
Masih jam 04.00 Kenzo dibuat terkejut karena anaknya menendang wajahnya.
Ini adalah hari kedua Kenzo tanpa istrinya.
"Aduh, Kenzie kenapa tendang muka Papah nak. Mana kenceng lagi." Kenzo bangun dan beranjak dari tidurnya.
"Bentar lagi Subuh. Mumpung Kenzie masih anteng tidur aku siap-siap sholat dulu." Kenzo membenarkan selimut anaknya yang terpental jauh.
"Papah tinggal dulu ya, jangan kemana-mana nanti kamu nyasar." setelah meletakkan guling di sisi kanan dan kiri anaknya, Kenzo pergi mengambil wudhu dan menunggu adzan subuh.
Selang 6 menit Kenzo kembali ke kamar dengan tergesa-gesa takut sesuatu terjadi pada anaknya.
Ternyata masih tidur, syukur deh.
"Kenzie sekarang Papah tinggal mandi dulu yaa, Kenzie tidur aja dulu okee."
Kenzo memutuskan memasak terlebih dahulu dan setelah selesai ia mandi sebelum anaknya terbangun.
Setengah jam kemudian semua yang Kenzo lakukan telah selesai. Sudah mandi dan sudah membuat sarapan untuk dirinya dan membuat bubur untuk anaknya.
Ceklek
"Kenzie Papah udah buat bubur buat ka-lhoh Kenzie kemana kok nggak ada?" Kenzo terkejut tidak mendapati anaknya di atas tempat tidur.
"Kenzie," panggil Kenzo pada sang anak. Berharap anaknya menjawab.
"Ngehehe."
Kenzo mendengar suara kecil dari samping tempat tidur. Kenzo mendekati sumber suara itu.
Dan......
Ketemu.
"Ternyata kamu disini. Papah udah takut lohh kamu ilang atau kemana." yang dikhawatirkan malah hanya tersenyum pada sang Ayah.
Kenzo mengangkat tubuh anaknya dari atas karpet. Untung ada karpet, bagaimana jika hanya lantai dan Kenzie terjatuh. Pasti anaknya akan benjol karena jatuh dari kasur.
Lagian kenapa anaknya bisa turun dari kasur yang tinggi.
Untung anaknya nggak lecet. Kalau sesuatu terjadi bisa-bisa Kenzo dimarahin istrinya.
Jadi teringat istri. Sedang apa ya dia di rumah.
"Kenzie nggak boleh kayak tadi lagi yaa kalau Papah tinggal." yang dinasehati hanya menampilkan gusinya.
Kenzo memutuskan memandikan sang anak menggunakan air hangat.
__ADS_1
Selesai memandikan dan memakaikan pakaian pada sang anak, kini Kenzo dibuat kewalahan karena anaknya menangis terus saat disuapi bubur. Padahal tidak panas.
"Kenzie kenapa nangis heum? buburnya nggak panas kok." tapi tetap saja, anaknya menangis saat Kenzo akan memasukkan suapan bubur ke mulut sang anak.
"Kenzie kenapa bilang ke Papah. Oh iya kamu belum bisa ngomong ya."
Kenzo berpikir apa yang membuat anaknya menangis di pagi hari selain mengompol.
Susu, Kenzie pasti pingin ASI.
"Kenapa aku nggak kepikiran itu ya. Sekarang aku sendiri yang bingung."
Kenzo kasihan pada sang anak. Sudah senang melihat anaknya tertawa dan tersenyum, tapi sekarang anaknya tengah menangis kencang.
"Kenzie dengerin Papah ya. Mamah kamu lagi pergi jauh jadi hari ini nggak mimi susu dulu ya." Kenzo mencoba membujuk anaknya, tapi tidak berhasil. Bukannya diam anaknya malah semakin keras menangis.
"Apa aku telpon Kaila aja? ah enggak deh lagian Kaila juga kalau sayang sama anaknya pasti temuin aku. Tapi nyatanya enggak."
"Tapi kasihan juga kalau Kenzie nangis terus. Kalau aku kasih susu formula takutnya alergi , Kaila aja belum pernah kasih susu formula."
"Tapi, nggak mungkin juga kan aku susuin Kenzie. Aku mana ada punya yang begituan."
Kenzo menimang-nimang anaknya siapa tau dengan cara begini tangis anaknya akan berhenti.
"cupcupcup sayang nya Papah jangan nangis yaa." bukannya diam Kenzie malah menangis kencang.
"Huft aku harus apa?"
Setelah cara ini dan itu sudah dilakukan tapi tidak berhasil membuat sang anak berhenti menangis, akhirnya Kenzo melantunkan sholawat.
Setengah jam Kenzo melantunkan sholawat berhasil membuat sang anak menutup mata tertidur.
Alhamdulillah kamu tidur nak, tapi bagaimana kalau Papah nggak bisa nenangin kamu. Semoga hari ini Mamah kamu temuin kamu.
Kenzo memandang wajah damai anaknya.
"Karena keegoisan Papah, kamu jadi korbannya, maafin Papah ya sayang." Kenzo mengecup pucuk kepala anaknya lalu memindahkan ke kamar untuk ditidurkan.
Kenzo meletakkan anaknya dengan sangat hati-hati takut anaknya terbangun dan menangis.
"Mimpi indah sayangnya Papah. Semoga kamu bangun nggak nangis ya."
Setelah memastikan bahwa anaknya tidur dengan aman, Kenzo menuju ke ruang makan untuk membereskan semuanya.
Saking fokusnya menenangkan sang anak membuat Kenzo tersadar bahwa sudah Jam 07.00 dan dirinya harus segera ke kantor.
Daripada ditinggal atau dititipkan terpaksa Kenzo menghampiri anaknya yang sedang nyenyak tertidur.
Dipindahkan tubuh anaknya kedalam stroller dengan hati-hati.
Dirasa semuanya sudah Kenzo bawa kedalam tas perlengkapan, Kenzo mendorong stroller anaknya menuju mobil.
__ADS_1
Sementara Kaila sudah berada di kantor sang suami agar bisa menemui anak yang sangat dirindukan.
Karyawan menatap aneh pada istri sang pimpinan perusahaan.
Seorang istri pimpinan mereka tengah duduk menunggu kedatangan laki-laki yang notabene nya adalah suaminya sendiri.
Sebuah mobil berhenti didepan perusahaan.
Kaila tahu betul mobil itu.
Mobil suaminya. Berarti anaknya ada didalam mobil itu.
Kaila sudah tidak sabar ingin segera memeluk sang anak yang dua hari berpisah darinya.
Kenzo keluar dari dan mengeluarkan stroller anaknya dari bagasi sebelum kembali masuk mobil membawa anaknya.
Kaila bisa melihat dua orang yang sangat dirindukan.
Suaminya mendorong stroller berisi anak laki-laki yang nampak tertidur pulas.
Kaila ingin berlari dan mencium anaknya, tapi ia takut Kenzo marah padanya.
Kaila menjadi gugup saat Kenzo berjalan memasuki lobby perusahaan.
Sementara Kenzo sudah tau bahwa wanita yang tengah berdiri beberapa meter darinya adalah istrinya.
Sebenarnya Kenzo juga sangat rindu wanitanya, tapi harus bersikap biasa aja. Laki-laki juga bisa jual mahal seperti perempuan. Emang perempuan doang yang bisa marah. Laki-laki juga bisa.
Tepat keduanya berhadapan dan saling pandang satu sama lain.
"Loh Kaila. Kamu ngapain disini? apa ada sesuatu yang kamu butuhkan?" Ucap Kenzo membuka kecanggungan yang menggerogoti dirinya.
Kaila bingung harus menjawab apa. Tapi matanya tak lepas dari sosok mungil yang tengah tertidur.
Kenzo paham kalau istrinya ini sangat merindukan anaknya. Tapi Kenzo juga masih kesal dengan perkataan istrinya tempo hari.
"Maaf yahh Kaila aku banyak kerjaan. Kalau kamu nggak ada perlu aku tinggal dulu." Kenzo sengaja berbicara seperti ini agar Kaila berbicara dan meminta maaf.
Kaila diam.
Kenzo menunggu respon wanita dihadapannya.
"Apa ada yang mau kamu katakan? kalau tidak ada silahkan menyingkir dari jalan."
Kaila menatap Kenzo.
Kenzo sebenarnya hanya mengerjai istrinya. tapi yah wanita kan mintanya dimengerti bukan untuk mengerti. Peka dong, peka.
Karena tidak mendapat respon dari istrinya, Kenzo berjalan mendorong stroller anaknya masuk lift.
Sebelum Kenzo benar-benar masuk lift Kaila memeluk Kenzo dari belakang. Sontak saja hal tersebut membuat Kenzo kaget sekaligus tersenyum.
Semua orang yang melihat menatap heran kelakuan istri sang atasan.
__ADS_1
"Jangan begini Mas. Aku salah aku minta maaf. Tapi aku mohon, aku mohon jangan pisahkan aku dari Kenzie." Ucap Kaila diselingi isakan kecil.
Kenzo tersenyum mendengarnya, tapi sebisa mungkin ia menyembunyikan senyuman itu.