
Kenzo mencoba mencari Kaila dan Khenzie di setiap sudut rumahnya. Namun hasilnya nihil. Kenzo tidak menemukan istri dan anaknya.
Kenzo kembali ke dapur. Arah pandangnya tertuju pada sesuatu di atas meja. Kenzo mendekat untuk melihat itu.
Kue ulang tahun
"Kue ulang tahun." pikir Kenzo mengamati bentuk kue yang sudah hancur. Bahkan bentuk tulisan sudah tidak terbaca lagi.
Kenzo menemukan secarik kertas di dekat kue tersebut. Dibacanya dengan seksama setiap isi dari tulisan di atas kertas kuning tersebut.
SETELAH ANDA MEMBACA INI
ISTRI DAN ANAK ANDA SUDAH BERSAMAKU
TUNGGU KEHANCURAN MU TUAN KENZO
"Siallannn!!" teriak Kenzo setelah membaca isi surat ancaman.
"Siapa yang menculik Kaila dan Khenzie, kalian dimana." ucap Kenzo lemas.
Kenzo berjalan lunglai ke kamar. Sebelum melangkah Kenzo tak sengaja menginjak sesuatu di lantai.
Kalung
"Ini. Ini kalung yang aku berikan pada Kaila tempo hari." Kenzo semakin lemas.
Kenzo mencoba menelpon handphone Kaila.
Tut tut tut tut
Bunyi dering dari arah kamar. Kenzo langsung ke kamar dan ditemukan handphone Kaila yang berbunyi di atas ranjang. Istrinya tidak membawa benda pipih itu.
Kenzo semakin lemas, dua orang kesayangannya telah diculik. Kenzo tidak bisa menyelamatkan. Pikirannya kacau.
Kenzo menerima telepon dari nomer tak dikenal. Diangkatnya telpon tersebut.
"Halo, siapa anda?" tanya Kenzo penasaran.
"Hahaha, Kenzo Kenzo. Aku kira sudah mati ketika mengetahui anak dan istri menghilang. Saya cukup salut pada Anda." seseorang itu menertawakan Kenzo.
"Dimana anak dan istrikuuuu."
"Kenapa anda menculiknyaa."
"Katakannnn dimana anak dan istriku." teriak Kenzo.
"Woahh, sabar Tuan. Istri dan anak anda aman bersama saya."
"Berani kau melukai mereka. Akan ku bunuh kau!!" and Kenzo.
__ADS_1
"Sebelum Anda membunuh saya. Saya terlebih dahulu membunuh anak serta istri Anda Tuan. Ingat mereka bersama saya saat ini. hahahha." ucapnya mencoba memancing amarah Kenzo.
"Beraninya kauu, siapa kau sebenarnya. Akan ku habisi kau." Kenzo benar-benar emosi.
Tut tut tut
Panggilan di akhiri oleh penelpon misterius tersebut.
"Tunggu aku, bertahanlah. Kalian harus bertahan." Kenzo kacau, benar-benar kacau.
Ting
Sebuah pesan masuk.
Jika ingin anak dan istrimu selamat. Aku akan memberitahu lokasinya. Tapi itu tidak sekarang. Tunggu besok akan ku kabari lagi. Dan ingat jangan sekali-kali menghubungi polisi. Atau anak dan istrimu akan mati.
Setelah menerima pesan misterius tersebut, Kenzo mengeram marah.
"Dimana kalian sayang. Siapa yang tega menculik Kaila dan Kenzo." Kenzo tampak kacau dan lemah.
Disisi lain, Kaila terus memberontak melawan wanita yang menyiksanya.
"Lepass,aku mohon lepaskan aku. hiks... hiks.. lepas." Kaila bahkan sudah kehabisan tenaga karena terus melawan.
Rijal, Matteo, dan Paiman tidak tega melihat Kaila yang terus dipukul oleh bos. Mereka hanya bisa diam, karena mereka sudah merencanakan sesuatu.
Plakk, suara tamparan kembali menggema.
"Cih dasar lemah." ejeknya.
"Terserah kau mau apakan aku, tapi tapi tolong hiks.. biarkan aku melihat anakku hikss...anakku pasti haus hiks .. a.. a.. aku mohon.. hikss... " Kaila mencoba melepaskan tapi yang mengikat pergelangan tangannya tapi tidak bisa.
"Hemm, akan ku kabulkan permintaan mu. Tapi jangan senang dulu." seringai wanita itu membuat Rijal, Paiman, dan Mateo bergidik ngeri.
"Karena setelah kau bertemu anak pungutmu itu kau pasti akan menderita. Hahaha Kenzo Kenzo beruntung juga dia punya istri seperimu yahhh." imbuhnya.
"Ka... ka.. ka.. kau me.. me. mengenal Kenzo su.. sususuamiku." ucap Kaila terbata karena lemah.
"Tentu saja, pria yang sangat mencintai istri dan anaknya. Bahkan aku tebak suamimu itu rela melakukan apapun untuk kau dan anakmu."
"Ja ja jangan lukai anak dan suamiku. Le le lebih baik aku saja." Kaila menangis membayangkan Kenzo dan Kenzie menderita. Kaila tidak bisa membayangkan jika itu benar-benar terjadi.
"Hahah, sayangnya suamimu akan hancur sehancur-hancurnya." wanita itu berjalan keluar.
Sebelum benar-benar keluar dia memerintah agar Rijal, Matteo dan Paiman. "Awasi perempuan itu, dan beri dia makan. Dan kau Matteo bawa anaknya tapi tetep awasi. Jangan sampai kabur." lalu wanita itu meninggalkan ruangan itu.
"Hiks.. hiks... hiks... " tangis Kaila pecah.
"Sabar Buk, inyong yakin bojone ibuk mesti nylametna ibuk." Paiman memberi semangat pada Kaila.
__ADS_1
(Sabar Bu. Saya yakin suami ibu pasti menyelamatkan ibu)
"Makasih yah, kalian sudah mau membantu saya." Kaila sedikit lega ada yang akan membantunya.
"Ya sudah Bu saya akan membawa anak ibu, dan Matteo akan disini bersama ibu. Paiman akan membawakan makanan untuk ibu." Rijal lantas melangkah pergi, tapi Matteo menghentikannya.
"Kau ni macam mana pula. Beta kan kat suruh yang ngambil anaknya, bukan ko."
(Kau ini bagaimana sih. Aku kan yang disuruh mengambil anaknya bukan kamu)
"Iye iye, ya udah sono pergi lo. males gw sama lo." akhirnya Rijal memakai logat gaulnya.
"Wes to, aje pada ribut lah, inyong puyeng mandengna koe-koe pada gelut." Paiman berkata lalu pergi keluar.
(Udah lah, jangan pada ribut dong. Aku pusing liat kamu-kamu pada berantem)
Kaila terkekeh melihat mereka, disaat seperti ini masih ada yang bisa menghibur.
Matteo pergi untuk membawa anak Kaila, setelah beberapa menit Paiman kembali dengan membawa sebuah rantang. Tak selang beberapa menit Matteo menggendong sosok yang dirindukan Kaila.
Kaila tersenyum melihatnya.
"Ibu mau makan dulu atau?" Rijal bertanya.
"Saya ingin menggendong anak saya, sudah saking rindunya." Kaila berbinar saat Matteo menyerahkan Kenzie pada Kaila.
"Hiks... hiks... maafkan mamah nak. Hiks.. hiks... sekarang Kenzie aman bersama mamah. mamah janji." Kaila sedih melihat anaknya yang menangis kelaparan.
Rijal, Paiman, dan Matteo terharu melihat pemandangan di depan mereka. Mereka jadi rindu sosok ibu. Matteo tanpa sadar memeluk Rijal. Bahkan Paiman sudah berlinang air mata.
"Anjirrrr, ngapain lo meluk-meluk gw item! lepass ih. Jijik gw." seru Rijal saat menyadari Matteo menempel padanya.
"Kalian makan aja dulu. Kalian belum makan kan. Saya makannya nanti." ucap Kaila pada ketiganya.
Ketiganya nampak bingung dengan ucapan Kaila.
"Sudah tidak apa. Kalian makan dulu nanti saya makan setelah menyusui anak saya. Sudah makan dulu." Kaila memberikan senyum, senyum yang tulus.
Rijal, dan Paiman tak lupa Matteo akhirnya makan. Kaila tengah menyusui Kenzie dan menutupinya dengan jilbabnya.
Seseorang tersenyum licik di sebuah ruangan. Dengan membaca dokumen bermap biru.
"Tunggu kehancuranmu." seringainya licik.
"Kenapa kau ingin menghancurkan Kenzo, apa ada dendam?" wanita itu heran.
"Kenzo dulu telah merebut semua kerja samaku. Dan membuatku terjatuh miskin hingga hidupku menderita." ucapnya emosi mengingat kejadian lama.
"Okehh, aku akan membantu mu bos. Asal aku mendapatkan uang." ucap si wanita tak kalah licik.
__ADS_1
"Tentu saja. Kau akan mendapat imbalan atas kerja kerasmu."
"Bersiaplah untuk hari esok. Karena alan ada sebuah pertunjukan yang menarik." imbuh pria itu yang diangguki oleh tangan kanannya.