Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Singapore


__ADS_3

Kenzo dan Kaila heran saat melihat karyawan dan karyawati nya mendekat ke arah mereka, apalagi dengan senyum lebar.


"Selamat Pak Bu," ucap salah seorang karyawan.


"Kami ikut bahagia atas kebahagiaan bapak dan ibu." imbuh yang lain.


Kenzo dan Kaila heran. Kenapa semua membicarakan selamat atas kebahagiaan dirinya dan Kaila.


Kenzo menatap Andi yang juga tersenyum.


"Andi, sebenarnya ada apa?" tanya Kenzo heran.


Sedangkan yang diajak bicara malah senyum senyum sendiri kayak orang gila.


"Andi, ndi, Andi!" teriak Kenzo menyadarkan Andi.


"Eh iya bos. Maaf saya tadi sedang membayangkan saya sama Anita kalau romantis kayak bos dan bu bos, pasti bakal seneng deh." ucap Andi percaya diri.


"Aduhhh," teriak Andi saat mendapat pukulan sangat keras di lengannya.


"Anita sayang kamu kenapa sih, main pukul aja. Kan abang jadi sakit." ucap Andi pada Anita yang melayangkan pukulan.


"Sayang sayang pala lu peang. Maaf yah Pak Andi yang terhormat, saya gak mau sama bapak!"


Semua karyawan yang menyaksikan hanya tertawa, Kaila sedikit tertawa walau lemas rasanya.


"Andi, tidak usah godain perempuan mereka tahu kamu buaya."


"Saya mau nanya ini sebenarnya ada apa, kenapa kalian kumpul disini !" lanjut Kenzo bertanya pada semuanya.


"Udah deh bos, gak usah pura-pura nggak tahu. Mending bos antar bu Kaila pulang aja, biar istirahat." ucap Andi.


"Kamu siapa nyuruh-nyuruh saya!!, seenaknya aja yah kamu nyuruh saya !!"


"Bukan begitu bos."


"Sudah! semuanya kembali ke tempat masing-masing, bubar !" perintah Kenzo.


"Saya akan pulang. Kamu urusin kantor sama pertemuan saya !" tunjuk Kenzo pada asistennya, Andi.


"Asiyapp" balas Andi.


Kenzo membawa Kaila pergi meninggalkan kantor, digandengnya lengan sang istri mesra.


Kaila nampak pucat dan lemas, serta pusing, maka dari itu Kenzo ikut pulang, sekalian membicarakan perihal kepergiannya.


Kaila dan Kenzo kembali ke rumah nya, karena Aya sudah bilang akan baik-baik dan akan mandiri.


Tadi setelah pulang dari kantor, Kaila dan Kenzo datang ke rumah besar, untuk melihat adiknya.


Tidak seperti kebanyakan anak yang ditinggalkan orang berharga pasti akan sedih, tapi Alya tegar, ikhlas, dan sudah seperti biasa.


Mungkin memang keluarga Wijaya adalah orang yang ikhlas.


Sampai di rumah, Kenzo membantu istrinya berbaring di ranjang.


"Makasih mas."


"Kamu gimana? udah enakan, atau aku buatin teh hangat?" tawar Kenzo.


"Gak mas, aku udah mendingan kok, gak bau durian juga." ucap Kaila lirih.

__ADS_1


"Tadi di kantor karyawan pada ngucapin selamat ke kita kenapa yah. Apa mas lagi dapat proyek ?" tanya Kaila pada Kenzo.


"Aku juga gak tahu Ail."


Kenzo teringat sesuatu, ucapan Andi saat menemuinya di ruangannya.


"Ah aku tau kenapa mereka ngucapin selamat ke kita Ail." Kenzo menepuk jidatnya teringat sesuatu.


"Apa mas?"


"Jadi tadi itu Andi datengin aku. Dia bilang kamu muntah, terus dia bilang juga mungkin karena morning sickness,"


"Hah?" kaget Kaila


"iya Ail, aneh kan. Emang orang mual cuma orang hamil doang."


Kaila dan Kenzo tertawa.


"Aku kira mas dapat proyek besar, eh ternyata. Dsar Andi mulutnya ember banget yah mas, gak ada benernya."


"oh iya Ail, kamu bilang proyek, aku jadi keinget kalau aku mau ngomong sesuatu ke kamu." Kenzo mulai naik ke atas ranjang, mendekatkan diri pada istrinya.


"Apa mas?" Kaila penasaran dengan apa yang akan suaminya katakan.


"Jadi aku dapat proyek besar di Singapore beberapa minggu lalu."


"oh alhamdulillah mas, terus sekarang masalahnya apa? "


"Proyeknya itu di Singapore, dan rekan bisnis aku minta aku yang langsung ke sana memantau lokasi proyek, sekalian menyelesaikan." Kenzo nampak lesu saat mengatakan pada Kaila.


"Mungkin butuh waktu lama. Jadi harus pindah. Aku gak mungkin ninggalin kamu disini sendiri. Jadi aku bakal bawa kamu juga. Kamu mau kan?" ucap Kenzo hati-hati.


"Iya mas. Aku mau, sudah kewajiban bagi istri mengikuti apa semua perkataan suaminya, apalagi inikan hal baik juga buat kita semua. Buat perusahaan kamu, karyawan kamu, dan klien kamu."


Kenzo senang memiliki istri pengertian seperti wanita di depannya ini, sayangnya Kaila belum mencintai dirinya, mungkin.


"Berangkat nya kapan mas?"


"Abis subuh Ail."


"Ya sudah nanti aku siapin keperluan kamu sama aku yah."


"Nggak usah Ail, kamu istirahat aja biar aku yang beres-beres."


"Enggak mas. Aku udah baik-baik aja kok, nanti habis dhuhur juga baikan."


Setelah Dhuhur Kaila mengemasi pakainya sekaligus milik suaminya.


Setelah Sholat subuh, Kaila dan Kenzo menuju bandara, karena keberangkatan tepat pukul 05.30.


"sudah Ail, tidur saja dulu nanti kalau audah sampai aku bangunin." Kenzo tersenyum pada Kaila yang sudah terlihat mengantuk.


Kaila hanya menganggukkan kepala, tubuhnya lelah dan butuh istirahat.


Setelah menempuh waktu sekitar dua jam, Kenzo dan Kaila tiba di hotel, yang sudah disediakan oleh rekan bisnisnya.


Kenzo menelepon seseorang saat sudah sampai di hotel.


"... "


"Oh, saya sudah sampai, ini saya sudah di hotel sesuai kata Anda. "

__ADS_1


"... "


"Baiklah."


"... "


"Saya usahakan besok yah."


"... "


"Oh baiklah, sampai bertemu besok."


Kaila keluar dari kamar mandi langsung menghampiri suaminya.


"Telponan sama siapa mas? "


"Ini rekan bisnis aku Tadi cuma bilang semoga bisa menikmati kamar hotel yang dipilihkan."


"Ohh, hotel nya di sediakan rekan bisnis kamu ya mas? "


"Iya Ail, tadi sih bilang besok katanya mau ketemu, buat bahas proyeknya. "


Malam hari, Kenzo sudah terlelap setelah menunaikan sholat isya bersama Kaila.


Kaila tengah membereskan baju milik dirinya dan suaminya.


"Kecapean ya mas. Tidurnya lelap banget sampai kayak kebo." lirih Kaila melihat Kenzo yang tidur mendengkur.


"Sudah selesai. Sekarang tidur dan bangun pagi. Hoamm."


Pagi hari Kenzo sudah rapi dengan jas dan tas kerjanya.


Kaila menyuruh Kenzo untuk sarapan terlebih dahulu. Kenzo menurut saja, aroma masakan istrinya sangat membuat lidahnya ingin mencicipi.


Setelah selesai sarapan Kenzo pamit pada istrinya, diciumnya kening sang istri. Kaila sempat mematung. Namun hal ini baginya wajar, toh mereka sudah menikah.


"Jangan pergi ke mana-mana yah. Tunggu aku pulang. Pokoknya jangan pergi kemana-mana." ingat Kenzo pada istrinya.


"Iya mas."


"Pokoknya jangan keluar dari kamar yah, ini negara lain, jadi jangan sembarangan di sini yah Ail. "


"Iya mas iya. Aku paham, udah berangkat ntar malah kamu kesiangan."


Kenzo meninggalkan Kaila di hotel, sebenarnya berat pergi meninggalkan istrinya, ya walau hanya sehari, tapi rasanya tidak ingin jauh.


.


.


****************************************


Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, comen, favorit anda rate.


dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author ☺


.


Silahkan tinggalkan jejak, dengan like dan komen 👍


Tinggal pencet aja, gratis kok, kali-kali nyenengin author, wkwkw😁😁

__ADS_1


__ADS_2