
Setelah menempuh setengah jam. Akhirnya Ken menghentikan mobilnya di sebuah rumah.
"Sudah sampai ail, yuk turun." ajak Ken pada Kaila.
"tTrnyata dari rumah mama gak memakan waktu banyak yah Ken?" ucap Kaila.
"iya, aku sengaja beli rumah yang jaraknya nggak jauh dari rumah mama. Kalau mau berkunjung gak lama, terus deket juga dari kantor aku." jelas Kenzo pada Kaila yang sudah turun dari mobil.
"Gimana ail, kamu suka?" tanya Kenzo pada Kaila dan berjalan beriringan dengan Ken yang membawa koper nya, Kaila membawa kopernya, ya kali Ken mau bawa dua koper, berat lahh, dasar laki-laki perhitungan pikir Kaila pada suaminya.
"Suka Ken. Bagus, tidak terlalu megah juga. Aku suka" ucap Kaila tersenyum ke arah Kenzo.
"Bagus kalau kamu suka. Tapi, jangan manggil aku pakai nama dong, kan udah janji loh kamu." ucap Kenzo.
"hehe, maaf mas." ucap Kaila nyengir.
Kenzo hanya berdehem.
Lalu Ken membukakan pintu untuk Kaila, mereka pun masuk ke dalam rumah baru mereka, yang cukup indah.
Kira-kira beginilah rumah yang dibeli Ken.
"Kita ke kamar atas yuh, sekalian aku tunjukkin bagian rumah nya, kopernya taruh ke kamar dulu." lalu Ken menggandeng tangan Kaila, sontak saja Kaila terkejut dengan tarikan Kenzo yang tiba-tiba.
"eh" kaget Kaila.
Lalu mereka berjalan menaiki tangga ke lantai atas, menuju kamar terlebih dahulu untuk menaruh koper dulu.
"Nah, ini kamarnya Ail, kamu suka gak?" tanya Kenzo tersenyum, senyum yang jarang orang lihat.
"Bagus kok mas, aku suka." ucap Kaila tersenyum tipis, mendengar nya Kenzo menjadi bahagia.
"Tapi, aku mau kita tidurnya pisah yah mas," lanjut Kaila.
__ADS_1
Seketika senyum Kenzo hilang, dadanya sesak mendengar penuturan wanita yang telah menjadi istrinya, tapi sebisa mungkin dia tidak memperlihatkan kekecewaan dirinya pada istrinya.Yah mungkin istrinya belum terbiasa.
Kenzo terdiam, ada rasa sedikit kecewa atas apa yang diucapkan wanitanya.
"mas, mas." Kaila memanggil suaminya yang sedang terdiam.
"eh iya ail, boleh kok, silahkan itu di sebelah ada kamar, di bawah juga ada." ucap Kenzo menampilkan senyumnya. Rasanya sesak sekali saat mengucapkan itu.
Sebegitu terpaksa kah kau menikah denganku.
"Ail, kenapa nggak tidur bareng aja." tanya Kenzo pelan tidak ingin menyinggung Kaila.
"Aku cuma belum terbiasa." jawabnya, Kaila tidak peka akan perubahan wajah lelaki di sampingnya.
Belum terbiasa? kita udah suami istri Ail, tidakkah kau ada rasa pada ku. Saat di rumah mamah kamu tidak masalah, kenapa sekarang berubah.
Lalu kenzo tersenyum ke arah Kaila. Tidak ingin melihatkan kesedihannya, dia sudah berjanji pada mamanya dengan membuat Kaila bahagia maka mamanya juga akan bahagia.
Namun Kenzo juga sudah mulai mencintai Kaila, maka dari itu lebih baik dia mengalah saja.
"Aku pilih yang di samping aja deh mas, " ucap Kaila tersenyum.
"ah, iya iya ail, boleh kok boleh." ucap Kenzo setenang mungkin, tapi tetap saja susah.
"Kamu baik-baik aja kan mas?" tanya Kaila memastikan.
"iya kok, yuks aku perlihatkan yang lain." ucap Kenzo mengalihkan pembicaraan.
Lalu Kenzo berjalan meninggalkan Kaila, Kaila heran dengan perubahan sikap suaminya. Sebelum menyusul Ken, Kaila terlebih dahulu menaruh koper nya dikamar sebelah yang akan di jadikan kamar nya.
Setelah menaruh koper nya Kaila menyusul Kenzo untuk melihat bagian-bagian rumahnya.
walk in closed
__ADS_1
dapur
ruang makan
tempat santai
Gazebo
Kolam renang di dalam rumah
kolam renang belakang rumah
tempat mobil /garasi
"Mobil kamu banyak banget mas?" tanya Kaila pada Kenzo.
Kenzo tidak menjawab nya dan berlalu pergi meninggalkan Kaila dengan pertanyaan atas perubahan sikap Kenzo.
Lalu Kaila pun berjalan meninggalkan garasi yang penuh mobil mewah dan mobil sport milik suaminya.
Saat sampai di depan kamar, Kaila tidak melihat Kenzo ternyata Kenzo sudah masuk ke kamar, lalu Kaila pun juga masuk ke kamar nya, yang akan di tempati sendirian.
Saat sudah masuk ke kamar nya, Kaila merebahkan tubuhnya yang letih ke kasur yang cukup besar, di lihatnya keseluruhan bagian kamarnya, juga langit-langit yang dicat putih dengan lampu terangnya.
__ADS_1
Lalu Kaila bangkit duduk dan melihat kopernya yang masih tergeletak di samping tempat tidurnya, di bawanya koper itu lalu dia berjongkok dan membukanya.
Matanya tertuju pada lemari di dekat nya, lalu karena dia merasa kurang nyaman dengan letak lemarinya maka dia berinisiatif untuk sedikit menggeser lemari tersebut.