Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Aku Masih Marah


__ADS_3

Pagi ini tidak seperti biasanya, Kaila bahkan sholat tanpa Kenzo. Tidak seperti hari-hari sebelumnya mereka sholat berdua dengan Kenzo sebagai imam.


Setelah kejadian di mobil waktu itu, suaminya lebih pendiam seolah-olah tidak terjadi apapun.


Tapi yang membuat Kaila kesal itu sikap acuh dan dingin Kenzo.


Diajak bicara saja kadang tidak menyahut.


Seperti sekarang ini di meja makan. Kenzo yang melahap makanan buatan istrinya tanpa ada mengatakan kata-kata manis memuji hasil masakan sang istri.


"Masakan Mamah nggak enak ya Pah?" Kaila sengaja menyebut Kenzo Papah walau sedang berdua tanpa sang anak.


Kenzo tak menjawab dan hanya melihat istrinya sekilas lalu menyendok sarapan ke dalam mulutnya lagi.


Kaila menghela nafas.


"Aku-.. "


"Aku udah selesai. Aku berangkat ke kantor dulu." potong Kenzo lalu meninggalkan meja makan.


Tanpa pamit, tanpa kecupan hangat di dahi, tanpa mengucapkan terimakasih atas sarapannya, suaminya itu langsung pergi bahkan tanpa mengucapkan salam.


"Harusnya kan aku yang bersikap seperti itu. Kenapa jadi Kenzo yang mengacuhkan aku." katakanlah Kaila ini kurang peka.


Bagaimana suaminya itu tidak marah dan bersikap seperti sekarang ini jika istrinya menuduh berselingkuh. Mengucapkan kalimat kasar bahkan sampai meminta berpisah.


"Kamu yang selingkuh tapi aku yang di diemin, dicuekin, diabaikan." gumam Kaila.


Kaila bergegas membersihkan meja makan sebelum anaknya terbangun.


Rencana hari ini ia akan datang ke perusahaan sang suami.


Ingin memergoki suaminya selingkuh dengan dalih mengantarkan makan siang.


Tepat pukul 08.30 Kaila selesai memandikan anaknya.


"Kenzie main di sini dulu yah, Mamah mau masak buat Papah." Kaila meletakkan anaknya di dalam box bayi dan mengecupnya lembut.


Setelah memastikan anaknya tidak rewel, Kaila bergegas turun dan menuju dapur.


"Masak apa yaaa." Akhirnya Kaila memasak sup iga dan nasi kebuli.


Karena suaminya suka dengan nasi kebuli, itu adalah favorit Kenzo dari semua makanan yang dibuat istrinya.


"Alhamdulillah selesai." Kaila senang masakan yang dibuatnya tidak pernah mengecewakan.




Suaminya pasti tidak akan bisa menolak kelezatan masakannya.


"Hum harumnya." Kaila tersenyum mencium aroma masakannya.


"Kamu pasti tidak akan bisa menolak nya Mas, aku pastikan itu."


Kaila memang pintar dalam hal memasak, bahkan mungkin wanita ini hampir mengetahui seluruh masakan nusantara.


Setelah selesai masak, Kaila memutuskan mandi.


Tepat pukul 10.00 Kaila selesai bersiap, di lihatnya bayi gembul 5 bulan itu di kamarnya.



"Aduh gemasnya, Tidur aja kamu imut. Maafin Mamah ganggu kamu sayang. Tapi kita harus ke tempat Papah." ujarnya mengangkat Kenzie yang tertidur bahkan tidak terusik dengan ulah sang Mamah yang memindahkannya dari box ke gendongan.


Kaila menggendong Kenzie dan membawa bekal untuk suaminya.


Setelah taxi pesanannya datang, Kaila langsung meninggalkan rumah setelah menguncinya. Biar tidak ada maling masuk. Tak lupa juga membawa stroller Kenzie.


Sampai di perusahaan Kenzo, Kaila tersenyum setiap berpapasan dengan karyawan yang melihatnya.


Kenzie sudah Kaila pindahkan ke stroller agar lebih nyaman tidur.



"Eh ibu Kaila." ucap Sisca, resepsionis yang bekerja di perusahaan Kenzo.


Kaila tersenyum pada Sisca. Kaila tidak khawatir pada perempuan yang bekerja di perusahaan suaminya, karena semua melalui seleksi Kenzo, jadi tak perlu khawatir akan karyawan perempuan di kantor Kenzo akan menggoda atau merebut suaminya.


Tapi kejadian kemarin membuat Kaila kesal dan masih salah paham.

__ADS_1


"Pak Presdir nya ada Sis?" Kaila memperlihatkan senyum manis di wajahnya.


Bahkan Sisca saja sampai terpana melihat senyum istri sang atasan.


"Pak Kenzo ada kok Bu, apa perlu saya kasih tau kalau ibu datang." usul Sisca yang dibalas senyuman oleh Kaila.


"Tidak perlu Sisca, saya mau memberikan kejutan pada suami saya."


Sisca mengangguk.


"Permisi yah, semangat kerjanya mba Sisca, saya ke ruangan suami saya dulu." pamitnya lalu pergi mendorong stroller Kenzie menuju ruangan Kenzo.


Sisca menatap kagum pada Kaila, istri atasannya itu selain cantik dan baik, juga ramah. Tak heran Kenzo begitu cinta pada sang istrinya.


Ruangan Presdir


Kaila langsung mengetuk pintu saat didepan ruangan Kenzo.


Tok Tok Tok


"Masuk" Kenzo mengira itu pasti Mariska yang tadi di perintahnya untuk membawa file dari bagian HRD.


Kaila mendorong stroller Kenzie masuk. Kenzo belum menyadari jika itu istrinya karena masih fokus dengan berkas-berkas.


Kaila meletakkan kotak makan di meja ruangan Kenzo tanpa bersuara. Anaknya juga lagi anteng tidur.


"Kamu lama amat sih Mar, saya kan sud-.. Loh Kaila." kaget Kenzo saat melihat bukannya sekertaris nya melainkan istrinya.


Kaila tersenyum dan mendekat ke Kenzo.


Kenzo menghentikan kegiatannya. "Ada apa Ail?" ucap Kenzo masih belum beranjak dari kursi kerjanya.


Ail? Benarkah Kenzo memanggilku Ail, berarti sudah tidak marah.


"Kaila" panggil Kenzo karena Kaila tampak diam.


"Eh iya, Aku cuma nganter makan siang buat kamu Mas." Kaila mendekati Kenzo di meja kerja.


"Makan siang? nggak biasanya kamu nganter makan siang ke kantor aku gini." desis Kenzo.


"Memangnya kenapa kalau aku mengantar makan siang ke suami sendiri."


Kenzo mengeram frustasi tapi sebisa mungkin ditahan.


Kenzo tidak menghiraukan istrinya, ia lebih memilih kembali mengerjakan berkas-berkas yang menumpuk.


Kaila kesal karena diabaikan oleh suaminya.


Susah banget sih mau nyoba ngerayu kamu mas, padahal aku udah membuang rasa malu dan harga diriku hanya untuk kamu.


"Udahan dulu kerjanya mas, makan siang dulu nanti lanjut lagi." bisik Kaila di telinga Kenzo.


Sungguh membuat Kenzo tak kuat, suara istrinya sangat lembut dan menggodanya saat ini.


Tapi Kenzo mencoba biasa saja.


Kaila mengerucutkan bibirnya karena Kenzo mengabaikannya lagi.


Kenzo melirik istrinya, Kaila tengah cemberut.


Wanita selalu minta dimengerti. Untung istri.


Kenzo menghentikan kegiatannya.


Cup


Kaila terkejut karena bibirnya dicium oleh suaminya walau sebentar tapi rasanya bahagia.


"Aku masih marah yah sama kamu." setelah mengatakan itu Kenzo menurunkan Kaila dari pangkuannya.


Tangan Kaila masih melingkar di leher Kenzo.


Kenzo berdiri.


"Kenapa kamu marah ke aku? harusnya kan aku yang marah karena kemaren kamu sama wan-.. " Ucapan Kaila terpotong karena ada sesuatu yang kenalan mendarat di bibirnya.


cup


Kaila terdiam, Kenzo awalnya hanya menempelkan bibirnya tapi detik kemudian memaksa Kaila membuka mulutnya.


Kaila terbuai oleh ciuman yang diberikan Kenzo. Kaila ikut membuka mulutnya, lidah mereka saling membelit, keduanya bertukar saliva.

__ADS_1


Kenzo memeluk pinggang Kaila yang berbalut gamis pink.


Mereka terus berciuman tanpa sadar anaknya yang masih terlelap di stroller bayi.


Kenzo melepaskan tautan bibirnya, Kenzo memberikan jeda agar Kaila dapat mengambil oksigen.


Setelah Kaila puas mengambil nafas. Kenzo langsung melanjutkan acara mencium istrinya.


Cup


"Itu hukuman karena kamu mengatakan kata pisah kemarin." ujar Kenzo mengakhiri ciumannya.


Kaila mematung.


"Kamu tau apa yang buat aku marah?"Kaila menggeleng. Melepaskan kedua tangannya dari leher Kenzo.


Kenzo membawa Kaila agar duduk di sofa ruangan. Masih memeluk pinggangnya.


Setelah duduk, Kenzo melepaskan tangannya dan beralih menggenggam telapak tangan sang istri.


"Yang buat aku marah sama kamu itu karena ucapan kamu." tutur Kenzo.


"Tentang selingkuh." balas Kaila.


"Salah satunya itu,"


"Tapi saat kamu berkata ingin cerai dari aku. Itu lebih membuat aku marah." sambung Kenzo menatap Kaila.


"Dan kamu juga mengeluarkan kata-kata vulgar yang tidak pernah kamu katakan sebelumnya." imbuh Kenzo.


"Kapan aku ngomong vulgar." pekik Kaila.


cup


Kenzo mengecup bibir Kaila sekilas.


"Ihhh main nyium segala." Kaila mengerucutkan bibirnya.


Kenzo gemas sendiri.


"Baru kemarin aja udah lupa ya ngelarang tapi nggak tau tuh udah berapa lubang wanita dimasukin Inget nggak." seru Kenzo.


Kaila melotot karena Kenzo menirukan kalimat nya kemarin.


"Maaf" sesal Kaila, jujur Kaila waktu itu tidak sadar dengan apa yang keluar dari mulutnya.


"Aku masih nggak nyangka kamu bisa ngomong kayak waktu itu, seorang Kaila istrinya Kenzo Wijaya, berjilbab, dan solehah tapi mulutnya kasar." sindir Kenzo.


"Aku waktu itu nggak sadar Mas." ucap Kaila menunduk.


"Bahkan sering ngomong cerai dan minta pisah sama suami." cibir Kenzo.


"Aku-.. "


"Dengerin aku ngomong, jangan potong. Aku jelasin yang waktu itu kamu lihat di lobby." potong Kenzo.


Kaila mengangguk, Kenzo mulai menceritakan kejadian dari sebelum Sisca datang ke kantornya.


"Sudah jelas, Nyonya Kenzo wijaya yang terhormat." tekan Kenzo setelah menceritakan semuanya.


Kaila merasa bersalah karena sudah salah paham dan menuduh suaminya, bahkan meminta cerai.


"Jadinya mau cerai atau gimana nih??"


Kaila mendongak menatap sang suami. Sebenarnya Kaila tidak ingin pisah dari Kenzo, ucapan yang keluar dari mulutnya itu begitu saja keluar karena emosi.


"Aku minta maaf Mas, jangan ceraikan aku." sesal Kaila menunduk.


Kenzo juga tidak ingin berpisah ataupun bercerai, baginya menikah hanya satu kali seumur hidup.


"Kan kamu yang minta, bukan aku." ketus Kenzo.


"Aku salah Mas, aku minta maaf sudah menuduh kamu dan salah paham sama kamu, bahkan meminta cerai. Tapi aku tidak ingin berpisah dari kamu Mas." tukas Kaila mulai menitihkan air mata dari mata cantiknya.


Kalau sudah begini Kenzo tidak bisa berkutik. Tangisan orang yang dicintainya adalah kelemahannya.


Cup


"Aku sebenarnya masih marah sama kamu. Tapi melihat kamu menangis hatiku ikut sakit." ucap Kenzo membelai pipi Kaila dan mengecupnya.


"Tolong jangan menangis, menangis lah hanya ketika kamu bahagia." tutur Kenzo ikut sedih.

__ADS_1


__ADS_2