Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Misunderstand


__ADS_3

"Sayang" panggil Kenzo pada Kaila yang tengah berlari.


Setelah melihat Kenzo berpelukan dengan wanita lain, Kaila berlari meninggalkan kantor Kenzo dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi.


Teramat sakit melihat suaminya sendiri berselingkuh di kantor.


Kenzo langsung mengejar Kaila yang berlari.


"Kaila dengerin aku dulu." ucap Kenzo terus mengejar istrinya.


Kenzo kesusahan karena Kaila lebih jauh beberapa langkah darinya. Tapi Kenzo dengan cepat melangkah lebar untuk menyamai jarak dengan istrinya.


"Sayang, Kaila hey hey berhenti dulu dong. Aku jelasin semuanya." bukannya Kaila berhenti ia malah semakin cepat berjalan bahkan sampai berlari.


"Nggak usah kejar aku!!" ucap Kaila setengah berteriak.


Saat ini Kaila hanya ingin pergi, menjauh dari laki-laki yang sudah membuatnya kecewa.


Kenzie bukannya menangis di bawa lari , bayi mungil itu malah tertawa karena ayah dan ibunya saling kejar-kejaran.


Kaila semakin cepat melangkahkan kaki, tapi langkah Kenzo yang besar bisa menyamai Kaila.


Greb


Kenzo memeluk Kaila dari belakang.


Kaila memberontak, tapi tenaga Kenzo lebih besar.


"Dengerin penjelasan aku dulu sayang."


Jantung Kaila berdegup karena Kenzo memanggilnya sayang, dan jangan lupakan juga karena jarak antara dirinya dan Kenzo yang sangat dekat.


"You have misunderstood babe." bisik Kenzo di telinga Kaila yang tengah terdiam.


Kedua orangtuanya tengah bergelut dengan pikiran mereka, bayi dalam gendongan Kaila malah asyik mengoceh tak jelas.


"Kamu salah paham." ulang Kenzo.


Kaila masih diam tak merespon Kenzo.


Kenzo memutar tubuh Kaila menghadapnya, masih berpelukan.


"Aku jelasin ke kamu ya, tapi jangan di sini. Ntar pada iri liat keromantisan kita." ucap Kenzo mencoba menggoda istrinya.


Kaila tetap diam, bahkan memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Huff, sayang." Kenzo menghela nafas kasar karena Kaila enggan bertatap mata dengannya.


Kaila melepaskan diri dari Kenzo, dan berjalan meninggalkan Kenzo.


Kenzo tersenyum melihat istrinya masuk ke mobilnya di parkiran.


"Ngambek - ngambek masih ingat mobil suami juga." Kenzo terkekeh.


Disusulnya sang istri yang sudah masuk mobil. Harus baik-baik ke Kaila karena istrinya itu sedang ngambek.


"Lama" ucap Kaila pada Kenzo yang baru duduk di kursi kemudi.


"Ya maaf." Kenzo langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya dengan pelan.


Di dalam mobil hanya ada celotehan Kenzie yang menggigit mainan karetnya.


"Anak Papah rewel nggak hari ini." Kenzo membuka keheningan diantara keduanya.

__ADS_1


"Nggak rewel dong. Yang rewel Papahnya, suka nemplok sana-sini nggak nyadar dirinya udah tua." ucap Kaila dengan nada sarkasme.


Kenzo hanya diam.


Bayi bernama Kenzie nggak peduli dengan pembicaraan orang tuanya. Malah asik memasukan jari ke mulut kecilnya.


"Em em amammmamaamm." oceh Kenzie tak jelas karena jari-jari mungilnya dimasukkan ke mulut kecilnya.


Kenzo gemas melihatnya, sedikit bisa melupakan tentang istrinya yang tengah cemburu.


"Eh jangan, jarinya jangan di masukan baby, nggak boleh yaa." ucap Kenzo lembut yang hanya dibalas tatapan polos oleh anaknya.


"Ngelarang tapi dirinya di luaran sana nggak tau tuh udah masukin berapa lubang ke wanita." Kaila berkata tanpa melihat Kenzo.


Kenzo terkejut akan kalimat yang dilontarkan istrinya. Kaila yang selama ini ia kenal tidak pernah berkata kotor atau vulgar seperti ini.


Tapi sekarang istrinya berucap tak pantas, apalagi masih ada anaknya diantara mereka.


"Maksud kamu ngomong gitu apa yaa?" Kenzo masih berucap biasa. Karena semakin diladeni dengan emosi maka sesuatu yang tak diinginkan bisa saja terjadi.


Kaila diam tak menjawab pertanyaan Kenzo.


"Maksud kamu ngomong kayak tadi itu apa?" tanya Kenzo sekali lagi. Masih fokus menyetir.


"Kamu tentu lebih tau bukan apa yang kamu lakukan di luaran sana." Kaila masih berbicara dengan nada dingin dan menuduh.


"Maksud kamu aku tidurin wanita di luaran sana, begitu??" Kenzo sedikit menaikkan nada bicaranya.


"Mungkin." acuh Kaila.


Orang tuanya tengah berdebat tapi anaknya tidak terganggu sama sekali. Masih enak menggigit mainannya.


"Kamu nuduh aku?"


Kenzo sudah bilang itu salah paham, tapi ya wanita butuh bukti dan penjelasan bukan hanya kata-kata penenang. Apalagi Kaila, istrinya ini agak keras kepala.


"Kamu kira aku selingkuh di luaran sana. Begitu." ucap Kenzo yang tak dibalas oleh Kaila.


"Kamu pikir aku kerja buat main wanita. Enggak yaaa." Kenzo sudah mulai emosi.


Kaila tidak membalas.


Mobil sudah berhenti di depan restoran, tempat Kenzo akan menjelaskan kejadian di kantor yang Kaila lihat.


"Dipikir aku selingkuh di luaran sana. Aku kerja tiap hari cari uang buat kamu buat Kenzie, dan kamu malah tuduh aku selingkuh."


Mereka masih di dalam mobil, enggan turun. Kenzo menghadap Kaila.


"Jawab Kaila," ucap Kenzo penuh penekanan.


"Kalau kamu nggak ikhlas nafkahin aku sama Kenzie, okeyy aku bisa nafkahin hidup aku sama Kenzie tanpa kamu." bukan, bukan ini jawaban yang Kenzo inginkan dari bibir istrinya.


"Aku nggak mempermasalahkan nafkah, toh itu kewajiban aku sebagai kepala keluarga."


"Yang aku permasalahkan disini itu kamu. Kamu secara tidak langsung menuduh aku selingkuh." imbuh Kenzo.


"Nggak usah nutupin lagi, udah jelas bukan." ucap Kaila balas menatap Kenzo.


"Aku nggak selingkuh. Yang kamu lihat di kantor itu kecelakaan. Ingat itu." ucap Kenzo mencoba mengendalikan emosinya karena melihat ada anaknya.


"NGGAK USAH NGELES, AKU MINTA CERAI DARI KAMU." teriak Kaila.


Jedder.

__ADS_1


Kata-kata ini lagi, kalimat yang Kenzo benci keluar dari mulut istrinya untuk kedua kalinya.


Dulu karena ancaman, sekarang karena emosi.


Kenzo mematung.


"Kita pulang aja, Kenzie sudah tidur." setelah mengatakan itu Kenzo melajukan mobilnya dan meninggalkan restoran yang tadi akan di datangi.


"Apa aku salah." batin Kaila.


Tidak ada lagi percakapan antara keduanya, Kenzie sudah terlelap dalam dekapan hangat sang ibu.


Sampai di pelataran rumah, Kenzo mematikan mesin mobil.


"Aku mau mandi dulu." setelah itu Kenzo meninggalkan istri serta anaknya yang masih di mobil.


"Lah, kenapa jadi ngambek." Kaila turun dari mobil tidak lupa membawa kunci mobil yang Kenzo tinggal.


iya, ditinggal, Kenzo teramat terkejut dengan ucapan istrinya sampai kunci mobil saja entah sengaja atau memang lupa tidak dibawa.


Brakk


Kaila kaget mendengar suaminya itu menutup pintu kamar cukup keras.


"Terserah kamulah mas," Kaila ikut masuk ke kamar.


Di letakkan anaknya ke dalam box bayi.


Brakkk


Lagi dan lagi. Kenzo menutup pintu kamar mandi dengan sangat keras.


Kenzie yang baru di letakkan di box bayi terkejut dan menangis.


"Uuuuu sayang kaget ya." Kaila mengangkat anaknya dan menimangnya.


"Kamu bisa nggak sih , nggak usah banting pintu segala. Kenzie jadi kebangun." ucap Kaila kesal pada Kenzo yang telah keluar dari kamar mandi.


Kenzo tak menjawab seolah tuli.


Kaila menghela nafasnya karena tidak di respon.


Kenzo berbaring di kasur king size nya, Kaila masih menggendong anaknya, menimang ke kanan ke kiri agar anaknya kembali terlelap.


Bukannya tidur Kenzie malah menangis. Mungkin haus.


"Haus yah Kenzie, mau mimi susu." Kaila hendak menyusui Kenzie di sofa yang ada di kamar, tapi itu berhadapan dengan Kenzo.


Kalau keluar kamar keburu anaknya kehausan, masa harus berdiri. Nggak mungkin kan.


Akhirnya Kaila melangkah menuju ranjang yang ditempati Kenzo.


Kenzo yang memunggungi istrinya merasakan ada pergerakan ranjang di sisi sebelahnya.


"Sekarang mimi ya, jangan nangis lagi anak Mamah." Kaila setengah duduk dengan memangku anaknya agar dekat dengan sumber minumnya.


Kenzo bangkit dari ranjang. Tanpa melihat Kaila yang tengah menyusui, Kenzo berlalu meninggalkan kamar.


Ceklek


Kali ini tidak membanting pintu.


"Seharusnya aku yang marah, kenapa jadi Kenzo yang diemin aku." ucap Kaila setelah kepergian suaminya.

__ADS_1


__ADS_2