Kaila lalu mencium telapak tangan suaminya.
chup. Kecup Kenzo di kening Kaila.
"Hati-hati dirumah yah." pesan Kenzo sebelum meninggalkan Kaila.
Kaila tersenyum bahagia saat Kenzo benar-benar pergi dari rumahnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like dan komen