Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Mariska Hutapea


__ADS_3

Kenzo sedang asyik bermain dengan anaknya yang sudah terbangun , tiba-tiba ia teringat kemarin telah menyuruh asisten nya yang tak lain Andi mengurus sekertaris barunya.


"Andi, udah dapat sekertaris baru buat gantiin Kaila?" sedangkan yang ditanya malah melamun senyam - senyum.


"Ckk" Kenzo berdecak kesal karena lawan bicaranya malah melamun.


"Sini, Kenzie nya sama aku dulu Mas. Kamu ngobrol aja sama Andi." Kaila mengambil Kenzie dari gendongan suaminya.


Plak


"Awhh, sakit tau bos" ringis Andi karena pundaknya di tampar, lebay banget padahal mah gak sakit.


"Halah lebay kamu, laki apa bukan sih, gitu aja udah ngeluh."


"Eh. Saya ini laki-laki yah bos."


"iyain deh. Gimana sekertaris barunya, udah nemu? atau belum ada?"


"Kemarin sih banyak bos yang ngelamar, cantik, sexy , bohayy, uuhh bening bening banget bos." Kenzo langsung menatap tajam ke arah Andi.


Kaila yang mendengar langsung kesal.


"Aku pergi dulu, silahkan kalian lanjutkan membahas wanita-wanita sexy." Kaila menekan kalimat terakhir nya lalu pergi dengan menutup keras pintu.


Brakk


Kenzo terlonjak kaget mendengar pintu yang ditutup sangat keras. Andi cuma cengengesan melihat istri bosnya cemburu.


"Ini semua gara-gara kamu Andi!!!"


"Udah sana kamu tanya bagian HRD. Suruh sekertaris barunya ke ruangan saya!" Kenzo berbicara dengan nada tegas.


"Kapan bos?" dengan raut tidak tahunnya Andi menanyakan hal tersebut.


"Tahun depan. Ya sekarang lah, pusing saya sama kamu. Udah sana pergi." usirnya.


Andi pergi dengan menghentakkan kakinya, merasa kesal karena di usir Andi menggerutu tidak jelas sampai akhirnya benar-benar keluar dari ruangan Kenzo.


Di tempat lain, Kaila sedang berjalan di samping kantor sang suami. Sebuah taman dengan pohon dan bangku di bawahnya.


"Udaranya segar banget yah Nak? kamu sampai tidur pules banget. Padahal mimi susunya cuma di rumah loh, disini belum. Hebat banget anak mama." Kaila berbicara sendiri karena yang di ajak bicara sedang tertidur.


Saat sedang menikmati pemandangan di taman. Anaknya merengek dan terbangun dari tidurnya.


"Loh, kenapa sayang? bosen yah disini. Kita ke tempat papa yah biar baby tidur nyaman di tempat papa." Kaila beranjak dari bangku taman dan masuk kembali ke kantor sang suami.


Kenzo yang sedang duduk mengerjakan dokumen dikejutkan dengan kehadiran Andi yang datang dan pergi selalu tiba-tiba.

__ADS_1


"Kebiasaan deh." cibir Kenzo, yang di sindir malah hahahehe.


"Ini bos sekertaris barunya." Andi menunjuk perempuan yang berdiri di belakangnya.


"Oh kamu yah. Mari silahkan duduk. Saya akan mendengar latar belakang kamu langsung dari mulut kamu. Biar saya bisa menilai kamu." Kenzo lalu berdiri dari kursi kebesarannya dan beranjak duduk di sofa.


"Mampuss." setelah berkata demikian Andi juga ikut duduk.


Kenzo tersenyum jahil ingin mengerjai asistennya.


"Ngapain kamu duduk. Saya kan nyuruhnya dia, bukan kamu. Sana berdiri."


"Bukan dia tapi aku, huwooo."


"Suara jelek gitu masih nyanyi." bukan Kenzo tapi perempuan yang sudah duduk. Kenzo dalam hati tertawa menyaksikan asistennya yang terkenal playboy itu melotot mendengar perempuan di hadapannya berani melawannya.


"Jadi nama kamu siapa?" Kenzo mulai wawancara dengan sekertaris barunya.


Walau sudah diterima oleh bagian HRD. Kenzo ingin mengetes apakah wanita tersebut tergolong ke pelakor apa tidak. Aneh, memang.


"Mariska Hutapea pak Bos." ucapnya sopan.


"Pe'a hahha, pe'a." Andi masih tak terima, makanya membalas.


"Diem!! jadi Mariska, boleh saya minta tolong ke kamu sebelum saya tanya lebih jauh lagi tentang kamu?"


Kayaknya bukan wanita tipe penggoda. Aman, tapi.... kerjain dulu lah yah, buat ngetes.


"Itu ambilkan dokumen di meja saya."


"Baik Pak bos," Mariska langsung berjalan ke meja sang bos. Setelah dokumen yang diminta bosnya Mariska berjalan ke arah sofa, namun Andi yang masih dendam sengaja memajukan kakinya dan hal itu membuat Mariska terjatuh.


Kaila yang sudah didepan ruangan sang suami berhenti sejenak. Lalu dirasa itu ruangan suaminya, dirinya langsung masuk tanpa mengetuk pintu dahulu.


Matanya memanas menyaksikan pemandangan di depannya. Suaminya sedang dengan wanita lain. Dengan posisi yang membuat siapa saja yang melihat pasti salah paham.


"Aku pulang Mas. Maaf sudah mengganggu kegiatan kamu." setelah mengatakan hal tersebut Kaila pergi dengan air mata yang mulai menetes. Meninggalkan tempat yang membuat hatinya memanas.


Kenzo masih belum tersadar atas apa yang terjadi. Sesaat kemudian hanya umpatan yang keluar dari mulutnya.


"Oh shit" Dirinya langsung mendorong tubuh wanita yang berada diatasnya.


"Maaf Pak bos, maaf. Saya tidak ada maksud menggoda pak bos atau seperti wanita penggoda, maaf Pak bos, maaf." Mariska hanya bisa menunduk merutuki apa yang baru saja dilakukan, bukan salahnya, tapi kakinya tersandung oleh kaki pria yang mulai saat ini berdiri hanya diam.


"Sudah. Saya tahu kamu bukan wanita seperti itu. Andi ini semua ulah kamu kan? Tunggu saya kembali setelah itu siap-siap dapat hukuman dari saya."


Tanpa mempedulikan Andi yang akan berbicara. Kenzo langsung pergi meninggalkan ruangannya dan mengejar sang istri.

__ADS_1


Dicarinya dari dalam kantor, siapa tahu istrinya masih berada dalam kantor, tapi sayang seribu sayang Kaila tidak nampak berada di dalam kantor.


Kenzo keluar ternyata perempuan yang dicarinya berada di pinggir jalan. Seperti sedang menunggu taxi.


Aku harus jelasin , ini salah paham sayang .


Sebelum istrinya menaiki taxi Kenzo menarik tangan Kaila yang bebas. Karena tangan yang lain menggendong tubuh anaknya.


"Lepas!! "


Kenzo terkejut, istrinya yang biasanya lembut kini berkata dengan nada tinggi.


Apakah cemburu? Cemburu tanda cinta. Tanpa kamu mengatakan pun aku tahu.


Kenzo tersenyum mengetahui istrinya sedang cemburu.


"Seneng bisa mesra-mesra sama wanita lain, untung aku masuk yah. Jadi tahu kelakuan kamu." Kaila berbicara dengan nada kesal bahkan melepas genggaman tangan suaminya.


Kenzo hanya diam mendengarkan kekesalan istrinya. Bahkan istrinya masih sempat menenangkan anaknya disela marahnya. Lucu. Sungguh sayang sekali pada anaknya.


"Udah berapa lama mas!! berapa lama kamu duain aku, aku terlalu bodoh sampai menerima kamu dan mempercayai kamu. kamu jahat mas,"


Kenzo masih diam.


"KAMU TEGA MAS, TEGA, SELINGKUH SAMA KARYAWAN KAMU DI KANTOR.. hiks hiks hiks" Kaila berhenti sejenak karena nafasnya habis, setelah mengambil nafas Kaila kembali marah.


"JAHAT KAMU MAS, KAMU SELINGKUH SEDANGKAN AKU SAMA ANAK KAMU AJA MASIH DI KANTOR KAMU. sttt sayang sayang, cup cup cup."


Bukankah lucu, sedang memarahi suaminya tapi tetap ingat pada anaknya.


Kenzo tidak bisa menahan tawanya menyaksikan betapa lucunya Kaila saat menenangkan anaknya saat dirinya tengah memarahinya.


"Puas kamu Ken, menertawakan aku yang sudah terlanjur men. sttt sayang sayang haus yah?" Kaila pergi berbalik menuju kantor suaminya. Sementara Kenzo masih mencerna kalimat istrinya yang belum selesai.


Men? mungkinkah mencintai atau men men, entahlah Kaila tidak mengatakan apapun. Kan jadi bingung.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Jangan lupa like dan komen


__ADS_2