Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Baby Kenzie


__ADS_3

Pagi harinya Kaila dan Kenzo disibukkan dengan urusan masing-masing.


Kenzo yang berkutat dengan laptop dan tumpukan berkasnya.


Kaila dengan kegiatan barunya mengurusi semua tentang anaknya. Mulai dari memandikan, memakaikan pakaian bayi, dan semua keperluan bayi mungilnya.


Dari semalam baby Khenzie belum mendapatkan ASI, setelah lahir ibu kandungnya meninggal, saat dibawa ke rumah sakit sudah tertidur.


Tapi tidak untuk hari ini, ia sudah sangat haus dan sangat lapar.


Setelah selesai memakaikan pakaian pada bayinya, Kaila dikejutkan dengan tangisan kencang baby Khenzie.


Oek... oek.. hek .. hek


"Sayang sayang kenapa heum?" Kaila menggendong baby Khenzie, ditimangnya ke kanan dan ke kiri.


Sementara Kenzo yang mendengar tangisan sang anak langsung menutup laptop nya.


Menghampiri istrinya yang tengah mencoba menenangkan tangisan anaknya. "Khenzie kenapa ail?" antara panik dan khawatir.


"Aku juga tidak tau Mas. Tapi kayaknya haus deh. Lihat deh Mas mulutnya kayak nyari sesuatu nggak sih?" Diperhatikan mulut bayi di gendongan istrinya.


Bayi kalau lapar memang menangis, apalagi dengan mulutnya yang menempel pada dada sang ibu, dan menjulurkan lidah, tandanya haus.


"Khenzie kayaknya haus deh Ail. Bayi kan kadang lapar tuh, nah laparnya bayi kan bukan makan nasi tapi ASI." Ungkap Kenzo mengelus dengan sayang kepala baby Khenzie.


"Tapi aku belum pernah melahirkan Mas. ASI aku tidak akan keluar." mendengar jawaban sang istri Kenzo langsung teringat pada Clarissa, dokter yang merupakan temannya yang kemaren di temui di rumah sakit.


"Kamu coba tenangkan Khenzie, aku siapin mobil dulu. Kita ke rumah sakit." Lalu Kenzo menghubungi seseorang di telepon nya.


Kaila menyiapkan barang Khenzie yang yang sudah suaminya beli kemaren.


"Sudah siap Ail?" Kenzo menghampiri Kaila yang masih menggendong baby Khenzie dengan tangan nya, dan tangan satunya memasukan perlengkapan bayinya.


"Bentar mas."


"Iya Yah, aku lupa beli yang buat gendong bayi. Kamu jadi repot ya?" Kenzo lalu membantu istrinya membereskan barang yang tersisa untuk dimasukkan ke tas.


"Makasih Mas." setelah selesai Kaila menggendong tasnya di sebelah kiri.


"Sama-sama , eh sini aku aja yang gendong tasnya, kamu kan udah gendong Khenzie. Biar gak berat." Kenzo mengambil alih tas baby Khenzie dan menjinjing dengan tangan kanannya.



Kaila tersenyum mendapati suaminya yang perhatian pada dirinya dan bayinya. Padahal Khenzie bukan anak kandung nya.


Tidak-tidak, Mulai kemaren Khenzie adalah anak kandung ku dan Kenzo, tak akan kubiarkan seseorang menyakitinya.


"Loh kok malah diem."


Kaila langsung sadar dirinya telah melamun.


"Udah yuk berangkat. Kasihan Khenzie nya, untung tidur. Jadi gak nangis."


Mereka berjalan ke depan hotel dan memasuki mobil yang sudah tersedia. Kenzo yang mengemudikan lantas meninggalkan hotel dan menuju rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit , Kenzo dan Kaila langsung menuju ruangan Dokter Clarisa. Sebelum berangkat tadi Kenzo sudah menghubungi dokter Clarisa terlebih dahulu.


Tok tok tok


"Masuk aja Ken." Seru Clarisa dari dalam.

__ADS_1


"Cepet Clar periksa anak gue!" Pinta Kenzo mendesak Clarisa agar segera memeriksa baby Khenzie.


"Ya sabar kalee. Lo mah gak sabaran amat jadi orang." decak Clarisa kesal.


Kaila hanya tersenyum melihat dokter Clarisa yang menyiapkan tempat periksa.


Hubungan Kenzo sama dokter Clarisa apa yah? mereka kelihatan akrab banget.


"Silahkan Bu, bayinya di baringkan di atas sini, biar saya periksa." pinta Clarisa menyuruh Kaila meletakkan baby Khenzie di atas kasur pasien.


"Nama baby nya siapa Bu?" sembari memeriksa Clarissa mencoba bertanya-tanya. Pendekatan sih, baru dua kali bertemu dengan Kaila.


"Khenzie Yusuf Wijaya."


"Wahh, baby Khenzie ya, kalau ibu namanya siapa Bu? "


"Saya Kaila dok."


"Oh bu Kaila, satu keluarga namanya pakai awalan K. Pak Kenzo Bu Kaila dan baby Khenzie, wah keluarga K." kagum Clarisa pada keluarga Kenzo.


"Silahkan Bu baby Khenzie nya bisa digendong lagi."


Kaila lalu menggendong baby Khenzie dan mengikuti dokter Clarisa ke meja tempat Kenzo duduk.


"Anak gue kenapa?" tanya Kenzo saat melihat Kaila kembali.


"Syukur deh baby Khenzie nya tidur, Anak kalian butuh ASI. Semua bayi yang baru lahir butuh ASI, orang dewasa saja butuh minum, apalagi bayi yang masih merah."


"Jadi?" tanya Kenzo tak paham.


"Memang ASI Bu Kaila masih belum keluar? atau cuma sedikit. Pasalnya bayi kalian butuh ASI. Anak kalian termasuk kuat. Karena sudah satu setengah hari tidak meminum ASI dan hanya menangis. Biasanya anak yang kehausan akan demam atau parahnya bisa membahayakan nyawa."


Kaila sendiri bingung menjelaskan kalau dirinya memang belum bisa menghasilkan ASI.


"Lalu apa yang harus dilakukan dokter , saya tidak tega melihat anak saya menangis apalagi kalau sampai demam." Kaila khawatir tentang bayinya, bayi yang belum merasakan ASI.


"Saya tuliskan vitamin dan obat ya Bu, nanti silahkan di tebus. Ini vitamin agar ASI Ibu keluar dan baby Khenzie tidak menangis lagi, kasihan masih sangat kecil." tutur dokter Clarisa.


"Baiklah dok kalau gitu kami pamit ya, terimakasih atas waktunya." Kaila bangkit, sedangkan Kenzo masih duduk dan bangkit sebelum bangkit dia berkata pada dokter Clarisa.


"Makasih ya, udah gak usah bayar gue ikhlas kok bantunya." Setelah mengatakan itu Kenzo menyusul Kaila yang sudah memegang handle pintu.


Kaila terkikik melihat sikap suaminya.


Setelah kepergian dua orang pasien tersebut. Clarisa mengumpat kesal.


"Bangkee , Kenzo awas lu yaaa!"


"Siapa yang periksa? , siapa yang bilang ikhlas gak butuh bayar!"


"Untung lu yang punya nih rumah sakit, kalau bukan udah gue gibeng lu!"


"Heran gue, bisa-bisa Bu Kaila yang cantik, baik, lembut ,alim kayak itu bisa jadi istrinya seorang Kenzo." Cerocos dokter Clarissa atas kehidupan sahabat nya.


Saat memasuki mobil Kaila masih heran dengan hubungan suaminya dan dokter Clarisa.


"Loh kok belum pasang sabuk pengaman nya, ada apa?" Kenzo lantas memasang sabuk pengaman pada istrinya. Kaila terkejut saat wajah suaminya ada di hadapannya.


"Kalau ada sesuatu yang bikin pikiran kamu heran atau bimbang tanya aja Ail." imbuh Kenzo saat sudah mengemudi mobilnya pergi dari area rumah sakit.


"Kamu sama dokter Clarisa deket banget kayaknya. Ada hubungan apa antara kamu dan dokter Clarisa mas?" tanya Kaila was-was.

__ADS_1


Huft, jangan bilang istriku mengira aku suka dengan Clarissa, oh astaga.


"Dia sepupu Andi, sekaligus temen kuliahku. Dia ngambil jurusan kedokteran. Setelah lulus dia belum mendapatkan pekerjaan, dan akhirnya aku nyariin pekerjaan dia dengan men ehm mengenalkan ke teman bisnis aku, ya makanya sekarang dia bisa jadi dokter di negara ini di Singapore." Kenzo bernafas lega saat dirinya hampir saja kelepasan mengenai rumah sakit yang sebenarnya adalah miliknya.


"Beneran? nggak ada yang kamu sembunyikan dari aku kan?" Tanya Kaila memastikan dengan melihat wajah Kenzo.


Kenzo yang di tatap istrinya pun menoleh dan tersenyum. Di genggamnya tangan istrinya yang sedang menggendong baby Khenzie.


"Enggak sayang."


Sebelum sampai di hotel, Kenzo mengajak Kaila untuk ke mall membeli gendongan bayi.


Saat sudah sampai di hotel Kaila meletakkan baby Khenzie di atas ranjang dengan sangat hati-hati.


Oek oek oekk...


"Ulululu sayang udah bangun ya? kenapa nangis lagi. Haus ya, iya haus, mama harus gimana dong, mama kan belum bisa kasih kamu ASI." Kaila merebahkan tubuhnya di samping baby Khenzie, di usap nya perut baby Khenzie agar berhenti menangis.


"Khenzie nangis lagi yah?" Kenzo mendekati anak dan istrinya.


"iya nih mas. Gimana yah? , vitaminnya aja baru di beli, aku aja belum memakainya."


"Coba kamu kasih aja dulu, biarin Khenzie merasakan walau belum keluar ASI." Kenzo lalu duduk di bibir ranjang, mengelus kepala bayinya agar lebih tenang.


"Kamu keluar dulu mas."


"lah ngapain keluar."


"Aku malu mas."


"Gak usah malu lah, sama suami sendiri kok malu."


Tapi Kaila tetap belum membuka bajunya, karena kasihan mendengar anaknya terus menangis Kenzo lebih baik mengalah.


"Ya udah aku keluar dulu yah, mau ke bawah sambil ngerjain kerjaan yang belum selesai, nanti kalau cari aku ke bawah aja." lalu Kenzo mencium kening baby Khenzie dan berjalan keluar tanpa melihat Kaila.


Setelah Kenzo pergi. Kaila membuka bajunya dan mengeluarkan sumber ASI dari bra, di dekatnya ke bibir mungil Khenzie. Hup.Khenzie langsung menghisap nya kuat walau tidak ada yang keluar.


"Kasihan kamu nak, mama belum bisa kasih kamu ASI."


"Semoga besok kamu bisa mimi ASI mama baby." Kaila berucap dengan suara seperti anak kecil.


"Mama sayang kamu nak, makasih udah hadir dalam kehidupan mama dan papa."Kaila mencium pipi anaknya.


Dan entah apa, mungkin Khenzie sedikit mengerti dengan ucapan ibunya, dia sedikit membuka mulutnya layaknya tertawa.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


__ADS_2