
Pukul 20.15 malam
Kenzo menerima pesan dari nomer tidak dikenal.
Rahangnya mengeras seketika melihat isi dari pesan tersebut.
Tingg
Sebuah pesan masuk.
Datanglah dan selamatkan putramu jika kamu masih ingin melihat anak satu-satumu hidup. Jika kau tidak datang aku tidak bisa menjamin keselamatan anakmu, nyawanya bergantung pada keputusanmu.
Datanglah ke XXX seorang diri kalau tidak bayangkan apa yang bisa ku lakukan pada makhluk kecil ini.
"Brengsekh," umpat Kenzo setelah melihat isi pesan dan sebuah video.
Kaila yang tengah duduk di sofa menghampiri sang suami.
Diambilnya handphone dari tangan Kenzo yang membuat amarah Kenzo membuncah.
Kaila syok bukan main melihat video yang memperlihatkan anaknya telanjang bulat dan banyak bekas merah di pipi, kaki serta tangannya.
Kenzo mengambil handphone nya dari genggaman Kaila sebelum Kaila membaca pesan dari orang yang mengirimnya.
"Hiks.. Kenzie Mas Kenzie hiks.. hiks..." Kaila kembali menangis melihat keadaan anaknya.
Kenzo paham betul perasaan Kaila, siapa yang tahan melihat anaknya terluka dan tersiksa.
"Tenang ail, aku janji secepatnya menemukan Kenzie dan membawanya pulang." ujar Kenzo menenangkan sang istri yang sangat kacau.
Keadaan Kaila sangat kacau, tidak ada habisnya menangisi anaknya. Memikirkan keadaan bayi gembul nya sampai membuatnya tak nafsu makan.
Kenzo yang melihatnya prihatin, tapi istrinya tidak mau dibujuk untuk makan.
"Hiks.. hiks.. hiks.. Kenzie pasti kedinginan Mas, Kenzie pasti haus dan butuh aku." Kaila tak kuasa menahan air matanya. Kenzo yang melihatnya membawa Kaila kedalam dekapannya.
"Kenzie pasti menang-"
Kenzo segera memeluk Kaila erat. Memberi kehangatan untuk menenangkan sang istri.
"Tenang ail, aku yakin Kenzie baik-baik saja. Kamu berdo'a saja semoga Kenzie baik-baik saja." potong Kenzo meyakinkan Kaila.
"Sekarang kamu istirahat yah, badan kamu lemes sama panas." Kaila mengangguk lalu Kenzo menuntun Kaila menuju ranjang.
Dibaringkannya tubuh rapuh sang istri dengan sangat hati-hati. Kenzo duduk didekat kepala Kaila.
"Kamu istirahat yah, kamu pucat banget nih. Mau makan atau mau sesuatu? , biar aku ambilin." Kenzo merasa bersalah karena istrinya menjadi rapuh karena dirinya.
"Aku cuma mau Kenzie Mas, Kenzie pasti haus seharian belum aku susuin." lirih Kaila menatap nanar Kenzo.
Kenzo mengusap kepala Kaila yang berjilbab.
"Kamu jangan banyak pikiran sayang, aku akan segera bawa pulang Kenzie, aku janji. Kamu bisa pegang kata-kata aku. Kamu percaya sama aku kan?"
Kaila mengangguk karena sudah tidak punya tenaga lagi untuk berbicara.
Kenzo berdiri tapi pergelangan tangannya dicekal oleh Kaila.
Kenzo berbalik menatap Kaila dan kembali duduk di samping Kaila.
"Mas mau kemana?" lirih Kaila yang melihat Kenzo.
Kenzo tersenyum mendengar pertanyaan dari istrinya.
Kaila menunggu jawaban dari suaminya.
"Aku mau pergi sebentar, ada urusan di luar. Kamu istirahat aja yah." tutur Kenzo lembut.
"Malem-malem gini urusan apa Mas?"
__ADS_1
"Aku mau minta tolong orang ku untuk melacak keberadaan anak kita sayang." ujar Kenzo berbohong.
Kenzo tak ingin istrinya kepikiran tentang anaknya, mengingat kondisi sang istri sangat kacau.
"Beneran? kamu bukan mau pergi kan Mas. Aku nggak mau kehilangan kamu atau Kenzie." tutur Kaila sendu.
Kenzo tersenyum. Diusapnya tangan sang istri. "Aku nggak akan kenapa-kenapa Ail. Kamu percaya deh sama aku." dikecupnya punggung tangan sang istri.
Kaila ragu dengan perkataan suaminya. Tapi dirinya tidak ada tenaga untuk melawan atau mencegah Kenzo untuk tidak pergi.
"Aku janji sebelum pukul 12 aku udah ada di rumah." ucap Kenzo meyakinkan Kaila.
"Ya udah, tapi janji yah pulangnya jangan lama-lama."
Kenzo mengangguk senang.
Dikecupnya kening istrinya sebelum pergi.
"Aku pergi dulu ya, kamu istirahat aja. Aku harap setelah aku pulang kamu akan tersenyum lagi." ujar Kenzo lalu pergi meninggalkan Kaila di kamar.
Kaila yang memang sudah sangat mengantuk pun terlelap cepat, dirinya tidak makan ataupun minum karena terus memikirkan sang anak.
Di lain tempat seorang wanita tengah tersenyum menanti kedatangan seseorang.
"Satu langkah lagi rencana ku akan berhasil." bibirnya menyunggingkan senyum membayangkan keberhasilan yang akan segera datang.
"Heyy bayi,,sebentar lagi ayahmu akan datang menyelamatkan mu upss lebih tepatnya akan berpaling dari ibumu dan menjadi milikku."
Kenzie hanya merespon dengan tatapan polos penuh air mata karena tidak tahu menahu.
Brak
brak
brak
Terdengar seseorang mencoba mendobrak pintu.
Brakhh
berhasil. Pintu berhasil didobrak oleh seseorang yang tak lain Andi dan Mariska. Sasha terkejut melihatnya.
Seseorang muncul dari belakang Andi dan Mariska.
"Kenzo." seru Sasha melihat kedatangan Kenzo.
Sasha agak merinding melihat Kenzo, yang membuatnya takut adalah tatapan Kenzo yang berbeda dari biasanya.
Kenzo berjalan ke arah anaknya.
"Jangan mendekat atau aku akan menyayat bayi ini." Sasha mengeluarkan pisau dari saku bajunya.
Kenzo mundur karena tidak ingin sesuatu terjadi pada anaknya.
"Kamu sudah gila." desis Kenzo menatap tajam Sasha.
Sasha tertawa seperti orang gila mendengar kalimat Kenzo. "Gila? Haha aku memang sudah gila karena dirimu." ujar Sasha mendekati Kenzo.
Sasha bergelayut manja pada lengan Kenzo. Membuat Kenzo sangat jijik pada kelakuan sekertaris rekan bisnisnya ini.
"Aku mencintaimu Ken, menikahlah dengan ku dan kita akan hidup bahagia." ucap Sasha mulai berani memeluk Kenzo.
Andi dan Mariska yang melihatnya hanya memandang malas perbuatan wanita bernama Sasha itu.
Kenzo hanya diam tak berniat menanggapi ucapan Sasha.
"Aku mencintaimu sangat dan sangat mencintaimu, menikahlah dengan ku Ken." ucap Sasha lagi yang berhasil membuat kilatan tak dimata Kenzo.
"Jangan mimpi dan jangan terlalu berharap!!!" cibir Kenzo dengan menghempaskan Sasha dengan sangat kencang membuat tubuh Sasha terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"Aku tidak akan mengabulkan itu karena sudah ada wanita yang mencintai saya dengan tulus tidak seperti dirimu yang melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya."
Sasha terdiam mendengarnya.
"Kamu hanya terobsesi dengan saya, dan itu menutupi hati kamu. Kamu buta karena cinta. Masih banyak pria di luaran sana yang jauh lebih baik dari saya dan yang pasti belum memiliki istri seperti saya."
Andi dan Mariska kagum pada atasannya yang sangat mencintai istrinya.
Sasha tidak terima, dia sudah dibutakan oleh nafsu dan hatinya sudah tertutup kabut kebencian mengingat Kenzo memiliki Kaila.
"Aku hanya ingin kamu Ken, aku rela kok jadi yang kedua." ucap Sasha tak mau kalah.
Kenzo menatap jijik mendengar nya.
Sasha berdiri dan menatap Kenzo.
"Atau kamu ceraikan istri kamu dan kit-"
"KURANG AJAR!!" bentak Kenzo tepat di wajah Sasha.
"Jangan mimpi itu akan terjadi. Karena apa? karena istri saya jauh lebih baik dari segi manapun dibandingkan kamu." ucap Kenzo dengan penuh emosi.
Sasha tak terima mendapat penolakan dari Kenzo. Tangannya yang masih menggenggam pisau diarahkan menuju Kenzie.
Berjalan ke tempat Kenzie berbaring. Sasha mendekati bayi mungil yang saat ini telanjang.
Kenzo yang melihatnya melotot.
"Apa yang kamu lakukan???" teriak Kenzo.
Sasha tersenyum meremehkan.
"Jika aku tidak bisa memilikimu maka istrimu patut menerima ini." sasha mengarahkan pisau di genggaman nya mengarah ke perut bayi yang saat ini terlelap.
Rahang Kenzo mengeras menyaksikan apa yang akan dilakukan wanita gila dihadapannya.
Kenzo memberi kode pada Andi dan Mariska. Andi dan Mariska yang paham langsung mengangguk dan berjalan menuju arah Sasha tanpa wanita itu ketahui.
"Kamu memang wanita gila dan tidak berakal."
"Ya aku memang sudah tidak berakal karena terlalu mencintaimu." setelah mengatakan itu Sasha kembali mengarahkan pisau di tangannya kepada Kenzie.
Tapi belum sampai pisau itu mengenai tubuh Kenzie, lengan Sasha ditahan oleh seseorang tak lain adalah Andi dan Mariska.
"Lepas, lepas!!" Sasha memberontak mencoba melepaskan cengkraman Andi dan Mariska tapi gagal.
Kenzo berjalan mendekati Sasha.
"Saya tidak segan-segan menghancurkan orang yang telah mengganggu keluarga saya. Tapi saya masih punya hati." dicengkeramnya dagu Sasha lalu dilepaskan dengan sangat kencang.
Sasha tak berkutik.
"Kalian bawa wanita ini ke kantor polisi dan jebloskan ke penjara." titah Kenzo yang langsung diangguki oleh Mariska dan Andi.
Kenzo melepaskan jaketnya lalu berjalan ke arah anaknya. Di angkatnya tubuh mungil penuh merah itu dan dipakaikan jaket ke tubuh ringkih Kenzie karena anaknya telanjang tanpa sehelai pakaian bahkan popok.
Kenzo berjalan mendekati Sasha yang masih dicekal Andi dan Mariska.
Kenzo menodongkan pistol pada Sasha dengan tangan kiri masih menggendong Kenzie.
Sasha terkejut karena Kenzo mengarahkan sebuah pistol padanya.
"Saya bisa saja langsung menghabisi kamu. Tapi saya tidak ingin tangan saya kotor hanya karena orang seperti kamu." Kenzo memasukkan pistol ke dalam balik bajunya dan berjalan meninggalkan Sasha.
Sasha terisak mendengarnya. Benar yang dikatakan Kenzo, bahwa dirinya tak pantas bersanding dengan Kenzo.
Dirinya begitu hina dan jahat. Dirinya telah dibutakan oleh nafsu dan obsesi.
__ADS_1
Andi dan Mariska menyeret Sasha keluar dan membawanya ke kantor polisi untuk segera diproses hukum.