
Kenzo menyusul istrinya yang masuk kedalam kantornya. Jangan sampai ada adegan jambak rambut dan cakar-cakaran di ruangannya.
Ternyata benar dugaannya, istrinya telah berada di ruangannya. Sebelum hal yang ditakutkan terjadi, Kenzo harus mencegah dan menghentikan istrinya.
Menjelaskan yang sebenarnya dan meluruskan kesalahpahaman ini.
Tapi, tunggu......
Apa ini? Kaila tidak menjambak atau mencakar-cakar calon sekertaris barunya. Malahan Kaila duduk di hadapan Mariska dan Andi. Oh Andi yang malang. Ternyata sudah duduk juga.
Kenzo ikut duduk di samping istrinya yang masih diam. Marah kah? atau ah entahlah, ekspresi istrinya sungguh sulit untuk ditebak layaknya kuis di sinetron.
"Jadi?" Kaila membuka pembicaraan, ruangan terasa mencekam karena semua orang diam , Andi dan Mariska hanya bisa tertunduk diam di hadapan istri bosnya.
"Dengerin aku ail, ini semua nggak seperti yang kamu pikirkan," Kenzo mulai membujuk istrinya yang masih menggendong anaknya.
"Memang nya kamu pikir aku memikirkan apa Mas?"
"Dia itu sekertaris yang akan gantiin kamu, aku tadi cuma mau.. " Kaila langsung memotong ucapan Kenzo.
"Shuttt, diem kamu mas. Aku nggak ngijinin kamu bicara!"
Kenzo langsung diam, istrinya sungguh menakutkan saat marah.
Jangan pernah membangunkan singa yang sedang tidur, karena kasihan lagi tidur.
Terserah Kenzo dengan semua pribahasa yang hanya bisa dimengerti dirinya seorang.
"Kamu, coba kamu jelaskan semua tentang kamu dan penyebab kamu bisa begitu dengan suami saya!" Tunjuknya pada seorang wanita dihadapannya. Karena disitu yang wanita hanya Kaila dan Mariska. Jadi yang ditunjuk so Andi, eh bukan lah, yang duduk di sebelahnya Andi noh.
"Saya Bu?" Mariska bertanya, jelas-jelas dirinya yang di maksud.
"Ya iyalah, masa saya, " Semua orang langsung menatap tajam ke arah sumber suara.Andi
"Siapa yang suruh kamu ngomong, kamu diem aja. Saya belum perintahkan kamu ngomong yah." Tunjuk Kaila pada Andi, Andi langsung diam.
Gile, bu bos marah besar kayaknya, Huhu jangan sampai gara-gara bu bos marah, gaji ku melayang. Oh tidak-tidak.
Semua diam menunggu Marissa berbicara dan juga antara takut dengan marahnya sang singa betina.
"Jadi sebenarnya gini Bu...
Flashback on
"Woyy bro, mana nih?sekertaris baru yang gantiin istrinya si bos, di suruh bawa orangnya nih sama si bos." Andi mendatangi bagian HRD untuk menanyakan sekertaris baru bos nya.
"Belum datang bro, tunggu bentar lah yah, lagian masih jam segini jalanan macet." Jelas pria ber identitas JoJo, kepala HRD.
"Hah, jam segini belum datang. Padahal kan ini hari pertama dia kerja. Gimana dong? Bos bisa-bisa marah nih." Ingin rasanya Andi memakan orang saat ini.
Siapa sih sekertaris barunya. Moga aja bukan laki-laki gendut, berkumis, ihh.
Saat Andi akan berbalik tubuhnya ditubruk dari arah belakang. Dan...
wow it's amazing, sungguh luar biasa ciptaanmu Ya Allah.
__ADS_1
Dilihatnya dari ujung kaki.
Wanita yang menabraknya bangun setelah mengambil barang bawaannya yang terjatuh. Saat menatap, keduanya saling bertatapan dan mendadak raut wajah keduanya berubah.
"Eh ELO, DASAR YAH, NGAPAIN KESINI? NGIKUTIN GW KAN??" Andi menunjuk wanita di depannya.
Kalau ini sih nikmat tapi skakmat.Cakep tapi ngeselin.
Mariska tidak terima diteriaki oleh orang yang bahkan belum dirinya kenal.
"KALAU NGOMONG BIASA AJA KALI, NGGAK USAH NGEGAS JUGA!!" Lah Mariska tidak sadar dirinya juga ngegas.
"MIRROR DONG MBAK, DIRI SENDIRI JUGA NGEGAS. NGGAK NYADAR DIRI BANGET."
"STOP, KALIAN BERDUA BERISIK BANGET, LO JUGA NDI, UDAH TAU INI KANTOR NGAPAIN TERIAK." bukan Andi atau Mariska, ini Jojo yang mencoba melerai. Mereka masih di depan ruangan HRD.
"Lah kan emang kantor. Siapa juga yang bilang ini hutan." Andi menormalkan bicaranya.
"Udah udah pusing gw liatnya, ketemu-ketemu langsung berantem. Awas benci sama cinta beda tipis loh."
"Ih saya mah amit-amit sama laki-laki ini, laginan laki-laki diluar sana juga masih banyak." Mariska membuang arah pandangannya.
"Dih siapa juga yang mau sama sithu. Gw Sih imut-imut, jadi ogah sama lo,"
"Okeh lo gw end."
"Udah udah pusing saya kalau liat orang berantem.Oh iya Mar, kamu kenapa telat, padahal ini hari pertama kamu kerja loh dan seb..." sebelum Jojo menyelesaikan ucapannya Andi menarik pergelangan tangan Mariska.
"Udah ditunggu Bos nih, gw duluan yah!" Andi berteriak dengan berjalan menuju lift khusus petinggi perusahaan.
"Ihh, lepasin!!"
Tidak ada respon.
"Woy pak lepasin!! "
"Saya bukan bapak kamu, dan saya masih kyut jadi jangan panggil saya pak."
Mariska menahan jijik mendengar ucapan pria disampingnya.
"Tapi pasti anda karyawan penting disini, terbukti dengan menaiki lift khusus ini, anda pasti jabatan nya tidak biasa. Makanya saya manggil anda bapak sebagai rasa hormat."
"Oh iya juga yah, bener kata kamu, Ya udah kamu saya bolehin manggil bapak ke saya."
Sebenarnya dalam hati, Mariska sudah bisa menebak kalau pria yang sedang satu lift dengannya seorang playboy.
"Oh iya ini kedua kalinya kita bertemu bukan? Kenalin nama saya Andi." Andi menjulurkan tangannya, tapi Mariska enggan menerimanya.
Okeh, Andi ganteng Andi sabar, laki-laki sabar pasti akan menambah kegantengan.
Andi bersikap profesional, walau hatinya menanamkan dendam kecil pada wanita bernama Mariska.
Tanpa mengetuk pintu Andi langsung masuk kedalam sebuah ruangan yang Mariska ketahui adalah ruangan Presdir.
Kenzo yang sedang duduk mengerjakan dokumen dikejutkan dengan kehadiran Andi yang datang dan pergi selalu tiba-tiba.
__ADS_1
"Kebiasaan deh." Cibir Kenzo, yang di sindir malah hahahehe.
"Ini bos sekertaris barunya." Andi menunjuk perempuan yang berdiri di belakangnya.
"Oh kamu yah. Mari silahkan duduk. Saya akan mendengar latar belakang kamu langsung dari mulut kamu. Biar saya bisa menilai kamu." Kenzo lalu berdiri dari kursi kebesarannya dan beranjak duduk di sofa.
"Mampuss." setelah berkata demikian Andi juga ikut duduk.
Kenzo tersenyum jahil ingin mengerjai asistennya.
"Ngapain kamu duduk. Saya kan nyuruhnya dia, bukan kamu. Sana berdiri."
"Bukan dia tapi aku, huwooo."
"Suara jelek gitu masih nyanyi." Bukan Kenzo tapi perempuan yang sudah duduk. Kenzo dalam hati tertawa menyaksikan asistennya yang terkenal playboy itu melotot mendengar perempuan di hadapannya berani melawannya.
"Jadi nama kamu siapa?" Kenzo mulai wawancara dengan sekertaris barunya.
Walau sudah diterima oleh bagian HRD. Kenzo ingin mengetes apakah wanita tersebut tergolong ke pelakor apa tidak. Aneh, memang.
"Mariska Hutapea pak Bos." ucapnya sopan.
"Pe'a hahha, pe'a." Andi masih tak terima, makanya membalas.
"Diem!! jadi Mariska, boleh saya minta tolong ke kamu sebelum saya tanya lebih jauh lagi tentang kamu?"
"Silahkan pak bos. Mau nyuruh apa saya siap pak bos."
Kayaknya bukan wanita tipe penggoda. Aman, tapi.... kerjain dulu lah yah, buat ngetes.
"Itu ambilkan dokumen di meja saya."
"Baik Pak bos," Mariska langsung berjalan ke meja sang bos. Setelah dokumen yang diminta bosnya Mariska berjalan ke arah sofa, namun Andi yang masih dendam sengaja memajukan kakinya dan hal itu membuat Mariska terjatuh.
Flashback off
"Dan saat itu ibu masuk, ehm tapi memang itu kecelakaan Bu. Saya bukan perempuan seperti di luaran sana. Saya bekerja secara halal." pungkas Mariska.
Kaila langsung menatap suaminya dengan penuh penyesalan.
"Mas," panggilnya.
.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE nya.
__ADS_1