
Kenzo dibuat pusing dengan adiknya yang baru pulang dari luar negeri. Alya beberapa bulan lalu di luar negeri mengurus sekolahnya. Tapi mendadak pulang. Apa yang membuat adiknya pulang pikir Kenzo.
Sekarang Alya tengah memarahi Kenzo yang masih berbaring di ranjang. Kaila juga ada, keadaannya sangat kasihan. Kenzo sebenarnya tak tega melihat istrinya yang hanya diam.
"Kakak bagaimana sihh. Tega banget bikin Kak Kaila nangis." omel Alya pada Kenzo.
Kenzo diam tanpa mau membalas ucapan adiknya.
"Kaka tega menceraikan Kak Kaila. Dia istri kakak, istri kakak. Kenapa kakak lakuin itu ke kak Kaila?" Alya sudah berkacak pinggang.
"Walaupun kamu memarahi kakak sampai dua hari, kakak tetap akan menceraikan dia. Jadi kamu tidak usah membujuk kakak untuk tidak berpisah darinya." Kenzo menatap adiknya dengan tajam.
Kaila menangis mendengar Kenzo berbicara. Bahkan Kenzo tidak mau menyebut namanya.
"Hiks... hiks.. hiksss.. " Tangis Kaila pecah. Semenjak Andre menyiksa Kenzie, Kaila semakin sensitif perasannya.
Alya yang melihat kakak iparnya sedih langsung memeluknya.
"Kak, kaka sabar yah. Mungkin kak Kenzo kejedot batu jadi ngomong begitu sama kaka. Kakak jangan nangis lagi." Alya memberi semangat pada Kaila.
"Sudah sana kamu pergi Alya. Bawa sekalian wanita itu. Jijik aku melihat wajahnya." usir Kenzo pada Alya dan Kaila.
"Kakak teg-" Alya hendak memarahi Kenzo, tapi Kaila menggeleng mengisyaratkan jangan.
"Kakak mau bicara sama kak Kenzo. Alya keluar dulu tidak papakan." Kaila meminta Alya untuk memberinya waktu berdua dengan Kenzo.
"Hm, baiklah Kak." Alya pasrah saat kakak iparnya tersenyum padanya.
Sebelum benar-benar meninggalkan ruangan Kenzo, Alya menatap tajam kakaknya yang tengah berbaring di ranjang.
"Awasss yah kalau Kak Kenzo bikin Kak Kaila nangis, Alya bakal marah sama kakak pokoknya." Ucap Alya membuka pintu lalu pergi.
"Nggak peduli." balas Kenzo acuh.
Kenzo membalikkan tubuhnya membelakangi Kaila. Sungguh Kenzo tidak kuat menatap Kaila.
"Mas Kenzo." panggil Kaila setelah beberapa saat terdiam.
Kenzo tak menoleh sedikitpun. Kaila sabar menghadapi Kenzo. Ia berjalan mendekati ranjang Kenzo.
"Mas" ulang Kaila, tapi Kenzo tidak bergerak sedikitpun.
"Mas, aku mau ngomong sama kamu. Jadi aku mohon kali ini aja kamu buang dulu rasa jijik kamu terhadap ku." Kaila tetep mencoba membujuk Kenzo. Hingga ranjang tampak bergerak.
Kenzo berbalik menghadap Kaila, tapi pandangannya lurus ke depan tanpa mau melihat ke arah Kaila.
"Cepet! Mau ngomong apa? Saya tidak ada waktu untuk mendengarkan curahan hati Anda." Kenzo menahan tawa karena ucapannya sendiri.
"Kamu kenapa berubah Mas?" Kaila kini mulai menggenggam telapak tangan Kenzo yang terinfus.
Kenzo tak bergeming, dia rindu wanitanya. Ingin segera memeluknya, tapi rencananya akan berantakan kalau dia menuruti keinginannya.
"Jawab aku Mas." suara Kaila mulai bergetar.
"Saya tidak berubah. Saya tetaplah Kenzo. Mungkin Anda yang belum mengenal saya lebih jauh." Kenzo geli saat mengatakannya, tapi ia coba tahan saat didepan Kaila.
"Tolong jangan begini Mas. Aku nggak mau pisah." Kaila menatap Kenzo nanar.
"Saya akan tetap menceraikan Anda. Karena tekad saya sudah bulat dan saya akan tetap menceraikan Anda." Kenzo sengaja berbicara formal agar Kaila tidak curiga.
"Aku mencintaimu Mas. Bisakah kita pertahankan rumah tangga ini." Kaila tidak sadar air matanya sudah berjatuhan.
Kenzo melepas genggaman tangan Kaila.
__ADS_1
"Maaf, tapi saya tidak akan pernah mengubah keputusan saya." sungguh Kenzo ingin menghapus air mata yang keluar dari mata Kaila, tapi untuk saat ini tidak bisa.
Kaila sudah pasrah jika keputusan Kenzo memang ingin berpisah darinya.
"Baiklah kalau itu keputusan kamu Mas. Aku akan mengikutinya." Kaila menghapus air matanya yang terus berjatuhan.
"Aku pergi Mas, Maaf telah mengganggu waktu istirahat mu." Kaila keluar dari ruangan Kenzo dengan derai air mata.
Klek, Pintu ditutup oleh Kaila.
"Maafin aku ail." Kenzo tidak tahan. Ia akhirnya menelpon asistennya untuk segera menjalankan perintahnya.
Setelah panggilannya dengan Andi beres dan selesai. Kenzo tersenyum.
"Tunggu kejutannya Kaila. hahha." Kenzo berjalan ke kamar mandi.
Sebenarnya Kenzo sudah sembuh dan hanya bahu dan punggungnya yang masih sakit, tapi Kenzo meminta dokter merahasiakan dari siapapun.
Kaila tengah duduk di bangku taman rumah sakit. Kenapa Kaila masih di rumah sakit, padahal Kenzo sudah mengusirnya. Alasan Kaila masih di rumah sakit karena Kenzie yang tengah dirawat juga karena takut trauma akan penyiksaan yang dilakukan Andre.
Mengenai kejahatan Andre dan Lexa jangan di ungkit sekarang yahh. Karena waktunya belum pas.
"Semoga pilihan kamu adalah yang terbaik buat kita semua Mas." Kaila menatap pasien lain yang tengah bersama keluarganya.
"Aku hanya takut Kenzie tumbuh menjadi anak tanpa orang tua yang lengkap." Kaila sebenarnya tidak rela berpisah dari Kenzo, tapi keputusan Kenzo tidak berubah.
Kaila beranjak pergi dari taman dan menuju kamar Kenzie dirawat. Tapi suara nyanyian dari seseorang membuatnya terkejut.
Suara yang sangat familiar. Muncullah Kenzo yang tengah berdiri jauh dari Kaila. Kenzo yang menyanyikan sebuah lagu dengan membawa sebuket bunga.
The Junas Monkey - Karena Cinta
Aku jatuh cinta lagi sayang
Tetapi yang kali ini sayang
Dia nya belum jatuh cinta
Tapi aku sabar
Menunggu sampai dia cinta
Ku tak mau kehilangan dia
Karna dia begitu indah
Dia bisa diajak bicara
Meski dia belum cinta
Itu yang membuat
Membuat aku tak menyaman
Karena cinta buta tuli
Tidak melihat tak mendengar
Karena cinta butuh waktu
Bukan sekedar bincang-bincang
Ku tak mau kehilangan dia
__ADS_1
Karna dia begitu indah
Dia bisa diajak bicara
Meski dia belum cinta
Itu yang membuat
Membuat aku tak menyaman
Karena cinta buta tuli
Tidak melihat tak mendengar
Karena cinta butuh waktu
Bukan sekedar bincang-bincang
Karena cinta butuh waktu
Bukan sekedar bincang-bincang
Bukan sekedar bincang-bincang
Ku tak mau kehilangan dia
Karna dia begitu indah
Kaila menutup mulutnya tak percaya. Kenzo yang beberapa saat mengatakan ingin pisah darinya. Sekarang tengah berdiri beberapa langkah dari tempatnya berdiri.
Kenzo berjalan menuju Kaila.
Karena Kenzo yang berjalan sangat pelan membuat Kaila tidak sabar dan langsung berlari ke arah Kenzo. Kaila langsung memeluk Kenzo erat. Kenzo sempat terkejut saat Kaila memeluknya, tapi kemudian Kenzo membalas pelukan tersebut.
"Jangan diam saja Mas. Karena itu melukai hatiku, Sayang." Kaila berucap dengan suara serak. Kenzo menepuk-nepuk punggung Kaila untuk menenangkannya.
"Aku mencintaimu Mas." ucap Kaila dengan sangat jelas.
Kenzo tersenyum mendengarnya. Bahkan saat ini dirinya serasa terbang di angkasa.
"Aku juga mencintaimu." balas Kenzo mengecup kening Kaila.
Kaila menutup matanya merasakan sentuhan lembut dari bibir Kenzo.
"Karena cinta , aku tidak ingin berpisah Mas. Aku mohon." Kaila kembali memeluk Kenzo.
Kenzo diam tanpa mau menanggapi ucapan Kaila. Kenzo melepaskan pelukannya. Ia lantas memberikan bunga pada Kaila.
"Untuk Istriku yang paling cantik dan yang paling aku cintai." Kenzo berkata dengan lancar dan dengan senyum.
Kaila tidak menyangka Kenzo melakukan ini semua. Kaila menerima bunga tersebut.
"Tapi kamu tidak akan menceraikan aku kan Mas?" Kaila agak ragu saat menanyakan hal tersebut.
"Aku mencintai kamu istriku. Aku tidak akan menceraikan mu."
"Karena Cinta." imbuh Kenzo
Kaila kembali memeluk Kenzo erat.
__ADS_1