Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Kaila


__ADS_3

Sudah sebulan berlalu kehadiran baby Kenzie dalam kehidupan Kenzo dan Kaila. Menambahkan momen bahagia dalam rumah tangga mereka. Siapa sangka bayi mungil yang mereka selamatkan dari maut kini telah berusia sebulan.



"Loh mas sudah bangun?" ucap Kaila melihat mengucek matanya. Dilihatnya sang suami tengah menimang anaknya.


Kenzo mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Oh lihatlah? betapa membahagiakannya melihat orang yang kita cintai tersenyum.



"Iya, tadi mau ke kamar mandi. Eh ternyata aku balik dari kamar mandi baby Kenzie nangis."


"Kamu pules banget tidurnya, aku jadi gak tega mau bangunin kamu." imbuh Kenzo, lalu duduk di samping istrinya.


"Harusnya kamu bangunin aku Mas. Kamu juga capek lembur terus kan?" Kaila mengambil alih baby Kenzie dari tangan Kenzo.


"Iya sih, tapi gak papa kok. Sekali-kali aku gendong Kenzie kan, jarang banget ada waktu sama kalian," Kenzo akhir-akhir ini selalu lembur, ada proyek besar yang dia tangani.


"Baby Kenzie pules banget tidurnya. ouh sama papa yah makanya pules banget, ulululu sayang baby Kenzie." Kaila mendaratkan kecupan ringan di dahi bayinya.


Kenzo tersenyum bahagia. Tidak pernah terpikirkan dibenaknya. Bahwa hubungannya dengan sang istri ada kemajuan.


Dulu mereka tidur terpisah. Sekarang bahkan sudah satu ranjang di kamar utama. Memang sejak kehadiran baby Kenzie, Kaila mulai menunjukkan perasaannya pada Kenzo. Namun belum ada kata atau kalimat cinta keluar dari mulut istrinya.


Maklumi kaum wanita yang kadang pemalu dan inginnya di mengerti, Oh istrinya adalah tipe wanita pemalu.


"Ail, kamu sholat dulu gih, biar baby Kenzie aku yang jaga dulu."


"Astagfirullah hampir aja telat sholat. Untung mas bilang, ya udah aku siap-siap sholat terus baby Kenzie sama kamu dulu yah." ucap Kaila menyerahkan tubuh mungil anaknya.


Kaila beranjak turun dari ranjang, ditinggalnya anak dan suaminya untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Sedangkan Kenzo berjalan ke arah box bayi. Di rasa anaknya terlelap, Kenzo memutuskan untuk menuju ruang gantinya.Tapi anaknya sedikit merengek walau mata mungilnya terpejam.



Memang Kenzo telah mengganti perabot di kamar utama hanya demi anaknya. Di dalam kamarnya terdapat box bayi Kenzie. Karena Kaila dan Kenzo tidak ingin anaknya tidur di kamar lain, baginya Kenzie masih terlalu kecil untuk tidur dalam kamar berbeda dari orang tuanya.


"Chha, Kenzie disini dulu yah, Papah mau ganti baju." saat akan menaruh di box, Kenzie merengek.

__ADS_1


"Sayang sayang, papah disini. Jangan nangis, tidur lagi yah, shutt Kenzie kenapa heum? gak mau ditinggal papah yah." Kenzo mengangkat anaknya untuk menenangkan dulu sebelum ditinggal.


"Maafin papah sayang. Papah sibuk jadi jarang main sama Kenzie." Setelah anaknya benar-benar tenang, Kenzo meletakkan bayi mungilnya di box bayi.


Bahkan orang lain tidak akan percaya kalau Kenzo bukan ayah dari bayi mungil bernama Kenzie. Mereka terlalu deket, bahkan karena sering bersama, Kenzie lebih mirip Kenzo.


Cup


"Kamu yang anteng yah, papah ganti baju dulu." Kenzo meninggalkan kamarnya dan berjalan ke kamar ganti.


Ceklek


Kaila kembali dari kamar mandi. Setelah sholat, Kaila langsung bergegas mandi. Karena kalau anaknya sudah terbangun pasti akan sulit untuk dirinya melakukan banyak hal.


"Kenzo kemana?" dilihatnya seisi kamar, ternyata suaminya tidak ada.


Kenzo keluar dari pintu penghubung kamar ganti. Sudah rapih memakai pakaian kantor.



Masih pagi Kenzo sudah rapih sekali. Membuat Kaila heran, karena biasanya jam segini suaminya masih di rumah. Ini kok sudah rapi.


"Mas sudah rapi jam segini, ada masalah di kantor yah?" Kaila melangkah mendekati laki-laki yang notabene adalah suaminya.


"Hari ini ada rapat. Proyek yang baru aku garap ada perubahan." ucapnya memandang wajah cantik istrinya.


"Pulang jam berapa mas?" pasalnya Kaila akan memberikan kado, tepat hari ini Kenzo ulang tahun, sebenarnya Kaila ingin mengucapkan saat suaminya bangun tidur. Tapi sepertinya kurang spesial.


"Tumben nanya aku pulang jam berapa. Kamu bukannya sudah hafal, kalau suamimu ini pulang paling lambat jam 8 malam." dibelainya rambut Kaila, dengan rambut hitam pekat sepinggang menambah aura kecantikan sang istri bertambah.


"Ya nggak apa-apa sih, sehabis waktu isya kamu bisa langsung pulang tidak mas?"


"Memangnya mau ngapain?" Kenzo sendiri heran, istrinya biasanya tak pernah begini.


"Ya, anggap saja ini kencan Mas. Bisa nggak nih sehabis waktu isya kamu langsung pulang?"


"Insyaallah, aku usahain pulang cepat yah."


"Memangnya mas tidak ingat ini hari apa?" tanya Kaila saat mereka sudah di tangga.

__ADS_1


Kenzo berhenti melangkah, Hari ini hari apa? seingat ku ini hari Kamis.


"Loh, sekarang kan hari Kamis." ujar Kenzo.


"Haish sudahlah Mas. Kamu berangkat ke perusahaan aja. Ingat yah, habis isya diusahakan sudah pulang , pulangnya ke rumah sendiri."


"Ya aku kan cuma punya rumah ini, memangnya kamu mau aku pulang ke rumah tetangga." goda Kenzo.


"Sampai berani begitu, masa depan kamu aku potong loh!!" geram Kaila.


"Masa depan aku kan kamu sama Kenzie." kekeh Kenzo berhasil membuat wajah Kaila bersemu merah.


"Ya sudah, aku berangkat dulu yah, Baik-baik di rumah. Kalau ada sesuatu hal segera hubungi aku." Kenzo menjulurkan tangannya kepada Kaila. Kaila menyambut tangan suaminya dan mencium punggung tangan Kenzo.


Setelah kepergian Kenzo, Kaila menuju dapur untuk membuat kue ulang tahun. Hari ini Kenzo ulang tahun.


"Bisa-bisanya Kenzo lupa sama tanggal lahirnya, aiih yang dipikirkan cuma kerja melulu sih." dercak Kaila.


"Masih ada waktu 2 jam sebelum Kenzie bangun." Kaila mulai berkutat di dapur dan mulai membuat adonan, sebelum anaknya bangun dia harus menyelesaikan tepat waktu.


"Aku bakal kasih kamu kejutan mas."


"Kejutan yang pasti sudah kamu nantikan selama kita menikah."


"Aku sudah cukup bisa menerima dirimu, kau yang terbaik untuk diriku Ken. Bodohnya aku baru menyadari ini semua."


"Setelah semua hal yang kamu berikan, aku hanya berharap setelah hari ini kita akan hidup bahagia."


Kaila terus mengingat semua hal tentang suaminya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2