
Tepat pukul setengah 3 Kenzo terbangun karena merasakan sebuah tangan pada pinggangnya.
Ternyata Kaila tengah memeluknya dari belakang, Kenzo membalikkan badan menghadap wajah lelap sang istri.
"Semoga kita selalu bersama ,dengan kebahagiaan kecil yang dapat aku berikan pada kamu ail."
"Besok aku bakal bicara sama kamu perihal adopsi anak ail. Bukan aku tidak mau anak dari kamu, tapi aku ingin agar kamu siap memiliki anak makanya aku mau adopsi. "
"Semoga kamu sependapat adopsi bayi dari panti asuhan ail." Karena usapan Kenzo di pipi Kaila, Kaila terbangun dan membuka matanya.
Betapa terkejutnya saat jarak dirinya dan Kenzo sangat dekat.
"Kamu sudah bangun ail?" Kenzo melepaskan tangannya dari pipi Kaila.
"Ehm, iya mas, sudah."
"Ya sudah kita sholat tahajud sekalian nunggu waktu sholat subuh." Kenzo bangun dan duduk di atas kasur, begitu pula dengan Kaila.
Setelah melakukan kewajiban sebagai seorang muslim, mereka tak lupa berdoa untuk orang terkasih dan terdekat .
Pukul 06.30, Kenzo berencana pergi ke kantor sekalian mampir ke panti asuhan, tapi Kaila sama sekali belum tahu mengenai soal bayi adopsi.
Kaila yang sedang menyiapkan sarapan heran dengan suaminya, pasalnya ini baru jam setengah 7 tapi sudah terlihat rapi.
"Mas mau kemana? l, pagi-pagi gini masa mau ke Kantor." Kaila mendekati Kenzo yang tengah memasukan berkas kedalam tas.
"Aku ada rapat penting." Kenzo masih fokus dengan kegiatannya.
Kenzo menghampiri Kaila saat dirinya sudah selesai memasukan berkas ke dalam tas.
"Apa perlu aku bicarakan masalah ini dengan Kaila, atau aku bilang setelah aku sudah membawa bayi adopsi saja." batin Kenzo berkecamuk perihal bayi adopsi.
Kaila heran melihat Kenzo tidak berbicara padahal sudah di hadapannya.
"Mas!!" Kaila menepuk pundak Kenzo, hingga sang empu terlonjak kaget.
"iya ail."
"Kamu mikirin apa mas, apa ada yang mau di bicarakan sama aku. "
"Tidak ail, aku tadi kepikiran masalah sekertaris aja, kan setelah kamu ngundurin diri dari kantor, aku belum ada sekertaris baru sampai sekarang." Kenzo sengaja berbohong agar Kaila tak curiga, masalah bayi dia akan membuat hadiah dan berharap rencananya lancar.
"ouhh masalah sekertaris toh. Kirain apa, ya sudah biar si Andi aja yang cari sekertaris baru buat gantiin aku mas." saran Kaila.
"ish jangan Andi ail."
"Memangnya kenapa mas? "
__ADS_1
"ntar yang ada kalo Andi yang nyari sekertaris tuh malah nyarinya perempuan yang gatel, yang pake baju seksi, yang ngumbar aurat dan kayak ngegoda." Kaila yang mendengar kalimat Kenzo kesal.
"Oh jadi mas bakal ke goda." tuduh Kaila pada Kenzo.
"eh eh bukan gitu ail, gak gitu maksud ucapan aku, aku gak maksud ke situ kok ail, beneran demi Allah." Kenzo memeluk Kaila.
"Halah nanti kalau sekertaris kamu cantik, bahenol, seksi, pake baju ketat, kamu pasti ke goda kan di kantor. Apalagi gak ada aku di sana, udah pas.." Kenzo langsung membungkam Kaila dengan bibirnya.
"ih apaan sih mas, main cium segala, masih pagi juga udah mesum." Kaila kesal dan meninggalkan Kenzo menuju meja makan.
Kenzo terkekeh melihat tingkah istrinya yang cemburu, di susulnya sang istri menuju ruang meja makan.
Setelah sarapan Kenzo pamit pada Kaila, tadi sebelum pergi Kenzo sempat berpesan pada Kaila untuk menemui mamanya.
Kenzo merasa harus menemui mamanya, entah mengapa Kenzo merasakan hal yang sama di hari ibu mertuanya akan meninggal.
Tapi, Kenzo tak ingin mengatakan pada istrinya perihal mamanya, Kenzo hanya meminta istrinya untuk berkunjung ke rumah mamanya.
Setelah semua pekerjaan rumah sudah Kaila kerjakan, dia berniat akan mengunjungi mama mertuanya atas permintaan Kenzo.
Sebenarnya dirinya juga tidak pernah berkunjung ke sana, hanya bertemu saat pemakaman ibu Aisyah.
Kaila sangat senang akhirnya akan bertemu mama mertuanya.
Saat turun dari taksi, Kaila tidak sengaja menabrak wanita yang terburu-buru dari arah berlawanan, tidak ada kesan mencurigakan dari gelagat wanita yang tidak sengaja di tabrakan.
"Alya pasti masih di luar negeri, tapi jam segini kok rumah mama sepi, tidak seperti biasanya." guman Kaila saat memasuki rumah mertuanya.
Betapa terkejutnya Kaila melihat mertuanya yang sudah tergeletak di lantai dekat sofa.
"Astaghfirullah, mah!! mamah!!! bangun mah, mamah." Kaila terisak melihat mertuanya yang sudah tak bernafas lagi.
"Mah, ya Allah mah, mamah. Mamah kenapa bisa begini mah." monolog Kaila histeris.
"bik inah, bi, bibii!!" Kaila mencoba manggil bik inah, tapi tidak ada sahutan.
Kaila penasaran dengan apa yang terjadi, dan kenapa bik inah tidak menyahut saat dirinya memanggilnya.
Kaila meninggalkan mertuanya yang sudah tergeletak untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Saat Kaila akan naik ke lantai atas, matanya menangkap sosok tergeletak di dapur.
"Astaghfirullah bik." Kaila berlari ke arah bik inah yang juga tergeletak , namun kondisi asisten rumah tangga mertuanya lebih parah dari sang tuan rumah.
Histeris sekaligus kaget, banyak darah di sekitar tubuh bik inah, dan ada bekas cekikan di leher, ada bekas tusukan di perut bik inah, kondisinya memang jauh lebih parah dari mertuanya.
Kaila tidak tahu harus berbuat apa, pikirannya kalut melihat mertua dan asisten mama mertuanya audah tak bernyawa.
__ADS_1
Kenzo, yah hanya Kenzo yang terlintas di pikiran Kaila.
Kaila langsung menghubungi nomer Kenzo.
"Halo, mas." Kaila sudah tak kuat menahan isak tangis nya.
"Maaf Bu, ini saya Andi. Bos lagi di ruang rapat bu." jawab Andi di seberang.
"Andi!, cepat berikan handphone nya ke suami saya, ini sangat penting ndi, berikan pada Kenzo." Kaila bahkan sampai meninggikan suaranya.
"i i iya bu." Andi langsung membuka pintu ruang rapat tanpa mengetuk pintu.
Kenzo yang sedang rapat menghentikan ucapannya saat Andi masuk dan menyuruh Kenzo mengambil handphone yang di pegang Andi.
"Ada apa ndi? " Kenzo segera menghampiri Andi yang berjalan ke arahnya.
"ini bos, bu bos minta bicara sama bos, katanya penting banget." Andi menyodorkan handphone nya Kenzo.
Kenzo heran apa yang sangat penting sampai membuat istrinya menelpon di saat jam kerja.
"halo ail, ada apa? " Kenzo bertanya dengan nada pelan agar tidak menggangu para hadirin rapat.
Terdengar isakan tangis dari telepon, Kenzo langsung panik.
"ail, kamu kenapa ail? " Kenzo kembali bertanya, namun tidak ada jawaban.
"Sayang. Kamu kenapa? bilang sama aku, okeh sekarang kamu di mana?" Kenzo semakin gelisah saat tidak ada jawaban dari Kaila.
"hiks, hiks, mas mas cepet datang ke rumah mama yah mas, hiks hiks mama mas, mama, mama.. " Kaila tidak sanggup berkata lagi, Kenzo yang mendengar Kaila langsung pergi meninggalkan ruang rapat dan bergegas ke parkiran.
Andi langsung mengurus rapat, sedangkan Kenzo mengendarai mobilnya keluar parkiran kantor menuju rumah mamanya.
"Sepertinya ini bukan yang tepat untuk membicarakan masalah adopsi anak pada Kaila." ucap Kenzo saat sudah di dalam mobilnya.
Kenzo sempat ke panti asuhan, tapi hanya sekedar melihat apakah ada seorang bayi atau tidak.
.
.
.
. ****************************************
Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, comen, favorit anda rate.
dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author ☺
__ADS_1