
Perjalan pulang ke rumah begitu lama. Membuat Kenzo bosan karena di diamkan oleh istrinya.
Sunyi
Mang Dimang melihat Tuan dan Nyonya nya dari kaca spion atas.
"Ini kenapa pada diem-diem bae Nyonya Tuan." celutuk mang Dimang memecahkan suasana yang tadinya hening.
"Tuh si ibu lagi sariawan makanya diem." ucap Kenzo sekenanya.
"Enak aja ngatain aku sariawan, awas aja yaa kalau kamu sariawan ngrengek ke aku." sewot Kaila kesal.
"alalallalala, masih ngambek ya." goda Kenzo yang membuat Kaila mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Mang, ini kenapa lama banget nyampe rumahnya? jarak rumah sakit ke rumah kan cuma beberapa menit." ucap Kaila yang menyadari jika mobil yang di tumpangi masih di jalan.
"Heheheh,"
"Malah ketawa sihh," seru Kaila yang melihat supir suaminya hanya membalas dengan cengiran.
Mencurigakan sekali nih mang Dimang.
"Itu anu bu." ucap mang menggantung kalimatnya.
"Anu apa?" selidik Kaila.
Kenzo, jangan ditanya. Kenzo malah sedang asik bermain dengan anaknya yang di gendongan Kaila.
"Itu bu saya lupa malah belok kiri, jadinya harus lewat jalan dari arah selatan." jelas mang Dimang dengan senyum tanpa dosa.
"Haduehhh mang bisa-bisanya arah pulang kok lupa." Kaila menghela nafas dan melihat suaminya yang ternyata tengah asik menggoda sang anak.
"Aduhhh anak Papah kok gemes banget si pipinya. Ganteng persis Papahnya." ucap Kenzo yeng membuat Kaila mengernyitkan alisnya.
"Pede kamu luar biasa tanpa batas Mas."
"Manggilnya Papah dong jangan Mas kalau didepan Kenzie, ya Mamahnya Kenzie." ucap Kenzo melirik Kaila.
"Iya Papahnya Kenzie." balas Kaila diselingi tawa Mang Dimang.
"maaf maaf, abisnya lucu dengerin ibu sama bapak ngomong." sontak saja ucapan mang Dimang membuat kedua majikannya menatap sinis Mang Dimang.
Kenzo tak mempedulikan mang Dimang. Karena sekarang waktunya untuk bersenang-senang bersama sang anak.
"Coba Kenzie ketawa, iya k
nak ketawa nah iya ganteng banget, gemesin banget si anak Papah." ujar Kenzo dengan menghujani ciuman di wajah anaknya.
Kaila tersenyum melihat anaknya kembali tertawa.
__ADS_1
"Pah, kamu nggak ke kantor?" tanya Kaila membuat Kenzo menghentikan aktifitasnya.
"Kayaknya enggak deh. Seharian penuh aku mau habisin waktu aku sama Kenzie. Lagian udah siang gini masa ke kantor." Kaila melihat jam tangannya.
Pukul 11.30
"Iya, sudah nanggung yaa."
"Mang Dimang, kita berhenti di tempat situ dulu ya. Kita makan siang dulu." titah Kaila dengan menunjuk pada gerobak penjual bakso yang terlihat dari dalam kaca mobil.
"Asiyappp Bosque."
Kaila keluar mobil dan diikuti Kenzo.
"Mang Dimang nggak mau ikut? ayo Mang, kita makan dulu sama istirahat." ajak Kenzo pada sang supir yang langsung diangguki oleh Mang Dimang.
"Mas, kamu mau bakso atau mie ayam?" tanya Kaila pada sang suami yang baru saja duduk di sampingnya.
"Aku mie ayam aja tapi setengah porsi ya."
"Kenapa porsi setengah?" heran Kaila.
"Hehe, aku nggak laper banget tapi ya gakpapa lah makan setengah porsi aja." mendengar penjelasan suaminya Kaila hanya mengangguk paham.
Kenzo lega.
Huft, untung Kaila nggak curiga kalau aku lagi jaga badan aku.
"Tenang mang, saya bayarin deh. Jadi mau beli apa?" imbuh Kenzo.
"Saya bakso aja Pak." Kenzo mengangguk mendengarnya.
"Tunggu ya Mas, biar aku pesen dulu." saat Kaila akan beranjak dari kursinya tangan Kenzo sudah lebih dulu menghentikannya.
"Biar aku aja. Kamu duduk aja sama Kenzie disini." setelah itu Kenzo berdiri menuju penjual bakso yang memang dari tempat duduknya tidak dekat.
Kaila tersenyum melihat punggung suaminya yang tengah mengantri.
"Bu, bapak cinta banget ya sama Ibu sama dedek Kenzie juga." ucap Mang Dimang menyadarkan Kaila.
"Memang terlihat sangat jelas ya Mang?"
"Banget Bu. Tuan jarang berdekatan dengan perempuan dan yang saya lihat Tuan rela melakukan apa saja demi kebahagiaan keluarganya. Ibu beruntung banget memiliki Pak Kenzo."
Kaila tersenyum mendengarnya.
"Bu bu kesambet setan apaan bu. Aduh Bu jangan kesurupan Bu. Saya takut."
Kaila mendelik mendengar supirnya mengatakan dirinya kesurupan.
__ADS_1
"Enak aja ya kamu ngatain saya kesambet." ucap Kaila menatap tajam sang supir.
Yang di tatap tajam hanya cengengesan.
"Pada ngomongin apa nih." seru Kenzo kembali duduk.
"Sudah Mas?" tanya Kaila saat melihat suaminya sudah duduk disampingnya.
"Sudah. Hayo tadi pasti ngomongin aku kan ngaku aja."
"Nggak ngomongin apa-apa kok, kamu jangan ke geden rumangsa alias GR."
Brakkk
Kegiatan mereka terganggu karena di samping meja tempat duduk Kaila dan Kenzo ada seorang pemuda laki-laki dengan tampilan urakurakan sedang menggebrak meja.
"WOYYY KANG BAKSO BIKININ GUA BAKSO CEPETANNN!!!" Teriknya yang membuat pelanggan bakso ketakutan.
"Maaf dek, kalau mau beli Bakso kan bisa dateng ke bapak penjualnya, nggak perlu teriak gitu. Ganggu orang lain yang di sini." ucap Kaila menasehati.
"LO SIAPA NGATUR- NGATUR GUA HAHH. TERSERAH GUA MAU NGAPAIN ITU BUKAN URUSAN LO!!!" Protesnya tak terima dinasehati Kaila.
Kaila mengelus dada mendengarnya. Kenzo hanya mendengarkan dan tak ada niatan untuk membantu Kaila.
Bukanya Kenzo tak mau membantu, tapi dia sedang makan mie ayam enak banget.
Kaila mendengus kesal melihat suaminya yang tengah enak menikmati mie ayam sedangkan dirinya tak nyaman karena pemuda disampingnya.
"WOYYY, MANA BAKSO GUA. UDAH LAPER MALAH LAMA." Teriak pemuda tersebut yang berhasil membuat Kenzie yang tengah tertidur di gendongan Kaila terbangun karena kaget.
Kenzo sempat menghentikan acara makannya, tapi mie ayamnya enak banget bikin Kenzo nggak mau berhenti makan.
"Pak, bapak nggak mau bantuin Bu Kaila?" lirih mang Dimang yang hanya di dengar oleh Kenzo.
"Biarin aja, istri saya tuh tangguh seperti Singa. Jadi saya cuma bantu kalau nanti istri saya nggak bisa menghadapi anak berandalan itu."
Kenzo asik makan dengan Mang Dimang. Sedangkan Kaila sedang menenangkan sang anak yang menangis kencang karena kaget mendengar teriakan.
"BERISIK BANGET SIII. BU, ANAKNYA DIEMIN DONG. JADI ORANG TUA NGGAK BECUS BANGET NGURUS ANAK." makinya pada Kaila.
Mendengar makian dari pemuda yang lebih muda darinya membuat Kaila emosi.
Kaila memindahkan anaknya pada suaminya.
"Eh, eh, aku lagi makan, haish." pasrah Kenzo menerima Kenzie yang masih menangis.
Kaila berdiri dan menghampiri pemuda yang hanya berjarak satu meter dari tempatnya duduk.
"Kamu ngatain saya? heh ngaca diri dulu nak. Kamu nggak mau dibilangin orang tapi kamu nyuruh-nyuruh saya."
__ADS_1
"Lihat diri kamu. Emang kamu udah sempurna, belum. Kamu hanya berandalan yang hanya membebani hidup orang lain. Kamu tuh sampah. Sampah masyarakat, pantes aja negara Indonesia jadi sempit karena kehadiran orang-orang seperti kamu ini." sindir Kaila pada pemuda yang sudah dihadapannya.