
Setelah semua pekerjaan rumah selesai Kaila bersiap menuju kantor suaminya.
"Kenzie udah mandi jadi nggak usah mandi lagi yah sayang. Yang mandi Mamah aja, mamah bau asem." ucap Kaila pada anaknya yang tengah asik menggigit mainan di dalam box bayi.
Kaila meninggalkan Kenzie dan bergegas mandi karena setelah menyelesaikan urusan rumah badannya berkeringat.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian , Kaila menuju box anaknya.
Bayi mungil 5 bulan itu tengah tengkurap. Kaila gemas melihatnya.
"Kenzie ganti baju aja yah, kan mau ketemu Papah jadi harus ganteng." di gendongnya Kenzie dari box bayi.
Kaila lantas mengganti pakaian anaknya agar lebih segar.
"Nah makin ganteng nih anak Mamah. Kamu kok makin hari makin mirip Papah yahh."
Kaila heran dengan anaknya, wajahnya begitu mirip dengan wajah suaminya. Padahal tidak ada ikatan darah. Apa karena terlalu sering bersama.
Harusnya mirip dirinya dong, kan Kaila yang selalu mengurus dan lebih banyak bersama Kenzie. Tapi mengapa malah miripnya ke Kenzo.
Kaila membawa Kenzie ke dalam gendongannya dan menenteng tas kecil perlengkapan si mungil.
Di dalam Taxi Kaila menerima pesan dari Kenzo bahwa untuk ke tempat yang disebutkan.
From:Mas suami
Sayang, langsung datang ke restoran Chinese yang waktu itu aja yah.
aku udah di sini sama klien aku.
Aku menunggumu istriku, muah muah😘😘
Kaila tersenyum membaca pesan terakhir yang dituliskan Kenzo suaminya.
"Ke tempat ini yah pak." Kaila menunjukkan alamat yang dituju.
Keadaan jalanan tidak macet membuat mobil taxi yang ditumpangi Kaila sampai tujuan dengan cepat.
Kenzo terus berharap agar Kaila segera datang. Ia risih dengan sekertaris rekan bisnisnya yang terus menatap genit padanya.
"Tuan Wijaya saya sangat senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda." ujar Tuan Boby rekan bisnis yang mengajak makan siang dengan Kenzo.
"Saya juga berterimakasih karena Anda berkenan bekerja sama dengan perusahaan saya." ucap Kenzo menyunggingkan senyum.
"Oh iya perkenalkan ini sekertaris saya Sasha." ucap Tuan Boby menunjuk wanita yang duduk disebelahnya.
Kenzo mencoba tersenyum walau terpaksa.
"Pak, jangan tersenyum nanti dianya makin suka dengan anda." bisik Mariska yang berada di sebelah Kenzo.
Mariska saja sudah bisa menebak dari mata Sasha, mungkin karena sama-sama perempuan.
Kenzo menahan senyum mendapat bisikan dari Mariska. Yang Kenzo dapat lihat si sekertaris Tuan Boby itu tidak suka dengan Mariska.
"Perkenalkan saya Sasha. Sekertaris Tuan Boby di perusahaan." wanita bernama Sasha itu menjulurkan tangannya pada Kenzo.
"Maaf Nona bukan mukhrim." Kenzo sengaja memberi alasan agar tidak bersentuhan dengan Sasha.
__ADS_1
Mariska menahan tawanya melihat ekspresi perempuan di hadapan dirinya yang di tolak mentah-mentah oleh bosnya.
"Ah eh maaf Tuan Kenzo." dengan agak malu bercampur kesal. Sasha menarik tangannya.
"Saya sangat salut dengan Tuan Wijaya. Masih muda sudah menjadi pebisnis luar biasa, tampan, mapan juga kaya." ucap Tuan Boby mengubah topik pembicaraan.
"Apa tidak berniat mencari pasangan. Yah saya rasa akan banyak wanita yang mau menikah dengan anda Tuan Wijaya." imbuh Tuan Boby.
Kenzo enggan menjawab, ia hanya menampilkan senyumnya. Senyum yang sulit diartikan.
Nggak tau aja kalau aku sudah memiliki anak dan istri. hahaha Ail kapan kamu datang sihh.
"Wah bapak Kenzo masih lajang yahh. Saya bersedia menjadi wanita bapak." ujar Sasha entah bergurau atau serius.
Mariska hendak menyela ucapan Sasha, namun si Sasha sudah lebih dulu berbicara.
"Akan sangat bahagia bisa berdampingan dengan anda. Tampan, mapan, muda, karier lancar." lanjut Sasha dengan sengaja membuka sedikit belahan dadanya.
Kenzo sudah jijik melihat wanita di hadapannya. Tidak beda dari Kenzo, Mariska mual sendiri melihat kelakuan sekertaris dari rekan bisnis atasannya tersebut.
Tidak tahu saja kalau bos Kenzo sudah punya istri dan anak. Dasar wanita cabe-cabean.
"Hahaha, benar sekali yang dikatakan oleh sekertaris saya. Bahkan saya akan sangat bahagia bila memiliki anak seperti Tuan Wijaya." ucap tuan Boby menyanjung Kenzo.
Tuan Boby adalah pria paruh baya yang hanya memiliki dua anak usia remaja. Jadi ia sangat senang jika memiliki anak seperti Kenzo.
"Haha, anda bisa saja Tuan. Bagaimana kabar anak serta istri anda Tuan Boby?" tanya Kenzo mengalihkan pembicaraan.
Kenzo memang mengetahui bila rekan bisnisnya ini mempunyai dua anak yang masih remaja.
"Kabar mereka baik. Anak saya selalu saja banyak tingkah, apalagi yang laki-laki kelas 6 SD. Saya sampai pusing dibuatnya."
"Lagi dalam masa pertumbuhan Makanya sedang aktifnya Tuan." ucap Kenzo.
"Tuan Boby Tuan Kenzo saya ke toilet dulu sebentar yah." ucap Sasha tanpa menyebut Mariska yang jelas-jelas berada di situ.
"Silahkan sha." Tuan Boby mempersilahkan sekertaris untuk pergi ke toilet.
Kenzo beralih melihat Mariska yang tengah tengah menatap kepergian Sasha dengan kebencian.
Jelas-jelas ada aku disini, kenapa si cabe itu tidak menyebutku. Huu dasar cabe kegatelan.
"Kamu kenapa Mar?" ucap Kenzo mengagetkan Mariska.
"eh nggak ada apa-apa kok Pak. Saya cuma lagi ngelamun aja." mana mau Mariska jujur di depan tekan bisnis bosnya. Mending pura-pura aja.
Sasha datang dari kamar mandi dan berjalan menuju tempat duduknya, tapi saat di samping Kenzo ia dengan sengaja pura-pura terpleset agar jatuh di pelukan Kenzo.
Tapi itu hanya angannya, harapannya sirna karena bukan Kenzo yang menolongnya melainkan seseorang dari arah belakang.
"Anda tidak papa?" ucap seorang wanita menarik lengan Sasha.
Kenzo menoleh saat mendengar suara yang sangat familiar.
"Sayang kok baru sampai sih. Aku nungguin kalian loh." Kenzo berdiri dan mengajak Kaila ikut duduk.
Mariska berpindah tempat agar istri bosnya bisa duduk.
Sasha tidak percaya bahwa Kenzo yang dikiranya pria lajang tiba-tiba mendekati wanita yang menolongnya.
"Maaf Mas, tadi Kenzie nangis jadinya aku mampir ke toko mainan di depan." Kaila duduk di dekat Kenzo.
__ADS_1
Sasha kesal karena diabaikan. Ia duduk kembali di tempatnya.
Mariska yang melihat perubahan raut wajah Sasha mendadak tertawa.
Semua memandang Mariska aneh.
"Maaf maaf, saya tadi melihat seorang anak remaja sedang mengejar remaja lelaki yang tengah kencan dengan pacarnya." dalih Mariska menyindir Sasha.
"Ohh, saya kira kamu kenapa tiba-tiba ketawa. Jangan sampai gila kamu Mar." tegur Kenzo yang membuat tertawa kecuali Mariska.
"Tuan Boby, nona Sasha. Perkenalkan ini istri saya Kaila dan ini anak saya Kenzie." Kenzo memperkenalkan Kaila pada tuan Boby dan Sasha tentunya.
Kaila menangkupkan kedua tangannya di depan dada karena bukan mukhrim untuk berjabat tangan. "Kaila, salam kenal Pak ehm Pak Boby ya." ucap Kaila memperkenalkan diri.
"Tidak usah canggung Nyonya Wijaya. Anggap aja seperti Ayah sendiri, karena saya sudah tua. haha." gurau tuan Boby.
"Pak Boby bisa aja." balas Kaila.
"Ini sekertaris saya, Sasha." ucap tuan Boby.
Kaila beralih pada perempuan di samping tuan Boby.
Pakaian terbuka di bagian dada. Kaila menduga bahwa wanita tersebut sedikit tertarik dengan suaminya di lihat dari cara pandang nya pada Kenzo yang sedikit berbeda.
"Kaila" mencoba seramah mungkin dan menjulurkan tangan pada Sasha.
"Sasha Bu." menerima jabatan tangan dari Kaila.
Cih, hanya wanita dengan penampilan kampung saja bisa menjadi istri Kenzo Wijaya. Aku jelas lebih baik darinya.
Sasha memang tertarik pada Kenzo dari awal pertemuan, mengetahui pria yang di incarnya sudah menikah tidak membuat dirinya mundur.
Bahkan Sasha bertekad merebut Kenzo dari Kaila.
Kaila tersenyum menanggapi Sasha.
"Namanya keren ya bu. Sasha ajinomoto haha." ucap Mariska membuat Sasha melotot.
"Hush mulutmu itu loh Mar. Jangan ngawur kamu." sebenarnya Kaila juga menahan tawa mendengar ucapan sekertaris suaminya ini.
"Maaf yah tuan Boby bu Sasha. Atas ucapan sekertaris saya. Sekertaris saya memang suka bercanda." ucap Kenzo tak enak hati.
"Hahaha tidak papa, saya sedikit terhibur hari ini." ucapan tuan Boby membuat Sasha kesal karena dirinya seakan jadi bahan candaan.
"Pah, kencan hari ini jadi kan. Jangan lupa loh yang tadi pagi." Kaila sengaja berkata begini agar suaminya tidak terus ditatap Sasha.
"Oh iya." Kenzo hampir saja lupa.
"Maaf tuan Boby sepertinya pertemuan kali ini sampai disini, Saya ada janji dengan keluarga kecil saya." Kenzo berkata secara halus.
"Oh silahkan Tuan Wijaya."
"Kalau begitu Terimakasih untuk hari ini. Mengenai proyek ini biar nanti sekertaris saya yang menghubungi perusahaan anda Tuan Boby." ucap Kenzo sebelum beranjak berdiri.
"Iya Tuan Wijaya."
"Kalau begitu kami permisi." pamit Kenzo membantu Kaila berdiri.
Kaila menundukkan kepala ijin permisi.
Mereka meninggalkan restoran setelah berpamitan.
__ADS_1
"Saya kira Kenzo Wijaya masih lajang, ternyata sudah memiliki keluarga." ucap tuan Boby tersenyum melihat kepergian rekan bisnisnya yang masih muda.