
Kenzo melepas jaketnya untuk menyelimuti tubuh mungil bayinya yang masih merah.
Kaila menimang bayi di dekapannya karena menangis.
Mungkin ini jalan Tuhan, ibu yang mengandung dan melahirkan mu tidak menginginkan mu nak, tapi aku berjanji akan menjadi Ayah yang baik dan menyayangimu, karena mulai malam ini kamu adalah anakku, anak dari Kenzo Wijaya.
Terimakasih , aku sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan mu nak, aku janji akan menjadi ibu yang baik dan menyayangimu sepenuh hati dan jiwa.
Mereka tersadar dengan teriakan seseorang dari bawah gedung.
"Ada apa Mas itu ribut-ribut, kayaknya ada yang manggil kamu."
"Iya. Bentar aku lihat dulu." Kenzo berjalan kearah jendela. Ternyata satpam yang berteriak karena melihat mobilnya terbakar.
"Ada apa mas?" Tanya Kaila saat Kenzo berjalan mendekat.
"Ohh itu satpam dibawah panik gara-gara mobil aku kebakar. Dia kira kita kenapa-kenapa. Tapi aku udah kasih tau dia kok."
"Ohh. Mas terus ini gimana Mas?, kasihan Kenzie kedinginan terus belum dibersihin juga tubuhnya."
"Iya Ail, sebentar ya." Kenzo mengeluarkan handphone dari sakunya dan menelepon seseorang.
"Nelpon siapa mas?"
"Bukan siapa-siapa kok. Sekarang kita ke rumah sakit ya." Kenzo dan Kaila lantas pergi menuju bawah.
Ternyata satpam yang menjaga sudah tidak ada, dan ada sebuah mobil terparkir di dekat mobil Kenzo yang terbakar.
Satpam tadi sudah di suruh Kenzo untuk pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus bunuh diri.
Mobil tersebut juga Kenzo yang menyuruh seseorang untuk membawa dirinya dan anggota keluarga barunya ke rumah sakit.
Bagaimana bisa? tentu saja bisa. Tadi saat di atas Kenzo sebenarnya menelpon satpam agar melakukan yang dikatakannya.
"Loh kok ada mobil di sini?" Kaila heran melihat mobil.
"Udah masalah mobil nggak penting. Yang terpenting adalah Khenzie." Kenzo membantu istrinya masuk kedalam mobil diikuti dirinya yang mengemudi.
Sesampainya di sebuah Rumah Sakit, Kaila langsung turun di bantu Kenzo, karena Kaila sedang menggendong Khenzie.
"Mas, aku takut Mas." ujar Kaila saat memasuki rumah sakit dan banyak pasang mata yang menatap dirinya.
"Nggak usah takut sayang. Ada aku. Nggak usah takut ya." Kenzo merangkul pinggang sang istri lalu berjalan menuju ruangan dokter anak.
Untung tadi sudah buat janji dengan dokter Clarisa, Batin Kenzo.
__ADS_1
Tok Tok Tok.
Setelah ada sahutan dari dalam. Kaila dan Kenzo masuk dan langsung memeriksa Khenzie. bayi yang baru saja lahir ke dunia.
"Silahkan duduk Tuan Nyonya." Kaila terkejut ternyata dokter berambut panjang di hadapan nya bisa berbicara logat Indonesia.
"Dia sepupunya Andi Ail. Asli Indonesia cuma pindah ke sini." bisik Kenzo di samping Kaila. Kaila hanya mengangguk paham.
Dokter memeriksa tubuh Kenzie setelah Kaila membaringkannya di ranjang rumah sakit.
"Jadi gimana dok keadaan anak kami, apakah terjadi sesuatu?" tanya Kaila panik saat dokter selesai memeriksa keadaan Kenzie.
"Bayi nyonya baik-baik saja, bayinya menangis karena butuh ASI." jelas Dokter ber namtage Clarissa.
"Saya lihat bayinya baru lahir. Bahkan kalian belum memakaikan pakaian pada bayi kalian yang masih merah ini." imbuh D.r Clarissa memandang bayi di gendongan Kaila.
"Sebenar-... " sebelum menyelesaikan ucapannya Kenzo memotong ucapan Kaila.
"Tadi kami buru-buru Dok. Saya baru pulang dari kantor terus saat saya pulang saya melihat istri saya ternyata sudah melahirkan. Karena saya takut terjadi apa-apa pada anak dan istri saya. Maka saya langsung membawa mereka ke sini." jelas Kenzo dengan cepat tanpa ada ekspresi ragu.
"Oh, Tapi saya heran dengan istri bapak yang terlihat tidak lemas bahkan setelah melahirkan. Langsung bisa berjalan normal. Saya rasa-... " Dokter Clarisa heran saat melihat istri pasiennya tidak seperti wanita yang baru melahirkan.
Sebelum berpikir jauh, Kenzo mencoba menjelaskan agar dokter yang merupakan sepupu Andi percaya ucapannya.
"Ohh." dokter Clarisa hanya mengangguk. Walau sebenernya dirinya merasa ada yang aneh. Kalaupun membantah pasti posisi dokter di rumah sakit akan terancam.
"Maaf dokter Clarisa, sebenarnya anak saya kenapa yah,?" tanya Kaila menghentikan perdebatan antara suami dan wanita yang di sebut sebagai sepupu Andi.
"Begini Nyonya. Jadi bayi anda baru saja lahir tentu akan menangis itu wajar. Tapi bayi baru lahir menangis bukan tanpa sebab. Bayi membutuhkan ASI. Apalagi bayi tersebut baru saja dilahirkan."
"Tapi dok, ASI istri saya tidak keluar. Apa ada obat atau vitamin untuk membantu ASI istri saya keluar. Saya tidak tega mendengar anak saya menangis."
Kaila menatap tajam Kenzo saat Kenzo berkata begitu.
Dirinya tidak pernah hamil ataupun melahirkan, bagaimana bisa mengeluarkan ASI.
"Biasakan bayi agar menghisap payudara Nyonya. Sebab, isapan bayi akan mengirim sinyal ke kelenjar hipofisis untuk memproduksi hormon prolaktin dan oksitosin."
"Posisikan bayi dengan baik sehingga ia bisa mengisap secara tepat." lanjut Clarissa.
"Berikan stimulasi dengan meneteskan susu di putting sehingga bayi akan mengisap lebih keras." sambungnya.
Dokter Clarisa menjelaskan semua tentang cara agar ASI bisa keluar. Kaila dan Kenzo hanya mendengar dengan seksama.
__ADS_1
"Menstimulasi produksi ASI juga bisa dilakukan dengan pemberian obat hormonal, seperti: pil domperidon, provera, atau prometrium.
Namun pemberian ini sebaiknya dikonsultasikan secara detail kepada dokter mengenai dosis dan frekuensi pemberian.
Konsultasikan pula efek samping jika menggunakan obat hormonal ini."
Kenzo merekam penjelasan dokter Clarissa, ia ingin menjadi God dady untuk anaknya.
"Baik dok, kami sudah paham atas penjelasan Anda. Kalau begitu kami permisi." Pamit Kenzo lalu berjabat tangan dengan dokter Clarisa.
"Mari saya mandikan dulu bayinya Nyonya. Kasihan kalau dibiarkan begitu."
"Ah baiklah."
Kaila menyerahkan tubuh bayinya ke tangan dokter Clarissa untuk dibersihkan.
"Maaf Nyonya Tuan. Saya kehabisan kain untuk menyelimuti bayi. Apakah Tuan dan Nyonya membawa keperluan anak kalian ke rumah sakit?" tanya dokter Clarissa setelah selesai memandikan Khenzie.
"Kami terburu-buru Dok. Jadi tidak sempat untuk membawa keperluan baby ke rumah sakit." terang Kenzo.
"Ya sudah tidak apa-apa. Tapi setelah ini segera pakaian kain dan pakaian untuk anak kalian. Agar tidak kedinginan." perintah dokter Clarissa yang diangguki Kenzo dan Kaila.
Setelah selesai memeriksa anaknya. Kenzo dan Kaila meninggalkan ruangan tersebut.
"Ail kamu tunggu diluar atau di mobil dulu yah. Aku mau bicara dengan dokter Clarisa dulu, tak apa kan?" Ucap Kenzo saat sudah di luar ruangan.
"Iya Mas tidak papa. Tapi kamu mau bicara apa sama dokter Clarisa?"
"Cuma mau ngasih tau kabar Andi saja kok. Bukan hal penting." Kenzo berlalu masuk lagi ke ruangan dokter Clarisa.
"Sayang kita ke mobil aja yah, udah ngantuk ya, Khenzie bobok yah." Kaila keluar dari rumah sakit lalu menuju parkiran dan masuk ke mobil.
Kaila menggendong Khenzie yang masih berbalut jaket Kenzo.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen