
"Jadi benar kalau perempuan itu ingin merebut suami saya." setelah Mariska menceritakan semuanya Kaila agak khawatir.
"Benar Bu, saya juga ingin sekali memberi pelajaran pada perempuan seperti itu. Pelakor kan bahaya lebih bahaya dari sianida." ucap Mariska dengan menggebu. Sejujurnya Mariska memang tidak menyukai Sasha.
Kenzo hanya mendengarkan ocehan kedua wanita di hadapannya yang sedari tadi terus saja membahas pelakor.
"Mas, kamu kok cuma diam aja. Kamu nggak takut kalau tergoda atau jangan-jangan kamu ada rasa sama perempuan itu." Kaila enggan menyebut nama Sasha.
"Hush kamu kalau ngomong nggak dipikirkan dulu. Suka sembarangan nebak dan nuduh."
Kaila merasa bersalah. Kaila menjadi murung, kalau begini Kenzo menyesal berkata seperti itu pada istrinya.
"Maaf, aku kan cuma takut kalau kamu tergoda, apalagi Sasha lebih cantik dari aku, lebih sexy dan semok kayak gitar Spanyol." ucap Kaila menatap Kenzo.
Mariska hanya diam, tak tahu harus bagaimana.
"Kamu ngomong apa sih ail. Bagi aku kamu dan Kenzie segalanya, nggak ada yang bisa gantiin posisi kalian di hati. Mau cantik atau sexy aku tidak akan berpaling dari kamu. Kamu dan Kenzie sudah cukup bagi aku." Kenzo membelai pipi Kaila dan mengecupnya.
Mariska tersenyum menyaksikan keromantisan atasannya. Dirinya menjadi nyamuk dalam kebucinan sang atasan dan istrinya.
"Maaf Pak, apa saya bisa keluar sekarang?" celetuk Mariska menyadarkan Kenzo dan Kaila.
Otomatis Kaila dan Kenzo menoleh pada Mariska.
Oh, jangan bilang mereka lupa kalau masih ada makhluk jomblo diantara keduanya.
"Ah maaf Mar, saya lupa kalau ada kamu." dengan entengnya Kenzo mengatakan itu.
Mariska memandang Kenzo dengan tatapan kesal.
Dari tadi dirinya disitu tapi bosnya tidak sadar, jomblo emang nggak dianggap kalau di depan orang yang sedang jatuh cinta dimabuk asmara.
"Saya ijin keluar, nggak kuat kalau jadi penonton drama romantis." dengus Mariska lalu keluar dari ruangan Kenzo dengan wajah kesal.
Kaila dan Kenzo saling tatap dan tertawa sampai Kenzie yang dalam gendongan Kaila terbangun.
"Kenzie udah bangun? kenceng yah suara Papah sama Mamah. Kenzie tidur lagi yah. Kita pulangnya bareng Papah." dikecupnya kening sang anak.
Kenzie hanya mengerjapkan mata sipitnya menatap orangtuanya, membuat Kaila dan Kenzo gemas dengan sang anak.
"Aduh jagoan Papah ganteng banget sih, makin hari makin imut." dikecupnya wajah sang anak membuat tertawa.
Kaila tersenyum melihat interaksi dua kesayangannya.
Anaknya memang penurut dan luluh dengan suaminya ketimbang dirinya. Padahal Kenzo jarang bermain dengan sang anak.
"Mas, janji jangan tinggalin aku jangan tinggalin Kenzie." Kaila takut Kenzo meninggalkan dirinya karena teringat ucapan Sasha.
Kenzo terkejut, ia mengalihkan pandangannya pada sang istri yang tampak murung.
"Aku nggak bisa janji tapi aku akan buktikan kalau aku nggak akan tinggalin kalian berdua. Harta paling berharga untuk aku yaitu kalian berdua. Tidak akan ada yang bisa menggantikan kalian."
Kaila lega mendengarnya. setidaknya kekhawatiran di hatinya menghilang.
"Kamu ngomong gitu karena kepikiran dengan ucapan Sasha?"
__ADS_1
Kaila mengangguk, Kenzo menggenggam tangan sang istri yang nampak gusar dan sedih.
"Aku nggak akan mungkin berpaling dari kamu, sekalipun di luaran sana banyak wanita sexy. Karena aku menikahi kamu bukan karena bentuk tubuh kamu. Aku memang sudah cinta saat kita bertemu pertama kali waktu itu." dikecupnya tangan Kaila untuk meyakinkan bahwa ucapannya bisa dipercaya.
Kaila terharu mendengar penuturan sang suami.
"Hiks hiks" terdengar isakan kecil.
"Hey you crying? jangan menangis sayang, aku nggak bisa kalau lihat kamu mengeluarkan air mata. Kan aku udah pernah bilang menangislah ketika bahagia saja, tapi lihat sekarang kamu menangis."
"Aku menangis juga karena bahagia Mas, aku terharu mendengar perkataan mu, aku bersyukur memiliki suami seperti kamu." jelas Kaila yang membuat Kenzo lega.
"Aku kira kenapa, ya sudah Mamah jangan nangis lagi dong." dihapusnya air mata Kaila yang menempel di pipi.
"Tuh lihat nanti Kenzie liatin. Udah yah jangan nangis lagi. Kita pulang aja ya." imbuh Kenzo.
"Pulang? emang kerjaan kamu udah beres semua."
"udah, ayok aku mau tidur siang nih, badan aku capek." Kaila mengangguk mengiyakan.
Mereka meninggalkan perusahaan dan pulang.
Dari kejauhan ada seseorang dalam mobil yang memandang kedekatan Kenzo dan Kaila dengan tatapan benci.
"Aku akan lakukan segala cara agar bisa mendapatkan suamimu, Kenzo Wijaya harus menjadi milikku. Milikku seorang." lalu pergi meninggalkan rumah Kenzo dan Kaila.
Ceklek
Kenzo masuk kamar setelah selesai. menerima telpon dari rekan bisnis.
"Kenzie udah tidur lagi." Kaila menginterupsi agar Kenzo tidak bersuara keras dan membangunkan sang anak.
Kaila menghampiri Kenzo yang nampak lelah.
"Capek yah Mas?"
"Iya, bulan ini banyak kerjaan di kantor, kerjasama dengan Tuan Bobby juga sudah mulai jalan. Jadi aku lebih sibuk di kantor."
Kaila yang paham kondisi sang suami pun mulai memijat tubuh Kenzo.
"Aku pijitin yah."
Kenzo mengangguk, Kaila langsung melakukan pijitan ke tubuh suaminya yang nampak lelah.
"Makasih ya udah ngertiin aku, maafin aku yang jarang ada waktu sama kalian berdua. Aku janji setelah urusan perusahaan aku beres aku bakal banyakin waktu sama kamu, liburan mungkin." Kenzo mulai memejamkan mata menikmati pijatan Kaila.
"Jangan dipaksakan Mas, kamu fokus aja, aku sama Kenzie bisa ngerti kok. Jangan terlalu memporsir kerjaan sampai kamu lupa diri kamu Mas. Jangan sampai capek dan sakit."
Kenzo tak menjawab Kaila, dilihatnya Kenzo yang ternyata sudah tertidur.
Wajah Kenzo lebih tampan dan nampak damai ketika tertidur.
Kaila tersenyum, dibelainya wajah tampan Kenzo. "Terimakasih Mas sudah bekerja untuk aku dan Kenzie." Kaila mengecup singkat bibir Kenzo.
"Kecapean sampe nggak tau," Kaila terkekeh karena Kenzo yang tidak terpengaruh akan sentuhan di bibirnya.
__ADS_1
"Mas, aku ke dapur dulu yah, mau mandi juga. Nanti aku bangunin kalau udah dhuhur." bisik Kaila pada Kenzo yang tertidur tapi masih membalas dengan deheman.
Kaila turun dari kamar atas dan berlalu ke kamar mandi.
Pukul 13.25 Kenzo terbangun dan melihat kamar ternyata istrinya tidak ada.
Kenzo melangkah melihat anaknya.
"Jagoan Papah udah bangun ternyata. Mau main sama Papah atau mau mimi."
Kenzo tersenyum melihat anaknya. Memang kalau dilihat wajah Kenzie mirip dengan wajahnya.
Mengetahui keberadaan sang Papah, Kenzie merentangkan kedua tangannya ke arah Kenzo.
"ututututu anak Papah minta digendong yah. Sini ikut Papah." Kenzo mengangkat anaknya dan menciumi seluruh wajahnya membuat sang anak tertawa.
"Uh makin berat yah kamu, dikasih apa sih sama Mamah."
Diangkatnya tinggi-tinggi tubuh Kenzie membuat bayi gembul itu tertawa mendapat perlakuan dari Papahnya.
"Kita ke Mamah yaa."
Ketika Kenzo akan membuka pintu, pintu sudah dulu dibuka dari luar.
"Loh Kenzie udah bangun. Mas mau kemana?"
"Mau samperin kamu, tapi kamu samperin aku dulu." Kenzo lantas menyerahkan Kenzie ke Kaila.
"Uh sayangnya Mamah haus yah. Mimi dulu terus nanti mandi ya."
Kaila berjalan menuju ranjang dan menyusui Kenzie.
"Aku mandi dulu sekalian sholat dhuhur ya." Kenzo bergegas keluar menuju mushola kecil dirumahnya.
"Kenzie seneng main sama Papah. Do'akan Papah sayang biar kerjaannya cepet selesai nanti bisa liburan sama Kenzie."
Kenzie hanya menatap sang ibu dengan polos.
"Aduh gemes banget sihhh kamu sayang."
Melihat ibunya tertawa membuat Kenzie ikut tertawa tanpa melepaskan mulutnya dari sumber asinya.
ceklek
"Kamu udah sholat ail?" tanya Kenzo setelah kembali ke kamar.
"Belum Mas, aku minta tolong jagain Kenzie dulu ya. Aku sholat dulu." Kaila melepaskan Kenzie karena sudah mulai tenang.
"Iya, kamu sholat aja dulu. Biar Kenzie sama aku dulu." Kenzo mengambil alih anaknya.
"Makasih Papah."
"Kembali kasih Mamah." balas Kenzo.
"Sayang kamu sama Papah dulu yah, Mamah sholat dulu. Jangan buat Papah repot yah."
__ADS_1
cup
setelah mengecup kening anaknya Kaila meninggalkan suami dan anaknya.