
Lalu Kenzo pun mengangkat tubuh Kaila, bukan mau di buang yah,mau ke kantor.
Kenzo menuju ke salah satu mobilnya . Hari ini Kenzo sengaja menghubungi supir yang biasa mengantarkan dirinya.
"mang diman kita ke kantor yah. " perintah Kenzo pada mang diman sang supir setia.
"asiyapp bos . " ucap mang diman, tapi matanya menatap pada Kenzo yang Masih menggendong istrinya.
"eh eh bos itu ngapain gendong-gendong , kaya karung aja di gendong. " ucap mang diman tertawa.
"mas, ih masa aku dikatain kaya karung, emang aku berat. " bisik Kaila di telinga suaminya.
Kenzo hanya merespon dengan senyum.
Dibukakan pintu mobil untuk sang majikan.
Kenzo pun mendudukkan Kaila di kursi belakang lalu menutup pintu mobil.
Sebelum masuk mobil Kenzo berbincang sedikit dengan mang diman.
"mang, tadi itu istri saya, namanya Kaila. " jelas Kenzo pada mang diman.
"oh Kaila ya bos. " balas mang diman.
"enak aja manggil nama istri saya. " sewot Kenzo.
"ya terus saya manggil nya apa dong bis eh maksud saya bos. " ucap mang diman.
"Nyonya atau bu bos manggilnya bos? " tanya mang diman.
"ehmm, gimana kalau mang diman manggilnya ibu aja. " saran Kenzo.
"ya jangan bos, ibu saya hanya satu yaitu yang melahirkan saya. " jelas mang diman.
"haduh terserah mamang deh, udah berangkat aja saya udah telat nih. " ucap Kenzo.
"okezone.com" ucap mang diman.
"mang diman mang diman. " batin Kenzo.
Sampai di depan kantor mobil yang ditumpangi Kenzo dan Kaila berhenti.
Sebelum keluar dari mobil Kaila meminta agar dia berjalan sendiri dan tidak perlu di gendong.
Malu kalau ada karyawan yang melihat dirinya digendong.
Alhasil Kenzo pun menuruti permintaan istrinya. Lagian dia tuh juga lemes kalau menggendong istrinya terus, mana belum sarapan lagi, bisa pingsan deh pikir Kenzo.
Kenzo masuk dan Kaila mengikuti di belakangnya. Kaila berjalan dengan keadaan pinggang nya yang masih sakit dan pahanya.
Kaila pun berjalan agak pincang, para karyawan yang melihat pun heran. Sedangkan Kenzo sudah masuk ke ruangannya.
Kaila pun menuju ruangannya dan duduk sebelum beres-beres barangnya.
"eh tadi liat kan Bu Kaila, " ucap salah seorang karyawan.
"iya iya liat. " ucap ketiga temannya.
"Bu Kaila cantik yah berjilbab. " ujar salah satunya.
"iya, eh tapi kalian nyadar gak tadi bu Kaila tuh jalannya kayak hem tau kan maksud nya gimana, kayaknya pinggangnya sakit deh. "
"kayaknya si bos semalem gempur bu Kaila deh, hihi. " ucap nya meyakinkan apa yang dilihat.
"bener tuh, kayaknya si bos kuat banget deh sampai bu Kaila aja susah jalan. "
"tapi baru nikah kemaren masa si bos sama bu Kaila ke kantor. "
"ya mungkin bosen di rumah terus. "
"iya juga yah. "
"beruntung nya yah bu Kaila, baru masuk kerja tau-tau malah jadi istri pemilik perusahaan sekaligus presdir di perusahaan, udah gitu tampan lagi pak Kenzo nya. "
"ya namanya takdir gak ada yang tau kan. "
Tiba-tiba suara seseorang menyadarkan perbincangan mereka yang sedang asik-asik nya.
"ehem, di sini tempat mencari nafkah ya wanita wanita cantik semua, bukan tempat gosip. "
Lalu mereka pun membalikkan badan menghadap orang tersebut, ternyata Andi si asisten sekaligus tangan kanan Kenzo si tampan yang tak kalah tampan dari atasannya, sayang suka godain cewek, liat yang bening dikit langsung pepet.
"eeh Pak andi. " ucap wanita yang bernama tag Sisca.
__ADS_1
"pak pak, emang saya nikah sama ibu kamu, enak aja manggil saya pak, masih muda kayak gini juga. " cerocos Andi.
"kerja kerja, sana balik ke meja kalian masing-masing. " perintah Andi.
Lalu mereka pun pergi kembali ke meja masing-masing, namun.
"Sisca, meja kamu kan di depan sana, kamu bagian apa? " tanya Andi.
"resepsionis." jawab Sisca.
"ngapain ke arah ruangan saya. " ucap Andi.
"mau sama saya yah, sini cantik, ayo . " ajak Andi menggoda Sisca.
Seketika wajah Sisca malu karena di goda alasannya, dia pun langsung pergi ke mejanya.
"dasar playboy cap Kampak. " gerutu Sisca.
Andi pun berlalu ke ruangan bosnya. Tapi sebelum mengetuk pintu dia melihat perempuan berjilbab di meja sekertaris bosnya.
Karena penasaran Andi pun berjalan ingin menghampiri namun handphone nya sudah berbunyi.
"aihs si bos ganggu kepenasaran gw banget sihh, " ucapnya kesal lalu berlalu meninggalkan tempat itu dan berjalan masuk ke ruangan presdir.
"Bos gawat bos. " ucap Andi panik.
Kenzo yang sedang mengecek laptop nya kaget karena asisten play boy nya datang tanpa ketuk pintu dulu .
"kebiasaan deh ndi, kalau masuk pintu tuh ketuk pintu atau ucap salam dulu, untung jantung saya gak pindah tempat. " ucap Kenzo.
"emang jantung bisa pindah bos. " balas Andi heran.
"ah udah, tadi kamu bilang gawat, gawat ada apa? " tanya Kenzo.
"masa yah bos ada ukhti di meja sekertaris bos. " ucap Andi.
"hah ukhti, ukhti maksud kamu gimana yah ndi. "
"eh bukan ukhti deh bos, kayaknya pencuri deh, soalnya dia ambil barang dan dimasukkan ke kardus, kan pencuri kan. "
"hah pencuri, kalau pencuri ngapain kamu gak tangkep su pendi,dasarrrr." ucap Kenzo geram lalu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.
"nama gw kan Andi, kapan mak gw ganti nama gw jadi su pendi, ah ntar gw nanya aja deh ke mak gw " ucap Andi masih di dalam ruangan.
"eh bos kemana? " tanya nya lalu bergegas menyusul keluar.
Sampailah Kenzo di meja sekretaris nya, pasalnya dia juga lupa kalau istrinya berpenampilan baru dan yang di bilang Andi itu ukhti, masa iya Andi gak tau istri bosnya.
"Loh ail. " ucap Kenzo saat melihat istrinya sedang merapihkan barang.
"mas, ada apa mas? "
"enggak tadi si Andi bilang ada pencuri di sini, tapi gak tau sih. "
"hah pencuri, aku dari tadi di sini gak ada pencuri sama sekali kok mas. "
"mungkin Andi yang gak liat jelas ail."
Lalu Andi pun datang menghampiri Kenzo.
"lah iya ini si pen."
"lah sekertaris nya bos, eh Nyonya, bos, bu bos. " ucap Andi gugup pasalnya yang dia tuduh pencuri adalah istri bosnya.
"ini yang kamu bilang pencuri? " tanya Kenzo.
"hehe, bukan bos, saya gak tau kalau tadi bu bos Nyonya sekertaris istri bos. "ucapnya nyengir.
" panggil ibu aja. "ucap Kaila.
"eh iya bu . " balas Andi.
"jawab ndi, jadi yang kamu sangka pencuri adalah istri saya? " tanya Kenzo kesal
"hehe santai bos, maksud saya bukan gitu, soalnya saya kira masih pengantin baru jadi gak ke kantor, eh saya masuk malah ada orang, ya saya kira pencuri bos. " ucapnya.
"alasan saja kamu yah. " balas Kenzo.
"udah mas udah, " lerai Kaila mengelus lengan suaminya.
"iya istri saya memang pencuri. " ucap Kenzo membuat Kaila kaget dituduh pencuri oleh suaminya sendiri.
Andi sudah was was akan ada perang gara-gara masalah pencuri bos nya jadi berantem.
__ADS_1
"Pencuri hatiku, hahhaha. " lanjut Kenzo lalu mengecup kening Kaila.
Kaila yang mendengar lega karena suaminya bukan menuduhnya pencuri, tapi pencuri hatinya, jadi merah merona pipi Kaila, diperlakukan manis oleh suaminya sendiri.
"jiwa jomblo ku meronta - ronta. " ucap Andi yang melihat pemandangan mesra.
"Halah kamu mah play boy. " ucap Kenzo.
"hehe bos kok tempe, eh tahu. "balas Andi.
Kaila yang melihat kedekatan suaminya dan asisten suaminya pun tertawa.
Lalu Andi pun meninggalkan mereka berdua, sejoli yang sedang membuatnya iri jiwa jomblonya.
" ail, maaf yah tadi aku bukan maksud nuduh kamu kok. "ucap Kenzo.
" iya mas gapapa, tapi bisa gak nih lepas tangan kamu, nanti ada yang lihat gak enak mas. "ucap Kaila.
Lalu Kenzo pun melepaskan tangannya dari Kaila dan berdiri di hadapan Kaila, rasanya agak canggung.
" kamu udah selesai beres-beres barang kamu? "tanya Kenzo yang melihat dia kardus sudah terisi dengan barang-barang milik istrinya .
" iya mas udah. "balas Kaila.
" ya udah kita pulang yuks. "tawar Kenzo.
" loh kok pulang mas? "tanya Kaila heran.
" aku anterin kamu, lagian hari ini aku udah selesai tandatangani berkas, jadwal aku juga gak padat. "ucap Kenzo.
Tanpa ijin Kaila Kenzo menarik tangan Kaila dan masuk ke ruangannya.
Kenzo menyuruh Kaila untuk duduk menunggu dirinya merapihkan meja nya.
Akhirnya mereka pun keluar dari ruangan Kenzo, dengan Kaila yang memegang jas sang suami.
Kenzo dan Kaila berjalan beriringan, para karyawan yang berpapasan memberi hormat pada kedua orang yang merupakan atasan tertinggi di perusahaan.
Sepanjang koridor Kenzo tersenyum ramah pada karyawannya yang memberi hormat, sedangkan Kaila kesal melihat para karyawan perempuan yang melihat suaminya dengan tatapan suka.
Gimana gak suka? Kenzo sang atasan mengenakan kemeja warna biru muda dengan lengan yang sedikit dilipat menambah pesona nya, ditambah sifat Kenzo yang ramah.
Kenzo yang melihat istrinya berubah sikap pun berpikir bahwa istrinya sedang cemburu.
Sampai di meja resepsionis, Kaila dan Kenzo melihat Andi yang sedang berusaha menggoda Sisca, resepsionis cantik yang selalu di kejar Andi namun tak berhasil.
"Sisca.kamu tau gak kalau hari ini kamu makin cantik tau , apalagi kalau mau jadi pacar aku, kamu bakal lebih cantik dari bu Kaila. " goda Andi di depan Sisca yang tak mengetahui. bahwa orang yang dibicarakan ada di belakangnya.
Lalu bahu Andi ditepuk dari belakang, menoleh ke belakang ternyata.
"eh bos, bu bos. " Ucapnya kikuk.
"Sisca, jangan mau sama play boy kayak Andi, cuma modus aja dia. " ucap Kenzo.
"ih jangan percaya sama si bos sis, dia mah ngiri sama aku, gara-gara. .. " Andi tak berani melanjutkan kata-kata nya karena mendapat tatapan tajam dari Kenzo.
"Gara-gara apa, Sisca lebih cantik dari istri saya, begitu. " ucap Kenzo.
"hehe enggak bos. " dalih Andi.
Kenzo dan Kaila langsung meninggalkan kantor.
"duh jangan-jangan si bos marah. " pikir Andi.
"mampus bos marah gaji dipotong mampus kau mampus." ucap sisca menakut-nakuti.
"jangan gitu lah sis. " ucap Andi.
"makanya omongan dijaga, bilang bu Kaila gak cantik, udah tau bu Kaila makin cantik, malah kamu bilang gitu, ya bos marah lah. " ucap sisca.
"siapa bilang bu bos gak cantik, aku bilang nya kan bukan gitu. " ucap Andi.
"halah ngeles mulu, udah sana hush hush kerja kerja. " usir sisca pada Andi.
.
.
.
.
.
__ADS_1