
Setelah melaksanakan sholat shubuh, Kaila bergegas keluar dari mushola rumah sakit dengan terburu-buru dan semangat karena akan menemui anaknya. Anak yang sangat dirindukan.
"Khenzie tunggu Mama Nak." gumam Kaila dan berlalu pergi tanpa mempedulikan Kenzo.
Kenzo yang melihat istrinya begitu semangat hanya menggelengkan kepalanya.
"Suaminya sampai ditinggal. Untung sayang kalau enggak udah aku buang, eh astagfirullah ngomong apa sih aku."
Kenzo lantas menyusul istrinya. Tapi baru membuka pintu dirinya dikejutkan Kaila di depan pintu.
"Lhohh kok masih disini, nungguin aku yah, ah iyakan pasti nungguin aku, makanya jangan main asal tinggal aja do-"
"Apasih, GR banget jadi orang. Aku tuh nggak tau dimana Khenzie makanya aku nungguin kamu." potong Kaila yang langsung dibalas anggukan oleh Kenzo.
Kenzo menarik pergelangan tangan Kaila untuk mengikuti arah tujuan Kenzo.
Kenzo membawa Kaila ke depan ruang rawat Khenzie. Membuat Kaila terheran-heran. "Lohhh, ternyata di sini. Tadi waktu aku bangun kok nggak ada." ujar Kaila heran.
"Ya kan waktu itu Khenzie sadar makanya aku langsung bawa ke dokter karena aku tidak ingin mengganggu istirahat kamu makanya aku keluar bawa Khenzie buat temuin dokter." jelas Kenzo pada istrinya.
"Ooohh, kamu kenapa gak tekan tombol darurat sih Mas. Kan lebih cepat dan dokter juga pasti datang kalau kamu tekan tombol darurat."
Kenzo tak merespon ucapan sang istri. Dibawanya masuk Kaila ke ruang rawat sang anak.
Ceklek
Saat pintu terbuka Kaila langsung berlari menghampiri anaknya.
"Khenzie," ujar Kaila senang, bahagia melihat anaknya yang sudah membuka mata.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang. Mamah kangen banget sama Khenzie. Khenzie jangan sakit lagi yah, Mamah nggak kuat lihatnya."
Kenzo tersenyum melihat istrinya yang sangat merindukan anak satu-satunya.
Walau baru satu hari tapi rasanya sudah seperti berabad-abad tidak melihat anaknya.
Kenzo berjalan mendekati dua orang kesayangannya.
"Aku senang bisa kumpul lagi, Khenzie sudah sadar sekarang kamu bahagiakan Ail?" tanya Kenzo yang ikut duduk di sisi ranjang yang sama dengan tempat Kaila duduk.
Kaila memeluk Kenzo dan menangis haru, tangis bahagia karena anaknya sudah sadar.
"Aku senang Mas, aku nggak bisa melihat Kenzie sakit walau hanya satu jam sekalipun aku nggak akan kuat." Kaila memeluk tubuh suaminya dan mengeluarkan tangis kebahagiaan.
Kenzo mengusap kepala Kaila yang terbalut jilbab.
"Ini kuasa Allah ail. Sebenarnya kesusahan dari bencana yang menimpa kita akan menjadi ringan, jika kita sudah mengetahui bahwa Allah sedang menguji kita. Sedang Dia-lah yang sedang mencoba Qadar Nya. Dia juga yang telah menganugerahkan kita untuk mengadakan pilihan yang baik." ujar Kenzo dengan memejamkan mata meresapi ucapannya sendiri.
"Iya Mas, aku tau Allah sedang menguji kita, Allah sayang pada hamba-Nya dengan cara mengujinya."
Kenzo melepas pelukan dari istrinya. Dilihatnya wajah cantik sang istri. Diusapnya air mata yang menempel di kedua pipi istrinya.
"Jangan sedih lagi yah, anak kita kan sudah sadar. Kata dokter sudah bisa dibawa pulang karena kondisi Khenzie sudah membaik." Kaila mengangguk mendengar nya.
Kenzo melihat jam mahalnya di pergelangan tangan.
Pukul 06.00
__ADS_1
"Kita ajak Khenzie jalan-jalan yuk. Mumpung cuaca pagi ini cerah, bagus untuk kesehatan Khenzie."
"Kamu aja Mas, aku mau beresin barang Khenzie biar nanti bisa langsung pulang."
"Oh ya udah aku mandi dulu aja sekalian yah."
"Nggak usah Mas, nanti kelamaan. Kamu ganti baju sama celana aja."
"Oh iya yah baju aku kan kena ingus kamu tadi nih disni nih masih ada ingus kamu." tunjuk Kenzo pada kaos bekas air mata Kaila.
"Ihh, nggak ikhlas jadi sandaran aku yaa."
"Enggak sayang nggak gitu. Au ah aku ganti baju dulu biar bisa jalan-jalan pagi sama Khenzie." Kenzo beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar mandi.
Memang ruang rawat yang ditempati Khenzie serba ada dan fasilitas memadai.
Kenzo sendiri yang meminta pihak rumah sakit untuk menyiapkan kamar VVIP kelas atas.
Kaila membelai pipi sang anak yang nampak sedikit tirus.
Ceklek
Kenzo masuk dengan pakaian yang sudah berganti.
"Sudah siap Mas?"
"Sudah dong." Kenzo berjalan mendekati ranjang sang anak.
Diangkatnya tubuh anaknya karena selang infus yang menancap pada nadi sang anak sudah dilepas dokter.
Kaila berdiri dan membenarkan pakaian anaknya yang sudah di dekapan suaminya.
"Iya, jangan lama-lama yaa. Takutnya banyak debu, Kenzie kan belum sembuh total. Jangan jauh juga takut Kenzie capek terus nanti haus lagi. Janga-"
"Iya aku tau." potong Kenzo.
"Udah yah ntar malah nggak dapet udara pagi yang segar." sambung Kenzo.
"Nggak bawa stroller Kenzie?, ntar tangan kamu pegel lagi."
"Aku tadi udah suruh Andi bawain stroller yang di rumah kok. Jadi kamu tenang aja yah."
Cup
Kenzo mengecup kening Kaila sebelum pergi membawa anaknya jalan-jalan pagi.
"Hati-hati, dan selalu jaga hati yahh balik bawa perempuan lain siap-siap jadi gelandangan di jalan!!" seru Kaila pada Kenzo yang sudah hilang dibalik pintu.
Kenzo yang sudah di lantai dasar rumah sakit terkekeh mendengar kalimat terakhir yang tadi istrinya lontarkan.
Gelandangan
"Mamah kamu ada-ada aja yaa. Masa Papah jadi gelandangan sedangkan rumah masih atas nama Papah." Kenzo mengajak anaknya berbicara. Ya walau hanya respon tatapan polos dari bayi di gendongan nya.
Saat Kenzo keluar dari rumah sakit ada satpam yang menghampirinya.
"Dengan Tuan Kenzo?" tanya si satpam memastikan.
__ADS_1
"Iya, kenapa ya pak?" Kenzo mengalihkan pandangannya ke stroller yang di bawa bapak satpam tersebut.
"Ouhh. Stroller ya pak." imbuh Kenzo.
"Iya Tuan. Tadi ada yang menitipkan pada saya." satpam tersebut membantu Kenzo membuka stroller mahal Kenzie yang tadinya di bawa asisten nya karena perintah dari Kenzo.
"Makasih yaa Pak. Ini ada sedikit rezeki buat bapak karena udah membantu saya."
Kenzo merogoh sakunya dan membuka dompetnya. Di ambilnya uang warna merah 5 lembar dan diserahkan pada si satpam.
"Tidak usah Tuan, saya ikhlas lagian saya juga sudah di gaji." elak si bapak satpam tersebut tak mau menerima pemberian Kenzo.
Kenzo tersenyum, jaman sekarang susah menemukan orang yang ikhlas membantu dan tak mengharapkan imbalan. Tapi Kenzo percaya orang seperti itu masih ada.
"Tidak papalah Pak. Saya malah senang bisa dibantu bapak. Anggap aja ini uang dari saya karena anak saya hari ini akan pulang karena sudah sembuh. Diterima ya Pak."
Akhirnya pak satpam itu menerimanya.
"Terimakasih Tuan, semoga keluarga Anda selalu dalam lindungan Allah SWT dan selalu diberikan kesehatan, rezeki yang lancar." doa dari bapak satpam pada Kenzo.
"Amin," balas Kenzo.
"Kalau begitu saya permisi lanjut kerja Tuan. Sekali lagi Terimakasih banyak Tuan."
Kenzo memberikan senyum tulusnya pada orang yang telah mendoakan keluarga.
Baginya uang tak masalah, karena keluarga yang utama bagi Kenzo.
Bukannya Kenzo sombong, Kenzo benar-benar ikhlas membantu orang yang baik dan membutuhkan uang.
Satpam tersebut berlalu pergi setelah permisi dengan Kenzo.
"Lihat nak, kamu selalu dikelilingi orang-orang baik seperti bapak satpam tadi." Kenzo meletakkan tubuh anaknya ke dalam stroller.
"Chaaa, ayo jalan-jalan pagi biar Kenzie makin ganteng dan sehat." Kenzo mulai mendorong stroller anaknya dan mulai berjalan di sekitar lingkungan rumah sakit.
Banyak pasang mata melihat Kenzo. Yang muda, yang tua, yang singel, yang jomblo, yang sudah punya pasangan. Semua melihat ke arah Kenzo yang tengah berjalan mendorong stroller berisi bayi.
Orang ganteng gini yah. Selalu jadi pusat perhatian dari orang-orang sekitar. Aduhh udah kaya artis aja.
Kenzo bergumam dalam hati dengan senyum yang terus merekah.
"Cubit lengan gw cubit dong. Ini mimpi apa bukan awww sakit beggo!!" teriak seorang wanita yang melihat Kenzo.
"Ini nyata, Dia ganteng banget. Hot Daddy, suami able pokoknya." seru yang lainnya.
"Dia bawa anak. Punya istri apa udah duda yahhh. Kalau duda gw mau deh jadi istrinya." ucap wanita lainnya.
Kenzo terus berjalan tanpa mendengarkan atau menggubris ucapan-ucapan para wanita yang melihatnya.
Kenzo yang berjalan dengan mendorong stroller tak luput dari pandangan semua yang melihatnya.
Julukan baginya adalah 'Hot Daddy' karena udah punya anak tapi masih hot.
"Khenzie Mamah kamu pasti cemburu kalau Papah dikatain duda." ujarnya pada sang anak yang hanya dibalas kekehen kecil. Anaknya itu mengira Papahnya sedang bercanda.
Kenzo berharap istrinya tidak datang menyusul atau dunia akan runtuh karena kemarahan Kaila. Istrinya kalau sudah ngambek dan cemburu bener-bener bahaya.
__ADS_1