Menikah Karena Perjodohan( END)

Menikah Karena Perjodohan( END)
Suami Orang Kok Disukai


__ADS_3

"ASTAGHFIRULLAH, APA YANG KALIAN LAKUKAN DI DEPAN RUANGAN SAYA." Teriak Kenzo melihat Mariska dan perempuan sexy tengah jambak-jambakan, perempuan itu tak lain Sasha.


Yang diteriaki tidak mendengar dan masih saling menarik rambut dan baju.


"Dasar gak tahu malu, perempuan suka tebar pesona." Mariska lantas menarik rambut Sasha ke kanan sampai membuat si empu menjerit kesakitan.


Sasha tak tinggal diam, dia balas menjambak rambut Mariska ke kanan.


Kaila terkekeh melihatnya, untung anaknya digendong menghadap ke belakang oleh Kenzo jadi tidak akan melihat adegan ini.


"DASAR NGGAK PUNYA MUKA, BEDAK TEBAL LIPSTIK MBLEBER ALIS PALSU KOK BANGGA, MUKA MAKE UP AJA BANGGA." seru Mariska yang membuat Sasha marah.


Semua orang mengelilingi mereka bahkan tak peduli akan kehadiran sang bos.


"BILANG AJA SITU IRI SAMA SAYA, BADAN KAYAK KAYAK LIDI GITU PASTI NGIRI KAN. NGGAK BISA KAN KAYA SAYA YANG CANTIK DAN SEXY. ARKHHHH" balas Sasha tak terima.


Mariska menarik rambut gelombang Sasha lebih kencang sampai menimbulkan teriakan. Para karyawan yang melihatnya tak mampu membantu, karena keduanya dipisahkan saja tidak bisa.


"IRI? CIH GW IRI SAMA ELO, HEYY NGACA YAH, GW LEBIH BAIK DARIPADA ELO YANG MUKA-MUKA PELAKOR, KE SINI PASTI MAU GODAIN PAK KENZO KAN, NGAKU GAK LO NGAKU NGAKU." Mariska mencakar wajah Sasha.


"Kamu kok diem aja liat mereka sih ail?" tanya Kenzo pada Kaila yang hanya menatap tanpa Kenzo tau sebenarnya Kaila dalam hati tengah marah.


"Terus aku harus ngapain? ikut jambak-jambakan kayak mereka." Kaila menatap tajam suaminya.


Kenzo bergidik ngeri melihat tatapan tajam Kaila. "Jangan dong, nanti makin jauh urusannya." Kenzo sejujurnya juga enggan melihat Sasha di kantornya.


"Ya udah kamu selesaikan deh, males aku kalo ada orang ribut." setah mengucapkan itu Kaila mengambil alih Kenzie dan kembali masuk ke ruangan suaminya.


Kenzo cengo mendengarnya, dirinya disuruh menyelesaikan keributan antara sekretaris nya dan si perempuan kegenitan. Kenzo sih ogah, ntar yang ada malah wajah tampannya jadi korban.


"hiih amit-amit deh." Kenzo menyusul istrinya.


Ceklek


Melihat Kenzo masuk membuat Kaila menatap Kenzo dengan tajam.


"Ngapain masuk, sana urus keributan yang dibuat perempuan sexy itu." cibir Kaila.


"Nggak mau." balas Kenzo lalu duduk di dekat istrinya.


Tapi Kaila dengan cepat membentak nya membuat nyali Kenzo ciut.


"Kamu itu atasan di sini Mas. Harus jadi contoh untuk karyawan. Jangan kembali kalau belum menyelesaikan masalah di depan yah." bentak Kaila.


"Okeh okeh, aku urus dulu mereka berdua." Kenzo langsung keluar ruangan.


Mariska masih berkelahi dengan Sasha, bahkan Andi nampak tersenyum melihat keduanya.


Kenzo tak habis pikir, asistennya itu kalau urusan perempuan paling semangat.


"STOPPPP, BERHENTI BERHENTI, APA-APAN KALIAN INI. INI KANTOR SAYA BUKAN ARENA TINJU." Teriak Kenzo yang langsung membuat Mariska melepas tangan dari rambut Sasha begitupun sebaliknya.


"kalau saya masih lihat ada kejadian serupa, silahkan keluar dari perusahaan saya." imbuh Kenzo.


Semua karyawan menunduk takut, karena Kenzo jarang teriak seperti sekarang ini.


"Bubar" perintah Kenzo yang langsung membuat semua karyawan yang tadinya bergerombol kembali ketempat masing-masing.


Ditatapnya Mariska.

__ADS_1


Mariska menunduk.


"Kalian berdua ikut ke ruangan saya sekarang juga." cetus Kenzo.


"Saya nggak di ajak nih bos." sahut Andi.


"Kamu lagi, ikut sekalian. Pusing saya sama kalian bertiga." Kenzo berlalu ke ruangannya dan diikuti Andi, Mariska, dan Sasha.


Kenzo yang emosi membuka pintu dengan kencang, membuat Kaila terperanjat kaget.


Brakk


"Huwa aaa aaaa hua." tangis Kenzie menggema karena sedang nyaman tertidur mendengar gebrakan. Kaget jadinya.


"Kamu bisa nggak sih nggak usah keras-keras buka pintunya."


"Maaf sayang, soalnya aku kebawa emosi tadi."


Kaila menatap tajam seseorang di belakang Mariska.


Perempuan itu lagi.


"Hm" Kaila lalu berdiri untuk menenangkan anaknya.


Sasha menatap Kaila dengan tatapan sulit diartikan.


Mariska yang sudah tahu gelagat Sasha pun menoleh melihat Sasha.


"Nih Pak, Sasha emang doyan sama Pak Kenzo. Ati-ati bu sekarang bibit-bibit pelakor mulai dekat." seru Mariska.


Sasha tak terima dengan ucapan Mariska,"Tutup mulutmu itu." ditatap tajam Mariska.


"Bos, saya pergi dulu ada sesuatu yang harus saya urus." Andi memilih menghindar dan pergi.


"Ya sana pergi."


Kenzo beralih pada Mariska dan Sasha.


"Kalian berdua bisa jelaskan apa yang suah terjadi." Kenzo berucap dengan nada dingin.


Aura tampannya semakin bertambah menurut Kaila, sisi tegas suaminya membuatnya kagum.


"Saya bisa jelaskan Pak."


"Coba kamu jelaskan Mar, tanpa kurang atau tambahan sedikitpun."


Mariska menceritakan semuanya tanpa menambahi atau mengurangi. Karena bagi Mariska kejujuran adalah kunci kesuksesan.


"Jadi kamu tertarik dengan suami saya? iya." ucap Kaila setelah mendengar penjelasan dari Mariska.


Awalnya Sasha menunduk, tapi ia mengangkat kepalanya.


"Iya. Memangnya kenapa, tidak boleh? cinta itu bebas dan hak setiap orang." ucap Sasha dengan entengnya.


"Tapi kamu mencintai suami saya, itu jelas salah sangat salah."


Kenzo dan Mariska hanya diam menyaksikan keduanya beradu mulut.


"Tidak ada yang salah. Cinta kan buta, tidak memandang." kilah Sasha tak mau kalah dari Kaila.

__ADS_1


Kaila masih menahan emosinya karena masih ada anaknya.


"Mungkin kamu hanya terobsesi dengan suami saya dan bukan cinta."


"Lagian kamu langsung suka sama suami saya sedangkan kamu saja baru satu kali bertemu, itu belum bisa dikatakan cinta. Kamu hanya tertarik dengan suami saya saja." imbuh Kaila.


"Suami orang kok disukai." cibir Kaila.


"Cih, saya jauh lebih baik dari kamu yang hanya perempuan berbaju kuno dan tidak ada menarik-menarik nya sedikit pun. Jelas tubuh saya lebih bagus." Sasha terus melawan Kaila.


"Maaf yah, saya tidak seperti kamu yang memakai pakaian kurang bahan, yang sengaja mempertontonkan tubuhnya pada orang lain.Tidakkah itu seperti jal-lang." Kenzo agak berbisik agar anaknya tak mendengar kata-kata kasar.


Untung anaknya sudah tertidur lagi.


Sasha yang mendengar nya memlotot pada Kaila. Sedangkan Kenzo dan Mariska hanya menahan tawanya.


Suasana di ruangan cukup panas, membuat Kenzo menengahi.


"Sudah cukup hentikan."


"Dan kamu Sasha, ada urusan apa datang ke perusahaan saya?"


Sasha yang ditanya Kenzo mendadak berubah tersenyum pada Kenzo. Membuat Kaila kesal melihatnya.


"Saya ehm." Sasha kebingungan mau menjawab apa, karena memang niat awak dia datang ke perusahaan Kenzo adalah menemui Kenzo dan berniat menggodanya.


Sayang sekali niat busuk Sasha hancur karena saat akan membuka pintu ruangan Kenzo malah Mariska melihatnya.


Mariska awalnya ingin menemui atasannya untuk membawa file dokumen dari bagian HRD, tapi matanya menangkap sosok yang sangat tidak disukainya.


Dan tak sengaja mendengar Sasha berucap akan merebut Kenzo dari Kaila. Mariska yang geram pun langsung menarik Sasha dan terjadilah jambak-jambakan di depan ruangan Kenzo.


Karyawan yang mendengar langsung melihatnya, awalnya sudah ada yang memisahkan tapi berakhir kena jambakan oleh keduanya.


"nona Saha." panggil Kenzo pada Sasha yang tampak diam kebingungan.


"Anu itu, saya mau menanyakan tentang isi dokumen perjanjian, yah iya isi dokumen perjanjian." jawabnya agak gugup.


Kenzo hanya ber'oh' saja.


"Ya sudah nanti saya akan minta asisten saya untuk menjelaskan apa yang kamu bingung kan." Kaila bersorak ria melihat ekspresi Sasha yang sedikit kecewa karena bukan Kenzo yang turun tangan.


"Baik Tuan Kenzo."


"Ya sudah kamu boleh keluar, urusannya udah selesai kan?"


"a e i iya, saya pamit." sebenarnya Sasha enggan pergi, tapi harga dirinya sudah hilang.


Mariska tersenyum meremehkan saat Sasha berpapasan sebelum keluar ruangan.


Mariska hendak pergi, tapi suara Kenzo menghentikan langkahnya.


"Mariska" tekan Kenzo.


"iya Pak."


"Enak saja main keluar, saya mau interogasi kamu. Duduk!"


Mariska mengangguk patuh dan duduk.

__ADS_1


Sementara Kaila tertawa melihat Mariska yang ketakutan.


__ADS_2