Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Cantik


__ADS_3

Kilau cahaya matahari menerobos masuk kamar pasangan suami istri.


Salah.


Ini tidak sesuai bayangan kalian tentang pengantin baru.


Mereka terpisah tidak tidur sekamar ataupun seranjang karena permintaan sang istri.


Kaila membuka matanya perlahan, lalu melihat ke arah jam di atas nakas.


"Jam 06 . 30" ucap Kaila dengan suara khas bangun tidurnya.


Kaila baru bangun jam segini, soalnya tadi malam dia bangun di sepertiga malam, menunaikan sholat tahajud dan dilanjutkan sholat subuh.


Kaila bejalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi dan memakai pakaian kantornya dia bergegas ke dapur membuat sarapan untuk sang suaminya.


Di rumah sebesar ini hanya ada mereka berdua. Jadi terasa sepi.


Di dapur Kaila mulai berkutat dengan wajah dan kompor.


Bau harum masakan tercium sampai ke indra penciuman laki-laki yang tengah tertidur.


Seakan terpanggil, dia pun bangun dan mencoba mengumpulkan nyawa.


Kenzo pun bergegas ke kamar mandi karena sudah waktunya berangkat ke kantor.


Kenzo meninggalkan kamar menuju lantai bawah untuk mengisi perutnya.


Dia melihat istrinya sedang menyiapkan makanan di meja makan dengan tertatih-tatih karena mungkin masih sakit gara-gara kejadian semalam.


Kenzo kesal karena istrinya mengenakan pakaian kantor, dengan rok span selutut dan kemeja warna biru muda dengan rambut di gerai.


Kenzo makin marah karena melihat Kaila yang memperlihatkan paha mulusnya.


Kenzo berjalan ke arah Kaila dan mencengkram tangan Kaila.


"Awww, sakit mas." ucap Kaila kesakitan.


"Ganti baju!" perintah Kenzo langsung tegas.


"Ngapain ganti baju sih mas?" tanya Kaila.


"oh jadi belum paham yah kamu?" Kenzo masih mencengkram tangan Kaila.


"Apa sih maksud kamu mas?" tanya Kaila.


Kenzo menahan amarahnya. Sebisa mungkin dia kendalikan emosinya agar tidak terjadi sesuatu di hari pertama menjalani rumah tangganya.


"Kamu itu udah jadi istri aku ail." ucap Kenzo melemahkan volume suaranya.


"Ya terus??" balas Kaila bingung.


"Aku gak mau istri aku mengumbar aurat nya di depan orang yang bukan mukhrim nya. Apalagi kamu udah jadi seorang istri ail." jelas Kenzo dengan nada lembut.


"Aku yang nanggung dosa kamu. Aku sebagai suami wajar membimbing dan membenahi penampilan kamu." Kenzo melembut.


"Aku mau kamu mulai sekarang tak usah pakai pakaian kirang bahan gini. Harus nutup aurat. Cuma buka aurat di depan mukhrim kamu atau aku aja." lanjut Kenzo panjang lalu melepas cengkraman tangannya.

__ADS_1


"Iya, aku udah ada niatan mau rubah penampilan aku kok saat kita di rumah mama, cuma aku belum.. " Kaila menggantungkan ucapannya.


"Belum apa? belum ada niat, jalanin aja dulu. Lagipula ini juga baik, lagian udah tugas seorang muslim menutup auratnya." ucap Kenzo panjang lebar.


"ihh, bukan belum niat mas, tapi aku belum ada baju muslim nya, ada beberapa jilbab sih, tapi aku kurang cocok."


"Ya udah aku beliin yah. "


"Eh gak usah mas, kan kamu pernah ngasih aku baju gamis."


"Ya udah ganti dulu, aku tungguin yah"


"Iya mas, mas sarapan aja dulu, waktunya udah siang. "


"Aku bantu kamu ganti baju aja biar cepat." goda Kenzo.


"Dasar mesum."


"Mesum sama istri sendiri gak dosa kaliee. Kalau sama istri orang nah. "


"Awas aja yah kalau mas berani. "


"Gak lah ail, kan dosa. Ada istri secantik kamu mana mungkin berpaling. "


"Udah mas ntar kita telat ke kantornya." Kaila beranjak pergi dari meja makan.


Kaila meringis sakit karena pinggang dan bagian paha ke atas sekitarnya masih agak sakit gara-gara kejatuhan lemari.


Kenzo yang melihat Kaila belum pergi pun penasaran kenapa istrinya berhenti.


"Ail kamu gak papa kan?" tanyanya.


Harusnya sih udah sembuh, tapi Kaila malah tadi berdiri di dapur dan menyebabkan bertambah sakit karena memaksakan diri.


Tanpa pikir panjang Kenzo langsung menggendong Kaila ala bridal style. Dinaiki tangga perlahan karena tak ingin membuat Kaila makin sakit.


Kaila merasa sangat nyaman di dekat Kenzo, apalagi suaminya mendekapnya hangat.


Dilihatnya wajah suaminya yang sangat dekat, hembusan nafas Kenzo yang teratur bisa dirasakan Kaila. wangi mint khas Kenzo membuat Kaila nyaman.


"Tampan, baik hati, Sholeh, cerdas, pekerja keras, sayang keluarga, beruntungnya diriku menjadi istrinya, hanya saja aku belum bisa mencintainya. " ucap Kaila dalam hati.


Kenzo yang merasa di perhatikan istrinya pun berhenti saat sudah di depan pintu kamar istrinya.


"Iya ail, suamimu ini memang tampan pakai banget plus." ucap Kenzo percaya diri.


"Loh loh pipi kamu merah ail." goda Kenzo yang melihat pipi istrinya merah.


"Udah mas nanti kita bisa telat." ucap Kaila yang sadar sudah sampai di depan kamarnya.


Kenzo pun menurunkan Kaila namun memegang lengan Kaila, takut istrinya jatuh.


"Mau ganti sendiri atau aku bantu? " tanya Kenzo sambil menaikkan kedua alisnya.


"Sendiri." ucap Kaila cepat.


"Iya iya, aku tunggu di sini yah, nanti aku gendong lagi." ucap Kenzo.

__ADS_1


Namun Kaila tak menjawab dan hanya menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah menahan malu.


Ditinggal lah Kenzo di depan kamarnya, Kaila masuk dengan pinggang yang masih sedikit sakit. Ditutup nya pintu perlahan lalu bergegas ke arah koper mengambil kotak pemberian suaminya.


Dibukanya kotak tersebut, lalu Kaila berjalan ke arah kamar mandi untuk mengganti pakaian yang dikenakan dengan pakaian yang Kenzo berikan.


Walau di dalam kamar sendiri tidak ada orang lain, Kaila tetap mengganti di dalam kamar mandi.


Setelah 15 menit di kamar Kaila pun keluar dan menuju meja rias.


"Bismillah, aku niat menutup aurat ku, aku menjalani ini dengan ikhlas bukan karena paksaan atau karena alasan tertentu, aku ikhlas, Bismillah." ucap Kaila lalu dengan hati-hati memakai jilbab nya.


"Huft pinggang aku masih sakit lagi, kaki juga. Semoga aja hari ini lancar. Ke kantor terus beres-beres barang." ucap Kaila di depan cermin.


"Padahal aku baru sehari kerja, itupun belum melakukan apapun. "


"Tapi gak papa, aku mau di rumah aja ngurus Kenzo, jadi istri dan ibu rumah tangga. "


Setelah selesai semua , Kaila bergegas menghampiri suaminya yang menunggu di depan kamarnya.


Ceklek....


Kaila keluar dari balik pintu dan jrengjrengg.


Kenzo terpana melihat Kaila yang lebih cantik mengenakan pakaian tertutup, apalagi itu pemberian darinya.


Ditatapnya istri tercantik nya dari bawah sampai atas.



Tanpa sadar Kenzo memuji penampilan istrinya. "Cantik."


"Hah apa mas?" tanya Kaila yang mendengar ucapan Kenzo.


"ah enggak kok." balas Kenzo.


"Ya udah yuks berangkat, udah siang. " ucap Kenzo mengalihkan pembicaraan.


Lalu entah Kenzo sengaja atau lupa dengan keadaan istrinya, dia malah berjalan meninggalkan Kaila.


Baru beberapa langkah Kenzo berhenti karena Kaila berteriak. Di hampiri nya Kaila.


"Maaaaaaaas." teriak Kaila.


"Kamu kan tau aku masih susah jalan." ucap Kaila kesal.


"Hehe, kirain sih udah sembuh." kekeh Kenzo menggoda.


"Tadi aja bilang mau gendong." ucap Kaila memalingkan wajahnya.


"Iya iya maaf deh." balas Kenzo.


Lalu Kenzo pun menggendong Kaila dan menuruni tangga.


Diturunkannya istrinya di sofa.


"Kita sarapan di kantor aja yah ail. Udah jam segini." Dilihatnya jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

__ADS_1


"Iya udah mas berangkat. Ngapain masih di rumah." ucap Kaila memegang lengan Kenzo.


"Ya udah iya iya. "


__ADS_2