
Hari yang ditunggu pun tiba, tepat hari ini Ken dan Kaila melangsungkan pernikahan mereka di salah satu Hotel ternama.
Tamu undangan sebagian besar rekan bisnis Kenzo dan teman Kaila yang otomatis semua orang tau kalau mereka menikah.
Guan yang dikenakan Kaila saat pernikahan sungguh membuat siapa saja yang melihatnya takjub.
Harga gaun tersebut sangat fantastik, yahh gaun ini adalah pilihan dari Kenzo saat fitting baju.
flashback on
"Kamu pakai ini aja deh." ucap Kenzo dengan menunjuk salah satu gaun wanita.
"Jangan. Ini mahal, yang murah aja." ucap Kaila tak enak.
"Heh, murah yang benar saja, nanti di acara banyak rekan bisnis sama karyawan aku, malu. Masa seorang Presdir tidak bisa membelikan baju mahal pada istrinya." ucap Kenzo panjang lebar.
"Calon yah, masih calon ingat itu." Ulucap Kaila penuh penekanan.
"Terserah, pokoknya ambil baju yang ini titik gak pake penolakan" ucap Kenzo tanpa mau dibantah.
"lagian yah kamu bakalan cantik kalo pakai baju ini." ucap Kenzo pelan namun masih bisa di dengar Kaila.
"Apa? barusan ngomong apa" tanya Kaila.
"Engga. Salah denger, telinganya perlu di sapu kayanya yah." ejek Kenzo dengan meninggalkan Kaila di belakang.
"Tampan dan lucu, ahh bisa meledak jantung ku. Tapi aku belum mencintainya." gumam Kaila dengan senyuman manisnya melihat punggung Kenzo yang menjauh.
flashback off
Nah kalo yang pinky ini pilihannya Kaila sendiri, awalnya Kenzo tak setuju dengan pilihannya itu, tapi karena saat lihat Kaila mencoba Gaunnya dengan jilbab mendadak Kenzo langsung setuju.
Pilihan dari Kenzo dan Kaila, mereka secara bersamaan memegang gaun ini saat melewatinya, dijadiin buat akhir acara yaitu foto, tentunya bersama Kenzo yah.
Acara ijab kabul pun berjalan lancar, akhirnya Ken dan Kaila telah resmi menjadi suami istri.
Setelah acara selesai mereka pun kembali ke rumah kediaman keluarga Kenzo.
Kenzo mengumpulkan semua keluarganya dari mamanya, ibu Aisyah, dan adiknya Alya karena ingin membicarakan sesuatu dengan mereka.
"Sebelumnya, Ken minta maaf karena mengganggu kalian yang mungkin sudah mengantuk dan udah capek." ucap Ken membuat semua orang penasaran.
"Ken, sebenernya ada apa?" bingung mamanya pada sang putra.
"Kak, ada apa sih. Alya udah ngantuk tauu, ngapain lagi sih." dengus Alya kesal.
"Hey, bocah manja dengarkan Kakak ngomong dulu," ucap Kenzo gemas.
"Iya iya." balas Alya malas.
"Mamah, ibu, dan kau bocah nakal." ucap Kenzo terkekeh sembari menunjuk adiknya.
"Kenzo dan Kaila memutuskan untuk pindah." ucap Ken yang membuat semua orang terkejut.
"Pindah, memangnya kenapa? apa tak nyaman disini." tanya mamanya.
"Iya nak, kenapa pindah, dan mau pindah kemana?" tanya Bu Aisyah.
__ADS_1
"Kakak, jangan bawa kak Kaila dong." rengek Alya tak terima.
"Kenapa tiba-tiba banget Nak?" Tanya mama heran.
"Ken udah merencanakan semua ini dengan matang." Jelas Kenzo yakin.
"Ken akan jawab kebingungan kalian semua." Kenzo menghela nafasnya mencoba menerima semua pertanyaan yang terlontar.
"Ken pindah karena Ken mau membangun rumah tangga dan tak ingin di ganggu, juga tak ingin merepotkan kalian. Ken mau mengenal Kaila lebih dekat lagi." ucap Ken.
"Ken udah jual apartemen Ken, Ken beli rumah yang lebih besar, deket kantor juga biar kalian kalau mau berkunjung bisa nyaman." imbuh Kenzo.
"Hem, ya sudah mama percaya sama kamu, Mama yakin kamu akan membahagiakan Kaila." ucap mama dengan yakin.
"Nak Ken, tolong jaga Kaila yah, jangan sakiti dia. Dia anak ibu satu-satunya." ucap Bu Aisyah pada Kenzo yang sudah menjadi menantunya.
"Ibu tenang aja, Ken pasti akan menjaga Kaila dan membahagiakan nya, karena sekarang kan Kaila istri Ken." ucap Ken yang tiba-tiba menggenggam tangan Kaila yang berada disampingnya.
Kaila kaget akibat Kenzo yang menggenggam tangan nya.
Pertama kali juga Kenzo menyebut Kaila dengan kalimat 'istri' sebab setelah kejadian di kantor yang tampar-menampar mereka tidak memanggil dengan nama atau apa, tapi hanya langsung ke pembicaraan. Lucu yah.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Mama bingung menatap putri nya.
"Ma, Alya masih ingin sama kak Kaila, Alya ingin lebih dekat lagi dengan Kak Kaila." ucap Alya sedih.
"Adik Kakak yang jelek, gitu aja mewek, cengeng, kemaren aja cerewet bisa ketawa." ledek Kenzo.
"Kakak jahat sama Alya!." bentak Alya.
"Hey, Kakak ngga jauhin kamu, Kaka cuma mau hidup mandiri tenang dan nggak ngerepotin mama." jelas Kenzo dengan tangan kanan mengusap air mata adiknya yang mulai keluar namun tangannya yang satu masih menggenggam tangan istrinya.
Bukannya disambut hangat, tangan Ken malah ditepis kasar oleh Alya.
"Kakak, hiks....hiks ...hiks , jangan tinggalin Alya." Isak Alya sesenggukan di pelukan Kaila.
Kaila belum merespon karena tangannya masih digenggam Kenzo.
Kaila mencoba melepas tangannya.
"Ada apa?" ucap Kenzo yang terusik.
"Ih, lepas dulu tangannya." ucap Kaila.
"Eh, maaf maaf." balas Kenzo dengan seringai senyum.
"Alya sayang jangan sedih yah, kan masih bisa ketemu." ucap Kaila dengan lembut sambil mengelus punggung adik iparnya.
"Hiks.. Hiks.. Hiks kakak." rengek Alya.
"Dasar cengeng, manja, udah besar juga, adik siapa sih." Goda Kenzo mengacak rambut adiknya.
"Adik kak Kaila." ucap Alya lantang.
"Lha, ko bisa??" heran Kenzo.
"Biarin." balas Alya.
"Ken, udah deh Alya juga adik aku sekarang, udah jangan ledekin terus." lerai Kaila.
"Iya, ya udah pulang yuk?" Ajak Ken yang langsung mendapat tatapan tajam dari Adiknya.
"Mama, masa kakak ngga nginep sih, aku mau kabur ke papua aja kalau kakak ngga tidur disini." Adu Alya sambil menghentakkan kakinya.
Sontak mama dan ibu Aisyah tertawa melihat tingkah Alya.
__ADS_1
"Ken, nginep sehari aja yah gak papa juga Kaila nya kok, lagian kalian apa ngga capek?." Bujuk Mama pada anak lelakinya.
"Iya nak, kamu pasti capek." Imbuh ibu Aisyah pada sang mantu.
Sebenernya Kenzo sih berniat menginap semalem saja, namun ia malah usil mengerjai adiknya.
"Ga usah mah." kata Kenzo pelan.
"Lagian Kenzo juga masih kuat nyetir." Imbuh Kenzo.
"Kakak, kalau kaka gak nginep aku bakal ke papua jadi orang Utan di sana." ucap Alya sedih tapi membuat semua orang tertawa.
"Ya silahkan, banyak temennya lho di sana. Kamu pasti seneng bisa ketemu temen lama kamu di sana." ucap Kenzo sambil ketawa.
"Siapa temen lama aku Kak?" Tanya Alya dengan polosnya.
"Monyet, hahah." Tawa Kenzo membuat Alya kesal bukan main.
"Kakak, ih jahat." ucap Alya kesal.
"Tadi katanya mau ke papua." goda Kenzo pada adiknya.
"Gak jadi." balas Alya ketus.
"Ya udah kalau gitu kakak akan menginap disini kok, tapi cuma sehari." ucap Ken.
"Lha, ngapain tadi gak bilang jujur aja sih, kesel, nyebelin." ucap Alya.
"Hush hush anak kecil nggak usah kesel. Sana tidur udah malam lho, besok kan kamu mau cari sekolah baru." ucap mama pada anak perempuannya.
"Iya ma, Alya ke atas dulu ya, bye ma bye bu Aisyah, bye kak Kaila, bye kak Ken jelek kaya lutung kasarung, wlee." Alya berlari ke kamarnya sebelum Kenzo menjawabnya.
"Hah, sini kamu kakak kirim kamu ke Afrika atau ke Mars sekalian." ucap Kenzo membuat Alya langsung menutup pintu kamar dengan sangat kencang.
"Ken. Ajak Kaila ke kamar gih, pasti kalian capek kan?" ucap sang mama.
"Iya ma." ucap mereka kompak.
"Jangan lupa yah." goda mama.
"Apa mah?" heran Kenzo dengan mata mamanya yang mengedip emang ya Kenzo tuh pas SMP ga ikut pramuka jadi gak tau bahasa kode-kode, tapi soal pelajaran jangan tanya deh selalu nomer satu.
"Buat nya pelan pelan nggak usah kasar, kasihan Kaila." ucap mama membuat Kenzo dan Kaila bingung.
"Iya nak, sholat sunah dulu biar dilindungi Allah biar setan nggak ikut juga." giliran ibu Aisyah yang menggoda.
"Mama, ibu jangan ngomong begituan dong, Kaila jadi malu sendiri." ucap Kaila yang sudah paham arah pembicaraan mereka.
Kenzo sih masih cengo gak mudeng, soalnya dia jiga sudah capek banget berdiri 5 jam menyalami rekan bisnis terus masih salaman sama tamu lain, ya gini jadinya otaknya rada lemes.
"Kenapa malu sih Kai, kan udah sah," Tawa mama dan ibunya pecah seketika.
.
.
.
.
****************************************
Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, comen, favorit anda rate.
dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author ☺
__ADS_1